
Matsumoto memilih pergi bersama Hikashi. Namun, Hikashi menyarankan agar ia tetap berada disekitar Nathalie.
“Kau jagalah dia, aku percaya padamu.”
“Baik Tuan,” ogah-ogahan.
Sebenarnya ada kepentingan apa yang membuat dirinya harus bersama wanita ambisionis macam Nathalie ini. Matsumoto melihat tenaga medis dan satpam masuk kedalam kamar Nathalie.
“Dia mencoba bunuh diri dengan memotong urat nadinya! Ucap si perawat.
“Sial!” geram Matsumoto dengan gertakan Nathalie.
Pergelangan tangannya dijahit, kemudian dibalut perban. Ingin rasanya melempar gadis itu keluar planet lain. Agar dia tidak kerepotan begini.
“Jika kau ingin mati, jangan menjadikan orang lain sebagai alasan melakukannya!
“PERGI!”
“Jangan berulah lagi!”
“PERGIII!”
“Aku tidak sudi bersamamu, kau sudah selesai!”
“PPPEEERRRRGGGIIIIIII!!!” Nathalie lagi-lagi tak bisa menahan arogansinya. Tangannya mengalami pendarahan, membuat Matsumoto gelap mata. Hingga melayangkan tamparannya, namun ia tahan.
“Bunuh saja aku, daripada hidup tanpa William!”
“Kau harus hidup keparat betina!”
“Aku mau hidup tapi bersama William,” memalingkan wajahnya.”
“BODOHHH BODOHHH BODOOOHHHH! KAU ITU BODOH!!!”
“Biar aku jadi bodoh, silahkan maki aku!”
“HAAIIISSSHHH!” mengacak-acak nakas.
Nathalie ketakutan dengan keberingasan Matsumoto. Pria sangar itu sudah kehilangan kesabaran dengan Nathalie, ia menyeret Nathalie sampai di balkon.
“Mat.. Matsumoto apa yang hendak kau lakukan!”
“Kita melompat bersama-sama dari sini, aku sudah muak!”
Nathalir diikat kain selimut, dan Matsumoto mengambil kursi sebagai pijakan.
“Apa kau gila! Aku tidak sudi mati bersamamu.” Nathalie yang ngeri berdiri di lantai 10 itu ngilu melihat kebawah.
“Ayo kita akhiri saja semua ini, aku sudah lelah menangani wanita sepertimu!”
“Apa?” Nathalie terperangah.
“Apa kau ingat kotak jenasah yang kami selundupkan di kastil?”
“......” termangu memutar memorinya.
__ADS_1
“Mereka bisa saja jasad wanita sepertimu, tapi...”
Flasback On,
Ketika kabar Frayza dan Andreas bertunangan. Hikashi murka, ia ingin melampiaskan fetisnya secara brutal. Tapi sekali lagi, ia harus memegang janji yang sudah ia buat. Yaitu berhenti membunuh orang lagi.
Hingga akhirnya Matsumoto membawa masuk mobil truk berisi peti jenasah.
“Cepat masukkan dan bawa hati-hati!” anak buahnya mengangkat beberapa peti mati.
Kalau tidak salah ada 5 peti jenasah yang mereka turunkan dari truk. Tapi ada 2 peti jenasah yang dinaikkan kembali ke truk. Matsumoto memeriksa isinya untuk memastikan benda didalamnya.
Ternyata saat kejadian itu, diam-diam melihatnya. Kebetulan sekali Hikashi ada acara penting, biasanya ia pasti tidur di hotel. Karena biasanya ia mabuk sampai pagi.
Nathalie berjalan mengendap-endap untuk menyelinap dibawah mesin truk muatan. Ia bergelantungan dibawah truk berbahaya. Sepanjang perjalanan Nathalie terus bergelantungan dengan benda yang penopangnya.
Sampailah di tempat pembuangan sampah, mereka mengeluarkan peti jenasah tadi. Lalu memberikannya ke petugas bagian peleburan. Pengawal Hikashi memberikan amplop coklat yang barang pasti itu uang tutup mulut.
