
Simon berhasil mendatangkan investor untuk mendanai mega proyek di Batam. Pagi hari ini investor itu rencananya akan datang pada pukul 9 pagi waktu Singapura setempat. Frank datang di Kantor Simon lebih awal daei jam yang ditentukan. Mereka hanya berbincang-bincang seputar bisnis. Karena baik Simon maupun Frank sekarang tidak lagi memiliki hubungan spesial lagi.
“Investornya sudah sampai di Lobi, kita harus menyambutnya.” Ucap Simon sembari membenahi kancing jasnya.
Frank dan Simon bergegas menyambut tamu asing ini dengan senyuman terbaiknya.
“Selamat datang Tuan William,”
“Maaf Tuan Simon, Tuan Willian tidak berkenan hadir. Beliau sedang sibuk karena urusan bisnisnya di Inggris. Saya adalah tangan kanannya, perkenalkan nama saya Matsumoto.” Pria plontos itu menjabarkan tangannya untuk bersalaman.
“Senang berkenalan denganmu Tuan Matsumoto.” Hal yang serupa dilakukan Frank yaitu menyalami anak buah Hikashi.
Ketika didalam pesawat menuju ke Inggris, Hikashi meminta untuk pergi ke Singapura guna melakukan investasi di Perusahaan milik Frank. “ Aku mau kau bisa menekannya untuk membagi sahamnya denganku, dan ingat lakukan tugasku dengan baik.” Itulah pesan Hikashi yang ditujukan kepada Matsumoto di Singapura sekarang.
“Aku akan memeriksa laporan ini secara rinci dan akan menyerahkannya kepada Tuan Hikashi.” Matsumoto mengakhiri jamuan.
“Besar harapan saya bila Tuan William menyetujuinya.”
“Itu sangat mudah, Tuan Willi akan mendanai semuanya asala persentase sahamnya cocok.”
“Akan aku usahakan di rapat internal Perusahaan kami.”
“Anda tidak usah khawatir Tuan Matsumoto, karena Frank adalah pengusaha muda yang berkompeten. Aku yakin Ruan Hikashi tidak akan menyesal bekerjasama dengannya.” Bela Simon.
“Baiklah, kalau begitu aku akan mengabari jika Tuan William sudah mengambil keputusan.”
Frank merasa sedikit gelisah bila proposalnya tidak lolos pemeriksaan. Dirinya agak begitu berarti bila harua membagi sahamnya. Tetapi Simon terus membujuk Frank untuk menaikkan tawaran sahamnya. Agara pihak Hikashi mau menggelontorkan dana. Dan malam harinya Frank meminta bantuan kepada Simon agar mengatakan ia menyetujui dengan syarat pembangian saham yang sama. Tapi, Simon memiliki niatan lain dalam campur tangannya. Dia ingin maju di Parlemen menjadi Anggota, oleh karena itu dia membutuhkan dukungan dan sokongan. Frank tidak bisa berbuat banyak karena bisnisnya sedang bertumbuh. Hingga ia dengan berani menemui Matsumoto di Hotel.
“Jadi saya mohon kepada Tuan Matsumoto agar mau membujuk Tuan William agar ia bersedia membantu saya untuk kampanye.”
“Keuntungan apa yang bisa anda tawarkan?”
“Apapun akan saya berikan.”
Prokkk... Prokkk... Prokkk (Hikashi memberikan tepuk tangan) ketika Matsumoto berbincang dengan Simon. Ternyata Hikashi sudah mengetahuinya, sejak awal Hikashi memang bersbunyi untuk mendengarkan obrolan Simon dan Matsumoto.
“Aku akan makan malam kerumahmu, besok malam.”
Matsumoto heran kenapa tiba-tiba Hikashi memiliki ide itu. Dirinya tidak tahu kenapa Bosnya mau makan malam di keluarga Xi Huang. Simon menyetujuinya dan mengabari seluruh anggota keluarganya. Dia akan menjamu tamu besar yang datang kerumahnya.
“Tuan Muda,” Hikashi menampik omongan Matsumoto dengan mengibaskan tangannya.
“Atur saja semuanya, sebaiknya kau segara buat perjanjian bisnis dengan Frank. Besok malam pastikan seluruh keluarga Xi Huang menyambutku dengan baik dirumahnya.”
“Baik, saya mengerti.”
Bersama tim Pengacara dan Otoritas perusahaan Hikashi. Semalam suntuk Matsumoto bekerja keras membuat isi perjanjian kerja yang mengikat dengan Frank. Agar pagi harinya Hikashi bisa menandatanginya dan malam harinya ia datang ke jamuan makan malam.
*
*
*
Barbara yang mendapatkan berita kesanggupan Hikashi datang kerumahnya sangat antusias. Dia bahkan rela memohon kepada kedua anaknya untuk datang kerumah.
