TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
KESAL!


__ADS_3

Jade pulang dengan perasaan yang kesal, ia tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan. Tampak ibunya yang tengah menaiki tangga bersama Patrick. Pada kesempatan ini Jade tanpa canggung menyapa ibunya. Wanita yang dikurung Hikashi didalam kamar beberap waktu lamanya.


“Apakah Mama sudah mendapat ijin dari Papa untuk keluar dari kamarnya?”


Sambil menoleh kebelakang, Frayza tahu itu suara Jade.


“Tuan Muda, itu tidak sopan. Anda baru saja datang, sebaiknya mengucapkan salam dahulu kepada Nyonya.” Potong Patrick yang menasehati Jade.


“Hohh... Kenapa, di Mamaku. Apa yang salah?”


“Sudah Patrick, kali ini tolong jangan diperpanjang lagi. Jangan membuat perdebatan, Jade baru saja tiba dirumah. Lanjutkan tugasmu, nanti Aku periksa lagi.”


Frayza menengahi percakapan yang sedikit memanas. Ia menuruni tangga dan berjalan seraya mengarah diruang tengah. Jade mengikutinya dibelakang sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana.


“Jade, kenapa kau baru pulang pagi ini? “


“Aku semalam bersenang-senang dengam Angelo, kenapa?”


“Bukankah kau bilang untuk keluar mencari makan malam?”


“Apa Mama lupa caranya menikmati masa muda, Aku pria. Apa salahnya keluar sampa larut malam dan pulang pagi?”


“Itu salah Jade, kesehatanmu akan terganggu.”


“Selama ini Papa tidak pernah komplen kepadaku, asal pengawal ikut menyertaiku. Ahha dan kartu berisi uang penuh.” Tangannya mengangkat kartu debit warna hitam.


“Jade, tidakkah kau tahu jam yang sudah menjadi aturan dalam rumah ini?”


“Selama Aku tidak membuat masalah di luat rumah. Artinya Papa tidak perlu khawatir kan, Mama.”


“Jade, Aku adalah ibumu sekaligus wakil dari ayahmu!” gertak Frayza yang mulai kesal terhadap anaknya.

__ADS_1


“Mama, tidakkah kau tahu betapa kesalnya aku kepada wanita? Semua wanita menyebalkan!” teriak Jade.


“Jade... Berhenti, Mama belum selesai bicara! Siapa yang kau maksud dengan semua wanita itu menyebalkan?”


Perkataan Frayza tidak digubris Jade yang menghambur pergi. Sepertinya Frayza harus lebih mengorek info lebih dalam melalui pengawal yang bersama Jade.


Dari keterangan yang diambil, ternyata Jade suka mendatangi apartemen. Disana ada seorang gadis yang menjadi penunggu apartemen itu. Jade kadang-kadang menghabiskan waktu didalam apartemen itu. Pengawal disuruh berjaga diluar pintu. Selebihnya ia tidak tahu apa yang terjadi didalam sana.


(JADE POV)


“Pagi-pagi sudah bikin kesal, semalam juga kesal! Hah!”


Tok.. Tok... Pintu terbuka, ternyata Frayza yang masuk. Sembari membawa sarapan untuk Jade. Tangannya mulai merapikan dasi yang terpasang ngawur dileher. Jade tak bisa menolak ibunya yang merapikan dasi. Ia sedikit tersenyum, karena kurang piawai memakai dasi.


“Tidak semua wanita membuatmu kesal, Nak. Maaf jika sikap Mama kurang berkenan tadi. Makan sarapanmu dan berangkatlah.”


Mendengar perkataan ibunya, Jade terenyuh dan menyesah sudah berkata kasar.


“Mama, Aku merindukanmu! Selamat datang kembali dirumah.”


“Benarkah?” matanya berbinar-binar mendengar ucapan ibunya baru saja.


“Tentu,” merentangkan kedua tangannya agar Jade memeluknya.


Akhirnya aku bisa memeluk ibuku, setelah peristiwa buruk terjadi. Aku pikir ibuku adalah milik ayahku seorang, tapi ia tetap menjadi ibuku (benak Jade saat berpelukan).


“Jade, bolehkan Mama bicara sebelum kau berangkat?”


“Apa Mama?”


“Karena keluarga kita sudah utuh, sebaiknya kita utamakan makan bersama keluarga. Tidak ada makan diluar atau dikamar.”

__ADS_1


“Apa ini ide Mama?”


“Iyap, karena kedepan Mama yang bertanggung jawab memasak makanan kalian semua.”


“Jangan, nanti tangan Mama bisa kasar. Itu tidak boleh, Papa sudah membayar koki mahal-mahal nanti percuma.”


“Hahahaha, Bodoh. Tidak sepenuhnya Mama terjun didapur untuk itu. Bisa-bisa Papa mu cemburu dengan pria didapur.”


“Iya, memang. Papa sangat pencemburu berat, tapi itu berlaku hanya padamu.”


“Ayahmu sangat khawatir jika hal buruk terjadi lagi, oleh karena itu dia ingin agar Mama selalu disekitarnya.”


“Lantas kenapa Mama bisa kemari?”


“Oh itu ya, hehehe.”


Sepertinya ada yang terlewatkan sebelum kepulanganku.


“Ada apa?”


“Oh itu, tadi pagi-pagi sekali Ayahmu berangkat ke Skotlandia untuk menghadiri undangan.”


“Oh jadi itu ya sebabnya Mama lolos dari cengkraman Papa hahaha.”


“Begitulah Jade hehehe....” tertawa kecil.


Setelah Mama masuk kedalam kamar dan berbicara banyak. Perasaanku menjadi lebih baik, tentang sava sedikit tersingkirkan. Dan sepertinya aku masih membuat perhitungan dengan gadis yang mengecewakan Aku semalam. Yah, gadis yang ku beri tumpangan hidup gratis. Piaraan yang tidak bisa menyenangkan hati, dan seenakanya sendiri.


Menjalani rutinitas sebagai pelajar, Jade tengah sibuk mempersiapkan dirinya. Ini adalah tahun terakhir ia dududk dibangku menengah atas. Setelahnya ia akan masuk ke universitas sebagai mahasiswa. Beberapa kampus sudah mengirimkan resuma untuk dipelajarinya. Ia menunda untuk memutuskan dimana melanjutkan pendidikannya. Selain itu, Hikashi pasti sudah memiliki pandangan yang harus ia taati.


Melihat hesley yang mengerjakan tugas di Kantin, Jade ingin menyapanya. Tapi enggan ia lakukan, karena ia sedang bersama teman sejawat konglomerat. Ia tidak mau digunjing bila menyapa atau melirik kaum bawahan seperti Hesley. Adalah hal tabu menyapa wanita yang bukan kalangan konglomerat terlebih dahulu. Ia adalah ikon pria bermartabat tinggi, dan bukan orang umum.

__ADS_1


Andai Jade tahu, inilah kesempatan terakhirnya melihat Hesley. Karena gadis ini dikeluarkan dari Sekolah. Entah apa penyebabnya, masih dirahasian. Ia berada di Kantin untuk menikmati saat-saat terakhirnya berada di Sekolah mahal ini.


Berat langkahnya meninggalkan semua kenangan Indah saat berada di Sekolah megah ini. Tapi, karena Savakrov sudah mendapatkan pesuruh baru. Dia ditendang, beasiswanya dicabut dan Hesley tak mampu membayar iuran sekolah lagi.


__ADS_2