TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
YANG SAMA, NAMUN BERBEDA DARINYA


__ADS_3

“Tuan Hikashi, apakah benar Anda yang memerintahkan Pelayan untuk mencopot foto Nyonya Frayza diseluruh dinding Kastil?”


Tarapan mata Hikashi yang teduh itu mengisyaratkan bila ia berada di kondisi yang tenang. Kemudian Hikashi menjawab “ Aku yang menyuruh Pelayan untuk menurunkan foto mendiang Frayza.” Jawabnya.


“Lalu Tuan muda Jade setuju?”


“Putraku tidak akan tahu makna kehilangan sebelum ia menemukan belahan hatinya (perempuan).” Hikashi yang memakai selimut warna putih dijadikan jubah berjalan usai meziarahi makam Frayza pagi ini.


Patrick tidak percaya dengan tindakan Hikashi ini, menurutnya ini aneh. Dan perlu dibicarakan dengan Jade. Hari ini Jade sudah aktif masuk kuliah, dia sudah sedikit merasakan bangku Universitas.


KAMPUS (JADE POV)


Sekumpulan pemuda tengah bercengkrama di kafetaria. Mereka sibuk membahas hal sedang ramai jadi topik. Yaitu kampus mereka kedatangan mahasiswi baru, seorang Putri bangsawan dari Rusia. Kecantikannya menjadi buah bibir dikalangan lelaki kampus.


Savakrov, itulah nama gadis berambut merah. Bermata coklat, wajah tirus bak telur terbalik. Kulitnya yang putih, membuat bibir tipisnya menyala kemerahan. Tubuhnya yang tinggi ramping membuatnya tampak jenjang. Gaun apapun selalu pas dan menarik jika menempel ditubuhnya. Begitulah, Sava panggilan orang-orang menyebutnya.


Setiap hari Savakrov ditemani pengawal pribadi bernama Mozure. Badannya tinggi besar dan seram. Dialan pria yang selalu mengikuti Sava kemana pun. Kono ceritanya Sava adalah anak tunggal. Orang tuanya menjalankan bisnis gurita masing-masing. Seperti pada umumnya keluarga konglomerat. Sava dilimpahi materi dan fasilitas yang menunjang. Tapi dia juga gadis yang arogan dan kasar. Ia tak segan becara kotor dan berperangai bak preman. Namun, tidakan buruknya itu tertutupi oleh kecantikan paras serta kemolekan tubuhnya. Selain Mozure yang menjadi pengawal pribadinya. Sava memiliki budak perempuan, orang-orang menyebutnya. Dialah Hasley Fang, gadis pencampuran inggris – Asia. Gadis berkacamata tebal yang selalu memakai celana jumping disetiap ada kesempatan. Pekerjaan gadis itu tak lain ialah melayani Sava seperti menyiapkan makan, mempersiapkan materi pelajaran dan membawa barang bawaan Sava yang banyak.


Jade dan Sava masuk di klub berkuda kampus, jadi intensitas pertemuan mereka bisa dikatakan jarang. Oleh karena itu Sava berinisiatif untuk pindah Fakultas yang sama dengan Jade. Karena Sava sebelumnya mengambil jurusan yang berbeda pula. Jadi ia butuh seseorang yang bisa memuluskan jalannya. Yaitu lewat Hasley Fang, gadis pintar yang memperoleh beasiswa. Alhasil Hasley yang kebetulan kekurangan biaya, bisa tertolong lewat Sava.


Sikap Sava yang semena-mena terhadap Hasley membuat orang empati. Namun, tidak ada yg bisa membantu. Pernah suatu ketika saat Sava menendang kepala Hasley yang memungut pemerah bibirnya ditanah. Keesokan paginya, orang yang membantu Hasley mengalami kecelakaan dan cacat. Dari gosip akun yang beredar, bahwa Mozure yang mencelakai mahasiswa tersebut. Sejak saat itu, jika Sava merundung Hasley. Tidak ada yang berani menolong gadis Malang tersebut. Sava wanita cantik yang berwujud bidadari, namun dalamnya iblis. Itulah sebutan Sava yang disematkan padanya. Lantas apa hubungannya dengan Jade? Tentu saja ada, dulu saat Jade tiba di Inggris. Ia hendak kabur dari Kastil, mencuri salah satu mobil super balap milik Hikashi. Bocah itu hilang kendali dan menabrak mobil sebuah keluarga yang melaju diarah yang berbeda. Dan penumpang mobil itu semuanya tewas, yang selamat ialah Putri sulung mereka. Gadis yang kornea mata kirinya rusak. Akibat pecahan kaca, dan harus mengalami kecacatan. Dan gadis malang itu Hasley Fang. Jade yang tahu identitas keluarga Fang yang menjadi korban kecelakaan itu. Hanya bisa memperhatikan Hasley dari kejauhan. Ia ingin meminta maaf dan mengakui kesalahannya, namun tak mampu ia lakukan.


Karena itulah, Jade selalu memohon kepada Hikashi agar selalu memberikan beasiswa untuk anak-anak tidak mampu. Yang salah satu dari mereka Hasley diikut sertakan. Karena mata kirinya cacat, kondisi penglihatan Hasley tidak begitu Bagus. Jade semakin merasa bersalah, ketika Sava menjadikan gadis itu sebagai budaknya. Walaupun dijaman modern itu sudah dihapuskan dan diperhalus menjadi Asisten khusus.

__ADS_1


“Jade, tak bisakah kau menghadiri acara pesta ku?” bujuk Sava.


