TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
RENCANA JAHAT


__ADS_3

Ramon menyelipkan sepucuk surat dibawah gelas susu Frayza. Kebetulan pagi ini Hikashi masih terlelap memeluk Jade. Sedangkan Frayza sedang menikmati sarapan paginya di balkon kamar. Ia membaca pesan dari Ramon untuk segera menemuinya di bawah tangga menuju museum pribadi milik Hikashi. Frayza beralasan kepada Patrick jika ia ingin mencari alat menjahit bila ada di gudang. Namun Patrick menyarankan jika lebih baik beli yang baru saja. Karena di Kastil ini tidak ada alat tersebut.


“Aku hanya perlu gunting, benang, kain perca dan meteran saja kalau begitu.”


“Apakah saya perlu meminta Pelayan membelinya saja?”


“Emmmbb kalau begitu aku buatkan daftarnya.” Frayza menulis daftar belanjaan yang ia butuhkan. Selanjutnya Patrick pergi untuk mencari Pelayan yang bisa mengerjakan perintah ini. Saat Patrick lengah dan tidak mencurigainya. Frayza bergegas menyusul Ramon ditempat ketemuan mereka.


“Aku pikir kau tidak akan pernah datang Fray,”


“Ssssttt pelankan suaramu, apa ada hal penting yang perlu aku ketahui.”


“Ini mengenai dirimu sendiri.”Frayza tertegun dirinya menjadi topik pembahasan.


“Memangnya aku ada apa?”


“Aku mendengar sendiri bila Simonlah tersangka pembunuhan Ayahmu. Ada sidik jari yang ditemukan pada baju dan bagian tubuh ayahmu. Walaupun mereka mencoba menghilangkannya namun ada bagian yang tidak mereka sadari. Adikmu Julian menyaksikannya sendiri ketika ayahmu meregang nyawa di balkon rumah sakit. Dia meninggal bukan karena depresi, melainkan dibunuh ayah tirimu.” Frayza berjalan mundur sambil menekan dadanya. Dirinya tak bisa membayangkan jika hal ini akhirnya ia ketahui juga.


“Jangan teruskan dulu, aku belum bisa berpikir.”


“Sebenarnya ini ada kaitannya dengan Frank juga.”


“Frank?” dirinya semakin kaget tahu keterlibatan Frank.


“Barbara menyuruh Frank untuk melenyapkanmu ketika Franda tidak didapuk menjadi wanita resmi Hikashi. Dengan iming-iming kembalinya Franda dan imbalan seluruh saham kepemilikan Hikashi di Perusahaannya. Frank bersedia melakukan apapun, termasuk juka Barbara ingin melenyapkanmu. Beruntunglah waktu itu aku menerima pesanmu, jadi aku bisa membuat skenario pelarian yang bagus. Kini semua aku serahkan padamu, aku sebagai teman juga orang yang memiliki nasib yang sama kuharap kau mau mempertimbangkan ini.”


“Aku harus menuntut keadilan terhadap Simon dan Frank. Mereka berdua telah menewaskan Ayahku.” Mengepalkan tangannya.


“Apakah kau tidak ingin menghukum Ibumu juga?”


“Aku tidak bisa melakukan ini, dia adalah orang yang telah melahirkanku. Apa pantas seorang anak menghukum Ibunya?”


“Jila kau mau, kita bisa menyelidiki seberapa jauh keterlibatan Ibumu. Mengerti?”


“Ramon, terimakasih sudah menceritakan ini semua.”


“Tidak apa, itulah gunanya teman. Fray, aku minta segeralah berpisah dengan Pangeran Hikashi.”


“Aku sudah menikah dengannya Ramon, mana mungkin aku ingkari janjiku?”


“Fray, kau adalah manusia yang tanpa identitas yan jelas. Tetap saja kau adalah Frayza gadis yang bernasib malang. Dirimu mungkin sudah berubah, tapi tidak dengan riwayat hidupmu. Apakah hinaan dari Pangeran Hiroshi dan Nona Damora tidak menjadikanmu sebagai cambukan yang keras? Fray, sadarlah anak yang dilahirkan dari rahim Franda bukan darah dagingmu. Kalian tidak akan memiliki ikatan batin sebagai ibu dan anak. Apa kau bisa mencintai anak yang tidak pernah kau kandung. Walaupun aku tahu kau memiliki naluri keibuan.”


