TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
AKU TERTANGKAP, SIAL


__ADS_3

Julian masih berada di Ruko, dia membersihkan bekas tempat tinggal dan bekerjanya. Sesekali dadanya sesak, mengingat kejadian yang sudah ia lewati bersama Nimas. Banyak hal yang tidak ia ketahui dari seorang Nimas. Hingga langkah kaki itu melangkah mendekat.


“Untuk apa kau kemari lagi?”


“Menyerahkan ini,” gelang naga milik Julian.


“Hmmmmbbb, baiklah aku ambil. Pergilah, aku tak mau melihatmu jadi cepatlah kau pergia! “ berpaling wajahnya.


“Aku kemari ingin meminta maaf, dan tolong beri aku kesempatan agar bisa bersamamu lagi. Setelah anak itu besar, aku akan kembali padamu. Tolong beri waktu satu tahun saja, kumohon?”


“Sudahlah, aku sedang tidak bisa berpikir normal. Sebaiknya kau cepat pergi ke suamimu. Aku mau membersihkan tempat lalu pergi. Jangan ganggu aku lagi! “


“Juliaaann, dengarkan aku dulu! Sebenarnya aku belum menikah dengan James, mengenai surat nikah itu juga aku tidak tahu kenapa ada. Ini pasti jebakan.”


“Kau yang menjebakku, apa kau tidak tahu kalau surat DNA dan Tes Darah ini resmi dikeluarkan pihak rumah sakit? Apa kau mau mengatakan ini semua rekayasa untuk menjebakmu? Kau yang sudah mempercayaiku dengan gelang ini bukan? Jika bukan karena ceritamu dianiaya kekasihmu dan penemu gelang ini. Tidak akan mungkin aku mau menghabiskan waktu, hati dan hartaku demi kau!”


“Hikssss... Hikssss... Kita perbaiki semua ini ya, aku tidak mau berpisah denganmu begitu cepat.” Mengiba dan menarik tangan Julian.


“Sudah, lepaskan tanganku. Jangan membuatku semakin kacau, aku sudah habis-habisan karenamu. Masih bisa kau umbar kata-kata lagi. Aku terlalu bodoh mempercayaimu bahwa bayi yang kau kandung adalah anakku. Ternyata kau hamil lebih dulu saat bercinta denganku. Aku sangat benci dibohongi, mungkin menurutmu dulu aku bodoh. Kali ini, aku yang bodoh karenamu akan memilih putus hubungan denganmu!”


“JULIANNNN!!!” nimas berteriak memanggil nama Julian yang menaiki tangga. Lalu menggebrak daun pintu begitu keras.


Nimas pergi dengan penyesalan yang amat dalam. Semalam dia mendapat perlakuan kasar dari James, bekas tamparan di pipinya masih terasa ngilu. Juga perutnya yang kosong belum diisi makan. Sedangkan bayinya diasuh oleh perawat bayi. Dirinya hanya diberi kesempatan untuk menyusui bayinya. Selepas itu dia dikurung di kamar untuk memompa ASInya untuk stok dalam lemari pendingin. Pagi ini dia kabur lewat jendela, saat James pergi bekerja seperti biasanya. Padahal James sedang melakukan pertemuan rahasia dengan Ramon untuk transaksi jual beli Ruko Julian. Rencananya Ramon menjual Ruko tersebut karena James lebih tertarik investasi bisnis di Bali.


“Senang bekerjasama dengan anda.” James bersepakat mengakhir kerjasamanya dengan Ramon.


Dalam transaksinya Ramon juga memasukkan perincian biaya yang dia keluarkan untuk persalinan Nimas. Dan James menyetujui untuk menggantinya, agar tidak ada hutang Budi dimasa akan datang. Jadi, saldo rekening tabungan Ramon kembali gendut lagi.


“Ada transaksi besar masuk di Rekening Ramon.” Matsumoto memberitahu Hikashi.


Slakkk...slaaakk... Jleb (mengibaskan pedangnya di kayu) “Kerahkan pasukan kesana, bawa Ramon kepadaku. Dia pasti tahu dimana Fred berada. Mau main tikus dan kucing denganku, aku adalah orang yang akan menangkap keduanya.” Hikashi bersemangat menangkap Fred dan Ramon.


Selesai bertransaksi dengan Ramon, James mengabarkan dirinya sudah mengakuisisi Ruko milik Julian kepada Frank. Lantas Frank murka, karena calon adik iparnya sudah menghancurkan modal yang sudah ia kucurkan. Frank marah-marah kepada Franda untuk melampiaskan kekesalannya.


“Jika kau ada masalah, kenapa aku yang jadi sasarannya.” Franda pergi meninggalkan Apartemen Frank.


“Dasar tidak berguna, seharusnya dulu aku tidak mengeluarkan banyak uang kalau bangkrut. Haaaaaarrrghhh...” meninju tembok.


