TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
FRAYZA PERGI


__ADS_3

Semalam Frayza tidak bisa tidur dengan lelap, karena saat Fajar ia terbangun. Semua ulasan masalalu dan potongan kejadian seolah kembali lagi dalam memorinya. Ia mengusap ingusnya, saar ia melihat punggung tangannya ternyata itu adalah darah. Lantas ia bangkit dan membersihkan dirinya.


“Aku baik-baik saja,” memancarkan senyuman cantiknya di cermin.


Semua karyawan butik sudah tiba, mereka terkejut melihat onggokan baju-baju yang sudah dimodifikasi. Mereka lantas menyusunnya kembali ke etalase butik.


Frayza menuruni tangga dan menyapa seluruh karyawannya, masih mengenakan baju yang kemarin ia kenakan. Sepertinya para karyawan menyadari bila Frayzalah yang mengerjakan ini sendirian.


“Aku mungkin hari ini tidak bolos kerja, jadi aku titipkan saja ya butik ini pada kalian.”


“Iya Kak, kau istirahatlah. Wajahmu tampak pucat begitu.”


“Oh begitu ya, baiklah kalau begitu. Terimakasih atas kerjasama kalian kemaren. Aku pamit pulang dulu,” Frayza membuka pintu butik dan bersiap kembali ke Apartemennya.


Sebuah mobil tengah menunggunya diujung jalan. Frayza mengacuhkannya karena ia sudah rindu kepada putranya Seven. Ia tidak menyadari bila itu adalah mobil Meghan yang sengaja menantinya.


“Fray!” muncul gadis dari mobil berwarna putih.


Frayza menoleh dan rambutnya tersapu angin, seolah menyisir rambut panjang wanita cantik ini.


“Iya,” Jawabnya.


“Aku ingin bicara padamu,”


“Tapi aku sedang sibuk Meghan, bagaiamana kalau nanti malam saja. Karena aku semalaman lembur di butik, serta pengasuh bayiku sudah lembur bekerja.”


“Fray, Aku antar pulang saja dirimu. Kita bicara didalam mobil saja.” Bujuk Meghan yang membukakan pintu mobilnya.


Meghan menceritakan apa yang ia dengar semalam. Percakapan Andreas dan Julian begitu jelasa dan gamblang. Julian sudah mengakui Cecilia adalah darah dagingnya dengan Rose.


“Lalu masalahnya apa?”


“Aku merasa dibohongi oleh adikmu Fray! Aku tidak terima!”


“Bukannya kalian hanya sebatas teman saja ya?”


“Kami sudah berkencan.” Meremas kemudi.


“Rose dan Julian khilag waktu itu, dan mereka tidak saling mencintai. Jadi apa yang jadi kendala kalian, apakah kau tidak bisa menerima keadaan Julian yang memiliki anak?”


Meghan mengatupkan bibir atas-bawahnya rapat-rapat. Dia memang harus mengakui jujur bahwa kekecewaannya karena sudah menyerahkan kesuciannya. Ia ta mengira jika Julian hanya berhasil membuatnya jatuh Cinta. Bahkan ia merelakan hal terpenting yang wajib ia jaga.


Frayza bukannya wanita yang bodoh, ia sudah paham dari sikap aneh Meghan. Namun, ia menahan dirinya sekarang untuk mengungkapkan penilaiannya.


Mengahn ikut kerumah Frayza, ia bermain bersama Seven di lantai. Sedangkan. Frayza berada di kamarnya mengganti bajunya. Kemudian mereka memesan makanan yang pedas dan minuman bersoda. Kedua wanita itu semakin akrab dan bertukar cerita pengalaman hidup masing-masing.


“Fray,” Meghan bertanya dengan berat.


“Iya Meghan, kau kenapa?”


Serentak Meghan memeluk Frayza, ia merasa sedih karena harus berpisah dengan Frayza. Saat ia merasakan memiliki teman akrab seorang wanita.


“Hati-hati ya saat kau diperjalanan, jika ada waktu aku akan mengunjungimu.”


“Terimakasih Meghan, kau juga harus menjadi lebih bijak.” Frayza memeluk Meghan dan ia mengantar sahabat barunya sampai didepan pintu.


Setelah menidurkan Seven didalam kamar, Frayza lalu mengemasi barang-barangnya. Ia membawa barangnya seperlunya masuk kedalam koper. Dilihatnya 2 lembar tiket kelas ekonomi tujuan Inggris.

__ADS_1


*


*


*


Kenzo mengabarkan kepada Matsumoto bila Frayza dan Seven akan terbang ke London akhir awal pekan ini. Dan saat ini Hikashi tengah berada di Amerika untuk kepentingan bisnisnya.


Patrick mendengar kabar ini lantas menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar spesial untuk tamu istimewa tersebut. Mereka tidak memberitahukan Jade, agar menjadi kejutan nantinya.