“Bagaimana dengan Hikashi jika aku tiada? Dia akan mencariku keujung Dunia dimana keberadaanku.”


“Aku tidak akan membiarkan dia mencarimu. Aku akan membangkitkan lagi kehilangan yang sama saat orang tuanya tiada.”


“Jangan lakukan itu Ramon, Hikashi sudah menyelamatkanku berulang kali.”

__ADS_1


“Apa keadilan akan memilihak kepada Ayahmu? Apa kau mau berdiam diri orang yang sudah 2x menggugurkan kandunganmu?!


“Tidakkk, aku tidakk tahu.” Memutar-mutarkan kepalanya.


“Fray, jangan hidup hanya untuk mengisi kekosongan orang lain. Mereka bahagia karena hadirmu, tapi kau sendiri saja sengsara. Apa kau tahu, kau tahi kenapa Digna beralih ke Hikashi. Karena dia pikir aku hanya pemuda biasa, sebenarnya aku...”


“Kau adalah pasukan elit bukan?”


“Jadi kau sudah menemukan fotoku?”


“Iya, ternyata itu kau.”


“Maafkan aku yang memiliki keberanian sekarang. Dulu aku seorang Jendral muda yang memiliki misi penyelamatan sandra. Saat itu aku menyelamatkan seorang sandra yang kakinya menginjak ranjau. Aku menggendongnya sepanjang hari melewati gurun pasir. Saat terjadi badai, aku bersembunyi di balik gua. Tapi sayangnya, aku terjebak didalam sana. Sandra itu menyadari nyawanya tak akan bertahan lama. Dia menyarankan agar kami bertukar baju. Agar musuh mengira akulah yang tewas disana.”


“Lalu kau bisa keluar dari gua bagaimana bisa?”


“Aku tidak bisa ceritakan sekarang, lebih baik kau pikirkan tentang nasibmu dulu. Aku bawakan baju anti peluru dan pistol karet. Kau bawa saja ketika Hikashi membawamu ke Paris. Aku akan menemuimu secara diam-diam membahas ini lagi. Pikirkan dahulu permintaanku, jangan sampai kau hidup hanya melanjutkan penderitaan. Aku bernasib sama denganmu, jangan sampai kau menderita lebih dalam lagi.”


“Tapi kau kan bekerja dibawah Pangeran Hiroshi, apa kau mau menjebak Hikashi dan mengumpankan aku?”


“Fray, jika kau menganggap diriku ini penghianat. Sudah aku lakukan sejak dulu kau dalam penyiksaan. Itu semua terserah padamu, jika kau tidak bisa memperoleh keadilan. Maka jangan berharap orang lain peduli dengan hak-hakmu.”


Usai Ramon mengatakan rencananya nanti, Frayza menyimpan baju dan pistol itu ditempat yang tidak lazim. Yaitu dibalik tirai jendela. Tempat yang jarang diperhatikan. Dia menyimpan benda itu dan mencari bahan-bahan menjahit seadanya.


“Sayang,” Hikashi memergoki Frayza yang hendak masuk kembali ke kamar.


“Patrick bilang kau mau mencari kesibukan ya. Apa yang kau bawa?”


“Aku ingin membuat baju untuk Jade hehehe.”


“Hemmm gunting, kain, jarum dan ah apa ini.”


“Ini untuk membuat polanya sayang, sebelum dijahit harus diukur terlebih dahulu.”


“Beli sajalah jangan repot-repot begini, seolah waktu senggangmu banyak saja.”


“Aku ingin membuat baju untuk kado ulang tahun Jade.”


“Kau ibu yang baik dan perhatian, betapa beruntungnya Jade memilikimu sebagai ibu.” Hikashi memeluk Frayza dari belakang. Sayangnya, Frayza tidak menyukai pujian dari Hikashi. Ini seolah berpura-pura mencintai hal yang baik. Tapi dalam hati berontak, karena Jade adalah anak Franda. Adik tirinya, yang ayahnya pembunuh Ayah kandungnya. Sekaligus wanita yang sudah merebut Frank, hingga menjadi pria yang beringas kepadanya. Hat Frayza bergejolak ingin berontak dan balas dendam. Selama ini dia sudah cukup bersabar dan menuruti Hikashi.


