TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
YUKI, KAU SELESAI !


__ADS_3

“Ma’af Nyonya, apakah kau terluka?”


Seorang pria memakai topi warna abu-abu muda berjalan cepat. Helena baru saja keluar dari ruangan pimpinan redaksi sebuah majalah besar di Tokyo. Ia menjadi nara sumber untuk biografi perancang busana yang turut serta memajukan dunia fashion.


“Tidak apa-apa,” matanya melihat ceceran kertas photo dilantai yang berserakan.


Ia kemudian memunguti lembar demi. Lembar gambar wanita yang tak asing di kepalanya. Yuki, gadis tang bekerja di butiknya juga. Dan pria yang termasyhur di seantero Jepang, pangeran Hiroshi.


“Ma’af, itu photo milikku tolong abaikan sosok yang ada didalamnya.”


“Tunggu!” menahan pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan.


“Iya Nyonya,” sapanya.


“Darimana kau dapatkan gambar itu?”


“Emb... ma’af ini hanya foto milikku saat muda.” Berbohong.


“Tidak mungkin, aku tahu betul jika kau bukan orang yang ada didalam photo tersebut. Walaupun sebagian wajahnya robek, tapi kalian memiliki tulang rahang yanh berbeda.”


“Nyonya jika kau ingin mengajukan tuntutan karena kesalahanku menabrakmu. Aku akan membayar denda berobatmu, saat ini aku sedang sibuk.”


“Tidak, aku tidak berminat dengan uangmu. Berapa yang kau tawarkan untuk photo itu?”


Tampaknya pria itu mulai tidak nyaman berbicara dengan Helena, ia melihat situasi agar bisa kabur.


“Satu juta Yen? Dua juta Yen?” tawar Helena.


“Apa maksutmu Nyonya menyebutkan nominal uang tersebut?” gel mendengar Helena menyebutkan angka.


Untuk sebuah photo jika dhargai sekian juta, pantaslah ia pensiun dini. Tapi pria itu tak mengindahkan tawaran Helena. Serta mengakhiri perbincangan singkat tersebut. Ia lebih tertarik mencari uang lewat berita. Karena ia ingin memperoleh uang dari hasil penawaran tertinggi.


*


*


*


Kiiittt... Lidah Yuki tergigit saat memakan roti untuk mengganjal perutnya.


“Ish... Sakit.”


“Hati-hati.” Nasehat Frayza yang melihat Yuki mengusap pipi kanannya.


“Padahal aku sedang tidak melamun, aneh.”


“Sebaiknya kau jangan terlalu banyak berpikir, aku tahu saat ini kau pasti tak tenang.”


“Kata siapa? Aku santai.”

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu mau memindahkan kardus ini juga.”


“Jadi benar Tuan Hikashi akam memboyong Nona ke Inggris?”


“Hu’um,” mengangguk.


“Tidak mungkin! Nona bilang jika Tuan Hikashi menurut kepada Nona. Tapi kenapa kali ini memilih secara sukarela ikut ke Inggris?”


Frayza menahan perkataanya sampai Yuki selesai bicara.


“Yuki, apakah ada didunia ini bisa dipercaya Setia terhadap tubuh seorang wanita saja?”


Ungkapan ini dilontarkan Frayza secara lugas didepan wajah Yuki. Gadis itu yang awalnya ingin mempertahankan keberadaan Frayza agar tetap di Jepang. Menjadi kaget dengan ucapan Frayza baru saja.


“Kenapa Nona berpikir begitu, kan Tuan Hikashi sangat mencintaimu Nona. Bahkan kalian sudah memiliki dua orang buah hati. Dari sudut pandang manapun kau sudah memenangkan hati Tuan Hikashi. Dia pria yang sempurna, dambaan setiap wanita. Tidakkah Nona merasa bersyukur memiliki suami Setia.”


“Oleh karena itu, aku tidak ingin menguji diriku di zona nyamanmu. Karena aku takut terlena oleh keberadaan kami yang berjauhan. Bisa saja kepercayaan masing-masing dari kami disalah gunakan. Dan timbullah rasa penasaran untuk mencoba hal baru. Dan ku tak ingin hal buruk terjadi lagi padaku.”


“Apa Nona sedang tidak baik-baik saja?”


“Tentu, tentu saja aku sedang tidak baik-baik saja. Karena kau adalah contoh nyata wanita perusak hubungan orang, Yuki!”


“Nona, ke-kenapa kau menuduhku?”


Sambil berjalan mendekati Yuki “Apakah kau au menyembunyikan hubungan gelapmu dengan sepupu suamiku? Kau pikir dengan percobaan bunuh dirimu itu. Kau bisa meyakinkan aku jika keguguranmu adalah rekayasa.”


Sejak awal Yuki sudah meremehkan kepintaran Frayza. Yang dianggapnya wanita polos dan tidak tahu soal itu. Di masa lalunya Frayza sendiri, ia sudah beberapa kali mengalami keguguran. Dan sebagai orang yang pernah kehilangan janinnya. Tentu Frayza ingat obat apa saja yang pernah ia konsumsi. Yang diberikan oleh Frank kala itu. Inilah yang membuat dirinya tak tenang serta timbul rasa takut. Rasa dimana ia tak ingin mengalami kehancuran rumah tangganya. Rasa aman dan dicintai oleh pria yanh dipanggil Suami. Rasa ingin dilindungi, serta menjadi wanita yang seutuhnya. Saat ini kondiai tersulit apapun sudah Frayza lewati dengan susah payah. Bahkan nyawa pun berulang kali jadi taruhannya.


