TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
KEJUJURAN YANG MELUKAI HARGA DIRI


__ADS_3

#RUMAH LAMA FRAYZA.


Polisi sudah memasang garis pembatas dan tanda dilarang masuk. Telah ditemukan preman tewas didalamnya. Dikabarkan bahwa semua korban adalah laki-laki, dan tidak ada yang berjenis kelamin perempuan.


“Tidak mungkin!”


“Nona Frayza, kalau tidak itu adalah rumah dimana kau menyusup?” ucap Kenzo membenarkan.


“Tapi disana ada Damora, ini buktinya.” Foto wajah Damora yang disekap saat penculikan.


“Tidak mungkin, lantas kemana perginya Nona Damora?”


“Aku tidak tahu, aku sedang berpikir keras.”


“Nona, apakah kau takut ada barang bukti milikmu tertinggal disana?” Frayza berpikir keras apa itu.


“Emmmbb... Tidak, aku sudah sangat yakin. Aku mengikat rambutku dan memakai sarung tangan. Aku membungkus rapat tubuhku agar tidak menghilangkan jejak.”


“Lantas bagaimana dengan sepatu?” Frayza kaget jika jejak pada sepatu bisa jadi barang bukti.


“Tunggu sebentar!” Frayza panik dan mengecek sepatu yang terakhir ia pakai.


Kenzo mengikutinya untuk melihat apa yang hendak Frayza lakukan.


“Hufffttt... Syukurlah aku memakainya.”


“Untung saja Nona membalustnya dengan lateks, jika tidak urusannya panjang. Tapi, Nona jawablah jujur padaku? Apakah kau melakukan sesuatu sebelumnya? Karena kasus ini termasuk pembunuhan.!


“Aku hanya melempar bola gas saja, itupun melalui fentilasi tidak menimbulkan efek beracun.”


“Hemmbb benar juga ya, tapi kenapa Preman-preman itu mati? Tunggu sebentar kita lihat beritanya dulu. Mereka tewas dengan cara apa!” Kenzo menyalakan TV.


Pembaca berita mengatakan bila, orang yang tewas ditempat kejadian itu merupakan sindikat pengedar obat terlarang yang beroperasi di Asia tenggara. Mereka tewas dengan luka tembakan pada dada mereka.


“Jadi jelas, mereka bukan meninggalkan ditangan anda Nona, mereka ternyata dibunuh.” Asumsi Kenzo.


“Aku sampai ketakutan, saat kau mencurigaiku.”


“Lalu apa yang Nona lakukan disana?”


“Oh itu, kau ingat Julian bukan? Aku membuntutinya kesana untuk iseng saja. Karena ia mengalami kecelakaan dengan mobil milik kakaknya. Dan aku merasa bersalah, oleh karena itu aku mau mencari tahu keberadaannya.”


“Apa Nona mulai tertarik dengan Pria?”


“Oh bukannnn, bukan seperti itu juga Kenzo. Dia dekat Rose, pekerja Kedutaan. Aku hanya baru jalan pertama kali dengannya dan mengalami musibah.”


“Nona, jika kau tidak memiliki kepentingan akan lebih baik jika kau berdiam diri dan menahan rasa penasaran mu yang berlebihan. Karena media sedang menyorot purti walikota itu bukan? Dia sudah memproklamirkan diri sebagai kandidat calon kekasih tuan muda Hikashi. Padahal dia sendiri masih terikat pertunangan dengan pria lain. Dan pria itu saingan bisnis tuan muda memperebutkan lahan yang kini dibangun Rumah Sakit.”


“Kenzo, kau terlalu jauh menilai kedekatanku dengan Julian hehehe. Aku pastikan jika kami tidak memiliki hubungan yang serius.”


Kemudian Kenzo mengeluarkan ponsel yang menampilkan berita pengakuan Julian yang mengalami kecelakaan bersama teman wanitanya. Sontak Frayza kaget, bagaimana bisa berita itu cepat menyebar menjadi konsumsi umum.


“Aku hanya memperingatkan saja Nona, mereka berdua adalah saudara kandung. Dan Tuan muda Hikashi pernah salah tangkap wanita itu. Hingga dia membuat berita bohong tentang tuan Hikashi kalau menaruh hati padanya. Dan sekarang adiknya, kau kencani memakai mobil kakak perempuannya. Jika Tuan muda tahu Nona bersama pria lain dan menyusup rumahnya. Mungkin hari ini Tuan Muda akan membuat penjara.”


