
Kenzo memutuskan untuk keluar dari mobil dan memanggil pengawal lainnya.
“Aku tidak berani, kau saja yang maju.”
“Apalagi aku, kau sajalah.”
“Ah tidak, aku tidak mau. Aku paling junior disini. Kau saja.”
Pengawal yang saling dorong-mendorong mengajukan tugas membukakan pintu. Namun, Tuan muda mereka masih didalam mobil dan berpelukan dengan wanita asing.
“Kau terluka?”
“Kakiku perih,” kaki Frayza berdarah.
“Ayo kita keluar dan obati lukamu.” Hikashi membuka pintu mobil dan menggendong Frayza. Seperti Putri yang diselamatkan Pangeran berkuda.
Kenzo dan rekan-rekannya terperangah kaget sisi lain dingin sikapnya, Hikashi bisa beradegan romantis itu dari mana belajarnya? Baik Hikashi maupun Frayza saling bertatapan mata, mulut mereka terkunci rapat tak bersuara. Beberapa kepala menjadi penonton adegan romantis ini.
“Aku pindahkan mobilnya.”
“Aku mau panggil Dokter.”
“Lalu aku?” Kenzo menunjuk dirinya sendiri bingung hendak melakukan apa.
Diruangan tengah ini Frayza didudukan, kakinya dibersihkan oleh pelayan wanita. Hikashi pamit masuk ke ruang kerjanya, karena Dokter ingn bicara serius.
“Aku langsung terbang dari Jepang, saat mendengar panggilan darimu Tuan Muda.”
“Berikan salinannya.”
“Ini dokumen yang sebenarnya, sesuai dengan perintah Tuan Muda. Tidak seorangpun pernah melihatnya.”
“Termasuk Damora dan sahabatmu bukan?” Hikashi membuka dokumen rahasia.
“Tuan Muda Hikashi sudah berbelas kasihan kepadaku, tidak pantas bagiku menghianati.” Dokter yang tahu diri bila dirinya adalah pengikut setia.
“Kerjamu bagus dan rapi, sampai aku percaya dan berduka beberapa hari ini. Padahal dia ada disini bersamaku, tapi kau hampir saja kehilangan nyawamu jika itu terjadi.”
“Saya mengerti Tuan Muda, dan ini yang perlu ada berikan kepadanya. Perawatku akan mengobati lukanya, dan pastikan dia meminum obat ini.”
“Sepertinya aku tidak salah membiarkanmu bekerja di Bioteknologi Hiroshi. Kau cepat merespon kebutuhanku, selain ini apa lagi?”
“Saya akan langsung pergi diam-diam dari sini Tuan Muda. Tolong jaga dan lindungi hasil karyaku.”
“Aku memperlakukan dengan baik apa yang aku sukai, dan menghancurkan apa yang menghalangiku.”
“Dia adalah hasil karyaku yang rapuh, masa lalunya buruk. Mungkin asa depannya juga akan suram. Tuan Muda apa sudah yakin dengan pilihanmu ini? “
__ADS_1
“Ck!” berdecit kesal.
“Saya paham Tuan Muda sudah memikirkan hal ini masak-masak. Saya hanya mengkhawatirkannya saja, dan selamat tinggal.”
“Akan lebih baik dia mati menjadi siapapun, tapi dia akan hidup menjadi milikku seorang. Hanya aku! Aku menyukai hasil karyamu yang mengagumkan ini, hatiku sudah bergetas saat bersamanya.”
Dokter Kelvin memakai topi dan kacamata hitam, dia memakai jubah krem panjang. Hikashi memberikan informasi tentang Hiroshi yang berlibur. Hikashi jugalah yang memberikan virus dan vaksin saat meracuni Hiroshi juga. Kelvin sempat memohon kepada Hikashi agar jabatannya ditangguhkan, Namun Hikashi memiliki rencana lain. Dia melihat Dokter Kelvin memiliki kuasa dan dipercaya Frayza. Ketika menyamar menjadi Fujiro, diam-diam Hikashi menyadap laptop pribadi Dokter Kelvin. Seluruh rahasia dia unduh secara ilegal, hingga ditemukannya file rahasia tentang Frayza. Dan benar, Hikashi tahu jika Fred adalah Frayza. Gadis yang kematiannya dipalsukan. Lalu menjadi peretas amatiran, untuk meningkatan ketrampilan bela diri dan bertahan hidup. Ramon mendapatkan tawaran agar Frayza mau masuk di pelatihan militer di Thailan. Hal ini juga tak lepas dari campur tangah Hikashi lagi.
