
Bangun-bangun Frayza sudah berada didalam mobil yang berjalan. Matsumoto mengemudi mobil dengan gaya kakunya. Sedangkan Jade duduk didepan sembari menoleh kebelakang. Ia adalah orang yang sangat bahagia melihat kedua orang tuanya rukun kembali.
“Hikashi?” ia mengerjapkan matanya. Melihat suaminya yang berewokan tampan.
“Mama, daritadi Papa mengeluh kau tindih hihihi.”
“Ups maaf,” menegakkan duduknya.
“Dia bohong, kemari.” Menepuk bahunya yang menjadi tempat bersandar.
“Tidak usah, aku sudah tidak mengantuk lagi.”
“Mama, apakah kau tahu saat kau tidur Papa Menciumimu?”
Tersipu malu ketahuan oleh anaknya. “Sssttt,” Perintah agar Jade diam.
Keduanya duduk saling bertolak pinggang. Seolah pemuda-pemudi yang baru kepergok kencan di semak-semak.
“Jade, kita mau kemana?”
“Kemana yaa... Kasih tahu enggaknya...”
“Jade!” melotot agar anaknya tidak membocorkan rahasia kemana perjalanan mereka.
“Oh Tuhan berhenti!”
Ciiittt, Matsumoto mengerem mendadak mobil. Sehingga mobil dibelakang menyruduk bagasi sedan didepan.
“Ada apa? Mana yang sakit?” Hikashi meraba-raba tubuh Frayza.
“Mana Seven?”
Keluarlah sopir mobil dibelakang marah-marah karena rem mendadak.
“Woii kalau tidak berbakat pakai mobil, beli saja becak!”
“Kenzo, setelah menjadi Presdir sombong ya kamu!” gertak Matsumoto yang tidak mau kalah.
“Haiii Presdir Wakanda, apa kau sudah kehilangan bakat menyetirmu? Karena terlalu banyak bermain golf?”
“Hahahaa seru sekali mereka berdua akan berkelahi.” Bertepuk tangan.
__ADS_1
“JADEEEE!” kedua orang tuanya kompak melotot.
Rencananya hari ini Hikashi memboyong rombongannya pergi ke Dubai untuk liburan. Selain merayakan kebebasannya, Hikashi ingin membayar hutang waktu yang hilang.
***Flashback On,
Kaki Ramon masih mengeluarkan darah dan bergetar. Sedangkan suara sirine Polisi semakin dekat lokasi.
“Berikan pistolnya!”
“....” termangu melihat Frayza pingsan dan Nathalie tewas.
Ramon berusaha sekuat tenaga berdiri dan merebut pistol dari tangan Hikashi. Kemudian ia memukul tengkuk sehingga pingsan.
“Jangan bergerak, anda sudah terkepunh!”
Ramon mengangkat tangannya yang memegang pistol. Ia membuat alibi di pemeriksaan bahwa yang membunuh Natahlie adalah dirinya. Nathalie menolak kembali dan memilih mati daripada harus merelakan Hikashi untuk Frayza. Karena ucapan Nathalie yang menyakiti hatinya. Ramon terpaksa meluruskan keinginan Nathalie. Mati dalam keadaan mencintai Hikashi seorang. Karena Ramon awalnya berniat membebaskan Frayza yang disandra. Nathalie marah, karena Ramon memberitahukan posisinya kepada Hikashi. Maka percekcokan terjadi, dan peluru panas bersarang dikepala Nathalie.
Sebagai balas budinya, Hikashi meminta Andreas dan Meghan menjadi kuasa hukumnya lagi. Mereka siang malam lembur mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Nathalie. Walaupun Ramon dipenjara, ia merasa lebih tenang. Tidak lagi risau tentang urusan dunia luar. Mengenai karir militernya ia sudah tidak peduli lagi. Ia sudah kehilangan sahabat terbaiknya karena Nathalie.
Jenazah Dokter Kelvin akan disemayamkan di negara asalnya, Korea Selatan. Pria Malang itu meninggal dalam keadaan masih lajang. Betapa banyak kenangan Indah yang pernah dihiasi Dokter hebat itu. Sekarang ini, Dokter itu sibuk memilih bidadari untuk menjadi istrinya. Itupun kalau masuk surga hehehe canda Dokter Kelvin.
*
*
*
Hikashi bangun tidur, tahu-tahu ia mendengar suara wanita bernyanyi. Ia terperanjat kaget setengah mati. Frayza mengikuti lantunan ayat suci Al qur’an melalui pengeras suara.
“Sayang, kau sedang apa?”
“Ssssttt Papa diam, Mama sedang membuat Seven tidur.” Menepok-nepok bokonh adiknya.
