TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
ASAL AYAH AMAN


__ADS_3

“Bu, aku butuh biaya untuk les tambahan kecantikan. Minta uang? “ lagi-lagi biaya tambahan yang dikeluhkan ibunya.


“Dengar ibu baik-baik ya Fran, kau memiliki ayah yang bekerja di Pemerintahan. Tidakkah kau berinisiatif untuk meminta kepadanya? Butik ibu sedang krisis, karena ibu merugi, hingga menghentikan pegawai secara sepihak.” Tutur ibunya.


“Tapi ibu sekarang kan punya kak Fray, dia tidak perlu diberi upah seperti pegawai umumnya bukan?”


Frandan memang meminta uang jatah tambahan, tapi tidak mendapatkan uang dari ibunya. Setelah dibujuk ibunya yang memang defisit. Franda menyusul ke Kantor ayahnya bekerja. Dengan menggunakan kendaraan umum dirinya pergi. Setelah tiba di Kantor tempat ayahnya bekerja, ternyata sudah sepi. Hanya beberapa petugas kebersihan dan keamanan yang berpiket kerja. Ditanyakan keberadaan ayahnya dimana berada. Hingga akhirnya Franda menemukan jawaban simpang siur.


“Aku haru menemukan ayah, hemmbb.” Guman Franda yang ingin segera menemui ayahnya perihal uang.


Dari keterangan orang yang masih dikantornya tadi. Sudah Tiga tempat yang biasanya ayahnya kunjungi bersama rekan kerjanya. Dan kunjungan terakhir adalah tempat hiburan dan karaoke. Tepat seperti petunjuk yang diperoleh. Franda melihat mobil milik ayahnya yang memang sudah terparkir disana. Kepada petugas informasi Franda memberanikan diri mencari ayahnya.


“Maaf, bolehkah saya bertemu dengan pemilik mobil yang bernomor Polisi xxxxxx?” wanita yang bertugas itu sedikit ragu memberikan informasi.


“Maaf dik, kalau boleh tahu kau memiliki hubungan apa?” Franda mengeluarkan foto keluarga dan foto mobilnha.


“Jadi sudah jelas bukan kalau aku ini Putri pemilik mobil itu, tenang saja aku tidak akan membuat masalah ditempatmu ini kak.” Ungkap Franda polos.

__ADS_1


“Baiklah, apa keperluanmu?”


Franda mengatakan jika ibunya masuk rumah sakit dan ponsel ayahnya tidak dapat dihubungi. Berdasar dari informasi pegawai kantor ayahnya, maka didapati informasi bahwa ayahnya tengah berada disini. Oleh karena itu, Franda ingin menyampaikan berita sedih ini segera mungkin.


“Ayolah manis, minum lagi hahaha.” Seorang wanita memakai baju minim bahan sedang dicekoki minuman keras.


“Hummmmbbb.” Lelaki itu terus saja menyumpal mulut wanita itu dengan gelas berisi minuman beralkohol tinggi.


Bipp, senter mengenai wajah ayah Franda.


“Ck, jadi ini kebiasaan ayah?” Franda selain memergoki ayahnya juga sempat mengabadikan momen ayahnya bermesraan dengan pemandu lagu.


“Kenapa kau kemari Fran?” tanya gugup ayahnya terciduk.


“Ayah akan tetap pulang dengan keadaan terhormat. Asal ayah menyetujui syaratku, hanya satu saja. Tidak banyak kok.”


Mendengar penawaran putrinya yang begitu menggiurkan. Lantas membuat ayahnya langsung setuju perihal syarat yang diajukan oleh Franda.

__ADS_1


“Deal!” jawab ayahnya mantap satu hentakan.


“Aku belum mengatakannya ayah sudah main jawab. Karena ayah sudah berkata demikian. Makan aku minta ayah untuk membayarkan biaya tambahan kursus modeling.”


Ayahnya menyetujuinya tanpa berpikir, Franda merasa Dewi fortune sengan berada di pihaknya. Negosiasi dengan ayahnya berlangsung sangat singkat.


“Berikan Nomor Rekeningmu, besok kau bisa gunakan uangnya.” Senyum lebar Franda mengembang penuh kemenangan.


Ayahnya berpesan jika nanti pulang telat. Karena ada acara kumpul-kumpul dengan teman kantornya. Untuk alasan bohong kepada ibunya. Franda sudah menyanggupinya. Dan kesepakatan sudah disetujui.


*


*


*


“Jangan memandangi piring kosong, tapi cepatlah cuci!” perintah ibunya.

__ADS_1


Frayza hanya bisa memandangi piring kosong bekas buah mangga. Sudah tak bersisa lagi untuknya, betapa tega adiknya itu.


“Bu, lain kali kalau aku bersikap pelit. Inilah alasanku sebenarnya.” Ibunya tak menggubris ucapan Frayza yang masih bau peluh keringat.


__ADS_2