“Sayang, lepaskan pelukanmu.”


“Owh maaf jika aku memelukmu terlalu erat.”


“Tidak apa-apa, aku mau belajar bersama Patrick. Dan mau mengukur badan Jade, sepertinya aku hari ini akan sibuk.”


“Baiklah, aku akan menghabiskan waktu dengam berlatih pedang saja setelah mengantar Hiroshi.”

__ADS_1


“Mengantar?”


“Iya, dia akan meninggalkan Kastil ini dan pergi ke Perancis. Disana ada pertemuan para pemimpin Negara Monarki.”


“Apa kau tidak diundang?”


“Aku akan ke Paris hanya untuk urusan lain, tidak tertarik dengan dunia Politik. Cepat sana belajar, aku mau mengantar Hiroshi sampai pintu gerbang. Belajar yang rajin ya Sayang. Aku mencintaimu muachhh.”


Ternyata Hikashi bisa bersikap seolah tak terjadi apapun kemaren. Padahal Hiroshi sudah menjambak rambutnya didepan mata Hikashi. Frayza jengkel dengan sikap otoriter lelaki yang tak memikirkan dampak yanh ia alami. Sepetinya Frayza harus mengambil kembali baju anti peluru dan pistol karet kembali.


*


*


*


---PRANCIS---


Persiapan peragaan busana tahunan yang diadakan ini tinggal tahap akhir. Ditemani Franda, Julian seolah memperoleh Manajer dan penata gaya pribadi.


“Kak, apa kau tahu ternyata William akan hadir sebagai tamu undangan.”


“Benarkah?” menyisir rambut Julian.


“Iya, dia datang bersama pasanganya.”


“Jadi dia sudah menemukan wanita untuk dipublikasikan ya.”


“Benar sekali, ku harap kau jangan mempermalukan dirimu sendiri ya. Hadapi kenyataan bahwa kau hanya tempat bayinya. Bukan istri yang dikehendakinya.”


“Bagaimanapun juga, aku anggap ini adalah karmaku dulu yang pernah merebut Frank dari Kak Fray.” Terisak napasnya menahan sedih.


“Kak, maafkan aku juga ya. Karena akulah penyebab salah satunya rahimmu dibeli. Kini kau tidak bisa melihat bahkan merawat bayimu.”


“Hiks... Hiks.. Hikss.. Aku pikir dengan bayi itu pergi dari hidupku. Aku bisa melupakannya, ternyata aku meluapkan emosiku pada darah dagingku. Seharusnya aku marah kepada William, bayiku tidak bersalah.”


“Aku akan meminta informasi dimana William menginap nanti. Kakak bisa menanyakan hal itu langsung kepadanya.”


“Tapi penjaganya sangat ketat,”


“Jangan Takut Kak, Ibu sudah berhasil menekan Kak Frank untuk membantu. Dia akan datang bersama anak buahnya untuk membawa bayimu kembali. Kalau perlu kita habisi saja orang-orang yang menghalanginya.”


“Julian?”


“Aku bersumpah tidak boleh ada lagi air mata wanita dalam keluarga kita.”


Julian sakit hati setelah tahu istri Hikashi ialah Frayza. Wanita yang disukai itu menikahi Hikashi, padahal Julian belum tahu jika Frayza adalah kakak tirinya. Jika dia tahu salah menempatkan hatinya mencintai Frayza yang baru. Pastinya dia tidak akan dendam begitu besar. Alih-alih ingin merebut Frayza dari Hikashi. Kini Julian berencana menyatukan Jade dengan Franda. Tanpa atau dengan Hikashi menyertainya. Sedangkan Frank bersama anak buahnya akan memaksa Hikashi untuk menyerahkan seluruh sahamnya. Dia tahu jika Hikashi mengelabuhinya saat perjanjian bisnis. Frank juga dendam kesumat kepada Hikashi yang telah menjadikan Franda sebagai objek bayi tabung. Kini musuh Hikashi dan Frayza sudah menampakkan wujud aslinya. Apakah hasutan Ramon hanya isapan jempol belaka? Atau sebuah pertanda akan terjadinya hal buruk pada Frayza lagi?

__ADS_1


__ADS_2