TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
PENGUSIRAN ROSE


__ADS_3

Hari pertama Andreas berdinas di kantornya, Meghan langsung bergegas menemuinya.


“Andreas, kau sudah baca berkasku bukan? Soal penganiayaan Julian!”


“Meghan duduklah dengan tenang, ada hal yang harus aku sampaikan kepadamu terlebih dahulu. Ku harap kau bisa lapang dada.”


“Andreas, aku rasa ini bukan dirimu yang biasanya. Katakan padaku, apa lau mengalami tekanan secara personal?”


“Duduklah dengan tenang dan bersiaplah untuk mendengarkan ceritaku.”


“Kau bukannya membela si penyerang itu bukan?”


“Duduk,” Andreas dengan lirih meminta Meghan untuk duduk dan tenang.


“Begini, mengenai kasus pemukulan Julian jangan dibesar-besarkan lagi. Aku akan meminta pihak penyerang untuk meminta maaf. Ini murni kesalahpahaman saja, jadi laporanmu tidak aku setujui. Maaf Meghan aku harus mengecewakanmu. Aku kemaren sudah bicara dengan Julian. Dan sebagai calon kakak iparnya, aku tahu apa yang terbaik untuknya.”


“Cih, pria bodoh itu!” Meghan kecewa dengan sikap Julian yang lembek sudah ditindas.


Untuk saat ini Meghan lebih baik tidak tahu lebih dalam lagi konflik Julian-Frank. Terlebih ini menyeret Frayza, Andreas tahu dirinya ingin menyelamatkan tunangannya.


*


*


*


Surat somasi sudah diantar dirumah Frank. Yang kebetulan Roselah penerima surat itu. Matanya membaca delik dakwaan terhadap Frank yang menyerang Julian. Dimalam peringatan pernikahan mereka, ternyata Frank berkelahi dengan ayah biologis putrinya. Rose segera berganti pakaian dan meluncur ke kediaman Julian.


“Ikuti Nyonya kalian pergi,” Frank memungut surat somasi yang dibuang Rose ke tong sampah.


Sepertinya Frank mulai mencium gelagat mencurigakan dari Rose. Kenapa hanya dengan membaca surat somasi ia menjadi panik dan bergegas pergi.


Tibalah Rose didepan Apartemen Julian, ia berkali-kali menekan bel. Julian yang dirumah ditemani bibi Fang dan Seven merasa Rose benar-benar pantang menyerah. Akhirnya Julian membukakan pintunya dan mengajak Rose masuk kedalam. Sedangkan itu, anak buah Frank sudah mengkonfirmasi jika benar Rose menemui Julian.


“Kenapa kau berkelahi sampai babak belur?” Rose meratap sedih melihat keadaan Julian.


“Rose, darimana kau tahu jika aku berkelahi. Bukannya ini masalahku.”


“Karena yang memukulimu adalah suami, Frank.”


“Oh jadi kau merasa iba atau kasihan kepadaku?”

__ADS_1


“Julian, ijinkan aku merawatmu sampai sembuh. Dan satu hal, jangan seret Frank sampai ke pengadilan lagi.” Rose memohon belas kasihan Rose.


“Rose, suamimu itu yang menyerangku terlebih dahulu. Aku tidak ada urusan denganmu jadi pergilah dari sini.”


Julian memaksa Rose agar keluar dari rumahnya. Dia tidak ingin Rose hadir lagi kembali dalam hidupnya. “Julian biarkan aku merawatmu, setidaknya aku menunjukkan perhatianku kepadamu. Bagaimana bisa aku tenang jika ayah dari putriku terluka.”


“Rose, apa yang baru saja kau ucapkan baru saja?” Frank sudah mendengar dengan jelas jika Julian ayah dari Cecilia.


Mata Rose terbelalak dan tercengang kala Frank memergokinya diusir keluar oleh Julian. “Sayang, sejak kapan kau kemari?”


“Jawab pertanyaanku wanita juling!” Frank membentak Rose yang mencoba mengalihkan topik. Istrinya yang sudah kepalang panik dan ketakutan ini gagu membatu.


“Aku tidak mau berurusan dengan kalian, pergi dari rumahku!” Julian mengusir pasangan suami-istri ini agar tidak mengganggunya.


“Cepat jelaskan padaku sekarang!” Frank menaikan nada suaranya lebih tinggi. Rose meringkik ketakutan amarah Frank memuncak.


“A-ayo kita pulang kerumah dahulu sayang, tidak baik berdebat disini.” Rose merayu suaminya agar mau diajak pulang.


Setelah tiba dirumahnya, Rose dilempar hingga tersungkur ke lantai dengan keras. “Berani-beraninya kau menyembunyikan rahasia besar selama ini dibelakangku hah!” Frank marah besar kepada Rose.


“Maafkan aku Suamiku, ampuni aku Frank. Hwaaaaaaa huhuhuhu.” Rose memeluk kaki suaminya, ia bersimpuh meminta ampunan kepada Frank. Namun usahanya sia-sia saja untuk membujuk suaminya.


“Pelayan kemasi barang-barang wanita ini, dan jangan biarkan ia membawa anaknya pergi!”


Namun, pelayan sudah selesai mengemasi barang-barang milik Rose. Satu per satu koper dan tas sudah terlempar didepan pintu gerbang rumah mewah Frank. Cecilia yang sepantaran Seven hanya bisa meraung meratapi ibunya yang diusir.


“Suamiku, maafkan aku sebelumnya. Aku janji akan menjadi istrimu yang baik, tapi aku mohon jangan usir aku.” Rose menangis dan terus mengulangi perkataanya. Padahal pintu gerbang sudah ditutup rapat.