“A-aku dan Julian hanya teman biasa, soal isu miring itu jangan terpengaruh. Dan untuk Hikashi, dia terlalu berlebihan saja hehehehe. Diakan Bos kita.” Mencoba mencairkan suasana.


“Kau bilang Bos kita?” Kenzo menangkap Frayza keceplosan.


“Kenzo, itu maksutku kita adalah orang yang berada dibawah naungan Tuan Hikashi bukan.”


“Aku sudah curiga sejak awal, kenapa Tuan Hikashi menyuruhku untuk tinggal di Kondominium sebelahmu dan dia bisa keluar masuk kemari dengan bebas. Katakan padaku, siapa dirimu sebenarnya. Dan kenapa aku merasa kau tidak asing bagiku? Kau seolah teman lama yang berbeda wujudnya, apakah kau saudaranya Fred?”

__ADS_1


“Bukan, tapi sebenarnya aku adalah Fred. Inilah diriku yang sebenarnya.” Frayza mengakuinya dengan jujur.


Kenzo lemas menerima pengakuan Frayza yang gamblang mengenai jati dirinya. “Ternyata kau orang yang sama selama ini, aku tidak percaya padamu. Kau pasti sudah tahu banyak dari Fred. Dia sudah tewas, kau wanita. Sedangkan dia adalah pria.” Kenzo masih berpendirian bila Fred adalah pria tulen. Sama seperti keyakinan Hikashi bahwa Fred lelaki yang berganti menjadi wanita.


“Sulit meyakinkan dirimu bahwa aku adalah orang yang sama. Tapi ketahuilah, kau adalah teman baikku.” Frayza mengakhiri perbincangan mereka.


Kenzo pergi ke Kondominium tempat tinggalnya, dia merenung dan tak ingin bertemu dengan Frayza. Perasaannya campur aduk karena kematian Fred adalah pukulan besar. Setelah Rocky si anjing pintarnya mati terlebih dahulu.


Frayza tidak nyaman dengan kehadiran Hikashi bersamanya. Dia tak ingin terus berada di lingkaran Hikashi yang berbahaya. Dirinya memutuskan untuk keluar dari Kondomium milik Dokter Kelvin. Merasa hidupnya terus dibayangi Hikashi yang bersikap aneh dan sudah berani tidur seranjang dengan dirinya. Frayza risih dengan tingkah Hikashi yang seenaknya. Akhirnya dia mencari tempat tinggal baru, tanpa memberitahukan alamatnya kepada Dokter Kelvin. Tapi dia berpamitan kalau keluar dari tempat tinggal tersebut karena ada Hikashi.


Frayza kembali mencari tempat tinggal sementara, dia berada di tempat bawah tanah. Dimana para gelandangan dan pengemis tinggal disana. Sebenarnya dulu Frayza sering berada disini ketika mendapat kesulitan hidup. Entah dari keluarganya atau Frank. Dia memilih untuk tinggal beberapa waktu disini untuk menenangkan pikiran. Didepannya ada seorang wanita yang mengais-ngais makanan di tong sampah. Rambutnya acak-acakan dan kumuh, selimut koyak ia gunakan untuk menutup tubuhnya.


“Kau mencari apa?” teriak Frayza.


Wanita itu menoleh dengan tatapan yang sayup dan tubuh gemetaran. “A-akkk...” mengatupkan jari ke mulutnya.


“Kau lapar? Minumlah ini.” Memberikan sebotol susu dan sepotong roti coklat kepada wanita kelaparan tersebut.


Dengan rakus wanita itu melahap habis makanan ditangannya. Hingga selimut yang menutupi seluruh tubuhnya menurun memperlihatkan dirinya sebenarnya.


“Damora?” nada lain lirih.


Wanita yang berada didepan Frayza saat ini adalah Damora yang sudah dalam kondisi memprihatinkan. Wanita bangsawan yang pertama kali dikenalnya bisa menjadi gelandangan yang mengerikan. Tanpa pikir panjang, Frayza meminta Kenzo untuk menjemputnya. Dan yang datang bukan Kenzo, melainkan Hikashi berserta pengawalnya.


