TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
MEMBUNUH FRANDA


__ADS_3

“Yuki, bisa kita bicara sebentar?” ucap Frayza.


“Masuklah Nona.”


Malam ini Frayza sengaja datang seorang diri untuk menemui Yuki. Ia ingin memperoleh fakta yang sejujurnya. Ibu mana yang tidak kaget dan sakit hati dibantah oleh darah dagingnya sendiri?


“Ada perlu apa Nona datang kemari? Bukankah ini sudah larut malam, apa Tuan Hikashi tidak menemani Nona?” sambil memperhatikan halaman rumahnya lewat jendela.


“Aku datang kemari sendiri, jika kau berharap Suamiku datang bersamaku. Pupuskan sajq harapanmu!”


“Nona, apakah kau kehilangan sopan santun?”


“Tidak,” menyilangkan kakinya.


“Nona sebenarnya kau sudah tahu motifku apa, bukan?”


“Tentu,”


“Jadi aku tidak perlu berbasa-basi lagi kalau begitu. Apa yang ingin kau tanyakan?”


“Kenapa kau mencuci otak putraku yang masih kecil Yuki! Biadab perbuatanmu!”


“Hahahaha biadap? Tidakkah kau lebih rendah dari itu? Aku hanya dibayar untuk menjadi bayanganmu.”


“Siapa orang yang ada dibelakangmu! Siapa yang berani membayarmu Yuki!”


“Baiklah, aku akan jujur.”


Yuki mengelupas kulit dari lehernya, kemudian perlahan topen kulit latexs itu copot. Semua wajah dan rambut palsu yang digunakan untuk penyamarannya dilepas.


“Kak... Ini aku.”


“Fra... Franda... “ melotot kaget.


“Cih... “


“Jadi selama ini kau?”

__ADS_1


“Benar sekali, selama beberapa tahun ini kita dekat dan saling memahami bukan. Tak ubahnya masa lalu, kita akan terus terhubung karena ikatan darah.”


“Apa yang kau inginkan Franda? Kau menyamar menjadi Yuki, lalu kau cuci otak putraku Steven!”


“Apa kau mau tahu alasannya? Yah, aku benci terhadapmu. Bahkan kaulah yang membuat Jade dibawa pergi ke Inggris. Awalnya aku bahagia Jade bersama ayah kandungnya pergi ke Inggris. Tapi aku gagal menyusul keduanya, karena dideportasi dari Bandara! Kau tahu itu Frayza!”


“Jadi kau selama ini menguntit kami?”


“Sampai kapan pun, Jade adalah buah cintaku dengan Hikashi!”


“Hikashi tidak pernah mencintaimu, ia akan menyangkal dirimu mati-matian!”


“Benar, aku pasti dibuang layaknya sampah. Itu semua karena kau wanita bedebah!”


Plak! Tamparan pertama melayang dipipi kiri Frayza.


“Potong tangan wanita ****** ini!”


“Baik Tuan Matsumoto.” Para pengawal memegangi tubuh Franda. Tangannya direntangkan diatas meja makan.


“Maaf Nona, aku terlambat tiba.”


“Sebentar lagi Tuan Hikashi menjemput Anda kemari. Biar kami bereskan wanita ini.” Ucap Matsumoto.


Frayza dimasukkan kedalam mobilnya, ditemani Matsumoto diluar kendaraan. Terdengar suara benda gaduh berada didalam sana. Tidak ada suara teriakan maupun jeritan minta tolong. Bahkan hampir rapi pekerjaan mereka.


“Suruh anak buahmu gali tanah!” ucap Hikashi datang menenteng pistol.


Frayza yang melihat kedatangan suaminya ini hendak keluar dari mobil. Namun, pintunya dikunci dari luar oleh Matsumoto.


“Tolong keluarkan aku!” pinta Frayza.


“Maaf Nona, ini perintah Tuan Hikashi.”


“Jangan sampai Hikashi membunuhnya!”


“Nona, wanita itu sudah melampuai batas. Kami hanya ingin mengurangi penjahat wanita dimuka bumi ini.”

__ADS_1


“Kalian sudah memotong tangannya, jangan kau potong hidupnya.”


“Maafkan kami Nona, sebaiknya Anda duduk tenang dan pejamlan mata saja.”