“Ibu mohon kalian pulang, karena ada ramu besar yang akan datang kerumah. Kedepan, bila pemilu ini ayah kalian terpilih menjadi anggota dewan parlemen. Ibu berjanji akan membalas jasa kalian, bagaimana?”
“Ibu, bila tamu itu begitu penting bagi ayah kenapa kami harus ikut serta?”
“Hai Julian, dalam dunia ini mana ada yang tidak butuh komisi dan koneksi. Kau tidak akan menjadi seperti sekarang tanpaku. Ingat apa kataku dan kerjakan saja perintah Ibu. Hanya makan malam, apa susahnya kau lakukan.” Menasehati adiknya yang memang keras kepala.
“Julian, kau juga sudah mencuri uang dari branhkas ayahmu. Seharusnya kau sadar perbuatanmu sudah merugikan ayahmu; Franda, nasehati Adikmu agar dia tidak lupa ingatan. Karena tangan panjangnya itu, Ayahnya sekarang harus memohon kepada orang lain. Sedangkan Frank juga sedang tidak bagus keuangannya. “
“Ibu, berhentilah mencatut nama Frank. Kami sudah berpisah, lebih baik berpisah diawal. Daripada sekarang, coba lihat keuangan perusahaannya saja butuh suntikan dana. Jadi jangan terlalu berharap banyak pasa Frank. Siapa tahu investor ini memang penolong ayah.
__ADS_1
“Emmbb Franda putriku yanh cantik, kau kan sudah putus dengan Frank. Apakah kau belum memiliki pacar lagi?”
“Ibuuuuu...” Franda tidak nyaman dengan pertanyaan Ibunya.
“Dia mengejar pria asing sampai ke Inggris untuk apalagi. Tapi, dia gagal dan pria itu menghilang.” Sahut Julian.
“Benarkah?” Ibunya terkejut.
“Ck! Julian, kau bermulut besar!”
Sejak putus dengan Frank, sebenarnya Franda sudah tertarik dengan Hikashi saat di Bali. Obsesinya terhadap Hikashi tak bisa ia ingkari. Dirinya teprikat oleh pria kejam yang suka menyiksa wanita.
Pagi hari Hikashi ditemani rombongannya membahasa kerjasama bisnis hingga sore. Pihak Frank akhirnya menyetujui permintaan pembagian saham oleh pihak Hikashi. Dan penandatanganan surat perjanjian ini dilegalkan kedua pihak. Pembangunan segera dimulai secara besar-besaran, mengingat pembangunan tahap awal yang dikerjan begitu lambat. Dan Frank sangat puas bekerja sama dengan Hikashi. Dia memperoleh keuntungan dan bantuan yang memadai.
*
*
*
---KEDIAMAN SIMON---
Julian dan Ibunya berdiri didepan pintu rumahnya. Sembari merapikan jas putra kesayangannya, Barbara nama Ibu mereka berdandan cantik. Walaupun sudah berumur, tapi aura kecantikannya masih terpancar kuat. Simon tengah mengatur Pelayan dirumahnya agar menjamu dengan baik. Franda menuruni tangga dengan anggunnya. Mengenakan baju hitam bertaburan kristal swarovski. Dia seperti peri cantik yang turun dari khayangan.
“Putri ayah yang cantik, penampilanmu sungguk menawan.” Puji Simon kepada Putri kandungnya.
“Hehehe terimakasih Ayah atas pujiannya, semoga keberuntungan menyertai Ayah.”
“Tamunya sudah tiba, ayo kita sambut.”
Seluruh keluarga Simon memasang senyum terbaiknya. Hikashi menyapanya dengan ramah dan senyum kecil. Franda seolah tak percaya siapa tamu yang datang dirumah orang tuanya kini. Penantiannya selama berbulan-bulan akhrnya terbayar sudah. Seperti takdir Tuhan, bahwa Hikashi untuk dirinya.
“Julian, coba cubit tangan Kakak,” mengagungkan telapak tangannya.
Plakkk!!! Justru Julian menempeleng kepala Franda.” Sudah tahu ini nyata pake akting segala, jangan keganjenan ah. Adikmu ininya juga tampan, lelaguan sok imut!” ketus Julian memprotes sifat genit Franda.
“Tuan Simon, apakah tidak keberatan jika kita bicara diruangan kerjamu?” kode ini seolah menandakan Hikashi ingin membahas hal rahasia.
