TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
NATHALIE X MATSUMOTO


__ADS_3

Flasback On,


Nathalie beberapa kali membisikkan ditelinga Jade. Bahwa ia akan menjadi ibu dari anak-anak ayahnya. Jadi, ketika Hikashi bersama Seven. Dipikirnya bayi itu anak Nathalie, Jade marah besar. Ia kabur saat mobil pengantar bahan makanan keluar kastil. Anak kecil itu berjalan kaki sambil menendang apapun didepannya.


Pletakkkkk!!! Kerikil ditendang Jade mengenai kaca mobil yang melaju. Si pemilik mobil memberhentikan laju kendaraannya.


“Hai bocah!” ucapan yang paling dibenci Jade.


“Tidak ada bocah disini!” balasnya dengan nada tinggi.


Pria yang turun dari mobil itu melipat lengan kemejanya sampai siku. Hendak memberikan pelajaran untuk Jade.


“Kau ininanak tuyul siapa sih hah!!!” menarik kerah Jade kecil yang sudah emosi.


“Lepaskan tanganmu yang kotor ini dari bajuku ini!” Jade melawan.


“Kau!!!” pria itu melayangkan tanganya ke wajah Jade yang sudah memalingkan mukanya.


Kenapa, kenapa tidak sakit. Seharusnya kan sakit kalau dipukul, apalagi orang ini berbadan besar? Begitulah pikir Jade yang sudah ketakutan.


“Jangan melakukan kekerasan kepada anak kecil! Jika kau ingin memukul orang yang tepat, pukul saja dia!” menunjuk Kenzo yang matanya melebar dirinya menjadi kambing hitam.


“Hah aku! Woi botak Matsumoto kenapa bisa aku cuih!” Keparat Matsumoto memangsakan Kenzo untuk jadi umpan.


“Dia adalah pengurus bocah ini sejak bayi, jika kau tidak terima. Maka hajar saja orang disana!” Matsumoto memprovokasi orang asing tersebut. Sehingga melepaskan Jade dan mendekati Kenzo.


Glukkk, menelan salivanya dalam-dalam “Kau, kauuuu jangan mendekat! Aku minta maaf, jangan mendekatiku.” Kenzo berjalan mundur ketakutan karena bogem mentah siap melayang ke wajahnya.


Bugh bagh bugh bammm, suara perkelahian pria berotot besar dengan Kenzo. Matsumoto membukakan pintu mobil agar Jade masuk.


“Nak?” sapa Frayza kaget bertemu Jade. Wanita itu duduk dikursi belakang melihat bocah kecil itu lagi.


“Maaaa...” lidahnya kelu dan kaku, nanar matanya melihat ibunya berada didalam mobil Matsumoto.


“Jade, ia cepat masuk. Dia orang yang kau rindukan,” Matsumoto mengedipkan matanya.


“He’eh,” mengangguk.


“Kemarilah, masuk kesini!” Frayza merentangkan kedua tangannya, lantas memeluk Jade yang ketakutan. “Sssshhttt tenang, kau sudah aman.” Frayza mendekap Jade yang mendadak manja sembari tersenyum melihat Kenzo babak belur.


Mobil melaju meninggalkan lokasi baku hantam dengan pengemudi mobil, Kenzo yang tidak ada persiapan kalang kabut dihajar. “Hai aku ini tidak terlibat kenapa kau menghajarku!”


“Botak tadi bilang kau yang mengajari si bocah tengil itu, dia sudah merusak kaca mobilku!”


“Ayahnya bisa mengganti kaca mobilmy lebih bagus. Lepaskan aku terlebih dahulu gorila!”


“Apaaaahhh!” memelintir tangan Kenzo.

__ADS_1


“Atatatatata godzila!” masih berani mengatai binatang.


“Dasar kau ini tidak tahu...”pria ini mendadak pingsan akibat suntikan anestesi.


Mereka yang datang adalah anak buah Hikashi yang dihubungi Matsumoto sebelumnya.


“Maaf kami telat, mari ikut kami.”


“Hah, kalian gerak lambat kenapa menjadi pengawal keamanan!” wajahnya sudah penyok dan memar. Kenzo berjalan sempoyongan karena menahan sakit yang luar biasa.


Sepanjang perjalanan Jade tersenyum bahagia. Ia tak masalah lagi dengan Nathalie bila memberinya bayi kepada ayahnya. Yang terpenting, sekarang ia bersama ibunya. Wanita yang diam-diam ia ciumi fotonya saat tidur.


“Ketua Matsumoto, antarkan anak tampan ini kerumahnya lebih dahulu. Mungkin dia tersesat lagi.”


“Baik Nona,” Jawab Matsumoto.


“Kenapa masuk halaman kastil Alexander lagi?”


“Iya Nona,” Jawab Matsumoto.


“Orang tuamu bekerja di sini nya?” Frayza menatap wajah Jade, ia pikir Jade adalah anak pekerja di kastil.


“Papa,” jawab Jade tersenyum dari dalam dekapan.


“Oh jadi Papamu bekerja disini ya, baiklah. Anakku juga tinggal disini, namanya Jade dan Seven. Semoga kau bisa berteman dengannya. Mereka anak yang baik dan manis.” Padahal anaknya ada didalam pelukannya.


Nathalie mondar-mandir diteras menunggu pengawal yang menyisir lokasi. Sedangkan Hikashi diba tu bibi Fang mengurus Seven.


*Flashback Off,


Kenzo datang bersama para pengawal, ia dipapah kedua sisinya. Lalu Patrick mengobati lukanya dengan baik. Sementara itu Nathalie menghadang Frayza yang hendak masuk kedalam rumah.