“Aku mohon kepada mu Matsumoto, Yuki adalah penyamaran Franda. Dia frustasi karena tak bisa menyusul Jade ke Inggris. Makanya ia gegabah bertindah diluar kendalinya.”


“Maafkan kami Nona sekali lagi.”


“Matsumoto, janganlah kalian membunuh orang. Franda bertindak demikian karena ia didorong keinginannya yang besar. Tapi caranya yang salah!”


Dorr!!! Peluru lepas mengeluarkan suara ricuh.


“Franda...” lemas sudah Frayza mendengar suara tembakan dari dalam rumah.


Semua kenangan semasa hidup, terutama ketika mareka masih kecil. Terbayang jelas dalam ingatannya, Franda yang selalu menjadi anak emas, sedangkan ia menjadi kotoran. Beberapa orang medis datang menurunkan tandu dari Ambulans.


Perasaan Frayza sangat kacau dan berkecamuk, kenapa Hikashi sampai tega mengotori tangannya. Bukankah membunuh nyawa seorang penjahat tidak manusiawi. Setidaknya diberikan kesempatan terakhir kalinya untuk bertobat.


Namun, sepertinya Hikashi tidak mau ada tawar menawar lagi. Intinya Franda, atau siapa pun yang mencoba merusak keluarga wajib dimusnahkan. Sekarang kantong mayat berisi tubuh Franda dimasukkan Ambulans. Air mata Frayza menetes bercucuran. Ia tak bisa mengingkari isi hatinya yang berduka. Usai kehilangan saudara se ibu, apa jadinya jika Juliqn tahu? Pasti dendam ini tidak akan putus sampai disini saja. Jika Jade tahu ibu kandungnya meregang nyawa ditangan ayah kandungnya. Ini akan menjadi momok yang sangat menakutkan. Frayza tak bisa menjelaskan hal serumit ini kelak. Ia juga tidak bisa memaafkan Hikashi, tapi ia adalah istrinya. Dia melakukan hal ini karena menjaga kehormatan kelurga. Sekarang Frayza berada di konflik batin yang pelik. Ia berharap agar mimpo buruk ini segera lenyap ketika membuka mata.


Namun, sekarang ini ia terbaring dibangsar rumah sakit. Selang infus terpasang dilengan tangan. Tampah Hikashi terus menciumi tangannya. Pria itu tak berhenti bergumam seraya berdoa. Sepertinya Hikashi menyesali perbuatannya yang sudah menghilangkan nyawa saudara tiri. Ia sangat benci perbuatan Hikashi, tapi ia juga tidak bisa membenarkan perbuatan Franda.


“Sayang, kau sudah siuman?”


“Hu’um... “ jawabnya lirih tak bertenaga.


“Polisi sudah menutup kasus kematian Franda. Aku tidak membunuhnya,”


“Bohong!” memalingkan wajahnya.


“Matsumoto berikan rekamannya, biar dia lihat sendiri kebenaran yang terjadi.”


“Silahkan periksa Nona.”


“Kalian pasti sekongkol untuk membuat rekayasa palsu!”


“Kau terlalu banyak meniru adegan wanita merajuk di Sinetron murahan. Sampai terbawa di kehidupan nyata, lama-lama sikap egoismu ini bisa membuatku muak!”

__ADS_1


“Pergi.... Pergi sana ke Inggris, jangan pedulikan aku. Kau pikir dirimu Tuhan yang seenaknya saja mencabut nyawa orang?” melempar bantal dan selimut karena emosinya belum stabil.


Hikashi meninggalkannya di Rumah sakit, habis sudah kesabarannya ditudih sebagai pembunuh Franda. Padahal yang terjadi sebaliknya. Mungkin Hikashi kembali ke Inggris dengan tangan kosong. Membawa kekecewaan dan kemarahan. Semuanya terasa tak adil bagi Hikashi, Frayza mengedepankan imajinasinya. Tidak melihat situasi yang sebenarnya terjadi. Bahkan pertengkaran tak terelakan diantara keduanya. Sekarang Hikashi tak bisa lagi mentoleransi sikap Frayza yang menuduhnya sesuka hati. Dia juga manusia yang memiliki hati, serta gengsi yang tinggi. Pantang bagi Hikashi mengemis, jika ia diposisi yang benar.


__ADS_2