“Tentu saja Tuan William,” kedua pria itu beralih di ruang kerja Simon dan menutup rapat pintu. Sembari menunggu selesai urusannya, Barbara meminta putra dan putrinya berbincang menilai Hikashi yang masih lajang. Seperti angin segar dan sejuk dari surga, Franda dengan jujur mengatakan bahwa pria yang ia kejae sampai Inggris ialah tamu yang bersama ayahnya saat ini. Barbara sangat terkejut sekaligus tidak percaya bila nasib Franda sangat seberuntung ini.
Didalam ruangan ini, Hikashi menyanggupi keinginan Simon untuk menjadi sponsor utama pencalonannya. Serta mendukung penuh agar Simon bisa menang mutlak. Tapi Simon harus merelakan dirinya untuk menandatangani surat perjanjian yang sudah Hikashi siapkan sebelumnya.
“Sebenarnya aku tertarik dengan putrimu, aku dengar kabar kalau dia sempat menjalin hubungan dengan Frank.”
“Ih itu masa lalu, sebenarnya Frank hanya orang lama dalam keluarga kami. Putriku sekarang sedang sendirian dan tidak memiliki ikatan.”
“Apakah dia bersedia menikah denganku dalam waktu dekat?”
Berbara dan Franda yang menguping dari balik pintu tak bisa menyembunyikan kegembiraan ini. Tentu saja ini adalah keberuntungan besar bagi keluarga Xi Huang. Memiliki menantu yang kaya raya dan rupawan sekaligus.
“Sebaiknya aku tanyakan langsung pada putriku dulu Tuan.”
“Silahkam, tapi aku tidak bisa menunggu lama.”
“Baik, aku akan memberikan jawaban secepatnya kalau begitu.”
Simon tak percaya bila Hikashi tanpa basa-basi menyatakan keinginannya untuk menikahi Franda. Ketika melihat Franda, Hikashi seolah tak asing dengan wajah dan senyum Franda. Ia seperti sudah dekat bahkan intim dengan Franda. Apa karena mereka dari satu ibu, jadi perawakan mereka sama. Atau ini memang murni perasaan Hikashi yang sebenarnya. Mungkin terapi mental sudah membuat orientasinya yang membenci wanita Asia. Sudah sembuh total, sehingga Hikashi jatuh cinta kepada Franda ?
Usai jamuan makan malam, Hikashi pulang dan sekali lagi dia melihat Franda. Serta mencium tangan gadis itu sangat romantis. Jantung Franda berdegub kencang, ternyata William Hikashi sangat pintar memperlakukan wanita denham baik. Dirinya tak menyesali pernah diculik oleh Hikashi. Malam harinya, Franda berdiri di balkon rumahnya. Dia menikmati rembulan malam yang begitu sempurna. Dia terus berkhayal soal Hikashi yang terus terang memintanya untuk menjadi pendampingnya. Simon, langsung menanyakan kesanggupan Franda bila Hikashi ingin mempersuntinhnya. Yang sangat mengagetkan lagi, pihak Hikashi ingin secepatnya melangsungkan pernikahan ini dalam waktu dekat.
*
*
*
__ADS_1
Matsumoto menunggu mobil Hikashi melintas. Dia sudah menunggu sudah lama, dan akhirnya mobil Hikashi tiba.
“Saya sudah mencarinya, dan saya hanya menemukan ini.”
“Cari tahu labih banyak lagi, dalam. Waktu dekat aku akan menikah.”
“Baik Tuan Muda.” Matsumoto kali ini tak percaya dengan kalimat yang baru saja Hikashi ucapkan. Mungkin dia salah mendengar atau Hikashi bercanda.
Saat jamuan makan malam dirumah Simon, diam-diam Matsumoto menyelinap masuk kedalam rumah. Dia mencari tahu tentang seluk beluk keluarga Simon. Dia juga memasang kamera tersembunyi ditempat yang aman dan vital.
“Aku tidak percaya bila Tuan William mengatakan itu. Aku benar-benar menjadi wanita yang paling beruntung di Dunia.” Ucapan Franda yanh didengarkan langsung boleh Hikashi. Pria itu tersenyum simpul mendengar Franda mengagumi dirinya.
Tak butuh waktu yang lama, Simon dan Barbara menemui Matsumoto guna menyampaikan jawaban dari putrinya. Saat Matsumoto mendengarnya sendiri dia masih tidak percaya bila Hikashi begitu cepat mengambil keputusan untuk menikah. Padahal dia tidak mengenal Franda itu bagaimana. Dan akhirnya Matsumoto menyampaikannya kepada Hikashi.
“Kalau lamaranku diterima, segera kirim hadiah ke kediaman Simon. Oiya, pastika berita ini tidak masuk di media. Karena mantan kekasihnya sedang sibuk bekerja di proyek barunya. Takutnya berita bahagiaku menjadi bahagia deritanya.”
“Baik Tuan Muda.” Jawab Matsumoto datar.
