TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
AKHIRNYA BERANGKAT JUGA


__ADS_3

Matanya terbelalak melihat sosok wanita yang mengantri didepan lift membawa tas tenteng besar. Ia berdiri paling belakang bersama karyawan lain. Rambutnya yang panjang terurai dan melemparkan senyum manisnya.


“Fray... “ ia sambil melangkah menuju istrinya berdiri. Meraih pergelangan tangan wanita yang membuatnya terkejut.


“Hihihi hai.” Ketawa lucunya yang dibuat seimut mungkin.


“Ayo naik lift pribadiku!” semakin kesal karena para pegawai prianya melihat istrinya tersenyum. Membuat parasnya semakin cantik dan mempesona.


Sontak orang yang mengantri di depan menoleh bersamaan. Ternyata Bos besar mereka menggelandang wanita paling belakang berdiri. Awalnya mereka ingin berkenalan, tapi wanita cantik itu memalingkan wajahnya acuh. Untung saja niatan menggoda gadis cantik itu mereka urungkan. Bisa jadi mereka akan di skors, sebagai hukuman ringannya. Karena rumor Bos besar mereka ini super tegaan.


Hikashi mengunci pintu kantornya, memberikan pesan kepada Sekretaris pribadinya agar jangan mengganggunya selama 1 jam didalam.


Brugh! Membanting tubuh istrinya ke sofa empuk, ia melipat lengan kemeja panjangnya. Wajahnya berubah beringas mendekati istrinya. Ia naikkan dagu lancip istrinya yang kaku.


“Kenapa memakai pemerah bibir?”


“Setiap hari aku memakainya kalau keluar rumah.”


“Mulai besok tidak boleh memakainya lagi.” Mengusap pemerah bibir itu dengan ibu jarinya.


“Akh...” Frayza merasakan usapan jempol menghapus bibirnya begitu kasar.


“Mulai besok kau tidak usah magang disini. Berdiam dirilah dirumah mengurus Seven!”


“Kenapa? Kenapa bisa mendadak begini?”


“Aku sudah putuskan berarti kau harus mengikutinya!”


“Hikashi, aku menata niatku agar mampu menginjakkan kaki disini. Menyiapkan mental untuk bekerja dibawahmu. Kenapa kau sepihak membatalkan magangku?”


“Kau hanya aku ijinkan bekerja dibawahky ketika dikamar, selebihnya tidak!”


“Hoh pernyataan konyol apa lagi ini.” Ia mengipaskan jemarinya di wajah.


“Kau bekerja dibawahku untuk melayaniku seorang! Kemasi barangmu dan pulang!”


“Hikashi!” membentak.


“Tidak ada bantahan!” menujulurkan tangannya menunjuk tas besar berisi perkakasnya.


“Tidak mau!” membalikkan badannya dan mengambek.


“Fray, aku masih memiliki waktu 45 menit untuk pemanasan nanti malam. Jika aku marah, jangan harap aku bermain lembut!”


“Kau mesum!”


“Telat!”


Dari luar Sekretarisnya duduk dimeja kerjanya menyalakan musik. Ia mendengarkan melalui alat pengeras ditelinganya. Isi sesuai pesan Matsumoto yang hendak bertemu dengan Hikashi tadi. “Jika ia bersama Nyonya, sebaiknya kau sumpal telingamu yang suci.” Dan benar adanya, bila sekarang ia mengerti maksut ucapam Seniornya.


Kurang lebih 1 jam Hikashi mengurung istrinya didalam kamar. Dan akhirnya pintunya terbuka sembari mengatakan beberapa kalimat. “ Suruh Sopir mengantar kami pulang, dan ganti seprei diranjang kantorku!”


“Baik Tuan.” Ia langsung bergegas dan pergi.

__ADS_1


Sementara itu, didalam kantornya nampak Frayza memakai kemeja ganti milik Hikashi. Nampak kebesaran ditubuh mungilnya, sangat seksi. Bajunya sudah lecek akibat tangan Hikashi yang brutal.


“Atasanmu sudah robek, buang saja.”


“Kau yang mengoyaknya, cih.”


“Nanti kita mampir belanja ya, sekalian carikan aku baju dinas di pemerintahan.” Memeluk istrinya dari belakang.


“Tidak mau, kau pergi saja sendiri. Kaki kebas kesemutan!” ada yang ngambeknya belum stabil.


“Itu karena kau membantah, makannya ku buat kau mendesah saja. Aku tidak sukan berdebat denganmu Sayang. Lebih baik kau menurut saja denganku, apa perlu aku gendong?”


“Ihh kau ini!” memukul dada bidang suaminya.


“Maafkan aku yang sudah main kasar hehehe.”


“Kau memang keterlaluan!” memeluk Hikashi tanda memaafkan perbuatan brutalnya tadi.


“Sekarang kau mau kan pergi bersamaku belanja?”


“Hu’um.”


“Baiklah, kalau begitu kita pulang dan ajak Seven sekalian. Kita akan belanja keluarga membeli apa yang kalian butuhkan.”


“Tunggu, apa aku tidak salah dengar?”


“Apa ada yang salah?”