Masih berdiri dibalik pintu, Helena meremas tangannya. Ia menguping pembicaraan Frayza yang menceramahi Yuki. Helena menjadi benci terhadap Yuki, saat melihat keberadaan rumah mereka yang berdempetan. Matsumoto sudah berubah, semakin menjauhinya. Seolah tak pedulikan dirinya, yang terus menantinya di sekitaran rumah Matsumoto. Helena bahkan bersedia tidur di mobil, memastikan Matsumoto sudah kembali ke rumah.


Perasaannya mungkin harus berhenti untuk Matsumoto. Karena ia tahu, tak ada peluang menjadi belahan jiwa. Dirinya harus berbesar hati, jika akhirnya harus sendiri sampai akhir hayatnya. Yang terpenting, ia tidak meletakkan kepalanya di bawah kaki Matsumoto. Seperti pengemis Cinta, yang melupakan harkat martabatnya. Kini Helena harus membenahi dirinya jika ingin menjalani kehidupan.


Lantas ia menyeka air matanya dan kembali ke ruangan kantornya sendiri. Mengunci pintunya, dan menikmati kesedihannya dengan cara menangis sendirian.


Tok... Tokkk... Frayza mengetuk pintu ruangan kantor Helena.


“Helena, apa kau masih berada didalam sana? Ini aku Frayza.”


“Ekh... Hoam iya ...” sampai ketiduran karena menangis sepanjang hari.


Klak... Pinti terbuka.


“Helena, kenapa wajahmu sembab. Jangan bilan kau banyak tidur dan tidak mengerjakan apapun.”


“Hehehe... Masuklah cerewet.”


“Kau mengejekku karena aku ibu beranak dua?”


“Hehehe damai ya, hanya bercanda Fray. Duduklah.”

__ADS_1


Kedua sahabat karib ini merenggangkan kancing bajunya. Mereka duduk santai sambil sedikit merebahkan tubuh.


“Sudah jam 7 malam, apa kau berencana tidur di Butik?”


“Aku sedang tidak berselera hidup Fray.” Tatapan matanya kosong.


“Sudah lama kita tidak saling bicara, semua karyawan sudah pulang sejam lalu.”


“Oh jadi kau mengecek dan menemukan lampu kerjaku menyala?”


“Lebih tepatnya begitu, karena hari ini aku mau berkeliling di Butik ini. Aku menerima tawaran Hikashi untuk pindah ke Inggris Raya.”


“APA!!”


“Hihihi... Kami sepakat untuk tinggal bersama sebagai keluarga yang utuh Helena.”


“Bagaimana bisa kau meninggalkan aku sendirian di Jepang? Aku tidak bisa mempercayakan siapa pun untuk mengelola bisnis ini. Tidak, tidak aku ijinkan Tuan Hikashi membawamu pergi. Aku akan berlutut agar ia mengalah,sampai aku menemukan pengganti yang cocok.”


“Helena, terimakasih sudah menyayangiku seperti keluarga. Kaulah penyelamat hidupku Helena. Dimana pun aku berada, datanglah. Karena kau sudah menjadi bagian keluarga kecilku.”


“Kenapa kau memelukku Bodoh!”


“Karena kau cukup gengsi memelukku terlebih dahulu. Dan soal hubungan Matsumoto yang dekat dengan Yuki. Sudah aku atur, agar gagal. Kami akan mengajak Matsumoto ke Inggris, akan ku buat dia menjadi pria yang sibuk. Dan Yuki sudah aku keluarkan dari Butik, saat tahu ia menjalin hubungan gelap dan hamil diluar nikah.”


“Apa kau tahu siapa pria yang mejadi selingkuhannya?”


“Andaikata aku tahu, ku harap pria itu kembali bertobat dan memutuskan hubungannya dengan Yuki. Wanita manapun tak akan sudi hidup bersama pria serong.”


“Benar, aku setuju. Awalnya aku mau menjabakknya.”


“Kau cemburu buta, tidak baik melakukan tindakan anarkis.”


“Salah sendiri dia ganjen, hih.”


“Yuki sudah pergi, sore ini dia harus tiba di Bandara. Untuk beberapa tahun pihak Jepang membekukan paspornya. Jadi ia tidak akan bisa masuk negara ini lagi. Serta Hikashi berani menjamin, bahwa Matsumoto tidak akan bisa berkomunikasi dengan Yuki. Jadi bersemangatlah Helena!”


“Hmmm... “ menggelengkan kepalanya.


“Kenapa?”


“Frayza, pertama-tama aku ingin ucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuanmu. Tapi mengenai Matsumoto, hatiku sudah terlampau kecewa. Cintaku kepadanya merupakan beban dan hal yang sia-sia. Oleh karena itu, aku putuskan agar berhenti mengejarnya. Dan membuat sisa umur hidupku jauh lebih bahagia. Jima dengan berjalan sendiri aku bisa tertawa. Makan tak akan ku paksakan tertawa dengan pria, sedangkan batin ini terluka.”


“Sahabatku Helena, betapa besarnya hatimu. Aku hanya ingin kau bahagia, sepertiku. Memiliki keluarga kecil, tapi jika jalan hidup mu memang begitu. Tetaplah bahagia dan jangan melukai hatimu dengan sengaja. Oke?”


“Iya, hati-hati ya dan selamat sampai tujuan. Jangan lupa kabari aku ketika sudah tiba Di Inggris.”


“Pasti, selamat tinggal Helena.”


“Selamat jalan Frayza...”

__ADS_1


Hai semua, Author Vitamin minta maaf karena jarang up date bab baru. Ini dikarenakan kesibukan yang menumpuk selama setahun terakhir. Semoga awal tahun ini Author Vitamin bisa menyelesaikan novel-novel lama. Dan membuat cerita yang baru lagi, ku minta dukungan komentarnya ya. Salam sehat dan bahagia selalu.


__ADS_2