TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
SALAH SANGKA


__ADS_3

#SAMBUNGAN TELEPON,


• Kelvin: Ramon, apakah kau masih lama?”


• Ramon : Sepertinya iya, adakah hal yang mendesak?


• Kelvin : Begini, sebenarnya aku tidak mau ikut campur masalah pribadi Fred. Hanya saja ketika aku kembali ke ruangannya. Tiba-tiba perban penutup matanya sudah terbuka. Dan aku menemukan supucuk surat ucapan terimakasih. Dan ada saldo uang, beserta kunci.aku tidak tahu itu apa.


• Ramon : Aku tidak merasa mengirinkan apapun kepadanya, lantas bagaimana penglihatannya setelah dibuka perbannya?


• Kelvin : Hemmmm ckkkkkk, aku masih melakukan observasi. Apakah ada orang yang mungkin dekat dengan dirinya selain kau?


• Ramon : Aku akan coba bertanya kepada Kenzo, dia adalah patner terakhir saat bertugas.


#SELESAI.


*


*


*


Keputusan Damora kembali ke Inggris ini meringankan beban Kenzo. Selain perintah Matsumoto untuk merahasiakan rumah baru untuk Hikashi. Kenzo juga mulai curiga dengan Damora. Pasalnya gadis itu selalu menanyakan Hikashi disetiap waktu.


“Nona Damora sudah saya pastikan berada dalam pesawat menuju Inggris.”


“Bagus, sekarang kita semua akan mensterilkan hunian baru Tuan Muda.”


“Ketua Matsumoto, mengenai jasad Ninja yang tewas itu bagaimana?”


“Sedang di otopsi oleh pihak medis, aku usai dari rumah sakit. Dan keadaan Fred juga sudah layak diberhentikan dari pekerjaannya. Mungkin kau bisa mengantarnya mau berhuni dimanapun. Sebagai ganti rugi matanya,” wajah murung Matsumoto mengenang salah satu agen keamanan yang berbakatnya.


“Jika matanya sembuh, apakah Fred bisa bergabung dengan kita?”


“APA KAU TULI DAN BODOH, DIA SUDAH BEBERAPA KALI CELAKA AKAN PEKERJAANNYA. JIKA KAU MAU DIA HIDUP LEBIH LAMA, BIARKAN DIA HIDUP TENANG!!! “ Matsumoto memarahi Kenzo yang masih berusaha.


Setelah kejelasan status Frayza menjadi agen, Kenzo memberanikan diri menemui Frayza untuk mengutarakan niatnya. Sebelum pergi, dia berdandan rapi terlebih dahulu. Dia ingin Frayza lebih mengenalinya lewat wawangian yang ia pakai.


“Permisi, pasien disini ada dimana ya?” bertanya pada perawat yang merapikan sprei.


“Oh pasien yang matanya sakit itu, dia sudah keluar dari rumah sakit.”

__ADS_1


“Si-siapa yang memindahkannya?”


“Maaf, anda masih memiliki hubungan apa dengan pasien?”


“Saya hanya sebatas rekan kerja, tidak lebih.”


“Oh kalau begitu, anda bisa mngehubungi pihak administrasi Rumah sakit untuk meminta informasi lebih akurat. Maaf saya mau melanjutkan tugas lagi.” Kenzo keluar kamar dan menuju tempat yang disarankan.


Ternyata Frayza sedang didalam kamar mandi bersama Dokter Kelvin. Mereka sengaja sembunyi untuk mengetahui sosok misterius yang membuka perban matanya.


“Apa kau yakin itu dia?”


“Emmbb sepertinya aku masih kurang yakin, jika itu Kenzo.”


“Baiklah, kalau begitu kita keluar.”


“Tunggu!” tiba-tiba ada suara orang mengetuk pintu.


Perawat yang masih bebenah diruangan pura-pura melanjutkan pekerjaannya lagi. Kali ini yang datang ialah Matsumoto.


“Selamat pagi, apakah pasien kamar ini sudah pergi?”


“Oh pasien dikamar ini ya, iya Tuan sudah pergi. Kalau boleh tahu ada keperluan apa ya?”


“Saat ini pasien sedang direkomendasikan di pusat mata. Mungkin akan kembali kemari setelah berkasnya siap.”


“Emb, kalau begitu aku akan menunggunya saja disini.”


“Maaf atas ketidak nyamanannya Tuan, tapi sebaiknya anda menunggunya di Lobi atau taman saja. Karena kamar ini dibersihkan dan segara ditempati pasien baru lagi.”


