TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
100% MIRIP AYAHKU


__ADS_3

Sidang telah selesai, seluruh dakwaan yang dituduhkan kepada Hikashi sudah dibacakan juga. Polisi menggiring Hikashi keluar dengan tangan terborgol. Pria itu tak mampu lagi mengangkat wajahnya lagi.


“Hikashiiiii... “ teriak Frayza berlaru yang terhadang petugas berikade.


“Fray!”


“Aku membawa bukti jika kau tidak bersalah!”


“Tidak Fray, aku memang membunuh mereka. Jaga dirimu dan anak-anak kita,” mengusap wajah wanita itu penuh arti.


“Hikashiiii, sekalipun kau tidak percaya padaku. Aku akan buktikan bila dirimu tidak bersalah!”


Mobil tahanan itu diiring oleh mobil polisi, berita ini tentu menggemparkan seluruh penjuru negeri dan dunia. Sosok yang dikagum-kagumi banyak orang ternyata memiliki sifat kejam. Hal yang sangat memalukan. Bahkan jabatannya sebagai anggota bangsawan sudah dicabut secara tidak hormat. Hikashi benar-benar runtuh martabatnya. Rasanya ia ingin mengakhiri hidupnya saja.


Dilihatnya dari balik jendela, sebuah motor balap mendekati mobil tahanan. Ternyata pengemudinya seorang perempuan berambut panjang warna merah. Ya, dialah Frayza yang mengendarainya. Memberikan ciuman jarak jauh untuk menyemangati Hikashi.


“Bocah nakal,” senyum tipis terkembang. Ia hampir saja menitikan air matanya karena terharu. Namun, ia tahan karena ada beberapa Polisi melihatnya.


Frayza berhenti dan mengeluarkan ponselnya. Sepertinya ia meminta bantuan seseorang untuk menyelesaikan kasus ini.


“Baik, aku bersedia. Tapi aku mau melakukannya asal kau memenuhi permintaanku!”


“Baik, cepatlah datang!”


Mendapat kabar itu, Andreas langsung naik pesawat menuju London. Ia diminta Frayza menjadi pengacara Hikashi dalam sidang putusan. Yang akan digelar dalam waktu dekat ini.


“Terimakasih kau sudah berkenan datang kemari Andreas.”


“Ingat, kau harus menepati janjimu.”


“Jangan khawatir, aku sudah menyiapkan imbalan yang besar.”


“Frayyyy!” menarik lengan wanita itu.


“Apa?”


“Aku tidak minta materi, yang aku butuhkan adalah dirimu kembali lagi padaku.” Menangkup wajah cantik yang ia rindukan.


“Andreas ini tempat umum, aku tidak biasa menjadi pusat perhatian.”


Menurunkan tangannya, “maaf, aku terlalu merindukanmu.”


“Selama kau disini aku sudah menyewakan hotel untuk tempat tinggalmu.”


“Aku menolak!”


“Hhhheeeeh! Kenapa?”


“Ya, aku mau tinggal bersamamu dan Seven. Ini keputusan mutlak, kau tidak boleh protes.”


“Hufffttt... Pria selalu menyebalkan.” Menggerutu.


Akhirnya kamar studio ini manjadi sangat penuh dan sesak ketambahan Andreas. Hanya ada satu ranjang saja itupun khusus Jade dan Seven.


“Mama! Siapa dia?” tukang interograsi melakukan tugasnya.


“Jade Sayang, perkenalkan ini Om pengacara teman Mama.”

__ADS_1


“Apa dia pengacara miskin? Jangan tinggal disini!” anak itu langsung memberikan kesan menohok kepada Andreas.


“Jade?”


“Ia anak sulungku, dia memilikinya kepribadian mirip ayahnya hehehe.”


“Pantas,” melenggang masuk kedalam.


Frayza menggelengkan kepalanya melihat perang batin antara Jade dan Andreas.


