TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
BUKTI PERSELINGKUHAN ANDREAS


__ADS_3

Kebetulan sekali, saat Julian datang ke apartemen. Saat ini Frayza tidak ada ditempat. Ia bergegas memilah barang yang diperlukan saja. Ia melihat sekeliling ruangan yang biasa ia bersama lakukan dengan penghuni didalamnya. Biasanya Julian membereskan rumah dan Frayza menyiapkan sarapan. Lalu ada bibi Fang yang mengurus Seven, hal ini tak bisa Julian hapus dari ingatannya.


“Sedang apa kau disini?” Frayza memergoki Julian yang keluar dari apartemen membawa koper.


“Kak, aku mengambil barang-barangku dan akan pergi. Sebelum itu, aku minta maaf sudah mengecewakanmu.”


Plaaakkk!!! Tamparan mendarat keras dipipi Julian. “Apa kau tahu betapa takutnya aku saat orang gila itu membawaku pergi!” Frayza bicara dengan nada yang tinggi.


“Kak, aku juga memiliki anak sama sepertimu. Saat itu aku tidak punya pilihan.”


“Apakah kau bertanya padaku, bagaimana pendapatku hah!” Frayza mencaci adiknya yang sudah kelewat batas.


“Aku khilaf Kak, tapi sekarang kau selamatkan tidak kurang apapun?”


“Kau ini memang adik tak berperikemanusiaan Julian!”


Frayza masuk bersama Kenzo yang membawakan belanjaannya. Dan Seven yang sudah tertidur pulas dalam dekapannya. Frayza tidak bisa menahan kekecewaannya karena Julian sudah mengumpankannya begitu saja.


“Kenzo, hiks hiks hiks katakan kepada Tuanmu terimakasih yang sebesar-besarnya. Jika tanpa bantuannya, mungkin aku tidak akan bersama Seven sekarang.”


“Baik Nona, nanti saya sampaikan dan jaga diri anda. Jika terjadi sesuatu hubungi aku secepatnya. Selamat malam.” Meletakkan belanjaan Frayza di dapur.


Usai melihat Julian berkeliaran bebas, Kenzo langsung menyeret anak muda itu. Dan memasukkannya kedalam mobilnya.


“Dasar tidak berguna!” membanting pintu mobil.


“Apa kau tidak bisa bersikap sopan!”


“Kau pikir dirimu siapa?” ketus Kenzo menjawab. Ia mengendari mobilnya menuju sebuah jembatan yang besar. Lalu ia menepikan mobilnya, menyeret Julian dan menghajarnya hingga babak belur.


“Kalau aku tahu kau biang keladinya, dan bukan saudara Nona Frayza. Pasti aku buang tubuhmu ke sungai ini!” Kenzo mencekik leher Julian yang hendak dilempar ke sungai.


“Errgghhh.... Eeerrrggghhhh.” Berusaha melepaskan lehernya dari cengkraman tangan Kenzo.


“Kau tahu, keluargamu sudah menjadi beban bagi hidup Tuan Hikashi! Jadi pergilah dengan dosamu!”


Byuurrrrr, Julian terlempar ke sungai karena Kenzo amat kesal. Kenzo mengendorkan kerahnya usai melempar Julian.


*


*


*


Franda menikmati ritual malamnya yang sempurna ini. Ia tidur dengan nyenyak tanpa terusik apapun.


“Hatcuh....hatcuhh.”


“Kau kenapa bersin-bersin, lekaslah minum obat!”


“Iya Kak,” Julian menjawab lemas. Ia membuka kotak obat dan meminumnya segera.


“Semalam kau kemana tidak ada dirumah?”


“Aku mengambil barang penting dirumah Kak Fray.”


“Lalu kenapa bisa flu?”


“Semalam aku tidak memakai jaket saja. Aku mau tidur dulu, Kak.”