*


*


*


Andreas,


Frayza mengajak ketemuan Andreas disebuah Cafe. Masih dikawasan The Royal Golden tempat hunian eksklusif. Ia ingin membicarakan hasil akhir hubungan mereka. Frayza menyerahkan cincin pertunangannya dan berterimakasih untuk kehadiran Andreas.


Tetapi pria itu menolak dan menyodorkan kembali cincin didalam kotak bludru warna hitam. “Bawalah pergi cincin itu bersamamu, karena itu adalah wujud cinta dan keseriusan hatiku.” Andreas beranjak dari kursinya dan tak mau menoleh kebelakang lagi.


Hatinya sangat sakit, bahkan lebih sakit ketika tertembak peluru. Frayza mungkin tak bisa memaafkan skadalnya dengan Franda. Tapi apalah daya, Frayza sudah tidak percaya dengan foto tersebut. Dan memilih mengakhiri pertunangan mereka.


Padahal Andreas sudah menyewa gedung untuk acara pertunangan resmi mereka. Bahkan ia sengaja mengundang penyanyi terkenal di Asia. Rasanya Andreas ingin mati saja saat Frayza memutuskan sepihak.


Ia juga ingat bahwa sempat menyinggung kedekatan ibunya dengan Franda. Mungkin Frayza mengira bila Karen lebih tertarik dengan Franda. Yang notabenya masih lajang dan mantan artis terkenal.


Pikiran Andreas semakin kacau balau setelah Frayza mengatakan akan meninggalkan Singapura secepatnya. Andreas memohon agar membatalkan kepergiannya. Tapi sudah tak bisa, tiket sudah dipesan dan Frayza akan pergi membawa Seven. Betapa nelangsanya Andreas harus berpisah dengan bayi yang sudah ia cintai seperti darah dagingnya sendiri.


*


*


*


“Kunjungilah ayahmu, masa tahanan Simon sudah dipotong. Tidak lama lagi kau akan bertemu dan berkumpul lagi.”


“Benarkah!” Franda berkaca-kaca membuka laporan resminya.


“Dan katakan juga kepada adikmu Julian, untuk kembali mengelola butiknya lagi. Aku sudah membayar tagihan apartemen dan cicilan Banknya.”


“Iya nanti aku sampaikan, tapi Julian berkata padaku ia sungkan usai kejadian penculik itu. Ia malu bertatap muka dengan kak Frayza, ia bersalah. “


“Tidak perlu khawatirkan hal itu lagi, aku akan kembali ke Inggris bersama Nona dan tuan kecil. Oleh sebab itu, aku sengaja membereskan masalah ini semua. Semoga kau bisa menjaga rahasia kepergian kami dari siapa pun.” Kenzo menepuk pundak Franda yang berada diruangan kerjanya.


Franda kembali ke kondominium miliknya, dan memberitahukan jika masa tahanana Simon dipotong. Mereka bersuka cita, selanjutnya akan membesuk Simon esok harinya.


“Julian, sebaiknya kau minta maaf kepada kak Frayza. Kita sudah banyak salah kepadanya sejak dahulu.”


“Aku malu Kak, sudah banyak membuat beban hidupnya menjadi lebih berat.”


“Sama, aku juga malu sepertimu. Apalagi dosaku juga sudah banyak padanya dimasa lalu. Oiya, sebaiknya kau kembali mengelola usaha butik.”


“Aku pikirkan lagi soal itu,” Julian menjawabnya malas.


Ia menerima pesan singkat dari Meghan, bahwa ia bertemu. Julian mengambi kunci kendaraan dan langsung meluncur kerumah Meghan yang masih satu kawasan dengan kediaman keluarga Andreas.

__ADS_1


“Apa ini?” Andreas menerima sebuah buah apel ketika tiba dirumah Meghan.


“Aku ingin kita berdamai saja, jika kau setuju makanlah buah apel ini.”


Krezzz... julian menggigitnya secepatnya karena ia juga menginginkannya. Berdamai dengan Meghan. Akhirnya Julian menyetujui permintaan Meghan agar mereka menikah setelah Julian dan Rose bercerai. Itu artinya, Julian dan Rose harus menikah terlebih dahulu sebelumnya. Awalnya Julian menolak ide gila ini, karena bagi Julian janji kepada Tuhan bukan untuk mainan.


Setelah Meghan berjanji dan meyakinkan Julian jika itu untuk syarat resmi. Agar Cecilia mendapatkan pengakuan resmi dari negara. Karena Frank sudah tiada, maka penghalang itu sudah tiada.


Dengan berat hati, Julian menyetujui ide Meghan ini. Dengan catatan setelah Rose dan dirinya menikah. Meghan akan tinggal bersama dirinya. Itu sebagai jaminan bila Meghan menepati janjinya. Usai bercerai dengan Rose, ia mau menikah dengan Julian.


“Oiya, aku dapat pesan dari Frayza bila kau disuruh kembali mengelola butik kembali. Sepertinya dia akan pergi sangat jauh dan waktu yang lama.”


