TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
IBLIS TAMPAN


__ADS_3

Kedarangam Franda ke Bali tidak dikawal manajer maupun asisten pribadinya. Rencananya dia hanya menjemput Julian untuk segera kembali ke Singapura. Rose yang sudah mengenali model sekaligus artis terkenal ini menyambut Franda dengan ramah.


“Rose?” menurunkan kacamatanya.


“Benar, selamat datang di Bali Nona Franda.”


“Hemmbb, bawakan koperku. Aku mau mandi di Hotel, setelah itu kita ke tempat Julian.” Rose mengikuti perintah Franda.


\=\=\=\=\=\=\=SEBELUMNYA,


Ditengah jalan, Frayza mencegat Rose. Dia memberikan informasi tentang diri Franda. Rose paham kalau Franda adalah targetnya, jadi dia akan menerima imbalan yang besar dari Frayza.


“Kau bisa percaya padaku, Kak.”


“Aku yakin kau bisa, Rose.” Memacu kendaraan motornya kencang.


Frayza mengendarai sepeda motor supaya bisa memecah kemacetan di jalan Raya. Hingga akhirnya dia bisa memantau keadaan julian bersama Franda.


KEMBALI LAGI, \=\=\=\=\=\=


Rose dan sopir membawa Franda ke Hotel menginapnya. Pasukan Matsumoto mengejar dari belakang, mereka mengumpulkan banyak foto franda untuk dilaporkan kepada Matsumoto.


“Benar-benar wanita licin, sulit untuk ditaklukkan. Awasi terus wanita ini!” Matsumoto geram membanting puntung rokoknya.


“Baik Ketua, kami juga melihat Ramon usai melakukan transaksi jual beli bangunan Ruko. Mungkin dia bisa memberi titik terang?”


“Ramon berpacaran dengan sepupu Fred, bisa jadi pacar Ramon adalah saudara kembar Fred beda jenis kelamin. Sekarang kita periksa apakah Fred menginap si Hotel yang sama dengan pacarnya itu?”


Jadi ceritanya begini, anak buah Matsumoto sudah menyuap petugas Hotel dengan memeriksa tamu yang bernama Franda. Ternyata gadis itu menyewa kamar sendirian dan baru masuk hotel.


“Jadi gadis itu tidak bersama dengan Fred, sial kemana perginya bocah tengik itu.” Matsumoto sudah lelah mencari titik terang dimana Fred berada.


“Ketua lihat! Gadis itu pergi bersama teman wanitanya.”


“KEJAR!!!” Mobil mereka tancap gas tak mau kehilangan jejak Franda dan Rose.


Kendaraan yang dikendarai Franda melaju pelan, tapi kendaraan yang dipakai Matsumoto ugal-ugalan di jalan. Sehingga membuat gusar perasaan Rose yang mulai tak enak. Dia menyalakan GPS di jam pintarnya, dan sinyal itu sampai di Frayza yang tengah bersiaga diatas sepeda motor balapanya.


“Ada apa Ros, kau menyalakan sinyal tanda bahayamu...” Frayza berpikir keras kode dari Rose.


Hingga akhirnya Frayza mengikuti lokasi dimana Rose dibawa Franda. Di sebuah kontrakan kecil, tempat Julian tinggal sendirian. Adiknya tampak kacau dan berantakan, bungkus camilan dan botol bir berserakan. Bahkan kecoa dan curut berlariam didalam ruangan. Franda enggan masuk kedalam karena jijik, sehingga Rose menawarkan diri untuk membujuk Julian keluar.


Plaaaaakkkkk (tamparan keras mendarat di pipi kiri Julian) “ SAMPAH!” ucap Franda kepada adiknya.


“Cuiihhhh... Aku sampah? Lalu kau siapa? Mesin pendaur ulang sampah, bekas kekasih kakakmu sendiri kau rebut begitu?”


“Dasar bocah tengik, setelah usaha yang kau kelola bangkrut masih punya nyali kau rupanya untuk melawangki hah!” Franda mencekik leher Julian.


“Nona-Nonaa... Kau bisa membunuhnya, dia sudah kesusahan bernapas hentikan.” Pinta rose melerai pertengkaran.


“Uhukkk... Uhukkkk, jika kau bukan wanita sudah ku hajar.”


“Jika karena kau adikku, sudah ku jual kau ke pasar manusia untuk mengembalikan tabungan pernikahanku dengan Frank. Sekarang untuk apa kau tinggal di Bali? Menjadi gembel, cuihhh memalukan nama keluarga kita saja.”

__ADS_1


“Bukan urusanmu, pergilah. Aku mau melakukan hal sesukaku. Bukan masalahmu juga, karena uang yang aku pakai adalah milik Frank.”


“Frank tunanganku, sekaligus calon suamiku. Kau sudah merugikanku!”