“Hemmbb baiklah,” Franda menikmati sepotong roti panggang. Ia melirik ponselnya ada pesan masuk dari Kenzo. Rupanya Kenzo juga sakit minta dibawakan obat.


Diranjang ini Kenzo menggigil kedinginan dan bersin-bersin. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Franda datang membawa kotak obat. Kenzo menguatkan dirinya untuk bangun membukakan pintu.

__ADS_1


“Ya Tuhan, kenapa kau payah sekali.” Franda perhatian kepada Kenzo yang kelihatan kacau.


“Ha-hhaaatcuuhhhh!” bersin.


“Hisss kau menyebarkan virus, menjauhlah.”


“Hemm, apakah kau membawakan aku obat?”


“Ini, pilih sendiri!” menyodorkan kotak obatnya.


“Aku mana tahu mana obat flunya Franda, apa kau tidak tulus ku mintai tolong!”


“Cih, sejak kapan kau menjadi sentimentil seperti ini?”


“Sopiri mobilku, bawa aku kerumah sakit!”


“Oh tidak bisa, aku nanti mau bekerja. Naik taksi saja, adikku sakit saja tidak semanja dirimu huih.”


Kenzo mendekatkan wajahnya tepar dihadapannya “Kau tahu penyebab aku sakit, itu semua ulah adikmu yang menyebalkan!”


“Julian?”


“Ya, semalam ia datang kerumah Nona kami mengambil barang. Dan ini semua ada keterlibatan Julian. Karena Frank menculik Frayza sebaga barter putrinya. Jadi aku tidak sengaja menyinggungnya dan ia masuk ke sungai. Kenapa?”


“Kau!” memukul dada Kenzo berungkali.


“Hentikan!” mengankis tangan Franda yang menyerangnya bertubi-tubi.


Franda membawa dua orang bocah besar ini ke rumah sakit untuk dirawar lebih intensif. “Kalian ini merepotkanku saja, awas saja kalau berkelahi lagi!” Ancam Franda kesal.


“Kakak mau kemana?” Julian tak ingin ditinggalkan seruangan dengan Kenzo. Pria yang menceburkannya ke air sungai semalam.


“Bekerja ini sudah mau siang. Lagipula aku sudah meminta Rose untuk membesukmu pada jam makan siang.”


“Dasar manja!” cibir Kenzo yang lebih santai.


“Aku membayar kakakmu, jadi apa salah kalau meminta keuntungan sedikit darinya.”


“Kak, benarkah itu?” Julian penasaran apakah yang dikatakan Kenzo benar.


“Sudah-sudah, kalian berdua ini terlalu cerewet. Aku mau pergi bekerja dulu, baik-baik disini ya. Jangan pada berantem atau mencari sungai lagi.” Menyindir keduanya.


Semalam memang benar Kenzo mendorong Julian, tapi kemudian ia berenang dan menyelamatkan Julian. Alhasil mereka pulang dalam keadaan basah kuyup. Dan terjadilah flu yang membuat mereka dirawat inap seperti sekarang.


Saat jam istirahat, benar Rose datang membesuk Julian disana. Ia tampak panik dan menunjukkan perhatiannya.


“Eherrrmmmbb, yang satunya sudah menjadi janda kaya. Dan satunya masih melajang, dan memiliki anak. Kenapa tidak menikah saja, fiuh.” Meniup kukunya yang baru saja dipotong.


“Tuan Kenzo kau menyindir kami ya?” Rose bertanya kepada Kenzo.


“Biarkan saja Rose, orang itu memang aneh. Dialah menyebabkan aku menjadi begini.”


“Haiii akulah yang menolongmu ketika hanyut, jangan berlebihan karena kau ada yang memperhatikan.” Kenzo terpancing emosinya. Dan menantang duel lagi.


“Haiii sudah... Sudahhh ini rumah sakit bukan rumah lukaaa!!!” Rose menengahi kedua pria yang mulai bersitegang.


Sampai pada akhirnya perawat memisahkan ruangan mereka. Dan Kenzo masih menaruh perhitungan kepada Julian.


