
#DOKTER KELVIN.
Ternyata diam-diam Dokter Kelvin menelepon Ramon. Dia mengabarkan tentang penglihatan Frayza yang sudah kembali. Namun dia curiga dengan Fujiro terapis mata yang merawat Frayza. Sesuai saran yang Ramon usulkan, malam ini juga Frayza akan dibawa pergi jauh dari Jepang.
“Emmbb Fred, dimanakah Fujiro?”
“Mungkin sudah tidur dikamarnya.”
“Emb begitu ya, jangan ganggu dia.” Padahal.Matsumoto menguping lewat interkom yang terhubung di kamarnya.
“Baiklah, kalau begitu apakah kita jadi memeriksa mataku?”
“Jadi, tapi bolehkan aku meminta pasportmu?”
“Sebentar aku ambilkan pasporku.” Frayza kembali ke kamarnga untuk mengambil paspor.
Saat Frayza pergi, Dokter Kelvin mengunci kamar yang ditempati Matsumoto dari luar. Dia tidak mau terganggu rencananya oleh terapis yang mencurigakan. Setelah Frayza mengambil pasportnya, Dokter Kelvin lantas memesankan tiket pesawat.
“Apakah kau bisa mengambil koper hitam di kamarku?”
“Bisa,” Frayza mengambil koper kemudian membawanya keluar.
“Baiklah, sekarang kita naik ke mobil.”
“Ke mobil? Memang kita mau kemana?”
“Ayooohhh kita pergi sekarang, aku mau menunjukkan sesuatu hal yang menarik.”
Dari dalam kamar Matsumoto mencoba membuka pintu kamarnya namun upayanya gagal. Alhasil dia menghubungi agen lain yang bersiaga untuk mendobrak pintu.
“Cepat cari tahu penerbangan atas nama Dokter Kelvin dan Fred!” dia berlari bergegas menuju kediaman Hikashi yang berada di komplek yang sama, namun beda menara.
“Baik, laksanakan!”
Saat menyampaikan berita Frayxa dibawa kabur Dokter Kelvin, Hikashi marah dan murka.
“Maafkan saya, Tuan.” Hikashi mengambil kunci sepeda motor dan memakai helm balap.
Diruangan ini kedua wanita penghibur sudah botak kepalanya akibat iming-iming perhiasan. Matsumoto hanya bisa menghela nafas atas sikap arogan Hikashi yang tak kunjung sembuh.
“Kalian berdua, minum racun serangga ini kalau mau keluar dari Griya tawang ini.”
“Tidak sudi, aku mau keluar lewat lift. Memang kau siapa?”
__ADS_1
“Aku adalah Malaikat pencabut nyawa!” mengeluarkan pistol dari dalam jas.
“Ti-tidak... Tolong ampuni aku.”
“Ck, dasar wanita murahan. Demi perhiasan rela membotaki kepalamu, padahal kalian tahu. Setelah ini aku akan melempar kalian lewat jendela!”
Matsumoto menghardik kedua gadis yang sudah botak itu agar mental mereka lemah. Usaha ini dilakukan agar wanita itu rusak memorinya bertemu dengan Hikashi. Kelak mulut mereka tidak akan bicara sembarangan bila melihat Hikashi. Selain menjadi tangan kanan Hikashi, kemampuan Matsumoto dalam menghipnotis sudah handal.
Pengawal yang sudah mendapatkan informasi tentang penerbangan luar negeri memastikan jika Dokter Kelvin dan Frayza pergi ke India.
“Haiiiissssshhhh,” menghantam kepala pengawalnya satu persatu dengan helm balap. Sehingga mereka tersungkur kesakitan.
Pihak Bandara sudah memverifikasi bahwa penumpang itu sudah lepas landas sejak 30 menit lalu. Hikashi gagal dan hanya bisa menunggu penerbangan berikutnya.
“Kuberi waktu 10 hari untuk membawa kembali Dokter Kelvin dan Fred. Jika kalian gagal, jangan harap ada belas kasihan. Semua orang-orang yang kalian sayangi, akan bernasib sama dengan selir-selirku!” ancam Hikashi tidak main-main.
Mereka ketakutan dan bergidik ngeri, akhirnya pengawal yang berada di Bandara dikirim ke India untuk mengejar keberadaan Dokter Kelvin dan Frayza.
*
*
*
Sementara Hikashi kalang kabut di Bandara kehilangan jejak. Matsumoto sudah berhasil membereskan wanita penghibur di Griya Tawang. Dan Damora yang sudah tiba di Inggris harus menelan kecewa karena Hikashi tidak ada pulang atau bahkan datan manifest penumpang kosong. Dia lesu dan tak bergairah, ternyata Hikashi tidak ke Inggris. Dan dia harus menghadapi Ayahnya yang kasar dan galak.