Franda yang sudah tersulut emosi pergi ke parkiran dan menginjak gas mobilnya melaju pulang ke rumah orang tuanya. Dia mengadu bahwa Julian telah membuat bangkrut Frank. Dan rencananya uang itu untuk biaya pesta pernikahan mereka kelak yang akan dilaksanakan 2 tahun kemudian. Alih-alih usaha yang dijalankan Julian sukses, pada akhirnya harus gulung tikar. Sekarang orang tua Julian kalang kabut, tidak enak dengan Frank yang sudah kehilangan uangnya. Mereka takut kalau Frank akan membatalkan hubungan asmara putrinya. Padahal dari keluarga Franklah mereka memiliki karir yang mentereng di Singapura. Franda yang dasarnya sudah bosan dengan sikap kasar Frank menjadi ragu untuk terus melangkah ke jenjang pernikahan. Dia tak ingin mengulangi kisah kelas Frayza yang tersakiti saat berpacaran dengan Frank. Akhirnya Franda mencari alibi untuk mendekati pria-pria muda yang kaya Raya. Untuk cadangan bila sewaktu-waktu dia ditendang pergi oleh Frank


*


*


*


#PASAR SUKOWATI, BALI.

__ADS_1


Frayza tahu diri bahwa dirinya melangkah jauh dengan masuk lagi di lingkaran masa lalunya. Niatnya ingin memisahkan Julian dengan Nimas kini merembet ke penyamaran dirinya sebagai Franda. Sebagai orang kepercayaan Frayza, Rose mengabarkan bahwa Franda sudah tiba di Jakarta. Rencananya Franda akan ke Bali menyusul Julian.


“Dia bergerak lebih cepat dari yang kita duga. Lantas bagaimana langkah kita selanjutnya Kak?”


“Sepertinya dia juga harus tahu tentang Nimas. Karena aku sudah membuat alibi jika Frandalah yang menemuinya. Usahakan agar Julian banyak bercerita kisahnya tentang Nimas agar Franda mengalami kebencian sepertiku.”


“Baik, aku akan lakukan hal itu.”


“Sekarang Julian ada disini, peringatkan dia untuk berhenti mabuk-mabukan.”


“Baiklah Kak, aku pergi dulu. Sampai jumpa.”


“Hemmm, ini bayaranmu.”


“Terimakasih Kak.” Rose menerima uang bayarannya sebagai informan Frayza.


Masih mengenakan dandanan ala Franda, Frayza berkeliling Pasar untuk melihat-lihat barang kerajinan yanh dipasarkan. Ketika dia sedang asik memegang barang. Grabbbb, sebuah tangan menyergapnya kuat.


“Hahhh...” Frayza kaget ternyata tangan itu milik Matsumoto yang sudah berhasil menangkapnya.


“Jangan berteriak dan ikut kami!” sepucuk pistol ditodongkan di pinggang Frayza.


Entah ada angin apa Ketua pengawal Hikashi ini menodongkan senjata padanya. Apakah ini ada hubungannya dengan Franda? Padahal diakan sedang menyamar. Dia lantas dibekap, lalu dimasukkan kedalam bagasi mobil. Dirinya terikat tangan dan kali. Mulutnya di lakban agat tak berteriak. Dirinya dalam keadaan susah meloloskan diri. Sialnya lagi, Frayza tidak membawa ponselnya. Sekarang dia berpikir agar bisa keluar dari sergapan Matsumoto.


“Wanita itu harus kita bawa ke Jepang. Jangan sampai kabur lagi, mengerti!” perintah Matsumoto.


“(Sial, kenapa saat genting seperti ini aku hanya seorang diri. Aku harus cari alibi untuk kabur). “ gumam Frayza yang dalam sekapan.


Akhirnya dia ngompol, hal itu diketahui pengawal yang berjaga. Mereka jijik dengan kejorokan Frayza yang sengaja ngompol.


“Dasar wanita kotor! Huh bauuukkk!”


“Hemmmmbbb... Hemmbbb.” Pura-pura ingin berbicara.


Slreeekkk (melepaskan lakban penutup mulut). “Kau mau apa?”


“Seharusnya kalian tahu kalau tempat ini jauh dari keramaian untuk apa kalian membekap mulutku. Jika aku ingin pipis atau buang hajat, apa kalian tidak jijik hhhaaaa?”


“Baiklah, kalau begitu kami lepas ikatan kakimu supaya kau bisa berjalan ke toilet. Tapi ingat jangan ngompol lagi.”


“Iyaya, dasar bawel. Sekarang aku harus mengelapnya biar tidak lengkep dan bau. Dimana toiletnya, antarkan aku kesana.”


Seorang Pengawal membawa Frayza berjalan ke toilet. Dia mengamati tempat yang digunakan untuk menyekapnya sekarang. Beberapa denah sudah dia tebak dimana celah untuk melarikan diri yang tepat.