Sementara itu Andreas datang lagi ke butik untuk menemui Frayza lagi. Cukup lama juga ia menunggu Frayza dan akhirnya ia berkesempatan untuk mengajaknya makan keluar. Frayza mengundang tamu untuk bergabung dengan mereka di meja makan yang sama.


“Franda? Kenapa kau ikut kemari, bukannya kau itu.” Andreas terkejut ternyata tamu yang diundang Frayza adalah Franda.


“Kau mengenalnya?”

__ADS_1


“Embhh, tidak juga. Kami tidak begitu dekat saja kok. Sayang kau jangan salah paham ya,” memegang kedua tangan Frayza meyakinkan agar terjadi salah paham.


“Franda duduklah disebelah Andreas, aku sudah memesan makan. Kau tinggal pilih menu yang kau suka.”


“Sayang, kenapa kita haru makan bersama disini? Aku kan mau makan bersama denganmu saja.” Andreas tidak nyaman duduk disebelah Franda.


“Tenanglah, ada satu lagi tamu yang akan datang. Tapi belum tamu itu datang nikmati dulu hidangannya.”


Frayza memikirkan untuk menanyakan hal yang ingin ia ketahui. “Franda-Andreas, kemarin ketika kalian bersembunyi dipojokan aku sudah melihat rekaman video dan suara kalian. Bisakah kalian jelaskan tentang hubungan keluarga macam apa kita ini dahulunya.”


Franda menggerakkan giginya melirik Andreas yang terus menatap Frayza. Proa disebelahnya ini tidak memalingkan wajahnya dari wajah Frayza. Apa karena sekarang Frayza lebih cantik dari dirinya mungkin?


“Kau menyebutnya juga kan Andreas. Jika Julian adalah adik Franda, berarti secara tidak langsung aku adalah kakak dari mereka berdua bukan?” Frayza menarik tangannya yang dipegang erat oleh Andreas.


“Sayang, aku hanya tahu jika ternyata Julian adalah adik Franda itupun dari Frank. Sebaiknya kau jangan bahas lagi hal lain, aku ingin memperkenalkanmu secara resmi.”


Franda merasakan hatinya sakit tidak dianggap pengorbanannya ketika masih sakit dirawat bersama. “Andreas dan aku menjadi kedekatan saat kami sama-sama dirawat dirumah sakit. Dulunya kami hanya kenalan biasa, karena aku adalah tunangan dari Frank. Sekarang aku ingin memperjelas lagi, karena aku juga tidak mau bertele-tele lagi. Kak Frayza, kau adalah saudari tiriku yang hilang ingatan. Karena aku yang merebut Frank darimu. Dia adalah bekas pacarmu yang menyiksamu dimasa lalunya. Dan saat ia mengetahui kau masih hidup, ia berencana memilikimu lagi. Tapi sayangnya, ajal sudah mendahuluinya.”


“FRANDA JAGA UCAPANMU!” Andreas marah kepada Franda.


“Itu sebabnya dia berambisi kepadaku,” Frayza merasa ketakutan karena teringat penculikan oleh Frank.


“Sayang, jangan dengarkan dia ya. Franda hanya mengarang cerita, dia dulunya seorang aktris pandai berakting. Ayo kita pindah restoran saja, kita bahas hubungan kita saja.”


“Hubungan? Andreas, bagaimana bisa kau tidak peduli tentang masa laluku. Aku sedang bertanya kepada Franda kenapa kau mengamhasutku agar berhenti tahu fakta yang sebenarnya!”


“Itu benar, karena aku juga ingin memilikimu dan menjadi ayah Seven. Aku bisa memberikanmu keluarga yang utuh dan bahagia. Dengarkan aku Frayza, sekarang kau hanya mempunyai satu pilihan hidup bersamaku!”


“Maafkan aku Andreas, saat ini aku lebih tertarik membahas hal yang kalian sembunyikan dariku.”