“Kau bercanda!”


“Aku serius ya, karena dia mengemasi barang-barangnya juga di koper. Dan keponakanmu juga akan pergi bersamanya.”


“Kenapa Bibi Fang tidak memberitahukanku?”


“Kau sendiri juga tidak menghubungiku, dasar!”


Julian lantas berlari menuju mobilnya, ia tanpa berpamitan dengan Meghan. Melihat kekasihnya yang aneh itu, ia sedikit khawatir kalau jangan-jangan menemui Rose. Mungkin terjadi hal buruk pada putri mereka, sehingga Julian bergegas.


Julian tiba di Apartemen Frayza tinggal sekarang. Ia membuka pintu apartemen yang belum dirubah kode pinnya. Dan benar, rumah itu sudah kosong. Semuanya sudah rapi dan sepi. Yang tersisan hanya aroma wangi Seven. Dimana bayi itu biasanya bermain dan berkeliaran merangkak dirumah.


Julian mukai khawatir dengan ucapan Meghan, bila Frayza akan pergi beneran. Dia membuka kenop pintu kamar Frayza yang tidak dikunci. Isi lemari, nakas dan peralatan mandi sudah bersih semua.


Julian frustasi, karena ia belum meminta maaf kepada Frayza. Ia sangat menyesal sudah mengumpankan kakak titinya itu kepada penjahat Frank. Julian menangis dan menciumi selimut yang menyisakan aroma tubuh pemiliknya. Ia juga menemukan sepucuk surat pesan dari Frayza, yang masih sempat ia tulis sebelum meninggalkan rumah.


Julian semakin merasa tak pantas disebut adik oleh seorang Frayza. Didalam tulisannya, Frayza meminta maaf karena dirinya tidak mau menyalahkan siapa pun. Sekarang Frayza sudah berpamitan lewat secarik kertas. Julian benar-benar berada di posisi penyesalan.


*


*


*


Kenzo menunggu Frayza yang menyekar dulu di tempat penitipan abu. Ia menziarahi ibunya Barbara dan mantan kekasihnya, Frank.


Disana tanpa sengaja, Frayza bertemu dengan ibunya Franknyang selesai berdoa. Putranya telah tiada, mereka bersedih karena putranya meninggal dengan naas. Tapi hal ini kebalikan dengan keadaan Frayza dulu yang dinyatakan meninggal.


Sopir membukakan pintu untuk Frayza, dan Kenzo sudah berpindah dikursi depan dekat kemudi. Sekarang Frayza bersiapa berangkat ke bandara menuju Inggris.


“Nona ini tiket kalian,” 2 lembar tiket kelas bisnis diberikan oleh Kenzo.


“Tapi kemarin aku sudah beli tiket kelas ekonomi untuk kita.” Menunjukkan lembaran tiket pesawat.


“Oh Nona hahaha, yang benar saja. Kau membelikan aku tiket pesawat? Kemarikak tiket itu kepadaku, pakailah tiket ini. Perjalanan ke Inggris sangat lama. Kau bisa kram dengan memangku bayi hahaha.”


“Aku hanya mampu membeli tiket kelas ekonomi, jika kau tidak mau biar aku saja yang memakainya.”


“Sssttt, Nona terimakasih sebelumnya. Biar aku berikan saja tiket ini kepada yang mau saja hahaha.”


Tiket itu diberikan cuma-cuma kepada orang yang lewat. Kenzo memang tidak memberi tahu Frayza jika ia sudah memesan tiket pesawat kelas bisnis. Karena pasti Frayza akan menolak berangkat ke Inggris bila tidak memakai tiket pembeliannya.


Matsumoto yang tahu Frayza membeli tiket bisnis ini marah. Karena ada tuan kecil mereka yang ikut perjalanan jauh. Jadi Kenzo secara rahasia membeli tiket bisnis tanpa sepengetahuan Frayza.


Andreas yang tahu jadwal keberangkatan Frayza dari Meghan. Ia belari mengejar wanita pujaan hatinya. Tapi sayang, pesawat itu sudah terbang 10 menit baru saja. Meghan melihat Andreas begitu sedih dan kehilangan. Bahkan tidak memiliki kesempatan berpamitan dengan baik.

__ADS_1


Sementara itu, Julian masih meratap dan menangisi kepergian Frayza dan Seven. Seharusnya ia tak perlu menjunjung tinggi egonya. Dan semuanya sudah terlambat. Frayza sudah pergi. Begitupun dengan bibi Fang, wanita tua itu menemukan segepok uang dikotak suratnya. Uang itu tidak bertulis dari siapa pemberinya. Hanya stempel tinta emas yang menjadi tanda si pengirim untuk dirinya. Bibi Fang sangat terkejut dan hampir tidak percaya. Uang sebanyak itu dikirim untuknya. Bertuliskan ucapan terimakasih sudah bekerja untuk Frayza. Dari siapakah gerangan itu?


__ADS_2