Kenapa Hikashi mengirim Frayza ke pelatihan militer, karena Hikashi cemburu dengan ponsel dan alat games portabel yang Frayza mainkan. Karena cemburu beratnya terhadap suatu kegiatan yang menurut Hikashi menyita perhatian. Dia menghukum Frayza selama dua tahun di Pelatihan Militer. Kecemburuan Hikashi ini tak berhenti sampai itu, tapi masih berlanjut ketika Ramon dan Frayza menjadi teman sekamar tidur. Walaupun sudah ada kamera pengintai rahasia yang merekam kegiatan mereka di kamar. Tidak terjadi apapun, apalagi kontak fisik. Semuanya normal seperti hubungan pertemanan biasa. Hingga akhirnya Hikashi membuat permainan uji ketangkasan. Dan Frayza mengalami kecelakaan di tebing. Setiap malam pula lah Hikashi yang datang ke kamar tidur Frayza. Dialah yang merawar, menjadi dan mengkhawatirkan gadis penyamar pria.
“Tuan muda... “ teriak Kenzo.
“Kenapa?”
“Dia bersikeras mau pulang!” wajah Hikashi yang panik dirubah menjadi lebih tenang dan mawas diri.
“Biar aku saja yang menemuinya.”
Walaupun kaki Frayza sudah diobati, dia bersikeras ingin pulang ke Villa Ramon yang sudah tidak aman lagi.
“Minumlah obatmu dahulu, akan aku akan membiarkanmu pulang; Kenzo nanti kau antar Nona ini kembali.” Hikashi meletakkan obat dimeja.
Frayza melihat obat diletakkan sebelah gelas berisi air putih, dia langsung menelan. Hikashi tersenyum membelakangi Frayza yang menurutinya. Dia berjalan menuju kolam koi dan diterangi sinar lampu yang temaran. Warna ikan yang cantik-cantik ini membuat Hikashi melihat jelas bentuk bulan Purnama diatas air kolam uang jernih. Dan Kenzo berbisik dari belakang memberitahu jika Frayza sudah meminum obatnya, dia hendak mengantarnya pulang.
“Tidak perlu mengantarnya pulang, dia akan tinggal disini lebih lama. Kau dan seluruh penghuni Villa ini sudah mengerjakan tugasku?”
“Kalian bisa pergi dari sini semua, kau bawa pistol ini dan tetap tinggal disini bersamaku. Jangan bertindak gegabah tanpa seijinku. Apapun yang terjadi, jangan mengambil tindakan tanpa perintaku.” Kenzo menerima pistol yang sudah disiapkan Hikashi sebelumnya.
“Baik Tuan Muda.”
Diruangan tengah ini Frayza sudah tertidur pulas di kursi sofa yang nyaman. Hikashi duduk disebelahnya dengan memandangi wajah yang selama ini dia rindukan. Sudah berganti bentuk dan rupanya, namun getara cintanya tak sedikitpun bergeser sedikitpun.
“Tuan Muda, Ramon sudah datang.”
“Biarkan dia masuk, kau berdiri saja disana.”
Ramon berlari dengan membawa stopmap, dia terengah-engah. Akhirnya dia bisa melihat Frayza yang sudah selamat dari penculikan, namun lagi-lagi Ramon menyalahkan Hikashi. Sebab Hikashi pula lah Frayza selalu dalama bahaya.
“Aku berikan surat kepemilikan tanah dan bangunan yang asli, aku sudah tidak peduli dengan pembunuh Digna kekasihku. Biarkan dia pergi bersamaku, soal gadis yang aku akui sebagai kembaran Fred. Itu murni kesalahanku Tuan Muda. Sebenarnya Fred adalah...”
“Aku sudah tahu sejak awal, akulah yang memerintahkan mengubah dirinya menjadi sekarang. Kau lihat bukan, atas kuasaku aku bisa.” Hikashi menyilangkan kakinya.
“Kenapa Tuan Muda mengerjai aku?” gertak Ramon.
“Bukankah kau tahu, aku membenci wanita Ras Asia. Dan pacarmu juga kau biarkan mendekatiku, kau tidak bisa menjaga kekasihmu. Hingga dia bersedia membocorkan rahasia misi kalian, yaitu menyabotase satelit mata-mata milikku untuk meretas akun rekening Bank hantu. Aku memang memiliki Kasino dan pusat perjudian terbesar di Dunia. Tapi kau lupa, bahwa aku adalah penguasa gengster di Barat.” Ramon berdiri tak bisa bergerak.
“Kau licik!” mengatai Hikashi.
__ADS_1
“Ssssttttt... Dia sedang tidur, nanti kau membangunkannya. Kau ingin membual cerita buruk tentangku saat dia bermimpi Indah?”
“Kau adalah penjahat kejam Hikashi! Tidak akan aku biarkan kau mengambil orang berharga dalam hidupku!”