“Hai sayang Seven, kau tumbuh begitu cepat. Kemari Papa gendong ya.”


“Tuan Andreas selamat datang di London,” Bibi Fang menyapa sembari menyerahkan Seven dari pangkuannya.


Sedangkan disudut ada aura dingin yang kuat. Anak kecil itu duduk menyilangkan kakinya seperti orang dewasa. Melipat kedua tangannya didadanya. Bibirnya menggerutu kesal karena kedatangan pria yang sok akrab terhadap adik dan ibunya. Jade benci Andreas!


“Sayang, kau marah ya? Maafkan Mama.” Memeluk Jade.


“Aku benci pria itu, suruh dia pergi.”


“Iya, dia akan pergi setelah selesai bermain dengan adikmu. Sabar ya, ayo belajar bersama Mama.”


Frayza berhasil membujuk Jade yang marah. Ia mengalihkan perhatiannya kepada si sulung yang mengambek. Sedangkan si bungsu bersama Andreas temu kangen. Setelah 3 jam kedatangan Andreas, Frayza memanggil taksi untuk mengantar Andreas ke Hotel. Awalnya Andreas menolak, setelah Frayza berjanji akan datang ke kamar hotelnya. Barulah Andreas setuju untuk pergi dari hunian mungil Frayza.


“Apakah Mama akan menemuinya nanti malam?” sial, Jade ternyata menguntit Frayza dan mendengar pembicaraannya.


“Jade,” wajahnya kikuk.


“Mama menyukainya? Apakah Mama sudah tidak sayang kepada kami dan Papa!”


“Jade, kau salah paham Nak. Mama hanya berteman dengan Om Andreas tidak lebih.”


“Jade, dengarkan Mama. Jangan marah begitu Nak, Mama mohon dengarkan Mama dulu!” mengejar Jade yang berlari. Kemudian mengunci pintu daei dalam, sehingga Frayza tidak bisa masuk.


Apa-apaan ini, kenapa Jade sikapnya sensitif seperti ini. Untuk saja Frayza tidak jadi menikah dengan Andreas. Entah semengerikan apa amarahnya Jade kalau tahu Andreas mantan tunangannya. Mungkin seperi kebenciannya kepada Nathalie.


“Aku benci Mama, panggil Papa!” ia mengulangi kalimat itu terus.


Wajahnya ia benamkan kedalam bantal sembari tengkurap. Memukul-mukul kasur dan mengacak-acak sprei, membuat keributan.


“Jade, kau membuat Seven takut Nak. Jangan lakukan itu, ayo berhenti menangis.”


“Biar! Aku benci Mama! Bilang Papa untuk kembali!”


“Ya Tuhan,” Bibi Fang mengelus dadanya sabar.


Akhirnya pintu dibuka oleh bibi Fang, sehingga Frayza masuk. Dan meminta maaf kepada Jade. Pelan-pelan ia memberikanp penjelasan kepada Jade. Jika Andreas adalah orang yang akan membawa pulang Hikashi.


“Mama janji, tidak akan berhubungan lagi dengan om Andreas atau pria manapun!”


“Janji?”


“Iya Sayang, Mama sangat menyayangimu.” Akhirnya keduanya berdamai.


Sesuai janji Frayza yang akan datang menemui Andreas. Ia juga membawa Jade bersamanya, seperti pengawal pribadi saja.


“Jade?” menaikkan alisnya.

__ADS_1


“Aku membawanya ikut bersamaku, karena dia adalah putra kesayanganku.” Membanggakan Jade agar tidak cemberut terus.


Jadi Frayza dan Andreas bicara dimeja terpisah dengan Jade. Ia duduk di sofa duduk memperhatikan ibunya bicara dengan Andreas. Sampai akhirnya ia ketiduran karena lelah.


“Aku hanya bisa menyimpulkan jika wanita dalam rekaman inilah yang mengambil berkas dibrangkas Hikashi. Karena aku sudah tahu, ada virus yang dulu kami pakai untuk meretas internet.”