“Kenapa? Kau terkejut bukan Kenzo yanh datang?”


Frayza yang menggandeng Damora berjalan itu melongo dengan pria tegap berdiri didepannya.


“Kemari kau!” menarik tubuh Frayza.


“Tuan muda Hikashi, jangan kasar-kasar padaku.” Geliat tubuh Frayza tak mau disentuh Hikashi.


“Kenapa? Aku sudah tidur denganmu sekarang kau jijik kepadaku. Ingat, aku yang sudah mengubahmu menjadi seperti ini. Jangan membuatku kehilangan kesabaran!”


“Tuan Hikashi, Nona Damora masih hidup.”


“Lantas apa urusannya dengan kita, dia mau jadi hidup atau mati bukan urusanku!”


“Dia adalah orang yang diculik dirumah kosong itu, preman yang mati secara misterius.”


“Berhentikan mobilnya!” mobil mereka menepi dan berhenti.


“Akan aku beritahu siapa diriku sebenarnya, asal Tuan Muda mau menyelamatkan Nona Damora.”


“Baik, aku turuti keinginanmu. Tapi ingat janjimu padaku!” Hikashi menyuruh Kenzo datang menjemput Damora ditempat tadi.


Dan beruntungnya Damora masih berada disana terududuk ditanah. Dan Kenzo langsung membawa Damora pergi sesuai perintah Hikashi. Kondisi Damora yang lemah dan penuh luka ini terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit. Dan Kenzo bertugas menjaganya disana.


*


*


*


KONDOMINIUM,


Hikashi melemparkan Frayza hingga tersungkur kelantai marmer yang licin. Gadis itu menahan sakit akibat perlakuan kasar Hikashi yang semena-mena. Dia mengesot mundur kala Hikashi membuka ikat pinggangnya. Frayza ketakutan sepertinya dia akan disiksa seperti selir-selirnya. Dia lalu bangkit dan berusaha lari. Namun sayang, Hikashi berhasil meraih tubuhnya dan tak melepaskan belitan tangannya pada pinggang Frayza.


“Apa kau tidak melihat, aku menyiapkan ini semua untukmu!”


“Aku tidak tahu Tuan Muda, maafkan aku sudah mengecewakanmu.” Rintih Frayza yang tubuhnya sakit didekap Hikashi yang besar badannya.

__ADS_1


“Aku berikan kau segalanya agar tetap tinggal, tapi dengan mudahnya kau pergi. Dan menjauhiku? Apa kau mau merubah hatiku yang mengasihimu menjadi membencimu hah!” tepat berkata ditelinga Frayza.


“Hiks... Hikss... Tidak Tuan Muda, aku mohon lepaskan aku.” Pinta Frayza yang berusaha untuk lepaskan dekapan Hikashi.


“Katakan, apa yang menarik dari Julian hingga kau menyusup ke rumahnya itu?”


“Ba-baik.” Frayza sepertinya harus membuka siapa dirinya sebenarnya.


“Jangan kecewakan aku, atau nasibmu akan sama seperti Damora.” Frayza terkejut kenapa Hikashi bicara seperti pelaku ini rentetan misteri yang belum terpecahkan.


Dan akhirnya Frayza diadili Hikashi, dia berlutut dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.


“Aku adalah seorang gadis yang terpaksa menyamar menjadi pria dan menjalani hidup seperti pria normal lainnya. Julian dan Franda masih memiliki hubungan darah denganku, ketika aku tahu dia mengalami kesulitan. Makan aku membantunya untuk keluar dari masalah, namun semua menjadi rumit ketika aku mengenalmu.”


“Apa aku?” menunjuk dirinya sendiri tak terima dituduh sebagai dalang kerusuhan.


“Seandainya Tuan muda tidak menaruh hati kepada aku yang sebagai Fred. Mungkin rentetan masalah akan selesai saat aku dipecat. Namun, akhirnya aku harus mangakui bahwa akut tidak pernah berganti kelamin pria menjadi wanita. Dan aku tetap menjadi wanita seutuhnya, seperti yanh Tuan Hikashi lihat.” Nampak wajah Hikashi murka.


