TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
FRAYZA INGIN MATI


__ADS_3

----Frank----


Setelah membuka buku harian milik Frayza, kenangannya saat masih dibangku sekolah kembali terlintas. Saat hujan turun, mereka berbagi payung bersama. Frank masih ingat betul untuk pertama kalinya mereka berdua saling memandang dan berciuman dibawah hujan yang deras. Saat itu Frank menganggap frayza adalah gadis yang paling cantik dan Dewi Fortuna keberuntungannya.


“Aku ingin kelak suatu hari kau berdiri dan berdansa denganku dibawah hujan bunga. “


“Maksudmu hujana air ya? Kan tidak ada hujan bunga, dilangit tidak ada taman bunga. Mitologi tentang dunia peri itu hanya dongeng pengantar tidur. “


“Tidak bisa begitu juga kali Frayza, kau akan selalu bersamaku kan? Hingga aku mejadi sukses dan kaya. Semua uangku akan aku gunakan untuk melamarmu, dan ketika kita sudah menikah. Kita hanya akan memiliki seorang anak saja. Karena kita kelak berkeliling Dunia setiap akhir tahun. Bukankah itu akan seru? “


“Frank, tapi perjalanmu menuju Puncak itu kan sangat lama. Dan aku ingin memiliki cita-citaku sebagai Dokter.”


“Aku akan menjadikanmu istri dan ibu dari anak-anakku. Kau bisa menjadi apapun dalam keluarga kita kelak Frayza.”


“Aku ingin menjadi Dokter yang melakukan misi kedamaian Dunia.”


“Fray...kelak kau akan hidup di duniaku menjadi apapun. Jadi tunggulah aku menjadi sukses ya. Aku mohon...”


Frank pada saat itu benar-benar memohon pada Frayza untuk menjadi calon istrinya dimasa depan. Sebagai bukti keseriusannya, Frank menarik ikat rambut Frayza untuk dijadikan gelang tangannya.


“Aku janji, kita akan menikah selesai aku memperoleh pekerjaan.”


Saat itu pula,Frayza tersenyum dan memeluk kekasihnya. Hujan menjadi saksi janji Frank, dan sekarang janji itu tak ditepatinya. Dan justru sekarang dia sedang meratapi keterpurukannya karena diputuskan secara sepihak oleh Franda. Frank tak habis pikir selama hampir 4 tahun ini bersama Franda dirinya selalu mencintai dan menghargai Franda seperti harta karun. Perasaannya sering terluka, karena banyak pria yang memuja kecantikan Franda. Dirinya sering merasakan cemburu dan khawatir yang berlebihan. Hal ini berbeda saat masih berama Frayza, dirinya bisa tenang dan fokus belajar. Karena Frayza adalah tipe wanita yang tidak suka bersolek dan berpakaian tomboy. Namun semuanya sudah berubah, saat ia mulai meraih satu demi satu kepingan kesuksesannya. Dirinya mulai berani mendekati Franda dan menjalin hubungan dibelakang Frayza. Bahkan rasa bosan dan jenuh kepada Frayza dia luapkan dengan tindak kekesaran fisik maupun verbal. Ketika Frayza mengandung benihnya pula, Frank membabi buta menyiksa Frayza hingga keguguran. Dan pada kehamilan keduanya pula, dia tega memberikan obat penggugur kandungan. Sehingga dia tidak tahu dampak dari perbuatannya, sekarang Frayza sudah di vonis tidak bisa mengandung lagi.


Lalu Frank mengambil beberapa foto dalam bingkai figura. Tampak wajah Frank dan Frayza yang sangat ceria saat wisuda kelulusan. Beberapa desain baju pernikahan sudah Frayza buat sketsa desainnya. Model yang sederhana, namun Frayza memakai warna hitam. Seharusnya kan warna putih, seperti warna gaun pernikahan pada umumnya. Mungkin Frank tidak tahu bila warna hitam ialah lambang kesakitan yang dialami Frayza. Dan dia tak sanggup terbebani oleh dosanya dimasa lalu. Dan menutup kembali kotak pandora Frayza rapat-rapat.


