TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
AYO KITA MENIKAH


__ADS_3

“Ketua Matsumoto, sejak kapan kau tiba di Jepang?”


“Aku lihat performa kerjanya kurang Bagus dan belum mengirimkan laporan pertanggung jawaban kerja. Bagaimana bisa aku begit santai di Inggris sedangkan kau bersantai saja.”


“Ijinkan aku untuk menemuinya, sebentar saja.”langkahnya dihadang pangawal Matsumoto.


“4 jam dari sekarang pesawat menuju Swiss akan berangkat. Ambil tiketnya!”


Matsumoto tak mau mendengar alasan apapun dari Kenzo dan langsung memutasi. Kenzo tak bisa melanggar perintah Matsumoto, walaupun ia ingin sekali mencari keberadaan Frayza.


*


*


*


----RUMAH SAKIT----


“Ehh... Tolong..... Tolonggggg!!!”


“Sudah, kau tidak apa-apa ada aku disini.” Dokter Kelvin menenangkan Frayza yang terbangun dari mimpinya.


“Aku mimpi buruk, seseorang datang padaku setiap malam untuk menyiksaku hiks hiks hiks.” Meraba tubuhnya yang terasa ngilu.


“Kau masih hidup Fray, lihat aku ini siapa? Ini aku Dokter Kelvin, perhatikan wajahku baik-baik.” Frayza ragu apakah ini Dokter Kelvin sebenarnya atau dia masih dialam bawah sadarnya.


Beberapa saat setelah Frayza terbangun dan kondisinya normal, dia nampak murung. Dokter Kelvin datang membawa makanan dan susu untuknya. Lelaki yang sehari-hari menghabiskan waktunya di Laboratorium ini tidak pandai membujuk wanita.


“Aku tidak tahu selera makanmu dan cara membujukmu untuk makan. Tapi sebagai Dokter, lebih baik kau bekerja sama agar keluar dari masalah ini secepatnya.”


“Aku sekarang dimana?”


“Kau berada di Jepang, tapi bagaimana ceritanya kau bisa sampai ke Jepang.”


“Entahlah, aku seprtinya tidak ingat apapun. Terakhir aku hanya ingat berada diatas gedung dan meloncat. Aku tidak ingat apapun selain itu.”


Sepertinya kejadian buruk yang menimpa Frayza terus-menerus ini merusak memori otaknya. Ia datang bersama Kenzo, tapi dia sepertinya sudah kehilangan ingatannya. Perlahan dia mencicipi makanan yang dibawa Dokter Kelvin.


“Dokter, berapa lama aku tak sadarkan diri?”


“Hampir semingguan, kenapa?”


“Apa aku tidak punya keluarga?”


“Emmmbbb, ada. Tapi dia sekarang sedang sibuk, kau dititipkan kepadaku. Apa kau ingin menemuinya?”


“Siapa orangnya?”


“Kalau kau berminat bertemu orangnya, akan aku atus jadwalnya.”


Frayza ingin tahu siapa orang yang dimaksud Dokter Kelvin. Saku jasnya dirogoh untuk mengambil ponselnya. Ternyata Dokter Kelvin sedang bicara serius dengan seseorang yang misterius. Frayza melihat tempat kerja Dokter Kelvin yang penuh dengan alat dan melakukan a penelitia. Setelah beberapa saat lamanya, Dokter Kelvin mengatakan bila seseorang sedang dalam perjalanan kemari.

__ADS_1


“Sebaiknya kau pindah di kamar pasien biasa saja, karena Laboratoriumku ini tidak sembarangan orang bisa masuk.”


“Baik,”


Frayza mendapat kamar pasien pada umumnya, dia menerka-nerka dengan siapa akan bertemu sosok yang spesial itu. Dan saat dibuka pintu, dia mengenal pria yang menjenguknya.


“Fray, maafkan aku baru bisa menjengukmu. Urusanku sangat banyak.” Memeluk erat tubuh Frayza.


“Kau Ramon?”


“Iya, aku Ramon. Pesawat yang kita tumpangi dibajak *******, dan mengalami turbelensi. Kau disandra dan mengalami cidera di kepala.”


Frayza tidak menemukan bekas luka dikepalanya. Apakah Ramon bicara yang sebenarnya, atau dirinya yang terlalu lama pingsan hingga lupa kejadian yang usai dilewatinya.