“Ah itu, kau bilang jika Jade mendapatkan pemulihan dengan cepat. Maka traumanya akan segera sembuh, bukan?”


“Iya, aku tahu tapi apa hubungannya dengan belanja mengajak Seven?”


“Bodoh!” menyentil kening.


“Aish, sakit.”


“Pergi dan persiapkan kebutuhan piknik kalian. Katanya kau mau melihat lahan di Korea, ya ayo kita kesana.”


“Sayang, kau sedang menyogokku ya?”


“Kalau menyodokmu iya!”


“Kau ini bisa tidak untuk bicara normal.”


“Hehehe ayo kita bergegas pulang, dan jemput Seven. Setelah belanja kau kemasi barang Jade di Rumah sakit. Aku akan mengurus perjalanan kita ke Korea.”


“Lalu bagaimana dengan Helena, dia kan Bos ku.”


“Apa Helena pernah bilang jika dia bekerja dibawah naungan pemodal Alexander Holding?”


“Alexander Holding?” berpikir agak lambat.


“Ini nama perusahaan induk ku!” Menyentil hidung Frayza.

__ADS_1


“Ih kenapa kau selalu gemas kepadaku sih.”


“Bertahun-tahun menjadi istirku tidak membuatmu pintar, malah semakin lambat. Apa perlu kau sekolah lagi?”


“Sekolah memijat dan menghisap?”


“Waw, mengesankan. Ide yang Bagus.”


“Eits eits aku bercanda Suamiku, habisnya kau selalu mesum. Jadi aku pancing saja, huft.” Manyun bibirnya.


“Tapi aku suka, jika kau tidak keberatan aku akan mengajarinya.” Bisik Hikashi membuat wajah Frayza merah.


Setelah saling memantaskan pakaian mereka. Maka keduanya keluar dengan perasaan bahagia yanh terpancar. Lagi-lagi si Sekretaris Malang itu mendapat tugas. Jika hari ini Hikashi pulang lebih awal, soal rapat dengan devisi perencanaan di wakilkan Matsumoto. Dan akan diserahkan pada Hikashi esok harinya.


*


*


*


Keluarga bahagia ini sudah siap merapikan koper masing-masing. Tak ketinggalan ia mengajak Bibi Fang yang sidah banyak berjasa ikut merawat Seven. Jade didampingi Dokter Thomas untuk menjaga kondisi kejiwaannya usai trauma. Karena Dokter Thomas kebetulan memiliki kerabat di Korea sebagai Dokter terbaik.


Selama diperjalanan udara ini, Dokter Thomas tampaknya gelisah. Ia beberapa kali ketahuan melamun menatap keluar jendela. Bibi Fang yang notabenya berpengalaman tahu, jika Dokter muda ini tengah galau. Namun, ia gagal mengorek masalah apa yang tengah ia pikirkan.


Setelah pesawat mendarat, Hikashi disambut Takeshi yang sudah lebih dulu tiba disana. Ternyata mereka akan tinggal di kediaman pribadi Hiroshi di Jepang. Selain menemani keluarganya piknik, Hikashi juga akan bertemu dengan pelaku bisnis di Korea. Sambil mencari lokasi yang tepat untuk membuka gerai Butik baru.


Dokter Thomas berpamitan dengan keluarga Alexander. Ia sudah dijemput kerabatnya di Bandara. Selama di Korea, ia akan tinggal di rumah kerabatnya itu. Yang berasal dari kalangan Dokter juga. Tapi anehnya, kerabat Dokter Thomas ini sepasang suami-istri yang lebih cocok menjadi orang tuanya.


“Jika terjadi gajala lagi, jangan sungkan hubungi aku kapan saja.”


“Terimakasih Dokter Thomas, karena saranmu inilah kami bisa berlibur kemari.”


“Cih!” decit Hikashi kesal.


“Sayang.” Menyenggol Hikashi yang ketus saat dirinya bicara dengan pria lain.


“Heleh, diakan memang melakukan tugasnya.” Melenggang pergi masuk kedalam mobil.


“Maafkan Papa ku, dia memang tidak menyukai siapapun kecuali Mamaku.” Ucap jade.


“Oh begitu ya anak muda.” Mengacak-acak rambut Jade.


“Bahkan Papa tidak menyukai kami jika Mama bersama kami.” Tambah seven.


“Anak-anak.” Frayza memelototi kedua putranya yang bicara jujur.


“Tidak apa-apa Nyonya, anak-anak memang bicara dari apa yang mereka pahami. Aku tahu kenapa Tuan Hikashi begitu, karena beliau sangat mencintai anda.”


“Hehe mungkin, kadang aku berpikir jika Suamiku lebih bayi dari anak kami.”


“Anda sangat beruntung memiliki suami yang sangat takut kehilangan istrinya. Karena banyak istri yang menderita tidak dianggap suaminya. Sampai jumpa.” Tutup Dokter Kelvin menyudahi obrolan.


Dari dalam mobil, Hikashi terus menekan klakson mobil membuat riuh. Sebaiknya Frayza masuk kedalam mobil, sebelum suaminya kehabisan kesabaran.

__ADS_1


__ADS_2