“Aku harus melihatnya!” Nathalie membuka kenop peti.
Dan walllaaa, ternyat sesosok wanita cantik wajahnya oval, rambutnya acak-acakan. Ditubuhnya terdapat banyak bekas luka, namun tidak mengeluarkan darah ataupun aroma anyir.
Perlahan ia memberanikan untuk menyentuh wujud dalam peti. Setelah diteliti secara seksama, ternyata itu sebuah boneka. Tapi kenapa boneka itu disiksa?
“Aku melakukannya karena mereka hanya benda mati, sedangkan kau manusia. Memiliki perasaan, jadi cepat pakai kembali gaunmu. Dan bendirilah, kau tidak pantas berlutu kepadaku!”
Ketika itu Nathalie hendak menyerahkan dirinya kepada Hikashi agar syahwatnya tersalurkan. Namun sayang, Hikashi tidak berminat dengan keelokan tubuh Nathalie. Padahal lubang surgawi Nathalie tergolong Indah dan ramping.
Pernah Hikashi tergoda, karena saking cemburunya kalau Frank dan Andreas datang dibutiknya. Dan Nathalie kembali menebar pesonanya. Untuk menarik hikashi merangkak krle ranjangnya.
• Flashback off,
“Aku sudah terlanjur mencintainya, bahkan aku tak memiliki semangat.”
“Tumben minder, biasanya tak tahu diri!”
“Keparat,”
“Urunkam saja niatmu, Tuan William memang tidak berminat lagi padamu. Semuanya selesai, kau mulailah hidup baru. Dengan uang yang masuk direkeningmu. Ini sebagai ganti rugi q membantingmu hingga lehermu, sakit.” Mengusap tengkuknya yang merasa gerah.
“Kau mencium apa, kenapa mengendus seperti iyu?”
“Ah bukan, aku hanya heran dengan manusia sepertimu. Berada dikamarku terus, apa. Kau naksir padaku?”
“Jangan terlalu tinggi bicaranya, aku adalah penyuka sesama jenis!” Aku Matsumoto.
“Hueeeekkk... Hueeekk. “ Nathalie merasa jijik. Ternyata Matsumoto ini mengalami kelainan juga. Pantas dia boasa saja sikapnya kepada perempua. Seperti memperlakukan musuh saja. Ia meraba lehernya yang masih memakai penyangga. Karena dibanting Matsumoto, ia ngeri dan masuk ke kamar mandi.
“Nath, sebelumnya aku memakai tanganku untuk melakukannya kepadamu. Sebaiknya kau lihat, betapa garangnya Bos menghajar boneka mainan.”
Nathalie menelan salivanya, ia mengunci dirinya di kamar mandi. Ia menangis lagi dan bersedih sejadi-jadinya. Harapannya sudah pupus tak bertunas lagi. Tangisannya terdengar diruangan ia berbaring. Bahkan Matsumoto terganggu dengan tangisan Nathalie. Ia kemudian membujuk dari balik pintu, tidak mungkin juga kan Matsumoto mendobrak pintu rumah sakit.
“Jangan membuat Tuan Hikashi ambil tindakan tegas kepadamu. Sebaiknya kau pulang ke Negara asalmu.”
“Aku mau bertahan dan berjuang sekali lagi.”
__ADS_1
“Hai, apa yang hendak kau usahakan akan berakhir percuma. Aku ceritakan sesuatu, keluarlah dari kamar mandi!”
Kenop pintu itu terbuka, sosok Nathalie yang kacau itupun muncul. Tubuhnya dingin dan menggigil karena mengguyur dengan air.
“Tolong ceritakan.”
“Ck, bisa sopan juga ya wanita angkuh seperti dirimu?”
“Hmmmmbbb,”
Matsumoto berjalan ke balkon lalu menutup jendela. Ia tidak membalikkan badannya, sebelum Nathalie mengganti pakaian basahnya.
“Errgggghemmm aku sudah selesai.”
“Apa kau yakin bisa menjaga rahasia ini?”
“Iya, aku janji akan kembali ke Negaraku.”