“Tidak perlu kau ingat-ingat lagi, sekarang kita sudah bersama-sama. Aku sudah memiliki rumah untuk kita huni. Kau pasti sangat bosan bukan tinggal disini.”


“Hu’um,” mengangguk pasrah.


“Kalau begitu kau minumlah obat dan banyak istirahat, aku akan menemui Dokter dulu.”


Setelah minum obat yang telah disediakan, Ramon meminta pengawalnya berjaga didepan pintu.


“Aku ada urusan sebentar, aku titip dia sebentar.”


Ramon pergi ke Laboratorium dimana Dokter Kelvin sedang mematikan saklar lampu.


“Eekkkkk... Ekkkhh...” lehernya tercekik tiba-tiba.


“Katakan, kenapa kau menghapus ingatannya!”


Setelah jeratan dilehernya dilepaskan, Dokter Kelvin mengatur napasnya yang hampir putus.


“Cepat katakan!” desak Ramon.


“Kurang ajar! Seharusnya kau berterimakasih kasih kepadaku karena aku menyelamatkannya dari trauma. Bukan aku yanh menghapus ingatannya, tapi si botak Matsumoto yang melakukannya.”


“Apa hubunganya dengan Frayza?”


“Dia datang kemari dibawa Kenzo, selama kalian berpisah di Bali. Frayza hidupnya kacau balau, dan akhirnya Kenzo membawanya kemari. Dan keberadaannya diketahui oleh Matsumoto, saat Frayza hendak mencoba bunuh diri dari atap Rumah Sakit ini.”


“Kenapa kau tidak bilang hal ini sebelumnya?”


“Kau yang tidak membaca ponselmu atau bagaimana, aku sudah mengirimkan ribuan pesan dan panggilan. Entah kau menyimpan nomorku atau ponselmu sudah kau jual. Sekarang gayamu menanyakan hal itu, berkacalah kalau selama ini kau yang acuh.”


Dokter Kelvin meminta bantuan Matsumoto agar menghapus trauma dan kenangan Frayza yang berhubungan dengan Hikashi. Karena Matsumoto mengatakan jika Hikashi sudah melupakan sosok yang berkaitan dengan Fred. Dan saat itu juga Frayza tengah koma tak sadarkan diri. Makan Dokter Kelvin menyetujui saran Matsumoto. Kedepannya, baik Hikashi dan Frayza sudah saling melupakan. Karena ingatan diantara mereka sudah terhapus masing-masing.


“Jika kau tidak bisa menampung Frayza, aku hanya memberimu saran. Berikan kehidupan yang baru, kau juga seharusnya merelakan Digna.”


“Jangan sebut nama wanita itu lagi, aku akan menjaga Frayza sebisaku. Aku akan menikahinya dan memberikan kehidupan yang baru.”


“Tapi, dia tidak akan pernah bisa hamil lagi.”

__ADS_1


“Apa kau bercanda, dia sehat dan tidak cacat. Kau mau menikungku atau mendukungku?”


“Aku adalah orang yang memiliki riwayat salinan kesehatannya. Bacalah dengan baik, jika kau menikah dengannya. Kau tidak akan memiliki garis keturunan. Ketika menikah, anak adalah pengikat hubungan yang kuat.”


“Masa bodoh dengan ucapanmu, ikatan kuat dari hubungan ialah kesetiaan. Jika memang dalam pernikahanku dengan Frayza tidak dikarunia keturunan. Maka aku sendiri yang mengatakan bahwa aku yanh mandul.”


“Aku mengatakan tadi agar kau yakin dan tidak menyesal suatu hari bila dia tidak kunjung hamil juga. Aku tidak bisa menikahi Frayza karena pekerjaanku ini sangat rawan dengan kesuburan. Aku takut dia kecewa menikahi pria yang sulit membuahi sel telur.” Ternyata Dokter Kelvin memiliki masalah kesuburan reproduksi.