“Oh jadi begitu ya,”


“Iya tuan, silahkan anda keluar sambil menunggu pasien ini kembali lagi. Nanti saya akan mencari anda menunggunya.”


“Baiklah, aku akan menunggunya di Lobi depan. Terimakasih atas informasinya.” Matsumoto keluar kamar.


Perawat yang bekerja sama dengan Dokter Kelvin ini mengintip apakah Matsumoto sudah pergi jauh apa belum.


“Ternyata bukan Ketua Matsumoto lagi, lalu siapa yang mengirimkan ini semua kepadaku?”


“Entahlah, bisa saja mereka menurutku. Karena aku belum membuat kesimpulan yang tepat, jika mereka tidak terlibat. Buktinya mereka datang di waktu yang hampir bersamaan bukan?”

__ADS_1


“Hemmmbb menakutkan.”


“Apa kau mau pindah saja, jika merasa terancam?”


“Aku ingin dirawat dirumah, tapi kondisiku buta begini.”


“Sebelum Ramon datang, kau bisa tinggal bersamaku. “


“Benarkah?”


“Tentu, kita adalah tim. Tapi sebaiknya kau pindah kamar pasien lain, agar tahu makaut kedatangan orang terakhir.”


“Hu’um, baiklah.”


Sebuah kamar pasien disiapkan untuk Frayza. Perawat menemui Matsumoto yang sudah tiga jam menunggu. Dan dikamar inilah Matsumoto mengutarakan maksut kedatangannya.


“Ketua, apa kabarmu?”


“Baik Fred, maaf kami tidak ada yang datang menjengukmu. Karena kami sangat sibuk dan baru sempat kemari.”


“Aku pikir kalian mencampakkanku karena cacat.”


“Kami turut berduka cita dan ikut prihatin atas keadaanmu yang menimpamu ini. Kau adalah salah satu agen terbaik yanh bekerja, dan maaf sekali. Dengan berat hati aku harus melepasmu tugas, ini tanda tanganilah pemutusan kontrak kerja. Dan ini uang pesangon, gaji, bonus dan asuransi yang bisa kau gunakan untuk hidup selanjutnya.”


“Kenapa aku seperti dibuang begitu saja, apakah Ketua tidak mau tahu bagaimana kondisiku terlebih dahulu. Aku tidak bisa hidup dalam kebutaan, setidaknya carikan aku pengobatan yang baik. Apa kalau perlu Ketua bisa gunakan seluruh uangku untuk transplantasi donor mata.” Frayza mengiba kepada Matsumoto.


“Maafkan kami Fred, Tuan Hikashi akan pergi dari Jepang. Rumah yang pernah disusupi Ninja itu. Sekarang sudah rata dengan tanah, kami semua akan pergi kemana Tuan kami berada.”


“Apa?”


“Kau pakailah uang ini untuk kelanjutan hidupmu, jika suatu saat ada kesempatan kita akan bertemu dengan keadaan yang lebih baik pula. Jadi terimalah uang ini, kemudian tanda tangani.” Matsumoto memegang Tangan Frayza agar mau membubuhkan tanda tangan.


“Baiklah Ketua Matsumoto,” Frayza membubuhkan tanda tangannya di kolom yang diarahkan Matsumoto.


Mulai hari ini dia resmi dipecat sebagai pengawal. Dan Ramon sudah ada dibelahan dunia lain mengejar orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan di Pulau pribadinya. Saat ini hanya tersiksa Dokter Kelvin saja yang bisa dijadikan tempat bergantung.


Matsumoto pergi usai mendapatkan tanda tangan Frayza. Namun, Frayza masih bisa mengajukan pertanyaan mengenai buku Bank dan sebuah kunci.


“Aku tidak tahu, tapi kunci ini bukan sembarang kunci. Dari warnanya yang kuning ini, seperti benda antik. Mungkin kunci ini milik seseorang yang sangat menghargai, serta uang dalam buku tabungan ini sangat banyak liar biasa. Aku tidak tahu Fred, karena aku memberikan uang ini sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan.”


“Lantas siapa kalau begitu? Apakah Tuan Hikashi mengirim orang lain, atau Nona Damora?”

__ADS_1


“Kalau Tuan Hikashi dia tidak mungkin Fred. Sekarang beliau di Inggris, urutan waktunya tidak salah. Bukankah Nona Damora masih di Tokyo ya kala itu?”


“Tidak mungkin!” Frayza ngeri kalau yang melakukannya adalah Nona Damora, seorang wanita mencium wanita. Hal konyol yang tidak patut terjadi.


__ADS_2