
Beberapa Petugas datang memberikan himbuan agar penghuni gedung tidak meninggalkan tempat. Karena sedang terjadi huru-hara yang kemaren terjadi. Akan ada gelombang unjuk rasa yang menuntut Simon untuk dibebaskan atas tuduhan yang tidak masuk akal. Pemberlakuan ini untuk Penghuni The Royal Golden. Karena disinilah orang-orang penting tinggal.
“Baik terimakasih atas pemberitahuannya, kami akan tetap didalam rumah sampai batas waktu yang diijinkan.” Ucap Ramon menanda tangani petisi.
“Selama masa karantina ini, pasokan makanan dan obat-obatan akan kami berikan. Jadi anda tidak usah khawatir.”
“Nanti akan kami kabari jika stok makanan kami sudah menipis.” Ramon menutup pintunya kembali.
Frayza melihat wajah ramon serius dengan kondisi Negeri ini yang tengah menjadi sorotan.
“Segenting inikah?” Frayza tak menyangka bila pengaruh Simon sangatlah kuat.
“Simon memiliki kekuasaan dan partai pendukung. Dan Frank salah satu penyandang dananya, sudah pasti hal ini mereka rencanakan lebih dulu.”
“Ramon, selama karantina ini apa yang bisa kita lakukan?”
“Aku berencana mencari Pengacara terbaik untuk membantu kita. Namun, sayangnya kita tidak bisa mengajukan tuntutan karen kita diposisi orang asing. Kita harus bisa membujuk Hikashi agar mau menuntut balik.”
“Aku tidak sanggup menampakkan wajahku lagi dihadapannya. Sejak aku memutuskan untuk balas dendam dengan caraku sendiri.”
“Fray, kau sudah berada ditempat yang tepat. Hikashi memang bisa kau lihat, tapi sulit bagi orang lain melihat keberadaanmu bisa sejajar dengannya. Kita adalah bayang-bayang yang mengemban tugas berat. Ku harap kau mengerti, kita dibekali kemampuan profesional diatas rata-rata.”
“Begitulah, tapi apakah kau tidak merasa aneh udara di ruangan ini seperti bau gas uhukkk uhukkkk.” Frayza merasa napasnya mulai sesak dan terbatuk-batuk .
__ADS_1
Ramon berusaha untuk tetap membuka matanya. Dia harus mengambil pistolnya untuk berjaga-jaga. Dibalik pintu ia menempelkan pistol. Sebelum ia menarik pelatuk, Kenzo sudah menyemprotkan gas air mata. Ia meronta kesakitan pada matanya. Anak buah Kenzo membawa pergi Frayza dari Kondominium persembunyian mereka. Lalu Ramon dibawa ke tempat terpisah.
Polisi sudah menerima laporan dari pihak Hikashi yang diwakilkan langsung oleh Matsumoto. Beberapa Pengacara terbaik mereka kerahkan untuk menuntut Simon, Ramon, Barbara dan Franda. Pasal yang diajukan mereka tidak main-main dan berlapis-lapis. Dari tuntutan yang memberatkan ialah percobaan pembunuhan berencana dan penculikan. Yang dapat mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Simon sudah berada di rumah tahanan terlebih dahulu. Dan Frank masih buronan Polisi Singapura. Ia tertangkap kala tengah mengadakan rapat dengan dewan pemegang saham.
“Apa ini, lepaskan aku. Kalian tidak tahu aku ini siapa?” Frank berontak kala Polisi menggelandang dirinya paksa.
“Anda harus tenang Tuan, bersikaplah kooperatif.”
“Tidak bisa, aku ini pengusaha ternama. Kalian bisa aku tuntut!”
“Silahkan anda jelaskan itu di Kantor Polisi.”
Berita penangkapan Frank membuat Barbara panik, satu persatu orang yang berada dilingkarannya tertangkap Polisi. Lantaa ia menutup Butik agar pihak Kepolisian tidak mencarinya.
Berhari-hari Barbara merasakan kehidupan di panti rehabilitasi yang berat dan suram. Membuatnya depresi karena tak bisa lepas dari ketergantungan obat dan alkohol. Akhirnya Barbara memutuskan untuk menggantung dirinya sendiri dipohon besar.