Mengenai perluasan lahan pabrik miliknya yang sudah menak mutlak atas hak dan kuasanya. Frank berencana melakukan pembangunan Mega proyek. Dia berencana membuat pabrik berskala besar. Lahan yang pernah Frayza tempati kini sudah rata dengan tanah oleh alat berat. Pembangunan segera dimulai secepatnya. Frank mengalami kendala dana, dia menemui Franda untuk membantunya memperoleh cairan dana segar atau memperkenalkan investor melalui koneksi Simon yang menjabat sebagai Walikota. Franda tidak menyanggupi jiga menolak, karena Franda sadar diri bahwa Frank sedang perlu bantuannya. Anggap saja hutang dan balas budinya sedang dibayar.


*


*


*


----KONDOMINIUM FRANDA----


Ruang tamu berantakan usai dibuat mabuk-mabukan Julian. Membuat dara Franda mendidih sudah mengotori huniannya. Dia membuka pintu kamar Julian yang kebetulan tidak dikunci. Perlahan ia melihat adiknya tengah menghitung uang yang ia sembunyikan dibawah kasur.


“Katakan uang milik siapa yang kau curi!” Franda memergoki adiknga yang tertangkap basah.


“Kak Franda...” Julian terperangah.


“Katakan padaku, darimana kau menghasilkan uang sebanyak ini? Gaji sebagai artis pemula tidak akan sebanyak ini!” desak Franda.


“Jujur, aku berarti mengatakannya Kak. Karena Kakak sudah tahu, maka aku akan jujur. Bila uang ini adalah milik ayah yang aku ambil dari brangkasnya secara diam-diam.”


“Bukannya uang yang kau curi itu sudah dibawa ibu ya?”


“Itu benar, tapi ayah lupa belum mengganti pin brangkasnya. Jadi ayah tidak tahu kalau aku mengambilnya sedikit demi sedikit.”


“Julian, sejak kapan kau menjadi pencuri. Dalam keluarga kita, tidak ada darah pencuri!”

__ADS_1


“Kak Franda tidak patut memarahiku, karena baik Kak Franda maupun ayah adalah sama-sama pencuri!”


Plakkkk (menampar mulut Julian) “Jaga bicaramu!”


“Ayah, dia mencuri uang dari hasil suap. Dan Kak Franda mencuri kekasih saudarimu sendiri. Kakak menikmati hasil curian itu, dan lihat. Kakak tidak akan pernah menjadi seperti sekarang tanpa mencuri Kak Frank dari Kak Frayza!”


Sangat memalukan dikatai adik bungsu sendiri yang mang faktanya dialah pencuri sebenarnya. Tangan Franda sudah melayang dimulut Julian. Adiknya kini pergi usai diperlakukan kasar oleh dirinya. “Julian, maafkan Kakak. Kau mau kemana?”


“Bukan urusanmu, ajari tanganmu agar lebih bermoral tidak asal main tangan!” Julian pergi memakai jaket dan keluar dari hunian Franda.


Franda menyesal atas perbuatannya kepada Julian baru saja. Dia duduk di ranjang milik Julian, dan meratapi tindakan reflek yang baru saja ia layangkan. Ponselnya berdering, itu merupakan pesan dari Frank. Dia mengirimkan foto dan videonya dulu ketika berganti baju. Foto saat Frank menyelinap di pekarangan rumah.


“Inikan foto dan video jaman dulu, darimana Frank mendapatkannya?” Frayza kaget melihat dirinya yang tengah tak berbusana.


Karena ia penasaran dengan unggahan foto dan video dari Frank. Franda segera mengajak mantan tunangannya untuk bertemu membahas aibnya. Mereka bicara didalam mobil yang berlokasi dipinggiran Kota.