Oh ternyata Jade sedang main keluarga-keluargaan ya. Dan dirinya sedang praktek menjadi ayah muda begitu. Si bayi Seven menjadi peraganya. Lantas sejak kapan Frayza memakai gamis dan penutup kepala. Dan ini, apa lagi? Ia membuka Al qur’an dan belajar mengaji? Padahal yang getol dan sesumbar mendalami agama kan Hikashi. Kenapa yang lebih cepat dapat hidayah Frayza? Ajaib.
“Aaminn.” Menutup kita.
“Sayang, apakah kau kerasukan jin saat naik pesawat? Apakah kau wanita yang operasi plastik menyerupai istriku?” memeriksa detail tubuh istrinya.
“Papa benar-benar keterlaluan, ayo Seven kita pergi.” Jade menggendong ngawur adiknya pindah.
__ADS_1
Hikashi panik bukan kepalang, karena Frayza benar-benar menjadi sangat cantik kala menutup tubuhnya. “Hihihi... “ tersipu malu.
“Sayanggg... Katakan sesuatuuuu!” merengek bayi tuanya.
“Sejak kau mengatakan mempelajari islam dan menjalani pertobatan. Ammar memberitahuku kalau haram suami-istri campur beda agama. Oleh karena itu, aku mau belajar agama islam bersama-sama denganmu.”
Menggosok matanya, berharap dia mimpi bertemu bidadari. Karena ia ngeri juga kalau Frayza lebih paham agama daripada dirinya.
Waktu berjalan terus, setiap hari guru spiritual mereka datang. Hikashi dan Frayza banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan agamanya. Mereka berdua mantap mengucap syahadat dan berikrar sebagai muslim.
Ammar menyarankan untuk menikahkan ulang Frayza dan Hikashi di Mekkah. Lebih tepatnya didepan Ka’bah, sebagai pusat kiblat. Hikashi berjanji akan menjalani kehidupannya lebih religius lagi. Ia sudah kapok dan tak mau gegabah. Frayza juga mantap berpindah keyakinan, karena ia juga cocok dengan kaidah agama barunya.
Jadi mereka terbang ke Arab Saudi, dan langsung melakukan ibadah Umroh disana. Hari pertama mereka menikah resmi secara agama.
Usai mengucapkan janji pernikahan kepada Tuhan. Dan disaksikan para jamaah masjid. Maka resmilah mereka sebagai pasangan suami-istri. Ritual umroh mereka jalani dengan senang. Yang repot serta heboh adalah Kenzo dan Matsumoto. Kedua ini sibuk mengurus 2 bocah krucil hiperaktif. Disaat kedua orang tuanya umroh, mereka yang gagah menjadi pengasuh anak.
“Frayza lee mulai saat ini, engkau menjadi tanggungjawabku. Baik dunia dan akhirat engkaulah bidadari surga dan duniaku. Menjadi tempat pelipur laraku, wanita yang akan mendapatkan curahan kasih sayangku.” Menempelkan telapak tangannya dikening Frayza.
Hal ini Hikashi lakukan sebagai bukti bahwa ia sudah resmi menjadi Imam keluarga. Dan Frayza akan menjadi istri penurut dan sumber kebahagiaan suaminya.
Perjalanan spiritual ini menjad ajang mempererat ikatan hati keduanya. Yang selama ini tercerai berai oleh hingar-bingar dunia.
“Katakan kalau kau mencintaiku Fray!”
“Emmbbh,” melipat bibirnya masuk kedalam.
“Haiii ayo katakannn!”
“Tidak! Tidak mau!”
Tontonan kejar-kejaran dikebun kurma ini menjadi hiburan bangi Jade dan Seven. Mereka bahagia melihat ayah dan ibunya rukun. Tampak bahagia liburan mereka setiap malam tidur diantara kedua orangtuanya.
Waktu Hikashi luang lebih banyak, tidak seperti dulu. Jade merasa kesepian karena Hikashi gila kerja. Apalagi kedatangan Nathalie yang menyebalkan, dulu. Sekarang ia memiliki ibu yang lemah lembut, penyabar, pandai mengurus semuanya dan tentunya sangat cantik. Jade menjadi anak yang beruntung didunia ini.
“Hai bocah kecil, jangan berkhayal yang tidak-tidak ya.”
“Apa masalahmu Kenzoooo!”
“Kau melamun terus dan tersenyum tidak jelas. Apa nama tepatnya hah!”
“Aku sedang melihat Papa-Mamaku behagia, apa dilarang!”
__ADS_1
Entah kenapa Jade seperti menjadi musuh bebuyutan bagi Kenzo. Dan Kenzo pula, kayak tidak tahu umurnya berapa. Usil sekali kepada Jade, apakah mereka tidak bisa sedikit santai seperti pasangan Matsumoto-Seven. Mereka berdua bersantai menyalakan kipas makan buah-buahan. Jika berkelahi lebih seru dari bertanding gulat. Untuk apa melerainya, motto hidup Matsumoto. Tuinng, mengedipkan mata kirinya.