Hari ini Matsumoto menjemput Franda dan Julian. Rencananya hari ini mereka akan diajak berkeliling untuk berbelanja barang keperluan mereka. Matsumoto begitu kewalahan dengan nafsu belanja Franda dan Julian. Barbara yang sibuk di butiknya mendapatkan hadiah lain dari Hikashi. Sedangkan Simon, sedang memperoleh fasilitas sebagai calon parlementer untuk kampanyenya.
“Tuan Hikashi benar-benar memanjakan keluarga calon istrinya.” Matsumoto mengeluh seharian dia mengikuti Franda dan Julian berkeliling belanja.
Memang benar Hikashi memanjakannya, karena Hikashi memiliki segalanya. Dan perasaan cintanya kepada Franda ia luapkan dengan niat keseriusan menikah. Andaikan dulu frayza menjadi Fred, mungkin Hikashi akan mempersembahkan dunia untuknya juga.
*
*
*
----JEPANG----
Sebelum berangkat mengajar Aikido, Frayza sudah menyiapkan sarapan untuk Ramon. Untuk mengisi waktunya yang luang. Frayza mengajar ilmu bela diri di sekolah dasar. Ia sangat menyukai anak-anak, karena dia pernah mengandung. Naluri keibuannya sudah tumbuh secara alami. Tawa ceria Frayza ini diam-diam ada yang memotretnya. Kulit putih wanita ini menguning ketika terpapar sinar matahari. Serta rambutnya yang terikat bernari ketika dia bergerak. Frayza sangat menawan ketika mengajar anak-anak kecil. Dia begitu menikmati pekerjaannya sekarang.
“Selamat pagi Ramon, aku melihat banyak makanan dimeja. Kebetulan aku belum sarapan, jadi aku pikir kau tidak akan sanggup menghabiskannya hehehe.” Dokter Kelvin seperti pencuri yang sudah biasa dirumah Ramon.
“Kau pikir tunanganku ini buka restoran yang seenaknya saja kau makan tanpa ijinku. Ayo keluarkan lagi masakan tunanganku!” mencekik leher Dokter Kelvin yang sedang asik makan.
“Uhukkk... Uhukkk, kau mau membunuhku karena makanan ini. Kau jangan pelitlah, makanan sebanyak ini mana sanggup kau menghabiskannya.”
“Tunanganku memasak sebanyak ini karena dia khawatir aku kelaparan saat bekerja. Kau ini benar-benar keterlaluan sekali, Kelvin!”
Walaupun mereka akrab, tapi kalau soal makanan. Ramon tak bisa berbagi dengan Kelvin. Dokter yang memiliki gaji tinggi lebih memilih numpang makan dirumah Ramon. Alasannya karena masakan Frayza cocok dan pas sesuai seleranya. Jadi tidak aneh lagi, bila Dokter Kelvin sampai tahu nomor pin rumah Ramon.
Sesorang tengah berdiri didepan pagar rumah Ramon, jarinya sudah menempel di tombol bel. Tapi tak kunjung dipencetnya, mungkin wanita itu takut dengan penghuni rumah.
“Sedang mencari siapa?” Frayza yang sudah pulang mengajar memergokinya.
“Ah tidak,” seorang wanita yang menutupi wajahnya dan pergi begitu saja.
“Hai kau butuh bantuan atau mencari alamat seseorang?”
Namun perkataan Frayza tak digubris sama sekali, dan wanita itu berlari sangat cepat.
“Fray, kau bicara dengan siapa?” Dokter Kelvin muncul.
“Seseorang, dia hendak memencet bel tapi saat aku bertanya dia pergi kabur.”
“Mungkin sales yang sedang magang, kau sudah selesai mengajar?”
“Iya, aku sudah selesai mengajar. Hari ini ada rapat wali murid, jadi siswa dipulangkam lebih awal. Dokter Kelvin sudah selesai sarapan?”
“Hehehe sudah, terimakasih ya masakanmu selalu pas dengan seleraku. Oiya tadi Ramon mengatakan padaku bahwa ia akan ke Jakarta beberapa hari. Pangeran Hiroshi sedang ada kunjungan diplomatik disana. Jadi aku yang akan menemanimu ketika dia pergi.”
“Dokter Kelvin tidak perlu repot-repot begitu, lagipula kau bisa datang kemari untuk makan. Aku akan tetap menyiapkan makanan untukmu.”
__ADS_1
“Aduhhh Frayza, kenapa kau begitu paham kalau aku tidak bisa beralibi dengan baik padamu. Tapi aku serius, akan menemanimu selama Ramon pergi.” Dokter Kelvin curiga dengan orang yang baru saja ditemui Frayza. Oleh karena itu dia beralibi untuk berada dirumah selama Ramon pergi.