“Aku sudah menyimpannya sejak lama, ketika Frayza masih hidup. Aku menyimpannya agar bisa menjadi senjata yang sewaktu-waktu bisa aku pakai untuk mengikatmu. Tapi kau bersikeras agar memutuskanku secara sepihak. Jadi, bisakan kau memberikan aku cairan dana? Aku sedang kesulitan keuangan untuk membangun pabrik baru di Batam.”


“Berapa yang kau butuhkan agar menghacurkan file itu?” mengepal tangannya geram diancam Frank.


“Aku tidak akan menghancurkannya, melainkan menyimpannya sebagai rahasia antara kita.”


“Baik, malam ini datanglah ke Royal Golden untuk menganambil uangmu. Dan satu hal lagi, mengenai Julian. Aku minta buatkan bukti pelunasan hutangnya. Anggap saja, diantara kita tidak ada hutang piutang lagi.”


“Hehehehe kau masih saja tidak berubah. Tapi sebelumnya aku mau mengatakan terimakasih atas bantuanmu. Semoga kedepan kau tidak menyesal sudah meninggalkanku.”


“Bagaimana bisa aku menyesal untuk hal yamh buruk. Pria yang sudah menjadi alasan kakakku tiada, kau tidak layak berada dilingkungan keluarga kami, Frank!”


“Tidak mau, antar aku ke tempat kerjaku semula. Apa mau namaku tercoreng karena diturunkan ditengah jalan? Cepat antar aku kembali ke tempat kerjaku, kumohon.”


Meluluhkan hati Frank adalah hal termudah bagi Franda. Karena tak bisa ditampik, sebenarnya Frank masih sangat mencintai Franda. Alasan kenapa Frank suka menceritakan keunggulan Frayza agar Franda lebih mawas diri. Tidak hanya fokus tentang dirinya, namun Frank juga butuh kasih sayang dan perhatian. Walaupun statusnya tunangan, terkadang Franda tak sungkan akrab dengan pria lain. Frank hanya merasa sifat Franda yang terlalu ramah inilah yang kurang nyaman untuknya.


Akhirnya Frank menemui Franda di Kondominium. Sesuai waktu yang sudah ditentukan, Franda memasukkan sejumlah uang sesuai nominal yang Frank berikasan rinciannya. Hutang Julian kepada Frank lunas, dan dana untuk pembangunan lahan di Batam bisa dilanjutkan lagi. Sembari menunggu investor yang mau menanamkan modalnya. Franda akan mengupayakan agar Frank memperoleh rekomendasi Investasi yang lebih banyak dari Simon.


*


*


*


-----JEPANG-----


Aku merasa hidupku bagaikan sampah, yang terbuang dan didaur ulang. Hal yang terus-terusan aku alami adalah penderitaan yang tiada akhir. Tubuh dan jiwaku sudah kritis, Tuhan berhentilah mempermainkan hidupku ini. Jika sekian lama hidupku ini banyak sengsaranya lebih baik aku akhiri saja ini.


Frayza berjalan diatap gedung rumah sakit. Saat Kenzo pergi meninjau lapangan, Frayza tiba-tiba mendapat bisikan. Dan membawanya ke Rumah Sakit. Sampai akhirnya dia berdiri dan merentangkan tangannya lebar-lebar.


“Panggil kru penyelamat, ada yang mau bunuh diriiiiiii!!!”


“Hai, kau turun! Jangan meloncat dari atap gedung!”


“Panggil wartawan, ada yang mau bunuh diri. Berita ini akan jadi isu Nasional.”

__ADS_1


“Nona, jika kau punya masalah hidup lapor saja ke Polisi. Ini rumah sakit, bukan rumah duka. Lebih baik kau urungkan niatmu.”


