
√ LANJUTAN,
Frayza memutuskan untuk berpisah dengan Jade. Ia berniat kembali ke kantornya bekerja, karena beberapa hari ini ia sangat sibuk. Dan akhirnya dengan sedikit bujukan. Jade mau pulang diantar Andreas.
Saat Polisi yang menggiring Hikashi masuk kembali kedalam sel. Tiba-tiba ada tamu yang hendak bicara dengan Hikashi. Ialah Nathalie, wanita yang sudah melaporkannya ke pihak berwajib. Ia menawarkan dirinya secara sukarela menjadi kuasa hukumnya. Tapi Hikashi tidak bergemin, dari luar Frayza melihatnya. Ia sengaja kembali lagi, karena ingin memberikan kado ulang tahun.
Hikashi yang melihat Frayza terhalang kaca mengisyaratkan agar dia tetap diam dan seolah mengabaikannya. Frayza merekam semua percakapannya dengan Hikashi. Ia mengakui bahwa ini adalah masalah sepele.
“Tuan William, oh salah sekarang kau bukan Bos ku. William, aku masih mengharapkanmu. Aku bisa membebaskanmu dengan jaminan.”
Hikashi tidak bergeming dan memutuskan untuk mengakhiri sesi jam besuknya. Nathalie seperti terlempar kotoran diwajahnya. Pria yang sudah terjatuh dikubangan lumpur dan hampir mati. Tidak mau menerima pertolongannya, ia begitu sombong.
“Sudah selesai mengunjungi mantan suamiku?”
“Kau! Terimakasih karena kabarnya kau hadir di persidangan cerai. Aku tidak masalah dengan anak-anak mu yang nakal. Tapi aku sedikit terganggu dengan sikap William yang acuh sejak kau datang.”
“Dia bersikap sewajarnya, terhadap wanita yang menjadi selirnya! Ratu adalah pasangan Raja, dan selir adalah gundiknya!”
“Kau!” tangannya naik hendak menjambak rambut Frayza.
“Berani kau sentuh sehelai saja rambutku, akan aku buat seluruh rambut dikepalamu rontok Nathalie!” waw Frayza ternyata lebih garang juga ya. Hebat, sebuah perkembangan diri yang menarik.
“Kau tidak akan pernah berhasil mengeluarkan William dari penjara! Aku bertaruh dengan nyawaku!”
“Dengan senang hati, akulah yang akan mencabut nyawamu Nath. Nikmati saja akhir hidupmu dengan bahagia. Sejauh manapun kau pergi, aku akan mengejarmu seperti bayangan dan suara angin.”
“Apa kau sedang mengancamku wanita tua?”
“Lebih tepatnya aku meladeni tantangan perang melawanmu rubah ekor buaya!”
“Dasar janda tua reyot memalukan!”
“Selir murahan yang merangkak naik tahta!”
Pertikaian kata kedua wanita ini berlangsung sengit. Nathalie memutuskan untuk langsung pergi. Daripada terus meladeni Frayza yang bermulut pedas.
Dengan ijin Polisi yang berjaga, Frayza menemui Hikashi diruangan kedap suara. Biasanya ruangan ini dipakai untuk pasangan suami istri.
“Hikasshiii,” memeluk pria yang tampak lusuh dan kurus.
“Lepaskan, aku kotor.”
Frayza mendongakkan kepalanya dan mengapa jauh kedalam mata Hikashi yang kosong. Ia membuka kepalan tangan Hikashi yang tergenggam erat. “Jade, Seven dan aku menantikanmu.”
“Fray, apakah kau lupa jika kita sudah bercerai. Kau sudah datang kan disidang putusannya?”
“Hikss... Hikksss hiyaaa ahku datang.” Sambil terisak.
“Artinya kita sudah selesai, selebihnya hubungan kita hanya patner membesarkan anak-anak saja.”
“Lihatlah ini!” sreekkkk sreekkkk sreekkk merobek surat gugata perceraian.
“Apa maksutmu ini Frayza!” tidak senang.
“Sampai mati, aku akan menjadi milikmu Hikashi. Suamiku, pelindungku & teman sehidup sematiku.” Berlutut.
“Fray, bangun hai apa yang kau lakukan!”