“Haiiiii ciaaaaaa happ... Happ.” Melumpuhkan pengawal dengan pukulan di tengkuk kepala dan punggung.


Robohlah sudah pengawal itu, dengan tengan terikat di belakang. Frayza memakai tekhnik memutar tangan. Dan berhasil memindahkan posisi tangan dibelakang menjadi di depan. Giginya mencomoti ikatan tali hingga terurai dan lepas. Kini saatnya dia merayap di dinding lantai 3 gedung tua. Beberapa pengawal tengah santai berjaga. Lalu ada mobil yang datang, ternyata Matsumoto yang keluar. Setelah pengawal masuk bersamaan dengannya. Frayza mengambil alih mobil yang kuncinya masih menempel. Dan Matsumoto menyadari jika telah dikelabuhi lagi. Mereka mengejar Frayza dengan mobil yang masih berada di parkiran. Karena sudah terlampau jauh laju kendaraan yang di gas Frayza. Akhirnya dia sampai disebuah pemukiman warga. Mobil Matsumoto itu diparkirkan disana, Frayza mencari baju milik warga yang kebetulan di jemur. Beruntunglah ada baju lelaki, jadi dia bisa menyamar sebagai penduduk setempat. Setiap hari orang-orang kampung ini bekerja sebagai pemasok sayuran ke Kota Denpasar. Selama berjam-jam perjalanan Frayza meringkuk diantara tumbukan sayuran segar. Untuk mengganjal perutnya yang lapar, dia memetik beberapa helai kacang panjang.

__ADS_1


“Ketua, mobilnya sudah diketemukan.”


“Cepat geledah perkampungan ini, cari sampai dapat!” Matsumoto kesal membuang puntung rokoknya.


Semuanya bergerak di perkampungan yang tenang. Ketentraman mereka terusik oleh pasukan Matsumoto yang menggeledah rumah warga. Mereka mencari wanita yang kabur dengan ciri-ciri memakai rok warna putih dan rambut panjang. Namun, tak seorang pun warga yang melihat. Hingga ada kabar, hilangnya baju warga dijemuran.


“Mungkinkah dia kabur lagi.” Matsumoto geram, tangkapannya lepas lagi.


“Kami sudah menggeledahnya, tapi tidak ada sama sekali Ketua. Mungkin dia pergi masuk hutan atau mendapat pertolongan kendaraan yang lewat?”


“Jangan berasumsi macam-macam, tugas kita menangkapnya. Cepat cari terus!” Matsumoto memukuli kepala anak buahnya yang payah.


Akhirnya Frayza tiba juga di Pasar Sukowati lagi, dia turun dari bak truk muatan. Sopir yang kaget dengan kemunculan orang asing hanya bisa terpelongo. Dan Frayza memakai baju lelaki melenggang pergi diantara kerumunan orang-orang.


*


*


*


Ramon melihat dari atas lalu kebawah, begitu terua selanjutnya. Dia enggan menyuruh masuk Frayza yang tampak kacau seperti maling yang usai ketangkap.


“Kau hilang beberapa hari kenapa jadi gembel?” menempel di daun pintu kaget melihat Frayza pulang.


“Hissshhh, minggir! “ menoyor kepala Ramon agar menyingkir dari pintu.


Frayza tak banyak bicara, dia melucuti baju milik orang yang dia ambil. Lalu mandi untuk membersihkan dirinya. Dan melihat wajahnya di kaca.


“Kenapa Matsumoto ingin menangkap Franda. Apakah Franda memiliki hubungan dengan Hikashi, bukankah Franda berhubungan dengan Frank ya setahuku.” Frayza berdiskusi dengan dirinya sendiri.


*


*


*


Hikashi marah besar, dirinya sengaja ikut di Bali tapi kekasih Fred berhasil kabur lagi.


“Apa pengawal yang kau bawa kurang banyak?”


“Tuan Muda, maaaaffff.”


Plaaakkk... Plaaaakkkk... Matsumoto menampar wajahnya sendiri sebagai hukuman.


“Cari tahu siapa wanita yang menjadi kekasih Fred. Jangan buat aku menunggu lama, atau darahmu yang pertama menjadi makanan pedangku!”


“Ba-baikkk Tuan Muda.” Matsumoto terbirit-birit pergi mencari informasi tentang gadis yang diduga pacar Fred.

__ADS_1


Pesawat dari Jakarta sudah mendarat di Bali, Rose yang kebetulan menjadi pemandu Franda menjemputnya di Bandara. Dan anak buah Matsumoto yang ternyata bertugas di Bandara melihat Franda asli. Dia melaporkan kepada Matsumoto, kalau gadis yang diduga pacar Fred ada di Bandara. Matsumoto memerintahkan untuk membuntuti Franda. Dimana dia tinggal dan apa yang dia dikerjakan. Syukur-syukur kalau ada Fred, jadi bisa sekalian diringkusnya.


__ADS_2