Didalam rumah, Frank masih melanjutkan amarahnya. Kali ini ia menghancurkan foto pernikahannya bersama Rose. Serta membakar semua hadiah yang diberikan Rose. Ia naik darah karena istri yang ia nilai polos dan gila kerja. Tak akan berani menipunya seperti ini. Kini Frank mengancam Julian untuk melakukan pertukaran. Jika ingin darah dagingnya selamat, maka Julian harus bersedia menyerahkan Frayza kepadanya. Tentu saja Julian tak tinggal diam, ia mengadukan hal ini kepada Andreas. Selaku tunangan Frayza, Julian tak ada cara lain lagi. Karena Andreas ialah pelindungnya saat ini.


“Apa!” Andreas terkejut saat Julian mengatakan syarat Frank.


“Sebenarnya Frank mengincar kakakku, dengan menyandera Cecilia. Kak Andreas, aku mohon bantulah aku agar bisa menyelamatkan putriku.”


“Sekarang kau baru mau mengakuinya sebagai putrimu. Kemaren waktu Rose meminta pertanggungjawabanmu apa yang kau lakukan. Julian, kau tahu benar aku mencintai kakakmu. Bukan berarti aku dengan sukarela menyerahkan wanitaku sebagai alat penukar. Aku tidak setuju dan menolaknya. Aku tidak bisa menyerahkan wanitaku! “ Andreas berbegas meninggalkan kantornya. Sedangkan Julian masih duduk disana frustasi.


Pikiran Andreas kalut, disis lain Frank adalah sahabatnya. Tapi disisi lain, Frank nyata-nyata ingin merebut kekasihnya. “Tuhan, kali ini biarkan aku egois untuk hidupku.” Ucap Andreas yang tidak mau berkompromi bila menyangkut Frayza.


Ia menjemput Seven dan bibi Fang, kemudian menjemput Frayza yang masih bekerja di butik. Andreas tidak mau kekasihnya dijadikan alat penukaran. Kalau perlu, Andreas membawa kabur Frayza dan Seven ketempat yang jauh.


“Sayang, sebenarnya ada apa? Kenapa kau tiba-tiba membawa kami semua pergi?” Frayza yang didudukan dikursi depan.

__ADS_1


“Kau dalam bahaya Sayang, aku tidak mau terjadi hal buruk. Percayalah padaku ya, aku menyayangi kalian berdua.” Mengusap rambut Frayza.


“Lalu kau akan membawaku kemana?”


“Aku akan membawamu ke tempat yang aman, tinggallah bersamaku. Mulai sekarang biar aku yang urus semua kebutuhanmu. Kau tidak usah berangkat bekerja atau pergi keluar sebelum masalahnya beres. Oke!”


“Sayang, aku takut.” Frayza merasa keberadaanya mulai terancam.


“Tak apa Sayang, maafkan aku yang terlalu khawatir. Aku akan jaga kalian dengan sekuat tenagaku. Kalau perlu aku akan minta pengawal untuk menjaga kalian.” Andreas memeluk Frayza yang menggigil ketakutan. Bibi Fang tak kalah bingungnya lagi. Mendadak ia ikut diungsikan juga.


Rencana kepindahan Frayza ini tidak diketahui oleh Julian. Karena dia pasti akan merengek kepada Frayza untuk menyerahkan diri kepada Frank. Ia ketakutan bila putrinya dianiaya oleh Frank. Sebab Cecilia bukanlah datang dagingnya. Frank terkenal berdarah dingin, itu terbukti ia pernah berulang kali menggugurkan kandungan Frayza. Jadi bagi Frank menyingkirkan musuh-musuhnya tidaklah sulit.


*


*


*


Lagi-lagi Franda melihat Frayza datang bersama Andreas ketika tiba. Ia melihat Andreas memeluk pundak Frayza dengan hati-hati. Franda juga melihat bayi dan pengasuhnya bersamaan.


“Kak Fray,” lirih Franda memanggil Frayza, ia sungkan pernah mencelakai kakaknya.


“Kenapa tidak masuk?” Kenzo keluar mengagetkan Franda.


“Kenzo, sepertinya Kak Frayza sudah menemukan pria yang tepat. Tapi aku lihay mimik wajahnya nestapa dan ketakutan.”


“Mana ada, mungkin kau salah lihat. Ingat, besok kau harua terbang ke Inggris. Jika tidak ingin melewatkan kesempatan emas.” Kenzo juga tengah berkemas untuk kembali ke Inggris juga.


“Sebaiknya aku beritahu Matsumoto jika Kak Frayza sedang dalam masalah.”


Merebut ponsel Franda “Kau ini, apa-apaan mengganggu. Celat kemasi barang-barangmu!” Kenzo menegur Franda agar besok tidak keteteran.


*


*


*


Rose berjalan menyusuri trotoar mencari tempat singgahnya. Ia juga sudah kelaparan perutnya. Sekarang ia bernasib naas, bahkan Frank tidak memberikan sepeser uang kepada dirinya. Dia menceritakan keadaannya kepada Julian jika sudah diusir Frank. Rose terus meneror Julian dengan pesan singkatnya. Dan akhirnya Julian dengan terpaksa menjemput Rose yang menjadi gelandangan.


“Tinggalah bersamaku sampai kak Frayza kembali.” Julian membawa Rose ke Apartemennya.

__ADS_1


“Kemana perginya Kak Fray?”


“Entahlah, aku tidak tahu.” Julia menjaga jarak dan tidak mau banyak membahas hal yang berat.


__ADS_2