“Selama ini kau yang mengejarku tanpa bilang perasaanmu. Selalu aku yang menuduhmu bahwa kau menjadikanku ambisimu. Ijinkanlah aku memperjuangkan dirimu, anggap saja aku mengemis cintamu lagi hiks hiksss.”
“Frrrrayyy!” memeluk erat kekasihnya yang amat ia cintai begitu dalam.
“Bagaimana bisa kau bertindak sejauh itu Hikashi. Kenapa kau tidak bilang sejujurnya, aku mohon jangan tolak aku.”
“Aku malu mengakuinya, jujur aku cemburu melihatmu bersama Andreas.”
“Tapi kaulah yang aku cintai Hikashi.” Memegang dagu pria tampannya.
“Dimana cincinmu?”
__ADS_1
“Aku menjualnya, tidak mudah bagiku untuk bertahan hidup dalam situasi sesulit ini.”
“Itukan cincin hadiah pernikahan kita saat di Swiss.” Kecewa.
“Aku rela kehilangan apapun dan segalanya. Asal satu, yaitu kita!”
“Jangan melambungkan angan-anganku Fray. Kau tahu ancaman hukuman apa yang menantiku.” Memalingkan wajahnya.
“Asal kau tahu Hikashi, saat sidang digelar. Aku memutuskan untuk membatalkan perceraian kita. Tidakkah kau tega melihat anak-anak kita memanggil orang lain sebagai orang tua sambungnya? Itu melukai hati dan kenangan buruk mereka Sayang!”
apa? Frayza baru saja memanggil Hikashi dengan panggilan Sayang? Waw!
“Jadi kita batal bercerai?”
“Hu’um hiks hiks.” Keduanya berpelukan meluapkan kerinduan.
Tapi sayang kunjungan mereka segera berakhir. Frayza memberikan kado kepada Hikashi. Dan membisikkan sebuah kalimat baik ditelinga Hikashi.
“Kau tahu angka kesukaanku saat kita bercinta!”
Warna pipi merona dan rasanya malu, Hikashi kau benar-benar tidak seronoh. Frayza merasa optimis untuk tetap menjadi istri sah secara hukum. Namun, secara agama Frayza tidak bisa. Karena sekarang Hikashi sedang mendalami agama barunya sekarang yaitu islam.
*
*
*
Sidang putusan pengadilan digelar. Seluruh awak berita berkumpul untuk mendapatkan foto seorang Hikashi. Pria yang sudah mencoreng karir dan nama kerajaan leluhurnya. Ia memaki topi dan penutup wajah. Berjalan memasuki pengadilan.
Didalam ruangan sidang, sudah ada Andreas ditemani Meghan sebagai tim kuasa hukum Hikashi. Persidangan berlangsung alot dan memberatkan Hikashi karena adanya bukti-bukti yang kuat. Sampai akhirnya Andreas memutuskan untuk memanggil saksi kunci. Namun ia tidak yakin akan datang.
“Saya Franda Xi Huang bersaksi akan berkata dan menceritakan hal yang sejujur-jujurnya kepada yang mulia hakim.”
“Apakah anda ada ditempat kejadia Damora ditembak?”.......
Jaksa penuntut terus memberondong pertanyaan kepada Franda. Bahkan beberapa jebakan-jebakan untuk memutar balikan fakta.
“Kesaksian anda terkesan lemah dan mengada-ngada. Yang mulia hakim, sebaiknya kita putuskan saja hukum gantung untuk pembunuh berdarah dingin ini.”
“Keberatan yang mulia, saya akan hadirkan saksi terkahir yaitu saudara matsu...” Frayza yang berdiri dan bersumpah.