“Baiklah, aku pegang janjimu.” Awalnya Matsumoto ragu tap akhirnya ia membuka mulutnya.
Ia menceritakan bila Hikashi adalah mantan putra mahkota. Kehilangan kedua orang tuanya dalam selang waktu beberapa tahun. Karena Hikashi kecil kekurangan kasih sayang. Maka ia tumbuh dengan mengalami kelainan orientasinya.
Bagi Hikashi yang dulu, menyiksa wanita adalah suatu kepuasan batin yang nikmat. Membuat mata Nathalie tercengang, sampai akhirnya Hikashi pergi kabur. Ingin lepas dari kebiasaan buruknya itu.
“Untuk pertama kalinya ia nekat naik bis. Hanya untuk mengejar seorang gadis yang depresi. Tatapan matanya kosong, Tuan William bertanya-tanya. Apakah wanita yang seperti ingin mati ini disiksa untuk mendapatkan uang? Ternyata tidak, wanita Malang itu menjual ponselnya untuk kelanjutan hidupnya. Artinya, masih ada wanita yang tidak melakukan apapun demi materi.”
“Lalu kenapa William terpesona dengan gadis itu, apakah ia cantik?”
“Tidak, menilai cinta dari segi fisik itu nafsu. Perasaan seperti itu hanya sementara, Tuan William jantungnya berdegub kencang. Matanya memerah karena diabaikan seorang wanita.”
“Hahaha pasti dia ingin mencekik wanita sombong sialan itukan! “ Matsumoto marah dan melotot.
“Jaga mulutmu Nathalie, aku belum selesai!” menegur Nathalir yang asal bunyi.
“Oh baiklah, aku diam.” Mengunci rapat mulutnya.
“Wanita itu memiliki wajah yang pasi, lalu timbullah hasrat ingin melindunginya. Segala cara kami lakukan agar menemukan wanita Malang itu. Bahkan aku meminta bantuan Ramon yang sedang melakukan operasi penyamaran di Batam. Ia berhasil memalsukan kematian wanita Malang itu agar hubungannya dengan masa lalu putus. Dan aku mengirimnya ke kamp pelatihan militer. Dia dilatih menjadi agen yang menakjubkan, luar biasa. Ia mampu menyeimbangkan kemampuannya setara laki-laki.”
“Apakah ia bisa bela dir?”
“Tentu saja, ia totalitas melakukannya. Bahkan aku tidak tahu kalau Ramon mengubahnya menjadi pria hahaha.”
“Dasar Ramon kurang ajar!”
“Itulah Ramon, orang keparat menyebalkan. Sekarang ia mengirimmu kemari dan menambah masalah baru. “
“Lalu wanita itu sekarang bagiamana?”
“Dia berhasil membuat seorang iblis berlutut dan bertobat. Namun, pertobatannya sungguh diuji. Ketika mereka memutuskan bersatu, banyak ujian berat datang. Sampai membuat wanita itu ingin pergi jauh, kabur-kaburan terus. Dan tertangkap lagi dan lagi hahaha.”
“Seru ya, tapi wanita itu pasti dari keluarga hebat. “
“Tidak sehebat yang kau bayangkan, dia adalah anak yang terabaikan dan jauh dari kasih sayang. Bahkan ayah kandungnya saja hanya beberapa kali bertemu. Kemudian tragisnya lagi, ayahnya meninggal diikuti ibunya.”
“Pasangan yang romantis ya.” Kau belum tahu saja Nathalie, silsilah keluarga Frayza itu rumit.
__ADS_1
“Ayah kandungnya dibunuh ayah tirinya, sejak dalam kandungan ia berpisah dari ayah biologisnya. Karena ibunya memilih menikahi pria kaya dan mapan. Dan kau tahu, wanita itu adalah Nona Frayza. Wanita yang sekarang kehadirannya ingin sekali kau lenyapkan!”
Matsumoto tidak menceritakan kelamnya Hikashi, karena pointnya adalah menyadarkan Nathalie. Bila wanita yang membuat Hikashi ingin berubah dari sifat buruknya. Karena selama ini Nathalie menilai rendah Frayza.