“Kau hebat,” Andreas memuji kemampuan Frayza yang selama ini diluar nalarnya.


“Aku beberapa hari ini mengumpulkan bukti-bukti ini agar kau bisa memperkuat pembelaan di pengadilan.”


“Aku bisa bantu kau Fray!”


“Terimakasih Andreas, sesuai janjiku. Ini bayaran yang sudah aku siapkan separuhnya.”


“Fray, aku tidak butuh ini.”


“Kau membutuhkan uang untuk meyakinkan para saksi. Aku mohon bantulah, ini adalah sikap profesional ku. Diluar hubungan pribadi kita, dan aku minta maaf karena sikap putraku yang tidak sopan. Aku yang salah karena kurang mendidiknya dengan baik.”


Diam-diam ternyata Jade sudah bangun dan menyadari bahwa ia merekam semua pembicaraan ibunya. Ternyata selama ini, ayahnya dipenjara atas tuduhan menghilangkan nyawa. Jade sangat sedih, dan marah. Tapi ia tak bisa berbuat apapun, karena ayahnya melakukan hal itu karena ada sebab dan alasan.


“Malam sudah larut, kau menginaplah disini. Aku akan memesan kamar lain.”


“Lalu Seven?”


“Aku sudah mengirim pesan kepada bibi Fang jika kau dan Jade aman disini.”


“Andreas, terimakasih.”


“Sama-sama Fray,” hati Andreas sangat lembut, ia tidak masalah dengan sikap Jade yanh kasar kepadanya. Mungkin ia akan baik kepadanya setelah ayahnya bebas kembali.


Akhirnya Frayza tidur dengan Jade, saat Fajar buta ia sudah sibuk menyalin delik pembelaan untuk Hikashi lalu menyimpannya. Ia juga memodifikasi kuwe dalam kotak, entak diberikan hiasan agar lebih menarik.


Sayup-sayup mata Jade mengintil ibunya yang sibuk. Ia tahu bahwa ibunya melakukan ini agar ayahnya bebas dari penjara. Jade sangat sedih dengan keadaanya yang berbanding terbalik dari anak seusianya. Tapi inilah resiko menjadi anak seorang Hikashi.


Pagi harinya, Andreas datang lagi untuk mengganti pakaiannya.


“Apa agenda hari ini?”


“Aku perlu kau membujuk mantan suamimu agar ia mau tanda tangan di surat kuasa.”


“Sedikit ragu saja,”


“Mama,” potong Jade.


“Iya Sayang, kau mau minta apa?”


“Aku rindu Papa, aku mau bertemu dengannya.”


“Ini akan lebih efektif bila Jade ikut bersama kita. Dengan adanya anak kalian, mungkin hatinya menjadi luluh.”


“Begitukah? Tapi aku tidak tega melihat ayahnya.”


“Mama, aku rindu Papa.” Rengeknya.


“Baiklah, kalau begitu kita sepakat. Tuan kecil, ayo kita temui ayahmu.”


“Siap!” sejak kapan Jade menurut dengan Andreas? Ternyata hati begitu mudah berpaling.

__ADS_1


Ketiganya berangkat ke kantor polisi, dimana Hikashi ditahan. Pertemuan mengharukan antara ayah dan anak itu berlangsung. Bahkan Frayza tak bisa menahan air matanya karea ia juga merindukan Hikashi.


Adreas memperkenalkan diri sebagai kuasa hukum yang ditunjuk Frayza. Ia menyodorkan semua berkas untuk. Diajukan ke persidangan sebagai pembelaannya. Hikashi tak banyak berkomentar, karena didepannya duduk Frayza. Ia sedikit terusik melihat mantan istrinya bersanding dengan mantan tunangannya. Dan Jade diapit keduanya, menyakitkan hati tentunya. Sudah dipenjara, cemburu pula. Kasihan.


__ADS_2