
“Oke Seven, Mama akan tetep menunggumu sampai berkemas barang-barang mu!”
“Huh!”
“Seven!”
“Mama, aku tidak mau berangkat ke Inggris. Pokoknya tidak mau!”
“Seven, Inggris adalah rumahmu. Kita harus pulang kesana Nak.”
“Mama, Jepang adalah tanah airku. Aku ingin menetepa disini. Aku tidak peduli Papa menekanmu, tapi jangan harap Mama bisa pergi ke Inggris bersamaku!”
Blazzz... Pintu kamar dibanting Seven, bocah itu keluar kamar. Tak mau menggubris ocehan ibunya. Frayza kembali ke kamarnya. Beberapa koper sudah siap dibereskan. Hikashi tampak mengecek barang-barang, takutnya ada yang tertinggal.
“Kenapa barangku kau kemasi?” memeluk tubuh Hikashi dari belakang.
“Aku suka saja mencium aroma tubuhmu Sayang hehehe.”
“Hal yanh aneh.” Gerutunya.
“Tunggu sebentar lagi ya, nanti aku puaskan dirimu. Muach.” Otak mesum suami aktif lagi.
“Eh apa, memang aku tadi menjanjikan sesuatu?”
“Bukan, ketika ketika menikah kan aku sudah berjanji dihadapan Tuhan. Disaksikan Malaikat saar ijab qobul nika di Tanah Suci.”
“Iyakah?”
“Hu’um,” melirik pintu kamar mandi yang terdengar suara keran mengisi bak mandi.
Eh ini jangan-jangan Hikashi mau menyuruh Frayza mandi kali ya. Kok ada taburan bunga dan baju tidur terlalu seksi. Ia abaikan baju kurang bahan & pemicu masuk angin. Tubuhnya ia basuh dan merasakan letih sekujur tubuh. Matanya yang mulai sayu, perlahan menutup rapat.
“Astagah, untung ada aku Frayza!” teriak Hikashi masuk ke kamar mandi.
“Ekh...”
Dengan cepat Hikashi mengelap tubuh Frayza yang terendam air. Ia kemudian memakaikan handuk, menggendongnya diatas ranjang. Frayza mengamati wajah suaminya yang kharismatik & tampan tiada duanya.
“Cium!” ucapnya memohon.
“He... Apa?” Hikashi canggung dimintai duluan.
“Cium bibirku...” mendekatkan wajahnya sedekat mungkin.
“Kau kesurupan Miyako ya?”
“Bukan...” menggelengkan kepalanya.
“Naruto?”
“Ih... Kau ini!” memiringkam tubuhnya, ngembek.
Tumben-tumbenan Frayza manja minta inisiatif berciuman dahulu. Biasanya yang maling ciuman kan dirinya.
“Sayang...” membujuk istrinya.
“Hembbb pergi dan tidurlah! “
“Jangan marah dong, ayo...” menggesek-gesekan tubuhnya.
“Jangan merapat, sesak ih!”
“Ngambek tak rantai lho!”
“Eh kok.”
“Hehehem... Mau macam-macam kau ya rupanya hemmmm.”
Frayza tampaknya menyukai Hikashinyang tersulut birahi untuk segera memasukinya. Wanita itu menyibakkan handuk, sehingga seluruh tubuhnya terekspos. Mata Hikashi melotot melihat bagian tubuh milik istrinya ini. Ia segera merayap setiap jengkal kulit kenyal & putih. Telinganya mendengarkan lenguhan, diiringi ******* kecil yang keluar dari mulut Frayza. Hikashi melakukan pemanasan diikuti dengan permainan kecil. Tampaknya Frayza merindukan kegiatan regenerasi umat manusia baru. Hikashi semakin ganas membenturkan miliknya lebih dalam. Ia berulang kali membuat Frayza kewalahan. Setelah menghentikan permainan yang cukup panas & lama ini. Keduanya istirahat mengisi kekosongan waktu jeda. Sambil membahas hal yang sekiranya perlu didiskusikan.
“Bagaimana jika aku dan Seven tetap di Jepang?”
“Tidak,” jawab dengan mata terpejam.
“Aku gagal membujuknya Sayang, dia bersikeras tinggal disini.”
__ADS_1
“Anak itu, Inggris adalah rumahnya juga. Saudara laki-lakinya ada disana, jika ia tidak menurut. Harus berani tanggung resiko hidup sendiri di Jepang.”
“Jangan terlalu keras terhadap anakmu sendiri hah.”
“Aku hanya menyederhanakan masalah yang memperumitmu sendiri. Bukannya aku tidak peduli pada Seven. Jelas aku sangat peduli, ia adalah darah dagingku sendiri. Bersabarlah, nanti dia akan mau dengan sendirinya ikut ke Inggris. “
“Bisakah kau membantuku membujuknya Sayang?”