“Apa yang aku sembunyikan darimu?”


“Ketika aku memberikan kesaksian dirumah sakit, bibi Karen dengan jelas membanggakan wanita yang selalu menjaga dan merawat putranya. Dan bibi Karen mengatakan kalau saja bisa. Lebih baik menikahi gadis daripada janda beranak satu!”


“Mustahil, ibu sangat menyayangimu dan Seven. Begitu pula ayahku, Sayang kau jangan mengarang cerita yang tidak-tidak.”


“Lalu ini apa? Bibi Karen mengirim foto ini kepadaku? Apa kalian ini tidak waras saling berciuman dibalkon rumah sakit!” melempar foto-foto kebadan Andreas.


“Kak Frayza, maafkan aku yang sudah menikungmu untuk kesekian kalinya. Andreas sebaiknya kau akui saja jika kita memang mukai saling tertarik. Aku pamit dahulu, silahkan kalian selesaikan masalah ini.”


Andreas memunguti foto-foto dirinya yang tengah berada di balkon. Berulang kali ia menyangkal jika dia hanya berbicara saja. Tidak melakukan hal konyol seperti dalam foto. “Waktu itu aku sedang memikirkanmu, kenapa tidak bisa aku hubungi Fray!” Andreas masih bersikeras bila gambar itu tidak benar.


“Cukup Andreas, terimaksih banyak atas penjelasanmu. Kita akhiri saja pertemuan ini,” Frayza pergi usai mengatakan hal ini. Sedangkan Andreas mengejarnya, tapi dihadang oleh Karen.


“Jangan kejar ia, bicaralah dengan ibu dari hati ke hati. Ayo masuk kedalam restoran lagi, ada yang ingin ibu sampaikan.”


Frayza tiba di butih dan menerima surat pengunduran diri dari Franda. Ternyata Franda sudah menyiapkan surat pengunduran dirinya. Frayza sebenarnya tidak ingin Franda berhenti bekerja. Sebab yang merekrutnya ialah Julian. Jadi ia tidak memiliki hak untuk itu.


Franda memasuki mobil sedan hitam yang menunggunya di parkiran bawah tanah The Royal Golden. Pria itulah yang sudah mengedit foto-foto Franda dan Andreas menjadi intim dan romantis. “Aku sudah mengerjakannya, tapi Kak Frayza belum memutuskan pertunangannya dengan Andreas.”


“Setidaknya Frayza sekarang menjadi ragu kepada Andreas dulu. Setelah ini kau dekati ibunya Andreas. Dan buat ia menjadikanmu calon mantunya!”


“Tapi, apakah aku bisa menggeser posisi Kak Frayza?”


“Kau adalah aktris yang pandai berakting kan Franda. Nona Frayza hanya perlu dibuat patah hati dan tidak memiliki harapan saja. Setelah itu biar aku yang urus.”


“Jika aku gagal membuat Andreas jatuh Cinta padaku apa tindakanmu?”


“Lakukanlah cara licikmu, kau akan memperoleh Andreas seutuhnya.”


“Jadi karena ini aku bekerja untuk Tuan William agar mantan istrinya kembali lagi?”


“Tuan William tidak akan merebut paksa, ini hanyalah trik saja. Jika memang mereka tidak berjodoh, berarti Nona Frayza memang kembali ke tuan William bukan?”

__ADS_1


“Cerdas sekali, kembalilah ke rumah sakit. Aku mau berdandan dan menemui ibu Andreas. Karena tadi Kak Frayza juga mengundangnya disana. Aku takut kalau foto-foto editan itu diperiksa ketahuan palsu.”


“Semoga misimu Lancar Franda.” Kenzo kembali ke Rumah sakit ia dirawat. Ia dan Franda menyusun rencana kembalinya Frayza ke Hikashi. Walaupun ia harus menjadi perusak hubungan dengan Andreas, tunangannya sekarang.


__ADS_2