TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
ANAK YANG TERSIA-SIA


__ADS_3

“Tak disangka ayahmu akhirnya memenangkan pencalonan Walikota, ini seperti mimpi.” Memakai giwang dari dalam kotak perhiasan.


“Ayah hanya memiliki jimat yang ampuh, yaitu Aku. Coba bayangkan bila Frayza yang ikut berkampye, pasti semua akan mencibir.”


“Sssstttt... Jangan menggunjing orang yang sudah mati. Ada Julian, ria melotot kau memaki kakaknya.” Menoleh ke Julian yang duduk di sofa.


“Hai Julian, tak usah kau mengingat kakakmu yang sudah tiada. Lihatlah aku saja sebagai kakakmu, berkat pacarku juga. Kau bisa masuk di klub basket terbesar.”


“Aku rasanya mau muntah telingaku terpolusi.” Julian mengenaskan jasnya.


“Dasar adik tak tahu diri ya!” Julian pergi meninggalkan kamar ibunya. Daripada mendengar hujatan saudara kandungnya yang masih hidup.


Dipersimpangan jalan, Frank sempat menegur Julian. Tapi tatapan mata julian seperti terbakar emosi. Lalu, Frank membuka pintu kamar dimana kekasihnya berada.


“Ibu pesta kebunnya mau dimulai, apakah kalian sudah siap?” tanya Frank untuk melihat kesiapan calon mertuanya.


“Calon menantuku yang tampan sudah tidak sabar ya,” puji Ibu Franda.


Didepan calon ibu mertuanya, Frank sudah tidak malu lagi untuj memeluk dan mencium pipi Franda. Ikatan Cinta mereka sudah kuat dan sangat harmonis.


“Kau ini, apa tidak malu dilihat ibu?”

__ADS_1


“Kenapa harus malu, sebentar lagi kau akan jadi milikku selamanya.”


“Iya aku tahu, aku juga sudah tidak sabar menantikan hal ini.”


“Kalian ini, sudah sepantasnya mengikat hubungan dijenjang yang lebih tinggi lagi. Aku ingin kalian menjadi calon pasangan pengantin dan memakai cincin pertunangan.”


“Kau dengar itu Frank, kau harus segera melamarku!”


“Aku harus memastikan dulu cincin yang cocok untukmu sayang.” Frank semakin mengeratkan pelukannya.


“Ah kalian ini, aku jadi teringat masa mudaku. Ayo kita ikut bergabung di Pesta kebun perayaan Ayahmu.”


Saat ini keluarga Frayza bukan lagi kalangan rakyat biasa. Dengan bantuan Frank dan keluarganya yang memang memiliki kekuatan politik yang kuat di Singapura. Maka sangat mudah untuk memenangkan pencalonan calon besannya. Franda yang sudah menjajaki dunia hiburan China, dapat dipergunakan sebagai alat penarik simpatisan. Semuanya bersuka cita dan mengucapkan selamat. Hanya Julian yang mabuk-mabukan di dalam kamarnya sendiri. Lampu ia matikan agar suasana berkabung mengenang mendiang kakaknya yang sulung Frayza. Karena hari ini sudah tepat satu tahun kematian Frayza, tidak ada foto yang dipajang. Semuanya diganti dengan foto baru, bahkan baju-baju milik Frayza juga dibakar.


Sosok Frayza bagi Julian adalah kakak yang keibuan, ketika Julian kecil. Frayza yang mengantar jemput Julian, jatah makanan Frayza kadang diberikan kepada Julian jika dirinya rewel. Ketika Julian susah tidur, dia menyusul ke kamar Frayza untuk didongenkan. Kala itu, Julian ingat benar kalau Frayza itu tengah belajar astronomi secara autodidak. Orang tuanya hanya fokus kepada Franda dan Julian saja. Sedangkan Frayza dianggap anak pembawa sial. Dimana dia lahir diluar pernikahan, status ekonomi sulit. Setelah Ibunya hamil Franda, kondisi ekonomi mulai stabil dan mapan. Ketika Julian lahir, karir dan pekerjaan ayahnya semakin cemerlang. Oleh karena itu, Frayza dianggap anak sial harus dibuang.


*


*


*

__ADS_1


PERKEMAHAN MILITER, THAILAND.


Ketika malam tiba, beberapa Prajurit tengah terjaga. Hasil latihan fisik Frayza sangat buruk untuk takaran prajurit lelaki. Dirinya bangun dan mandi tengah malam, lalu berlari memutari lapangan bola. Setelah itu dia panjat tebing, halau rintangan dan merakit senjata. Selama semalaman dia berjibaku dengan tugas-tugas yang lemah menurutnya. Dia tidak ingin semakin lama di Kemah militer. Dia harus bisa lulus dengan cepat jika semua bentuk pelatihan mampu ia selesaikan secara baik.


Beberapa Prajurit yang piket pagi melihat Frayza sudah merapikan kembali alat latihan militer.


“Sepertinya anak itu sedang masa ingin kawin, energinya sangat tinggi.”


“Apa kau buta, lihat Kapten sudah mengamatinya lewat teropongnya.”


Seorang Kapten pelatih tengah memperhatikan kecapakan dan keuletan latihan fisik seorang Frayza. Sepertinya Frayza ingin segera melunasi ketinggalan jauh yang harus dikejar.


“Aku yakin si pendek Fred akan lulus cepat jika dia rajin seperti ini.”


“Si pendek Fred memang beda,walaupun badannya kecil tapi keinginannya menjadi Prajurit terbaik sangat tinggi. Dia akan menjadi pasukan elit jika terpilih di ujian terkahir,bukan begitu kawan”


“Iya,kalau dia minat kepada lelaki. Aku mau memacarinya.”


“Apa kau gila! Dia itu lelaki seperti kita, kau sudah menyimpang?”


“Apa di Negara kita melarang hubungan sejenis.” Temannya baru ingat bila di Thailand hubungan seperti ini sudah biasa.

__ADS_1


Dan pesana Frayza sebagai Prajurit di kemah Militer pagi ini sangat mengagumkan. Banyak Prajurit yang bangun tidur dan menyorakinya penuh semangat. Dan Frayza terharu, hampir saja dia menangis tapi sudah ingusan keluar. Tak sabar rasanya ingin keluar dari pelatihan berat ini.


__ADS_2