“Aku? Hahahah yang benar saja. Aku tidak bisa bersikap lembut dan ramah kecuali dirimu.”
“Kenapa hanya aku?”
“Baik Jade maupun Steven akan aku bentuk menjadi sosok pria hebat. Yang tidak bisa dibujuk wanita.”
“Lantas kau apa sendiri coba?”
Frayza mencoba memancing emosi Hikashi yang dulunya hobi mengencani wanita.
“Ha? Kenapa aku?”
“Dulu, kau sering membawa pulang wanita untukmu bersenang-senang. Dan kau selalu dipuja banyak wanita, aku masih ingat. Beberapa diantara menggila bahkan cih.”
“Haaaahh... Aku benci bertengkar denganmu Frayza!” Hikashi langsung menindih tubuh istrinya yang hendak mengomel.
Ia mulai merasakan dorongan yang kuat agar bisa keluar segera. Dan mereka berdua keluar secara bersamaan. Hingga Hikashi tepar dan tertidur pulas disamping Frayza. Seperti bayi besarnya, Hikashi tak ingin Frayza menyingkirkan dekapan hangat. Pria itu sudah lama tak merasakan kedamaian tidur. Akhirnya ia bisa melunasi hasrar lelakinya sampai tuntas. Tak terasa, sekarang Frayza harus terganggu lagi dengan suara dengkuran khas bapak-bapak suami.
*
*
*
Untuk membujuk putranya, Frayza datang lebih awal ke Sekolah. Ia ingin mengejutkan putranya dengan membelikan mainan robot.
“Yuki?”
“Maaf Nyonya, siapa?” timpal Sopir.
“Sejak kapan putraku Seven diperbolehkan berbicara dengan orang asing. Dan kenapa Seven mau diajak pergi, ikuti mereka!”
“Bibi, kau baik sekali. Tapi maaf, aku tidak bisa menghabiskannya seperti biasanya.”
“Tak apa Seven, melihatmu makan es krim saja. Sudah membuat Bibi Yuki senang hihihi.” Mengusap kepala Seven seperti hal yang jamak dilakukan oleh orang tua.
Frayza mulai tegang dan mendidih melihat kelakuan Yuki. Tapi ia harus bersikap elegan, dan jika gegavah sedikit. Seven akan membencinya, terlebih lagi ini tempat umum.
Setelah dirasa cukup, Yuki memberikan kado untuk Seven. Yang kemudian dimasukmam kedalam ranselnya. Tampaknya Yuki sudah melampui batas.
“Tinggalkan aku disini, kau jemput Seven digerbang sekolah!”
“Baik Nyonya.”
Tampaknya Frayza harus mengorek info mengenai kedekatan Seven-Yuki. Tidakkah Seven tahu jika aturan sekah tidak mengijinkan bertemu ora asing? Oh kali ini Frayza kecolongan terhadap Yuki, ia terlalu meremehkan wanita disekitarnya. Yang ia pikir polos dan lemah, ternyata lihai memanipulasi keadaan.
Mulai dari pegawai kedai es krim, mereka menuturkan jika Yuki akhir-akhir ini sering datang. Dan anak kecil yang bersamanya ini, diakui sebagai keponakannya. Jadi pegawai merasa tidak curiga, walaupun sekedar cerita. Tapi Frayza cemburu putranya direbut perhatiannya oleh Yuki.
Setelah menurunkan Seven tepat didepan gerbang, Yuki pergi. Dan mobil jemputan datang, lalu Seven masuk kedalam mobil.
Ternyata Sopir tadi menelepon Hikashi, melaporkan jika Frayza turun dan masuk toko es krim.
“Ah kau?” melihat Hikashi sudah berada didepan pintu kedai es krim.
“Masuk!” perintah suaminya.
Frayza mengikuti perintah suaminya dan duduk didalam mobil. Belum sempat bicara, Frayza dipotong oleh Hikashi.
“Dengarkan aku, Frayza!”
“Hah?” kaget.
“Kau tidak minta ijin untuk kemari, katamu hanya menjemput Seven bukan?”
“Iya,” menghela napas.
“Kenapa kau melanggar kepercayaanku?”
__ADS_1
“Apa, yang benar saja Hikashi?”
“Frayza, kau pikir aku ini pria yang mudah dibodohi istrinya?”
“Kenapa kau bicara begitu padaku Hikashi? Aku memang mau menjemput Seven pada awalnya, namun Yuki bersama Seven kemari!”
“Yuki? Seven, kemari?”
“Huft...” menghela napas panjang.
“Jangan mencari alibi konyol Frayza.”