“Cih, bisa-bisanya aku jatuh hati kepada wanita Asia yang menyamar sebagai pria. Dan sekarang aku mengubahnya dari Dewi Khayalan Dokter menjadi wanita nyata. Kau harus menjadi selir yang aku siksa setiap malam!” meremas rambut Frayza gemas.


“Tuan muda hiks hiks... Ampuni aku, sebelumnya hidupku menderita dan sulit bahkan aku sudah mati sebagai Frayza lalu hidup sebagai Fred. Tapi Fred sudah mati, sekarang kau hidupkan aku lagi sebagai Frayza yang lain. Aku mohon jangan siksa dan sakiti aku, bila aku salah maafkan aku. Tapi jangan siksa aku,” gadis yang sudah berlutu memohon ampun pada keangkuhan seorang Hikashi yang berdarah dingin.


“Jadi kau menyalahkan hatiku hah!” membanting Frayza lagi.


“Akhhh... “ kepala Frayza terbentur dan gadis itu hilang kesadaran.


“Haarrrrrrggggghhhhhhh!!!” Hikashi frustasi mendengar pernyataan dari Frayza ini. Seolah dirinya kejutahn karma atas amarah kebenciannya sendiri. Ia jatuh cinta kepada orang Asia yang selama ia benci mati-matian.


Di Rumah Sakit yang sama Damora dan Frayza berada di bangsal yang bersebelahan. Damora sudah kembali kesadarannya sedangkan Frayza masih belum merespon. Kepalanya dibalut perban dan kakinya yang luka sudah tertutup oleh plester.


“Sepertinya Hikashi kambuh lagi, menyiksa wanita hingga terluka parah.” Menoleh ke Frayza yang belum juga siuman.


“Saya tidak berani mengeluarkan komentar lebih banyak mengenai dia, Nona. Silahkan anda istirahat lagi, saya akan memberitahu Tuan Muda bahwa anda sudah siuman.” Kenzo keluar kamar dimana keduanya dirawat.


Damora melihat Frayza kasihan, gadis yang sudah sukarela memberikannya makanan. Meski Damora tak mengenali Frayza dengan baik, tapi dia merasa berhutang budi pada gadis itu.


*


*


*


Dokter menjelaskan riwayat Frayza kepada Hikashi. Dari kesimpulannya dinyatakan bahwa Frayza adalah wanita tulen sepenuhnya. Ini diperkuat dari laporan medis jika Frayza pernah hamil dan keguguran sebelumnya.


“Cih, wanita ini ternyata lebih rendah dari selir-selirku. Betapa bodohnya aku sudah diperdayai oleh wanita picik seperti dirinya!” Hikashi membuat perhitungan karena merasa dipermainkan gadis kecil macam Frayza.


Dia lantas menuju kamar dimana Frayza dan Damora dirawat, tapi ia harus berpapasan lagi dengan Kenzo.


“Tuan Muda, Nona Damora sudah siuman.”


“Beritahu ayahnya kalau putrinya selamat, suruh ambil secepatnya putrinya itu!”


“Baik Tuan Muda, tapi Nona Fra... “


“Sssstttttt! Jangan panggil dia Nona, panggil saja wanita. Karena itu lebih cocok untuk wanita rendahan seperti dirinya!”


Saat menaiki lift, tiba-tiba listrik padam. Dan mengakibatkan kepanikan didalamnya. Hikashi yang panik itu berteriak keras meminta bantuan. Hampir satu jam berada di sana, membuat Hikashi lemas kekurangan oksigen. Niatnya yang sudah bulat membuat perhitungan dengan Frayza tak bisa dia toleransi lagi. Dan Hikashi menyisingkan selimut yang menutupi sekujur tubuh Frayza.


“Kenapa bisa kau, dimana dia?” kejut Hikashi mendapati Damora yang berada dibangsal milik Frayza.


SEBELUMNYA,

__ADS_1


“Kau terluka, dan inilah caraku membayarnya. Kau sudah selamatkan aku, cepat kau kabur!”


Begitulah Damora mengijinkan Frayza untuk pergi selagi ada kesempatan. Dan Frayza berhasil kabur dari Rumah Sakit ini. Dia pergi lewat pintu belakang, saat listrik padam. Dan Hikashi terjebak di dalam lift.


__ADS_2