Pasukan Matsumoto yang sudah berusaha membawa jaring itu hendak menangkap mereka bertiga tapi di tahan Matsumoto. Mereka menguping pembicaraan Franda dan Julian. Sampai akhirnya diputuskan agar menculik Franda ketika keluar saja. Dan setelah mencaci maki adiknya Julian, Franda dan Rose berniat membuang penat di tempat hiburan malam. Namun, sayang sekali bagi Franda. Mobil yang dikendarainya dihadang konvoi Matsumoto. Satu per satu pasukan berjas hitam dan klemis keluar.


“Rose, ini apa?”


“Ti-tidakk tahu Nona...” tangan Rose gemetaran memegang kemudi mobil.


“Toloooooonggggg...” teriak Franda menekuk lehernya kedalam.


Anak buah Matsumoto mendobrak dan mencongkel paksa mobil. Kedua wanita yang berada di dalamnya berhasil di lumpuhkan. Hanya saja Rose dibiarkan pingsan di jalan. Dengan kendaraan mesin masih menyala. Franda sudah diringkus oleh Matsumoto, selanjutnya akan diserahkan kepada Hikashi.


“Rose... Bangun Ros, bangunnn!” Frayza telat datang ke lokasi penculikan.


“Ekhhhh Kak, Franda di culik.”


“Tenang Rose, aku akan membawamu ke Rumah Sakit. Kepalamu berdarah, kau harus selamat dulu. Setelah itu kita pikirkan caranya.”


Kondisi Rose terluka bagian kepala, akibat benturan benda tumpul. Dirinya mulai hilang kesadaran saat dibonceng Frayza. “Bertahanlah Rose, kau harus tetap selamat.” Frayza terus memutar tuas gas motornya.


*


*


*


Suara teriakan wanita yang menjerit karena kesakitan, membuat Franda ketakutan. Dia diapit pria berbadan tegap dan tinggi. Wajah mereka juga dingin, sorot mata tajam siaga. Dan pria berkepala plontos berjalan paling depan memainkan puntung rokok, sesekali menyebutkan asap. Ternyata Hikashi tengah menyiksa selir-selirnya, mereka diikatat dengan tali diatas kolam buaya yang lapar. Wanita berwajah Asia yang paling ia benci dijadikan objek pemuasnya kali ini.


“Cukup.” Ucapan Hikashi ini sekali, gadis yang terikat diatas kolam biaya ditarik keatas.


Hikashi melihat Matsumoto membawa pacar Fred yang tak lain adalah Franda menurut dugaannya. Setelah melihat wajah Franda dari dekat yang memang sangat cantik. Hikashi mengusap lembut pipi Franda yang mulus itu. Plaaaakkkkk, tamparan keras dipipi Franda. Dirinya merasa kesakitan karena baru pertama kalinya ditampar oleh pria asing.


“Perbuatan Iblis! Wajahmu tampan tapi kelakuanmu binatang!”


“Hehhhh,” Hikashi cuek tak peduli dengan umpatan Franda.


“Cepat bawa betina ini, dan kurung selama 2 hari.” Franda ketakutan selama dua hari ini dia bisa saja mati kelaparan.


“Toloooonggg... Toloooongggg lepaskan aku... Tolongggg...” teriakan selir wanita Hikashi kinu beralih Franda yang meronta-ronta.


Usai menampar pipi Franda, Hikashi membandingkan pipinya yang tak semulus Franda. Dia mulai tidak percaya diri dengan kulitnya.


“Cari tahu, bagaimana caranya agar pipiku bisa lebih halus dan mulus dari Betina itu!” Hikashi bercermin dan mengaca kulitnya yang dianggap kalah dan jelek.


Para pengawal yang kebingungan dengan permintaan Hikashi ini saling melontarkan pertanyaan. Karena semua pengawal disini lelaki. Yang perempuan itupun tukan bersih-bersih dan selir yang datang saja.


“APA??? TUAN MUDA HIKASHI TIDAK PERCAYA DIRI DENGAN KULIT WAJAHNYA???” Matsumoto kaget mendengar curhatan pengawal setianya Kenzo.


“Iya, kami disuruh mencari informasi kepada wanita itu. Dimana dia mendapatkan kulit sehalus sutra dan selembut puding susu itu.” Kenzo mengacak-acak rambutnya frustasi.


“Kau tenang saja, biar aku cari tahu caranya bagaimana. Aneh-aneh saja tabiat Tuan Muda Hikashi, setelah terobsesi dengan Fred. Sekarang dia terobsesi dengan pacarnya Fred, ya Tuhannnn jangan mengujiku berat-beratttt... “ Matsumoto tak kalah risaunya, karena dialah yang akan melaksanakan tugas aneh-aneh Hikashi.

__ADS_1


Dan akhirnya Franda di kurung dalam kamar yang luas dan mewah. Semuanya lengkap dengan pelayan pribadi yang siap melayaninya seperti pelayan pribadi. Awalnya Franda ketakutan, setelah pelayan itu membantunya untuk mengompres pipinya. Barulah Franda mengerti bila ini adalah perlakuan terhadapa tamu Tuan besar mereka. Yang tak lain ialah pria yang menampar pipinya sangat keras, ketika pertemuan pertama.