“Masih punya muka ya datang kemari, padahal seminggu ini kehidupan kami tenang.”


“Aku kemari untuk mengunjungi anak-anakku, jadi buang jauh-jauh pikiran burukmu kalau aku akan merebut pacarmu!”


“Heleh, kalau niat pergi ya pergi. Menjijikan sekali menginjakkan kakimu lagi disini cuih!” Nathalie meludah dilantai.


“Nathalie, sebenarnya kau ada masalah apa denganku?”


Jade didalam mobil ditahan keluar oleh Matsumoto, karena ia sedang merek video Nathalie menghina Frayza.


“Pergi kau pergiiiii!!!”


“Nathalie kenapa kau kejam sekali, aku hanya mau bertemu Jade dan Seven. Aku ibu mereka hiks hiks kenapa kau jahat kepadaku?” Jade yang mendengar ucapan jika dia dan Seven adalah saudara menetes airmatanya. Ia ingin segera berlari memeluk ibunya. Tapi Matsumoto sekali lagi menahannya.


“Apa kau tahu, aku bilang kepada Jade bahwa Steven adalah anakku. Dan bocah itu percaya hahahaha.” Ternyata Nathalie memang wanita culas.

__ADS_1


Frayza mundur dan berbalik, tangan Nathalie menjulur hendak mendorong tubuh Frayza. Namun sayang, Matsumoto lebih gesit menarik tangan Nathalie lalu membanting wanita itu hingga terkapar. Akhirnya Jade kegirangan Matsumoto menghajar Nathalie seperti Sumo.


“Hebat Paman horeee, “ teriak bocah yang turun dari dalam mobil.


“Apa yang baru saja kau katakan tadi, kau memanggilnya Paman?” Frayza menanyai Jade yang kelewat bahagia.


“Ayo masuk, dan aku perkenalkan pada Papaku.” Frayza menurut saja digandeng anak kecil masuk kedalam aula besar, dan menaiki beberapa anak tangga.


Perasaan Frayza semakin tak tenang dan campur aduk. Siapa sebenarnya anak ini, kenapa ia begitu hafal isi kastil yang besar ini? Sebuah pintu terbuka, disana ada bibi Fang bersama Seven. Dan tentunya Hikashi yang menggendongnya.


“Tuan William?”


“Frayza?” mereka berdua saling bertatapan mata penuh makna yang tersirat dalam.


Jade tersenyum, ia lega karena ayahnya tidak memiliki anak dari wanita lain. Dan bayi yang memiliki kemiripan wajah dengannya adalah adiknya sendiri.


“Bibi pengasuh, ayo ikut aku keluar.” Bibi fang diajak keluar bersama Jade. Lalu pintu kamar itu ditutup kembali.


Hikashi menyerahkan Seven yang rewel dan sulit ditenangkan. Kemudian Frayza membuka kancing kemejanya dan mengeluarkan sumber kehidupan. Hikashi yang terkejut itu merasakan ada yang berdenyut ditengah-tengah. Ia terus memandangi milik mantan istrinya penuh hasrat. Beberapa kali ia menggigiti bibirnya dan menelan saliva. Seolah ingin ikut bergabung merasakan sumber kehidupan.


“Aku keluar dahulu,” Hikashi kabur dari keadaan yang membuatnya panas dan ingin masuk.


Sementara itu ada dua orang yang mengintip yaitu bibi Fang dan Jade.


“Kenapa Papa pergi?” Jade kecewa karena ayahnya payah.


“Mungkin Tuan William gugup hihihihi.”


“Kenapa gugup? Diakan Mamaku?”


“Pria kecil, kelak ketika kau dewasa nanti akan paham.”


Bibi Fang menangkap keadaan dimana mantan suami Frayza adalah pria yang pemalu. Dia memiliki segalanya yang diimpikan lelaki didunia. Tapi dunianya sendiri begitu kelam, hingga nyaris rasanya mustahil bertahan.


Hikashi melucuti bajunya dan memutan keran air, ia membasahi tubuhnya yang bergejolak. Beberapa kali ia mencoba mengalihkan pikirannha yang mesum itu. Tapi sulit sekali ketika ia alihkan, dan denyutan itu sangat menyiksa dirinya. Kali ini ia benar-benar payah, belum apa-apa sudah menyerah!


Patrick diperintahkan Hikashi untuk mengundang Frayza makan bersama. Ia ingin Patrick menyajikan makanan kesukaan Frayza apa saja. Bahkan ia melupakan keadaan Nathalie usai dibanting Matsumoto. Keren deh pokoknya Matsumoto!


“Huaaaaa hohoho saaaassssaaakitttt leherkuuuu!” Nathalie mengeram kesakitan lehernya terkilir.


“Tenanglah Nona, kepala anda harus ditopanh dengan penyangga.”


“Aohhh hhoooohoooo sakittt, pelan sedikit. Dasar pengawal sialaaannnnnn!”


Nathalie sekarang masuk rumah sakit, karena cideranya. Dengan masuknya Nathalie ke rumah sakit, ketentraman di kastil sudah bukan mimpi lagi.


Sekarang meja makan sudah penuh aneka hidangan, bahkan lilin sudah dinyalakan sebagai penerangan. Jade memilih setelan terbagusnya, beberapa kali ia memilah-milah baju. Seperti pria perdana pergi kencan.

__ADS_1


Sedangkan Patrick kebingunngan mengurus tuan besarnya. Ia kebingungan memilihkan pakaian yang tidak terlalu mencolok. Tetapi ia harus menelan kekecewaan, karena tubuh Hikashi memang sempurna. Memakai apa saja, cocok tidak ada masalah.


__ADS_2