“Tidak!” masih menunggangu kudanya.


“Tapi kali ini aku tidak mengundang siapa pun kecuali hanya kita berdua,” sambil melebarkan bibirnya tersenyum.


“Jalan Fire (nama kuda Jade) jalan... “ Jade memacu kudanya agar segera pergi dari gangguan Sava.


Merasa ajakan kencannya selalu ditolak Jade, Sava murka. Dia menjambak rambut Hasley dan berkata “ Jika kau tidak bisa membujuk Jade untuk datang ke pestaku, maka kupecat kau!”


“Ba-baik Nona.” Jawab Hasley sambil merintih kesakitan, rambutnya ditarik.


Sebenarnya Sava sudah puluhan kali membuat pesta agar Jade berkenan hadir. Namun, sekalipun Jade tidak pernah datang. Dan berakhir kekecewaan, Sava sudah kehabisan akal. Akhirnya ia melampiaskannya kepada Hasley, agar pujaan hatinya mau diajak berkencan. Parahnya lagi, Sava akan memecat Hasley jika gagal. Gadis ini tak ingin masa depannya hancur karena putus kuliah. Maka ia memberanikan diri untuk menyapa Jade terlebih dahulu


Diruang ganti khusus Hasley sudah menunggu Jade, gadis itu tahu kata sandinya. Dengan wajah yang lelah dan mata yang berkaca, bibirnya bergetar hendak memohon kepada Tuan muda Alexander. Ia melangkahkan kaki kanannya dan “Emmb.... “ kedua lisan remaja itu saling beradu rasa.


Dia berjalan mundur dan menempel tembok, Hasley tertunduk bisu. Tangan Jade yang kekar menyeka rambut Hasley. Ia mengusap pipi yang kebiruan bekas tamparan Sava. “Aku mohon Jade, sekali ini saja.” Pinta Hasley.


“Aku tidak bisa!” tolak Jade.


“Dia akan melakukan hal lebih dari yang diwajahku ini, lihatlah.” Hasley mengangkat gulungan lengan kemejanya.


Tampak luka bekas cakaran kuku Sava yang menggores kulit. Jade menutup matanya, membayangkan kegilaan Sava. Ia tak bisa menjadikan Hasley tamengnya lagi untuk menghindari Sava. Kali ini Hasley bahkan tidak menolak dilumat bibirnya, yang sebelumnya selalu ditolak.

__ADS_1


“Ku turuti keinginannya, tapi sebelum dan sesudahnya. Kau harus menurutiku?” Jade mengajukan persyaratan.


“AKU MAU!” jawab Hasley dengan polosnya. Ia tak tahu jika separuh Jade ada darah Hikashi. Pria yang sadis terhadap perempuan Asia. Bahaya yang bisa saja melukainya lebih dari Sava berikan. Tapi Hesley sudah menyanggupinya, jadi Jade harus menyanggupi undangan Sava.


Hesley langsung mengabarkan kepada Sava, jika Jade menyetujui undangannya. Savakrov sangat bahagia, ia memeluk Hesley seolah pahlawan yang datang dari perang. Persiapan demi persiapan ia rangkai demi kesempurnaan acara bersama Jade.


KASTIL ALEXANDER.


Suasana hati Hikashi bernajak membaik, ia sudah terbiasa tanpa bayangan Frayza. Tak lagi rajin menyambangi makam yang berada di taman. Hikashi juga sudah beraktivitas seperti dahulu kala, seperti bekerja, rapat, menghadiri jamuan penting dan kegiatan sosial.


Patrick mematikan lampu utama dan menyalakan temaran kecil untuk penerangan koridor. Antara matanya yang mengantuk atau bayangan horder yang diterpa angin. Ia seolah berhalusinasi melihat sosok yang lewat begitu cepat. Jalan dan abaikan saja, Patrick lalu masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.


Ruangan tengah ialah tempat favorit Frayza semasa hidupnya dulu, kini ia berdiri disini. Sepertinya ia ingin berdansa dilantai yang memiliki suhu tubuh yang sama dengannya. Kakinya tak lagi menyentuh bumi, ia melayangkan tubuhnya yang ringan diruangan. Menari-nari mengitasi seluruh ruangan. Frayza menjadi penari yang anggun dan gerakannya molek Indah.


“Si, siapa kau!” Hikashi akhirnya melihat dimensi lain dari Frayza. Wanita yang selalu hadir dimimpi dan lamunannya.


“Aku... Aku hanya kembaran mendiang istrimu...” dimensi lain Frayza itu menjauhi Hikashi karena ada manusia yang bisa melihat sosoknya.


“Bukan, kau pasti Frayza kan. Semuanya mirip tak ada yang kurang, siapa kau!” tangan Hikashi tak bisa menjangkau tubuh transparan wujud Frayza.


Suka atau tidak suka, akhirnya wujud lain Frayza dapat dilihat Hikashi. Rasa rindu dan hampa yang ia rasakan kini terobati. Walaupun tak bisa ia raih, setidaknya keduanya bisa berkomunikasi lagi.


“Frayza, katakan padaku bagaimana kau bisa meninggal?”

__ADS_1


“Sebenarnya Aku,...”


Bersambung dulu ya Besti, hehehe. Maaf ya Author jarang up dikarenakan kurang ide. Semoga Pembacaku masih Setia dengan Novel karya Vitamin A. Oiya Author sedang sakit mata, minta doanya ya semoga lekas sembuh. Semoga kalian selalu sehat dan banyak uang. Dahh


__ADS_2