“Perkenalkan, nama saya adalah Frayza Lee Alexander. Istri sah William Hikashi Alexander. Sebenarnya kondisi saya sedang sakit akibat disuntik virus oleh saudari Damora. Dan membuat trauma pada otak saya. Namun setelah menjalani terapi dan beberapa kali pengobatan. Ingatan daya sudah kembali seutuhnya. Yang mulia, saya akan berkata jujur tanpa memberikan kesaksian palsu. Dulunya saya dijebak oleh saudara Ramon yang kala itu menjadi pasukan elit rahasia. Dia memasukkan saya di pelatihan militer. Kemudian merubah identitas menjadi laki-laki. Sebagai debut kerja, saya diajaknya bekerja sebagai staff keamanan Tuan William yang waktu itu menjadi Bos saya. Singkat cerita, beliau memiliki perasaan lebih terhadap saya. Dan diam-diam hal itu diberitahukan kepada Damora. Maka terjadilah percobaan pembunuhan serta beberapa kali saya berada diujung tanduk kematian. Untungnya, ada William yang menjagaku. Orang yang selama ini aku anggap sahabat dan malaikat pelindungku. Ia sendirilah dewa maut yang sebenarnya.” Ramon yang dimaksut.
“Jalang, kau hanya mengincar harta William!” teriak Nathalie.
“Maafkan aku germo! Aku bukan dirimu yang menyusup masuk kediaman orang dan mencuri data. Kau memakai perasaan bersalah Ramon untuk mencuci otaknya. Digna meninggalkan karena kau menghasut Damora bukan?”
Hadirin menoleh ke Nathalie berdiri. Ia menutup mulutnya rapat-rapat dan kembali duduk tenang.”
“Saudari Frayza silahkan lanjut.”
“Terimaksih yang mulia, nyawa saya sangat terancam dan kondisi kejiwaan saya terguncang. Antara pergi meninggalkan William atau bersama dalam kejaran maut. Bagiku sekarang William adalah penyelamatku, tanpa dirinya mungkin detik ini aku tidak bisa memiliki kedua anak yang istirmewa hiks hiks.”
“Fray!” rasanya Hikashi ingin memeluk Frayza yang membelanya mati-matian.
“Yang mulia, Damora dan Robert sudah beberapa kali melakukan percobaan pembunuhan kepadaku. Bahkan aku sampai meregang nyawa beberap kali karena kejahatan mereka! Suamiku William hanya ingin mempercepat tugas mailakat pencabut nyawa orang-orang jahat. Apakah layak seorang suami, ayah dan tulang punggung keluarga melindungi nyawa orang yang dicintainya!”
“Saya keberatan yang mulai! “
“Keberatan ditolak, silahkan lanjutkan lagi kesaksianmu.”
“William hanya membalas 1x dari sekian banyak percobaan pembunuhan untukku. Jika aku sudah mati, apakah yang mulia tidak berdosa kepada Jade dan Steven putra kami! Apakah yang mulia masih mau menjatuhi hukum mati untuk suami yang membela nyawa istri yang ia kasihi! Apa yang mulia tega melihat kedua putraku menjadi yatim piatu karena kebiadapan manusia congkak!”
“Keberatan yang mulia!”
“Anda keberatan dengan kesaksian saksi yang saya hadirkan. Apakah anda meragukan kejujuran saksi saya?”
“Ya, karena Frayza lee pernah dinyatakan gila!”
__ADS_1
“Hahahaha aku gila? Itu omong kosong, salah satu dokter yang memiliki riwayat medisku sudah tewas mengenaskan. Dan orang yang membunuh Dokter Kelvin ialah Nathalie! “
“DASAR WANITA GILA, ENYAHLAH KAY KENERAKA!”
“Maafkan aku Nathalie, nerakamu tidak berlaku untukku. Kau yang sebenarnya sudah gila. Ambisimu memiliki Ramon, memprovokasi Damora. Padahal Digna hanya mengagumi William saja. Untuk membuat Ramon cemburu. Sedangkan kau mendekati William karena kau ingin menguasai kerajaan bisnis suamiku. Hohoho sekarang suamiku bangkrut dan kau menjebloskannya ke penjara. Cih rendahan sekali, hanya untuk kembali kepada Ramon. Kau menjelekkan suamiku, bahkan kau naik menyerahkan tubuhmu untuk menjadi nyonya Alexander? Rendahan!”
“ITU BOHONG YANG MULIA, DIA WANITA GILA YANG MEMORINYA RUSAK!”
“Saya memiliki bukti rekaman, foto, video, data penerbangan, pemalsuan dokumen penting, penggelapan uang perusahaan, dan pencucian uang. Hoiya satu lagi, dialah penjual obat-obatan terlarang. Yang dipakai Damora menyuntikkan racun ketubuhku.”
......... Perundingan sengit, para juri menimbanh dan hari ini adalah putusan.