Setelah matahari terbit, Dokter Kelvin berjemur di pinggir kolam renang. Memakai celana kolor dan kacamata hitam, dia sedang asik mandi matahari. Setelah dirasa cukup hangat, dia masuk ke kamar dan melihat Frayza main Game di ponsel.
“Kau!” merampas ponsel Frayza.
“Dokter, kembalikan ponselku. Apa masalahmu denganku?”
“Kita kemari untuk berlibur merayakan kesembuhanmu, untuk apa matamu bisa melihat lagi jika kau sibuk main ponsel?”
“Aku hanya rindu main Game, selama aku sakit mataku gelap. Kembalikannn tolooonggg.”
“Aku sita sampai batas waktu tak ditentukan!”
Mungkin Frayza tidak tahu, jika kepergiannya diatas kapal pesiar ini bukan berlibur. Tapi dibawa kabur oleh Dokter Kelvin. Tak ingin jejaknya terlacak, Dokter Kelvin membakar ponsel Frayza dan menghancurkan kartu chips.
“Buat masalah saja, huh huh huh!” dengan kesal menghilangkan jejak ponsel yang dia bakar.
Ternyata Frayza melihat Dokter Kelvin merusak ponselnya, dia sangat geram. Dan menghampirinya, terus memaki Dokter Kelvin.
__ADS_1
“Aku benci kepadamu!”
“Aku tidak peduli!”
“Apa kau tahu bahwa ponsel itu sangat penting bagiku?”
“Pentingnya apa punya ponsel?”
“Aku tidak bisa menghubungi Ramon.”
“Apa kau bercanda, dibelahan dunia kau berada dia masih bisa menemukanmu. Kau hanya takut putus hubungan bukan dengan kontak dalam ponselmu!”
“Dokter Kelvin, kau keterlaluan.”
“Dasar manja, baru ponsel saja yang dirusak marah huuuu.”
Menggigit telinga Dokter Kelvin sambil naik diatas punggung. “Ini iii aa aaaaahhh sakit bodoh.” Mengibas-ngibaskan telinganya.
“Lebih sakit aku yang hampir naik level karenamu. Dasar perusak hobi orang, pokoknya kau berhutang kepadaku! “
“Dasar berisik, setelah kita mendarat. Aku akan ganti ponselmu dengan versi kelas aran terbaru. Bahkan jika kau minta alat game akan aku berikan, tapi syaratnya jangan pakai alat komunikasi apapun disni. Mengerti?”
“Kali ini aku setuju dengan tawaranmu hehehe. Tapi kenapa kita tidak pakai alat komunikasi? Apakah ada yang akan mencari kita?”
“Tidak ada, aku adalah Dokter yang baru saja naio jabatan. Sedangkan kau hanya pensiuna pengawal. Tidak ada yang istimewa bukan.” Mengernyitkan dahinya.
Sebenarnya Dokter Kelvin tak tega membohongi Frayza. Hanya dengan seperti inilah jalan terbaik. Liburan mereka di kapal pesiar ini benar-benar mengasyikan, setiap hari pekerjaan mereka bermain dan berolah raga.
“Kau kenapa?”
“Aku bosan, aku ingin beli mainan.”
“Maaf, tapi aku tidak bisa memakan kartuku untuk belanja. Sedangkan uang tunai kita hanya untuk keperluan makan disini.”
“Kalau begitu pakai kartuku saja.”
“Sembrono!” Dokter Kelvin menahan tangan Frayza yang hendak mengambil kartu dalam dompetnya.
“Kita sudah sepakat, dan kartu ini terpasang mikro chip. Seseorang bisa mendeteksi keberadaan kita.”
“Aku hanya menggunakan uangku, kenapa harus taku. Dasar Dokter ini, paranoid sekali.”
“Frayza, sejak kau ikut terlibat dan bergabung dengan tim kami. Apakah kau tidak sadar, kita sudah terikat dengan organisasi rahasia. Semua yang terjadi ketika Ramon meminta resep ilegal. Aku terlibat dalam bisnis obat-obatan terlarang. Dan ayah dari Nona Damora telah aku tipu. Aku membuat ramuan replika untuknya, kemudian menjual diperusahaan saingannya. Sehingga ayah dari Nona Damora bangkrut, lalu meminta bantuan Tuan Hikashi. Tuan Hikashi ialah penguasa gengster terkuat dibeberapa Negara. Dan saat ini mereka terus melacak keberadaanku. Sayangnya, Ramon lebih memilih mencari tahu siapa pembunuh Digna.”
__ADS_1
“Kenapa kalian merahasiakan ini dariku?”
“Jawabannya singkat, Ramon tak ingin kau terlibat lebih jauh. Makanya aku membawamu kabur terlebih dahulu. Setelah itu, kita bertiga melakukan pelesiran sebagai pelarian pengejaran ayah Nona Damora.”