“Baik, aku jelaskan duduk perkaranya. Antara Yuki dan Seven, mereka ternyata sudah akrab. Parahnya lagi, Yuki meminta Seven memanggilnya dengan sebutan Bibi. Tiba-tiba kau datang kemari memergoki aku, kepalaku pusing karena muncul pikiran buruk.”
“Heih apa yang kau pikirkan, katakan apa? Kau memikirkan pria lain? Apakah aku belum cukup memuaskan secara materi, birahi dan fisik?”
“Hikashi, kau ini bicara apa sih!”
Sepasang suami-istri ini bersitegang karena salah paham. Akhirnya Frayza menyimpulkan jika Yuki ingin dipanggil Bibi. Karena ia ingin dianggap orang yang dekat dengan Seven. Tapi, kenapa Hikashi tiba-tiba menjemputnya di Kedai secara bersamaan? Ia berpikir buruk, jika Yuki sudah tahu dikuntit Frayza. Lalu Hikashi ditelepon agar datang, apakah mungkin Hikashi memiliki hal yang dirahasiakan? Dalam ingatannya, Yuki tersenyum sini ala Pelakor yang berhasil menggaet calon target tambangnya.
“Kau ini gila ya!” teriak Hikashi.
“Itukan hanya pemikiranku saja, jangan marah.”
“Aku tiba di Kedai es krim mendapati laporan dari Sopir. Jika kau menyuruhnya menjemput Seven. Sedangkan kau memilih masuk Kedai es krim. Apa yang kau cari disana? Bosnya yang gendut, apa pelayannya yang kurus cungkring? Katakan!”
“Jadi kau sengaja menjemputku karena laporan si Sopir?”
“Iya!”
“Bukan karena Yuki yang meneleponmu?”
“Iyaaaaaaa!!!”
“Biasa saja jawabnya Sayang hehehe.”
“Kau mencurigai aku yang serong dengan wanita lain ya? Rasanya otakmu sudah tidak beres Frayza!” Hikashi marah dituduh yang tidak-tidak.
“Sayang... Maaf.”
“Singkirkan tanganmu!”
“Maaf...”
“Hah!”
“Suamiku...”
“Aku tidak pernah mau merepotkan hidupku dengan bermain wanita. Ternyata istriku mencurigaiku, tahu begitu. Menyesal aku datang langsung untuk menyeretmu pulang!”
“Iyaya aku yang salah.”
“Kau pikir aku mau berselingkuh apa seperti Aris dalam series Layangan Nyangkut!”
“Kan Pelakor itu dapat menjelma dalam bentuk apapun Sayang.”
“Sebelum Pelakor itu datang merayuku, sudah aku tembak kepalaku jika berani selingkuh darimu Frayza!”
“Benarkah? Kau bersedia mati jika serong?”
“Jaga mulutmu!”
“Heheh Sayang....”
“Jangan merayu, kau benar-benar fatal mencurigai suami mu sendiri. Sejak ikutan trending nonton Layang Nyangkut. Apa-apa selingkuh, dikit-dikit dicurigai. Lama-lama tayangan itu mendoktrin pria untuk selingkuh.”
“Iya, nanti aku hapus aplikasinya, biar tidak berprasangka buruk.”
“Sekarang! Mau nunggu apa lagi!” perintah Hikashi marah.
“Iya, baru nonton sampai episode 4 kok ya... Ya...”
“Pernikahan kita itu beda, kau lebih cantik dan lebih menarik daripada Koneng. Sedangkan aku pria bermartabat, tidak serendah Moris. Coba bedakan latar belakang pria, jangan kau sama ratakan. Jika Pelakor tidak selamanya sukses merusak rumah tangga. Aku tahu dia mencoba menggodaku dengan paras & tubuhnya. Tapi kau harus yakin, Benteng terakhir pria ialah iman dan rasa malu. Jika dua unsur ini hilang, maka naluri binatang yang ditunggangi Setan. Akan membawa kehancuran suatu fitrah pernikahan. Jadi aku terangkan sekali lagi, menikahi sekali seumur hidup. Hingga akhir hayat, jika salah satu diantara kita ada yang meninggal. Maka tak butuh waktu lama akan menyusulnya. Itulah tingkat tertinggi mencintai karena Tuhan, bukan dasar dunianya.”
Sebagian nasehat ini merupakan bentuk protes Hikashi yang tak terima menjadi korban tayangan tersebut. Di dunia ini, ketika dikuasai setan. Maka perilaku menyimpang dianggap sebagai kesilapan. Padahal hal yang disengaja itu memang sudah diniati untuk berkhianat. Pernikahan menjadi ternoda, jadi apakah pernikahanmu sudah kau perbaiki?
__ADS_1