Sesuai janjinya, jika keadaan Frayza sudah membaik. Maka bisa kembali ke rumah Ramon. Rumah sederhana yang teduh dan jauh dari kebisingan Kota. Dokter Kelvin akan terus mengawasi perkembangan mental Frayza. Dia juga berjanji akan mengunjungi mereka bila ada waktu. Untuk merayakan kesembuhan Frayza. Ramon mengajaknya untuk berbelanja dan makan malam. Frayza sudah bisa menemukan belehan jiwanya yang hilang. Ramon berhasil membuatnya tersenyum dan bahagia.


“Lihat, ada kembang api!”


“Disini menjadi tradisi ketika seorang pria hendak melamar kekasihnya. Frayza, maukah kau menerima lamaranku dan menjalani sisa hidup bersamaku?”


Orang-orang menyoraki Ramon yang berlutut dihadapan Frayza. Pria itu mempersembahkan kalung sebagai bukti keseriusannya.


“Kenapa tiba-tiba sekali, aku sangat gugup.”


“Aku sudah lama memikirkan hal ini, dan aku yakin bahwa kau adalah pasangan hidupku. Tolong terima aku ya, karena kalau aku ditolak bisa malu aku.” Sambil memohon agar permintaannya di luluskan.


“Hahahaha... Iya aku mau,” jawab Frayza dengan tertawa geli.


Orang-orang menyoraki kejadian istimewa ini. Banyak orang yang mengabadikan momen indah ini untuk diunggah di platform hiburan.


“Terimakasih ya mau menerimaku, kalau kau menyesal. Besok kau bisa mengembalikan kalungnya lagi.”


“Kau ini, sudah memberikan kalungnya bilangnya begitu. Yang aku terima kalungnya, tapi aku tolak dirimulah hahaha.”


“Ah kau ini curang sekali, aku gelitikan nih sampai kamu nyerah. Hayooo nyerahh tidakkkk.” Ramln terus menggelitiki bagian tubuh Frayza yang memang mudah geli.


“Hahahah ampun... Ampunnn.... Harusnya kau berikan aku mobil dan liburan mewah. Hahahah.”


Akhirnya Ramon dan Frayza bersatu kembali setelah sekian lama mereka terpisah. Kini Ramon akan selalu menjaga Frayza. Karena dia tidak memiliki siapapun lagi, begitupun dengan Frayza yang sudah sebatang kara. Mereka terus bersenda gurau hingga masuk kedalam rumah Ramon.


“Jalankam mobilnya!”


“Baik Tuan.”


Ternyata Hikashi melihatnya dari dalam mobil mengawasi Frayza dan Ramon. Entah sejak kapan Hikashi tiba di Jepang tanpa sepengetahuan Matsumoto. Ternyata Hikashi memiliki intuisi yang sangat tajam.


Rumah baru Hikashi belum sepenuhnya selesai di bangun. Tapi Hikashi memutuskan untuk berada disana untuk sebuah urusan. Pengawal membukakan pintu untuk Hikashi. Dia memakai sarung tangan hitam dan membawa cambuk. Sepertinya dia hendak melakukan hal yang janggal lagi. Dia menuruni anak tangga menuju ruangan bawah tanah yang gelap.


“Dia masih belum bicara lagi Tuan.”


Cetarrrrrr (mencambuk wanita yang menjadi tahannanya) “Aku akan membebaskanmu, tapi kau harus mengabdi kepadaku.”


Pengawal Hikashi meminumkan cairan kemulut wanita yang disandra. Minuman yang rasanya sangat panas dilidah.


“Lepaskan dia, dan persiapkan untuk misi selanjutnya.”


“Baik Tuan Muda.”

__ADS_1


Pengawalnya menyeret wanita itu untuk keluar dari tahanan bawah tanah. Sudah ada ambulans terparkir diluar membawa wanita itu. Setelah selesai dengan wanita tahanan yang baru saja diangkut dengan mobil ambulans.


Hikashi tidak sepenuhnya percaya dengan anak buahnya, dia menyembunyikan kedatangannya ke Jepang karena memergoki Matsumoto pergi tanpa seijinnya ke Jepang. Walaupun Matsumoto kembali lagi ke Inggris setelah usai urusannya. Dan ternyata Matsumoto duduk bersebelahan dengan Hikashi ketika dipesawat yang sama. Saat dirinya sudah tertangkap basah oleh Tuannya. Matsumoto langsung memohon maaf dan menceritakan perihal kedatangannya ke Jepang.


__ADS_2