“Sayang, kau tahu bahwa hal yang ingin aku sampaikan.”
“Apa?”
“Ingatanku sudah pulih saat memutuskan pergi ke Inggris, aku yakin kau adalah Cinta sejatiku. Maafkan aku sayang hiks hiks hiks...” Frayza menyala Hikashi dikursi pesakitannya.
“Terimakasih Fray, aku tanpamu bagaikan butiran debu.”
Andreas memalingkan wajahnya melihat kedua sejoli ini masih kental perasaannya. Dia menahan diri dengan menjentikkan jarinya sembari menunggu hasil putusa.
“DENGAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL SECARA MUTLAK TAK BERPIHAK. MAKA, SAUDARA WILLIAM HIKASHI ALEXANDER DINYATAKAN SEBAGAI KORBAN FITNAH, SABOTASE, ALAT KEJAHATAN ORANG LAIN. MAKA DARI ITU PENGADILAN MEMUTUSKAN UNTUK MEMBEBASKAN DENGAN TERHORMAT. DAN AKAN MEMBERSIHKAN NAMA SAUDARA WILLIAM HIKASHI ALEXANDER SEBAGAIMANA AWALNYA. KEPUTUSAN INI DIAMBIL KARENA BUKTI DAN KESAKSIAN. BAHWA BELIAU BUKAN ORANG SEPERTI DALAM TUDUHAN. APABILA ADA KEBERADAN, SILAHKAN NAIK BANDING.”
Semua orang yang menyayangi Hikashi bersorak bahagia atas kebebasannya. Franda menitikan airmatanya, akhirnya ia bisa menolong kakaknya. Ia ingin menjadi adik yang tahu balas Budi. Karena berkat Hikashi lah, Simon Ayahnya sudah bebas.
Tapi ditengah kegembiraan ini, Frayza menghilang. Ia tak tampak diantara orang-orang yang memberikannya selamat.
“Kenzo, apakah kau melihat istriku?”
“Aku tidak melihatnya Tuan,”
“Gawat!” Hikashi menyadari bahwa Nathalie juga tidak ada diruangan persidangan.
*
*
*
Seluruh kopelisian kota London dikerahkan untuk mencari keberadaan Frayza Lee.
“Bangun kau Jalang sialan, berani-beraninya kau menggagalkan rencanaku!”
Bugh! Menendang perut Frayza dengan sepatu runcingnya.
“Jika aku jalangnya suamiku, lalu kau apa? Pelakor, gundik atau pelacur!”
“BERHENTI NATH! KAU SUDAH KELEWATAN!”
“Ramon, kau jangan lupa aku ini siapa!”
“Aku tahu kau Putri kesayangan Raja, tapi kau lupa bahwa dia adalah istria Pangeran Hikashi!”
Dorrrr! “Berisik!” menembak kaki Ramon dengan timah panas.
Siapapun pasti akan terbelalak melihat kebengisan Nathalie. “Sekarang giliranmu jalang! Seharusnya aku membawa kabur Hikashi dari penjara dan mencuci otaknya. Agar ia menjadi milikku. Tapi sayang, kau kembali membawa anak harammu itu!”
“Berhenti menghina anakku,”
Kaki Frayza memutas dan memelintir tubuh Nathalie. Tangannya terikat dan tidak leluasa bergerak. Grabb, Nathalie berhasil meraih pistolnya lagi. Ia menembak ke arah Frayza dan berhasil lolos.
Dorrr... Dorrr... Tembakan brutal dilepaskan untuk menghabisi nyawa Frayza. “MATILAH KAU JALANG!!!”
DOOOOOORRRR!!! Satu tembakan melesat ke kepela Nathalie. Langsung tewas seketika bersimbah darah.
“Hikkk... Hikashiiii!” lagi-lagi Hikashi menghabisi nyawa wanita. Mata Frayza tak kuat akhirnya terpejam.
******
__ADS_1
MAAFKAN AUTHOR YANG MASIH TYPO, KARENA AUTHOR MENYEMPATKAN SETOR NASKAH DISELA KERJAAN DAN KESIBUKAN YANG PADA. TETAP DUKUNG AUTHOR YA, DENGAN CARA VOTE. TERMAKSIH.