Orang-orang meneriakinya dari bawah. Frayza tak bisa mendengarkan kalimat yang mereka gaungkan. Dia hanya melihat matahari senja yang mulai tenggelam. Angin sepoi sore menyisir rambutnya yang panjang tergerai. Matanya menitikkan airmata yang terus bercucuran membasahi pipi. Setalah menghitung dalam hati, Frayza melayangkan tubuhnya agar jatuh. Dia tak mau melihat, dan menutup rapat matanya. Inilah kali kedua ia merasakan terbang dan melayang diudara.


*


*


*


Ditempat yang sama, Dokter Kelvin sedang mengirimkan sampel tes uji coba obat. Dia melihat orang sibuk berlarian panik menuju tempat parkir.


“Perawat, kenapa orang-orang pergi kesana?”


“Ada wanita yang meloncat dari atap gedung.”


“Siapa? Pasien disinikah?”


“Sepertinya tidak Dokter, dia memakai celana panjang dan kaos warna putih.”


Dokter Kelvin tidak mau melihat hal naas yang baru saja terjadi. Dia pergi ke Laboratorium penelitiannya untuk membuat sampel uji coba. Berjam-jam pula lah waktu yang bisa ia habiskan disana. Saat dia merasa penat dan membutuhkan kopi, dia biasanya keluar dan mencari angin.


“Dokter Kelvin, aku mencarimu. Kenapa kau masih disini, cepat ada pasien yang membutuhkanmu!”


“Aku, memang Dokter yang lain mana?”


“Dia mengamuk seperti kehilangan kendali, dia mengalami gangguan jiwa.”


“Antarkan saja dia kesana, berea bukan. Ganggu acara santaiku saja, siapasih dia, kenapa kau begitu panik.


Saat masuk kamar, kedua perawat tersudut dikamar pasien yang mengamuk. Dia mengancam dengan pisau buah agar tidak ada yang mendekat.


“Biarkan aku mati!” ucap wanita itu.


Dokter Kelvin mengendap-endap berjalan dibelakang wanita itu. Dan mengunci tangannya, pisau buah yang digunakan senjata jatuh dilantai. Dibantu perawat, kaki dan tangan wanita itu diikat disisi bangsal.


“Biarkan aku matiiiiii, kalian tidak berhak menyelamatkanku!!!” wanita itu terus berteriak meminta mati.


Dokter Kelvin mengambil suntikan obat penenang untuk wanita yang emosinya meledak-ledak. Setelah obatnya bereaksi, wanita itu ambruk dan terlelap.


“Sayang sekali wanita secantik ini gila dan ingin mati.”


“Andai dia normal sudah aku kencani berulang kali.” Canda perawat .


Sebuah hal yang mustahil, takdir membawa Frayza dihadapan Dokter Kelvin dalam keadaan trauma berat. Dia menyeka anak rambut yang menutupo rona wajah Frayza. Dan benar, dialah wanita yang seharusnya bersama Ramon. Tapi kenapa Frayza bisa mengalami tekanan mental?


“Fray, bangun Fray!”


Dirinya menyesal sudah menyuntikkan dosis dobel dalam tubuh Frayza yang bisa mengakibatkan pingsan lama. Jika dalam waktu tiga hari Frayza tidak sadar, maka resiko ringannya adalah cacat kelumpuhan anggota badan. Dia langsung membawa Frayza ke dalam Laboratorium kerjanya. Guna melakukan observasi lebih lanjut, agar Frayza lekas tersadar. Niat awalnya, dia ingin bebas dari masalah. Tapi sepertinya Dokter Kelvin terjebak sendiri dalam masalah yang dibuatnya.


“Aku mohon Fray, bangunlah. Ramon pasti senang kau berada disini, sekarang dia sudah menjadi ketua pengamanan kerajaan. Kau harus tetap hidup Fray, jangan lemah kumohon.” Dokter Kelvin selalu berada didekat Frayza selama pingsan.

__ADS_1


__ADS_2