
Semakin hari Franda semakin kalap mengkonsumsi aneka makanan. Bahkan Julian sampai ngeri melihat kakaknya yang seperti bola salju menggelinding.
“Kak, hentikan.” Menjauhkan makanan yang tersaji dimeja.
“Biarkan aku makan, kau jangan melarangku tahu!” tak suka diprotes.
“Kak, kasihan ususmu itu harus bekerja lebih keras karena banyak mencerna makanan.”
“Kalau aku tidak makan, aku bisa mati.” Merebut piring makanan yang dijauhkan Julian.
“Kak, apa kau tidak khawatir dengan kondisi keluarga kita. Ayah belum kembali dari Bali. Dan Ibu juga belum pulang.”
“Ayah kan berlibur, wajar jika berlama-lama disana. Dulu waktu kau di Bali hampir setahun tidak pulang.”
“Hemmmb, apa Kak Franda tidak takut kalau Ayah memiliki wanita lain?”
“Jangan katakan hal yang konyol, jika dia berselingkuh pasti akan terekspos media. Lagipula karir politiknya akan hancur kalau membuat skandal. Walaupun Ibu sudah tua tapi masih seperti gadis muda. Ayah tidak akan melakukan hal yang akan membuat kecewa keluarga.”
“Jika yang akan membuat kecewa keluarga adalah Ibu bagaimana?”
“Kau lihat sendiri kalau Ibu sudah berangsur pulih dari traumanya. Sekarang dia berangkat dan pulang kerja rutin.”
__ADS_1
“Aku tidak tenang Kak, tetap saja aku harus turun tangan.” Mengambil kunci mobil dan pergi ke Butik Barbara bekerja.
Julian mencoba mengingat-ingat isi teks pesan mesra yang berada di ponsel Ibunya. Apakah mungkin Ibunya bermain api dengan Frank yang notabenya mantan pacar dan sekaligus tunangan putri-putrinya? Ini mungkin terkesan gila, tapi kenyataannya pesan itu menjadi percakapan antara Barbara dan Frank.
“Itukan mobil Ibu keluar parkiran, mau kemana dia jam istirahat ini. Oh mungkin mau makan keluar, aku ikuti saja kalau begitu.” Julian memutar stirnya dan mengikuti laju mobil Ibunya.
Mobil sedan warna hitam itu mulai memasuki Restoran China yang terkenal mahal. Barbara turun dari mobil, kemudian Julian masuk untui menyelidiki aktifitas ibunya didalam sana.
Duduklah Barbara dan membuka kacamatanya, dia menyapa lewat senyuman kecil. “ Kau sudah lama menungguku ya?” menanyai pria yang duduk menunggunya terlebih dahulu.
“Aku baru datang Bibi,” jawab Frank sopan.
“Aku dengar menu disini didatangkan langsung dari negara asalnya. Pesanlah, hari ini aku traktir.”
“Kenapa?” meletakkan buku menunya.
“Karena aku ingin Bibi berhenti menerorku!”
“Frank... Bukankah sudah aku peringatkan untuk tidak membocorkan rahasia kita. AKU SUDAH MEMBERIMU UANG BANYAK UNTUK MEMBANTUKU MENYEMBUNYIKAN ADAMSON. TAPI KENAPA KAU MEMBERITAHU SUAMIKU!!!”
“Maafkan aku tentang masalah itu Bibi Barbara, aku pikir Adamson hanya sandra biasa.”
__ADS_1
“Asal kau tahu, Adamson Lee adalah ayah biologis Frayza.” Bibir cangkir kopi yang berada didepan mulut Julian berhenti mendengar pengakuan Ibunya. Baru saja dia menguping pembicaraan antara Ibunya dan Frank.
Tempat duduk Julian dengan Barbara saling bertolak punggung. Jadi Barbara tidak tahu jika putranya sedang mengikutinya. Barbara lalu bicara lagi kepada Frank. Dan kali ini Julian berinisiatif untuk merekamnya lewar ponsel.
“Jadi selama ini Frayza bukan anak Paman Simon?”
“Aku merahasiakan ini agar Frayza memperoleh status hukum jelas ketika lahir. Saat aku masih muda, menjalin hubungan terlarang dengan adik kelasku hingga hamil. Karena dia lebih muda dariku dan belum memiliki pekerjaan. Maka aku memutuskan menerima Cinta dari Simon yang sudah lama menyukaiku. Akhirnya kami menikah, dan Adamson kecewa dengan keputusanku. Dia lantas pergi ke Malaysia bekerja di Perkebunan sawit. Kami akhirnya bertukar pesan secara diam-diam untuk mengabarkan perkembangan Frayza. Seiring berjalannya waktu, Frayza semakin mirip dengan Adamson. Aku tertekan karena Simon menanyaiku kenapa Frayza berbeda dari Franda dan Julian. Kebencianku semakin hari tak bisa dibendung lagi, ketika Adamson mulai dekat dengan perempuan lain. Katanya mereka akan menikah dan mengambil Frayza dariku. Makanya aku memperlakukan buruk Frayza sebagai pelampiasan emosiku.”
“Jika Bibi Barbara masih menyukai Adamson kenapa menyiksanya sampaikan akhir hayatnya?”
“AKU MENCINTAI ADAMSON KARENA DIA CINTA PERTAMA DAN TERKAHIRKU!”
“Sekarang Paman Adamson dan Frayza sudah tenang dialam sana. Bibi tak perlu lagi membuat drama perselingkuhan antara kita!”
“Kau pikir akan mudah bagimu untuk lepas tangan? Andai saja kau bisa menutup rapat mulutmu. Mungkin Adamson masih hidup, ini semua karenamu Frank!”
“Iya, semua ini adalah salahku Bi, mulai dari kematian Frayza hingga Paman Adamson. Akulah penyebab kematian mereka,” Frank mengakui seluruh dosa-dosanya.
Julian tak kuat lagi mendengar pembicaraan keduanya, dia memilih pergi dari arah Restoran tersebut. Rekaman suara yang ia rekam kini ia kirim ke Franda. Ketika makan dengan lahapnya, potongan roti dari mulutnya jatuh.
“Ternyata Kak Frayza bukan kakak kandungku, dan Adamson itu ayah biologisnya.” Franda benar-benar syok mendengarkan rekaman suara percakapan Barbara dan Frank. Jadi selama ini Barbara menyembunyikan status Frayza untuk menjaga nama baiknya sendiri.
__ADS_1
Merasa keluarganya dipermainkan oleh Frank, timbullah dendam dari Franda untuk balas dendam. Dia mulai menyingkirkan makanan dari lemari kamarnya. Membeli peralatan kebugaran dan peluntur lemak. Dia berjanji akan diet ketat dan memiliki tubuhnya yang agar Frank terpikat. Sudah cukup baginya selama ini seperti orang bodoh. Kini saatnya ia memberi pelajaran Frank.
Sekembalinya Simon dari Bali, ia mulai pisah kamar dengan Barbara. Mereka tidak saling menyapa dan dingin. Franda mulai tidak nyaman dengan keadaan ini. Ia mendekati ayahnya Simon, tapi tak berhasil. Franda kembali lagi ke misi awalnya yaitu harus langsing lagi. Berat badannya naik sebanyak 20kg, sungguh fantastis.