TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
TERUSIR


__ADS_3

Hikashi yang mengetahui jika Jade menemui Frayza. Langsung memerintahkan pengawal menjamput paksa putranya. Kali ini pengawal Jade ditarik kembali, mereka dibebas tugaskan. Karena sudah membelot membela Jade. Hikashi marah besar, karena tahu Jade membujuk Frayza agar berbaikan lagi. Namun, hati Hikashi sudah terlanjur sakit. Ia akan menciptakan iblis yang sudah mati, bangkit kembali. Frayza tak perlu memperbaiki hubungan yang telah rusak. Karena sudah hancur kepercayaan yang menjadi dasar kekuatan Cinta.


“Siapa kalian?”


Frayza kaget ada beberapa orang berbadan tinggi besar tiba-tiba datang.


“Mama tidak usah takut, mereka adalah pengawal Papa. Pasti mereka bersama Papa kemari.” Saut Jade menenangkan ibunya.


“Maaf Tuan Muda, Anda tidak diperkenankan menemui orang asing.” Ucap seorang pengawal jelas.


Orang asing? Maksudnya siapa? Frayza? Bukannya Frayza ini bukan orang asing bagi Jade dan Hikashi.


“Orang asing siapa yang kalian maksud itu?” teriak Jade marah.


“Mulai sekarang, dan seterusnya Nyonya Frayza dan Steven adalah orang asing. Bukan lagi anggota keluarga trah Alexander.” Tegas pengawal berbadan tegap.


Frayza menitikkan airmatanya, ia tak menyangka jika Hikashi begitu tega memisahkan hubungan ibu dan anak. Jade dipaksa masuk kedalam mobil, sedangkan Frayza disuruh menanda tangani surat perjanjian. Dari kejauhan, Steven dengan sepeda kayuhnya memperhatikan pria dipaksa masuk kedalam mobil. Ia tak berani mendekati toko bunga tempat ibunya bekerja. Setelah rombongan seram itu pergi. Barulah Steven mendekat ke tempat perkara kejadian. Ibunya menangis dan menutupi wajahnya dengan kertas putih. Frayza menangis sejadi-jadinya usai kejadian pahit yang baru saja ia alami.


Stevem yang tak ingin mengacaukan suasana hatinya memilih pergi. Meninggalkan ibunya yang tengah kacau keadaannya. Tempat yang menjadi favorit Steven ialan taman yang terbengkalai. Diamana sepasang sepatu kulit mendekatinya.


“Paman tongkat panjang?”


“Hehehehe, kenapa malah berlari seperti pengecut?”


“Aku tidak tega melihat Mama menangis. Jadi aku pergi saja kemari.”


“Anak bodoh! Jangan lakukan hal ini lagi, wanita menangis bukannya dijauhi. Tapi diberikan dorongan semangat dan pelukan.”

__ADS_1


“Aku tidak bisa Paman, sepertinya Mama menjalin hubungan terlarang dengan pria kaya. Namun, hubungan mereka tidak direstui pihak keluarga.” Tutur Seven asal saja.


“Sekaya apa pria itu?”


“Ia masuk kedalam mobil mewah dengan beberapa pengawal berbadan tegap.”


“Mungkin Mama mu membuat kesalahan kepada pelanggannya mungkin?” taksih Paman.


“Mungkin bisa saja, Mama membuat kesalahan pesanan. Sehingga pelanggannnya marah, begitu kan?”


“Hari sudah mulai gelap, sebaiknya kau pulang saja kerumah. Mungkin Mama mu juga sudah pulang juga, jangan membuat dia khawatir. Lekas kembali sana!” nasehat Paman.


Dan benar saja, seperti kata Paman tongkat panjang. Frayza sudah dirumah, ia sedang mengemasi barang-barangnya kedalam koper. Steven yang tidak tahu menahu kemana tujuan ibunya bertanya.


“Mama...” sapa Steven lirih.


Sambil mengusap wajah putranya, Frayza yang matanya sembab. Ia mencoba mengeluarkan suara walaupun nadanya bergetar.


Steven yang akan berpisah dengan ibunya sontak berteriak tak ingin berpisah. Ia tak rela harus berjauhan dengan wanita yang mengasihinya.


“Mama, kenapa tidak pulang ke Jepang. Rumah kita kan disana, ayolah Mama.” Pinta Steven.


Frayza terus menggelengkan kepalanya, “ Tidak Seven, Mama masuk daftar hitam. Jadi Mama juga dicekal disana juga hiks hiks.”


“Lalu bagaimana nasibku Mama...”


“Helena akan merawatmu Sayang, hiks hiks hiks.”

__ADS_1


Frayza memeluk putranya erat, sebelum ia meninggalkan Seven. Frayza begitu berat berpisah dengan Steven, karena ia juga sudah dipisahkan dengan Jade. Kini Frayza harus merelakan kedua putranya terpisah darinya. Sangat menyakitkan harus dipisahkan dari buat hatinya. Frayza rasanya tak sanggup berdiri lagi, dengan kepiluan hati.


Helena mengantarkannya ke Bandara, Frayza tak bisa berhenti menangisi perpisahannya. Baru saja ia bertemu Jade putra sulungnya, sekarang ia harus berpisah dengan Steven. Karena dideportasi. Parahnya lagi, Frayza harus hidup sebatang kara di Singapura nantinya.


“Pakailah kartu ku ini!”


Helena menyodorkan kartu untuk biaya hidup Frayza.


“Jangan Helena, aku sudah banyak merepotkanmu.”


“Pakailah, kau butuh makan & tempat tinggal yang layak. Kau bisa membayarnya ketika memperoleh pekerjaan.”


“Pasti, aku akan membayar hutang-hutangku padamu Helena.”


“Jangan khawatir soal Seven, aku akan merawatnya seperti anakku sendiri. Kau segeralah berangkat, aku akan terus menghubungimu.”


“Tolong jaga Seven untukku ya Helena...”


Helena mengangguk dan menangis mengantar Frayza. Ia tidak menyangka jika kehidupan Frayza akan menjadi buruk. Helena tak habis pikir, kuatnya pengaruh Hikashi. Hingga Frayza dideportasi di dua negara. Bukankah Frayza itu wanita yang amat dicintainya kenapa seolah Hikashi sangat jijik dengan Frayza?


Yang pasti, Frayza menangis saat melihat kebawah. Membayangkan putranya berada disana. Ia pergi meninggalkan berjuta luka yang menganga lagi. Apakah akhir kisah hidupnya akan menderita terus? Semoga Hikashi mencabut tuntutannya, dan sedikit berbelas kasihan.


*


*


*

__ADS_1


DUKUNGANNYA UNTUK NOVEL TERBARU ABANG VIT YA.



__ADS_2