
Selama masa penyembuhan paska keguguran. Yuki menempati rumah singgah, sebagai wanita simpanan Hiroshi. Ia mendapatkan tempat tinggal yang layak. Pada suatu pagi, diluar kebiasaan Marsumoto tentunya. Pengabdi Setia Hikashi ini, iseng joging pagi. Sebenarnya ada hal lain yang membuat pria paruh baya pengenyot permen loli ini keluar villa nya.
“Tuan,”
“Kau?”
Yuki yang menyapa Matsumoto lebih dahulu, saat keluar membawa sekantong plastik sampah.
“Minumlah, kopi hangat sangat cocok untuk memulai pagi mu.” Sambil menyodorkan segelas kopi panas.
Keduanya lantas duduk di kursi, tepatnya didepan minimarket. Sambil menunggu mie yang ia seduh. Matsumoto mulai mencari topik pembicaraan.
“Ekh... Ehemmb.” Berdehem ala pria sok keren.
“Terimakasih, atas kopi nya. Tapi, Dokter melarangku meminum kopi dahulu.”
“Buang saja, berikan pada anjing yang lewat.”
“....” Yuki berdiri lantas memberikannya kepada siswa yang hendak berangkat sekolah.
“Aku menyuruhnya buang, kenapa kai berikan kepada siswa?”
“Anjing tidak pernah minum kopi dalam sejarah peradaban hewan. Jangan merusak sistem pencernaan, Tuan.”
“Kau!” mengerutkan dahinya.
“Terimakasih atas kopi nya tadi, jangan mudah marah. Anda terlihat lebih tampan jika tersenyum. Terlebih lagi, sekarang Anda memiliki rambut di kepala.”
“Hee... Aku sebenarnya tampan sejak dulu, karena aura ku yang bersinar ini tertutup oleh Bos (Hikashi).”
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
POV HIKASHI,
“Uhukkkk.... Uhukkk...”
“Minumlah,”
“Bahkan saat tidur pun, aku sempat-sempatnya tersendak batuk.”
“Kau belum terbiasa dengan zona waktu saja Sayang.”
“Huft... Istriku, ku rasa kita tidak bisa lagi menunggu lebih lama hidup berjauhan.”
“Seven sebentar lagi menyelesaikan pendidikannya Sayang, aku tidak bisa memaksanya pindah sekolah dalam waktu singkat.”
“Akan aku suruh Matsumoto merawat Seven. Kalau perlu Patrick juga aku pindahkan kesini.”
“Haih, pria itu tampaknya sudah tua.”
“Bersabarlah Sayang,” mengusap perut Hikashi dan mengajaknya berbaring tidur.
“Jujur, aku tidak sabar. Takutnya aku tidak bisa menahan godaan wanita. Apakah kau tidak takut, kesetiaan dan janji suci pernikahan kita ternodai?”
“Akan aku pikirkan Sayang.”
Frayza merasa sakit dan ketakutan kala Hikashi membahas kesetiaan dan godaan dalam pernikahan. Memang tidak seharusnya ia menjadikan Seven alasan tinggal di Jepang. Mungkin sudah saatnya ia kembali disisi Hikashi. Suaminya masih hidup, ia seolah tiada lagi. Karena itu, Frayza yang awalnya acuh mengenai jarak yang jauh. Sekarang mulai ketar-ketir. Karena contoh nyata, Yuki yang dinilai nya gadis lugu dan polos ternyata menjadi wanita lain di kehidupan Hiroshi.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Lanjut Adegan Matsumoto & Yuki.
Cuaca mulai terik, matahari sudah mulai nampak menyinari bumi. Warna yang semu, kini menjadi mencolok dan terang.
“Mau kemana?”
Semabari merapik baju Yuki menjawab “ Kembali ke rumah, aku mau bersiap kembali bekerja.”
“Bekerja dimana?”
“Masih di Butik, bersama Nyonya Frayza.”
“Naik apa?”
“Bus & kereta.”
“Bersiaplah dalam 30 menit, kita bertetanggaan. Aku akan mengantarmu pergi bekerja!” terdengar seperti perintah.
“Ha!” melongo.
“Anggap saja ini belas kasihan dari tetanggamu, kau miskin tidak memiliki kendaraan. Ikutlah di mobilku, setidaknya kau bisa menghemat ongkos transportasi.”
“Terimakasih, tapi arah kita kan berlawanan.”
“Tidak menguras habis isi tangki bensin ku, pergilah pulang. Kemudian mandi, aroma sampah begitu melekat dibajumu cuih.” Menutup hidungnya seolah Yuki memiliki bau menusuk.
Seorang petugas kebersihan melintas, dan mengambil sampah. Ternyata plastik sampah itu tersangkut dan robek. Ternyata isinya beberapa dokumentasi surat perjanjian hubungan asmara antara Hiroshi & Yuki. Sontak ini menjadi bahan berita yang mahal, karena ada stempel resmi yang dibubuhkan. Dan parahnya lagi, Yuki membakar foto kenangan manisnya saat berkencan. Walaupun sudah dirobek. Beberapa potongan photo yang digabungkan dapat dikenali wajah keduanya.
“Wah... Wah... Akan menjadi hal besar ini, akan aku jual dengan harga yang mahal.”
__ADS_1
Ternyata petugas itu memiliki niat buruk yang terselubung. Dia ingin segera menukarnya dengan uang yang banyak.
Kali ini Yuki akan menghadapi masalah besar jika, hubungan gelapnya terbongkar. Tak hanya itu, status Hiroshi bisa dilengserkan karena skandal gelapnya. Terlebih lagi Hiroshi sudah menikahi Putri Aiko.