“Sungguh pria bertabiat buruk, hanya karena ia tampan saja. Iblis dalam dirinya bersemayam dengan tenang. Dasar manusia kejam!” Franda mengutuk Hikashi, namun Pelayan wanita itu tersenyum tipis. Karena Hikashi memang sering menyiksa wanita. Terutama dari ras Asia, hal ini masuk akal. Karena menurut Hikashi, Franda ras Asia sekaligus pacar Fred. Jadi dia cemburu sekaligus benci mati kepada Franda.


“Nona, Tuan Muda kami berpesan selama dua hari ini anda tidak akan mendapat jatah makan dan minum. Jadi, bila anda ingin menghapus hukuman itu. Maka anda harus bisa menuruti kemauan Tuan Muda kami.”


“Apa, kemauan apa?” Franda kebingungan.


“Ketua Matsumoto yang akan menyakan hal itu langsung kepadamu. Saya pamit dulu, sudah saatnya anda istirahat. Besok saya akan obati luka anda.” Pelayan ini pergi dan mengunci lagi kamar Franda berada.


Sama sekali bukan mirip sel tahanan, tapi kamar ini benar-benar indah dan mewah. Franda membuka lemari pakaian. Didalamnya ada banyak baju wanita dari berbagai merk terkenal. Disebelahnya lagi ada rak minyak wangi yang terkenal. Sepatu dan tas yang masih baru juga banyak dipamerkan di etalase kaca yang ada. Semua ini disediakan untuk digunakan wanita-wanita yang menjadi tahanan Hikashi. Termasuk para selirnya. Franda menjajal salah satu gaun malam yang transparan dan nakal. Dia berlenggak-lenggok didepan cermin, sambil menggerai rambutnya yanh bergelombang bagian ujungnya.


“Wanita ini benar-benar cantik, selera Fred memang bagus sekali. Pantas saja dia rela menarik uang begitu banyak dari Rekening tabungannya hemmm.” Kenzo bergunjing dengan Agen lain yang memantau lewat kamera perekam tersembunyi.


“Tak ku sangka, ternyata Fred lebih memikat daripada kita yang lelaki tuleeennn.”


Percakapan Kenzo dan temannya ini di kupinh oleh Hikashi yang baru selesai bekerja. Dan Matsumoto berada dibelakang Hikashi mengekor seperti biasanya.


”Eheeeemmmmbbb,” berdehem.


“Tuan Hikashi, Ketua Matsumoto.” Ucap mereka serentak menyambut atasan.


“Hemmmbb, kalian boleh bubar ke pos masing-masing. Tuan Hikashi mau memantau Betina ini.”


Sejak awal Hikashi datang, dia hanya diam dan memperhatikan polah Franda yang suka baju, tas, sepatu, dan perhiasan. Kamar yang sedianya rapi, kini telah berantakan seperti tumpukan sampah.


“Tak ada bedanya dengan wanita penghiburku ckckck. Seleranya benar-benar rendahan sekali.” Hikashi mencemooh Franda yang dinilai kampungan.


*


*


*


#FRAYZA,


Dokter sudah mengobati Rose yang terluka. Kepalanya harus di jahit karena robet bagian kulitnya.


“Ros, apakah masih sakit?”


“Perih sekali Kak, rasanya mau pecah saja.”


“Aku menerima tanda bahaya darimu, makanya aku mengejarmu. Katakan ada apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa Franda tidak bersamamu. Kau bilang kalau Franda hanya menemui Julian. Dan kalau bisa membawanya kembali Ke Singapura lagi, bukan?”


“Tadi Julian menolak, Kak. Alasannya dia ingin berakhir seperti kakak sulungnya yang sudah tiada.”


“Apa yang bocah tengik itu pikirkan, aku susah payah membenarkan hidupnya. Namun karena cinta pulalah dia merusak masa depannya juga.”


“Sepertinya Julian kehilangan arah, selama ini dia dikendalikan oleh orang-orang disekitarnya. Seolah orang yang tidak punya pegangan hidup. Apalagi Franda selalu menyudutkan dirinya sebagai penyebab tertunda pesta pernikahannya.”


“Wanita itu memang benar-benar sudah berubah menjadi menakutkan.” pikir Frayza.


Ramon baru mendapat kabar bahwa Frayza berada di Rumah sakit. Dia panik dan berpikir kalau Frayza mendapat kecelakaan, padahal Rose lah yang celaka karena misi yang Frayza berikan. Begaimana wajah panik Ramon saat berada di Rumah sakit, hingga dia tidak menyadari berpapasan dengan Matsumoto dan Kenzo yang usai menemui Dokter Spesialis kulit untuk Hikashi yang kehilangan percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2