“Ah tidakkk, ada mayat tergelantung!”
“Ada orang bunuh diri, segera panggil Polisi...”
Suasana mencekam kala Barbara memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara singkat. Padahal dalam kasus ini Barbara tidaklah terkena tuntutan begitu berat. Karena dia sudah kehilangan Adamson Lee, Frayza dan Simon masuk penjara. Tekanan inilah yang menjerumuskannya untuk mengakhiri masalah hidupnya.
Sampai kabar ini diturunkan, Franda dan Julian masih di Inggris. Mereka berusaha meyakinkan media bahwa Franda korban pelecehan seksual yang dilakukan Hikashi.
__ADS_1
“Aku diperkosa, awalnya diiming-imingi untuk dinikahinya. Setelah aku hamil, dia mengambil anakku dan membuangku begitu saja. Bahkan karirku hancur karena selama hamil aku disekap. Dia memang pria terhormat, tapi bagiku dia pria laknat!” tutut Franda disaat melakukan wawancara secara langsung lewat akun berita.
Reaksi ini memicu kecaman keras dari pihak Hikashi yanh merasa dirugikan. Patrick yang sudah mengantongi surat resmi penyataan bahwa Jade adalah putra dari hasil pernikahan Hikashi dan Frayza. Hal ini dikuatkan dengan hasil tes bahwa DNA jade lebih condong ke Hikashi. Artinya opini Franda ini bisa terpatahkan dengan fakta baru yang ditunjukkan ke publik sebagai serangan balasan terhadap Franda.
“Bagaimana bisa Frayza memiliki DNA yang hampir mirip denganku?”
“Kak, jangan teruskan lagi. Ada hal penting lain yang harus kau ketahui. Kalau sebenarnya Ibu sudah tiada,”
“Julian, kau tidak boleh berkata seperti itu. Ibu adalah wanita yang tegar, dia tidak mungkin melakukan tindakan yang konyol!”
“Kak, ini benar.”
“Ibuuuuuu... Ini tidak mungkin kan, Julian kau berbohong kan kalau Ibu sudah tiada?”
“Kita harus mengadakan upacara pengurusan jenasah secepatnya Kak. Ayo kita kembali ke Singapura, dan mengenai Jade kita tunda dulu. Kita akan meminta kepada Tuan William agar mau memberikan hak asuhnya kepadamu.”
“Tapi Jade adalah satu-satunya alasanku untuk mendapatkan kompensasi besar dari William?”
“Lupakan itu dulu Kak, lagipula Jade diasuh keluarga Alexander. Kita tidak bisa menjenguknya seperti orang biasa. Mereka adalah keluarga bangsawan, ini Negara orang. Disini kita tidak punya kuasa seperti di Singapura. Apalagi sekarang Ayah sedang menghadapi persidangan. Tuntutannya sekarang berlapis-lapis karena percobaan makar dan melarikan diri. Mungkin hukuman Ayah semakin berat, dia butuh dukungan dari kita. Karena Ayah juga pasti sedih dengan kematian Ibu yang mendadak.”
“Huhuhuhu kenapa nasib buruk menimpa keluarga kita. Padahal keluarga kita selalu berbuat baik, kenapa ada saja orang-orang jahat mengusik kebahagiaan kami huhuhuhuhu.”
Sebenarnya Julian tidak begitu yakin dengan Frayza kalau adalah kakaknya. Namun, bukti yang terlampir tadi sudah jelas kalau mereka memiliki hubungan darah. Saat ini Julian tidak bisa memberitahu Franda. Karena takutnya kebencian Franda kepada Frayza tidak tepat. Julian lebih memilih memendam dahulu rahasia yanh ia ketahui. Sampai waktu menjadi reda dan kondusif. Atas kesadaran mereka, akhirnya Franda dan Julian meninggalkan Inggris dan mengurungkan niatannya datang mengambil Jade. Patrick melaporkan kepada Matsumoto bila Franda tidak jadi membawa Jade pergi.
__ADS_1
“Jika nanti aku bisa jatuh Cinta, kuharap orang itu tidak membuat rumit urusanku. Cukup kisah Cinta Tuan Hikashi ini saja yang merepotkanku hih.” Keluh matsumoto.