“Jika orang berharga kau umpankan kepadaku, bagaimana bisa kau menganggap teman lebih berharga daripada kekasih?” Hikashi mengunci argumen Ramon.
“Kau tidak layak disebut manusia! Kau harus mati menebus kesalahanmu, karena kau sudah membunuh Digna dengan keji.”
Kenzo kaget karena Ramon mengambil pistol dari pinggangnya dan mengagungkan ke Hikashi. Aku memang membenci wanita ras Asia, tapi hanya menyiksanya. Tidak sampai mati, kau mau tahu siapa pembunuhnya. Damora, Damoralah yang membunuh Digna di Pulau pribadimu. Karena Digan pernah bersamaku dikamar, saat memasukkan obat tidur dalam anggur. Dia cemburu dan mereka berkelahi, aku setengah sadar melihat mereka. Tapi sayangnya Damora kalah bertarung dengan Digna. Akhirnya dia sakit hati dan dendam, dan terjadilah malam naas itu.”
“Aku bersumpah akan menghabisimu dan Damora!” Doooorrrrr.... Doooorrrr......ddddooooorrrrr (tiga tembakan sudah menembus dada Hikashi)
“Tuan Mudaaaaaaaaaaa!!!” Kenzo memapah majikannya yang terluka parah. Badannya sudah berlumuran darah, suara petikan pistol nyaring ditelinga Frayza. Dia mulai kembali kesadarannya, ada ribut-ribut yang tengah terjadi.
“Ramon, kau membunuh Tuan Hikashi?” Frayza melihat Ramon masih di posisi siaga dan pistol mengarah di Hikashi lagi.
“Fray, ayo ikut aku pergi. Semua sudah selesai!” Ramon mengajak Frayza untuk meninggalkan Villa yang berdarah ini.
“Ramonnnnn, kau sudah membunuh Tuan muda kita!!!” Kenzo menyalahkan Ramon yang sudah memberondong peluru di badan Hikashi.
“Akkkkhhhhhrrrgggghhhh... “ Hikashi melarang Kenzo untuk melawan Ramon. Dia ingin Kenzo mengikuti perintah yang ia pesankan sebelumnya. Agar tidak mengambil tindakan tanpa ijinnya.
“Frayyyy... Ayo cepat lari kemari!” gadis itu mengepal tangannya geram dengan Ramon.
“Bagaimana bisa orang yang menyelamatkan hidupku berkali-kali, hanya karena wanita yang membelot kau membunuhnya dengan keji! Jika kau mau pergi, pergilah. Aku mau bersama Kenzo disini membawanya ke Rumah Sakit!”
“Kau sudah berani membantahku?”
“Yah, aku membantahmu karena kau penjahat keji. Hikashi tidak pernah membunuh, dia sudah menjelaskan. Jika dalam kematian Digna yang salah adalah Damora. Jika Damora terbakar cemburu itu hal yang wajar. Karena cintanya yang besar kepada Tuan Hikashi, sehingga dia kehilangan akal sehatnya.”
“Kauuuuu!!!” mengatakan pistol dikening Frayza.
“Jika kau berani melakukannya, maka kau akan menyesal hidup tanpa kekasih dan sahabat terbaikmu!” Frayza manantang Ramon untuk mengambil pilihan.
Dan akhirnya Ramon pergi dan membawa surat berharganya kembali. Dia mengebut dijalanan, karena Frayza tak lagi memahaminya lagi. Dia sangat frustasi dengan Frayza yang membela Hikashi.
*
*
*
Ambulan datang membawa Hikashi ke Rumah Sakit untuk menjalani operasi. Kenzo yang Setia menemani Bosnya yang sekarat ini menangis sedih. Dia melihat tim medis memasangkan selang oksigen, dan menutup pendarahan di badannya. Sementara Frayza duduk didepan dengan wajah paniknya menoleh kebelakang. Dimana Hikashi terbaring bersimbah darah. Seorang Dokter yang memakai baju operasi sudah bersiap mengambil peluru yang menancap. Kini Frayza menenangkan Kenzo yang tak berhenti menangisi Hikashi yanh sekarat. Serta Ramon yang berubah menjadi pembunuh yang sadis. Kenzo benar-benar berada dia sisi lain orang lain. Yang jahat, ada sifar baiknya. Yang baik, ternyata memiliki sifat jahat.
“Kau lebih baik berdoa,” memberikan tisu untuk menyeka air mata Kenzo.
“Terimakasih, secepat ini Tuan Hikashi mati. Dia sudah menjadi yatim piatu saat masih kecil, sekarang dia harus meninggal di tangan teman baikku!!!”
__ADS_1
Orang yang kejam memiliki kelemahan, namun orang baik dapat berubah karena buruknya perlakuan. Semoga Dokter yang mengoperasinya bisa menyelamatkan Hikashi.