
*** FRANDA***
Persaingan untuk naik dikursi Dewan kehormatan semakin sengit. Isu-isu miring sudah menjamah ranah pribadi, Simon sedang membangun Citra baik untuk menarik simpati. Beberapa teks pidato tengah ia baca dan hapalkan. Tapi konsentrasinya buyar saat Franda datang kerumah dengan marah-marah.
“Sejak kapan kau kehilangan tata krama? Apakah kau liburan di hutan dan berteriak-teriak seperti Tarzan?”
“Ayah, ayah harus tahu bahwa William hanya menginginkan rahimku. Aku pikir dia mencintaiku dan menginginkanku, ternyata dia memberikanku segalanya karena ingin anak dariku.”
“Bukankah itu bagus, lalu kenapa kau marah.”
“Iya juga ya, tapi selama setahun aku tidak diijinkan untuk keluar. Bagaimana karirku?”
“Dengarkan nasehatku, William bukan Frank. Kau harus mencari tahu lebih banyak tentang dirinya. Bisa jadi dia sulit mengungkapkan maksutnya, karena ia sibuk. Oiya bagaimana liburanmu di Thailand?”
“Menyebalkan, aku tinggalkan dia disana. Mungkin dia sedang menyesalinya dan mencariku, rasakan!” padahal Hikashi di Thailand sedang sibuk menghabiskan waktu sebelum bertolak ke Inggris.
“Bersabarlah, lebih baik kau bereskan dirimu terlebih dahulu. Takutnya kalau utusan Tuan William datang kemari.”
Sebenarnya Simon tidak tega memberitahukannya kepada Franda. Tapi perjanjian dengan Hikashi sudah terlanjur ia sepakati sebelumnya. Sekarang dirinya sudah terikat oleh Hikashi. Bagaimanapun juga, karir politiknya harus berhasil. Walaupun harus mengorbankan putrinya, Franda.
“Ayah, dimana Ibu?”
“Dia sedang mencari bahan di Malaysia untuk koleksi terbarunya. Dia akan kembali beberapa hari lagi.”
“Oh begitu ya, apakah utusan dari William sudah datang mencariku?”
“Belum ada, sebaiknya kau jangan banyak bertanya. Apa kau tidak ada pekerjaan? Ayah sedang menyiapkan materi pidato untuk kampanye.”
“Hemmmb, baiklah. Kalau begitu aku mau keluar menemui teman.”
“Jangan pulang pagi, ingat kau akan menikah dengan Tuan William.”
“Hemmmb Ayah, aku bisa jaga diri dengan baik. Percayalah padaku.”
Franda keluar bukan mencari teman, melainkan janjian bertemu dengan mantannya. Saat dia dikecewakan Hikashi karena menolak dicumbu olehnya, dia menceritakannya kepada Frank. Frank mengundang Franda untuk datang ke rumahnya agar bisa leluasa bercerita. Dan pertemuan mereka ini diikuti oleh anak buah Matsumoto secara diam-diam.
“Dan kau tahu, aku memakai gaun malam yang tipis sampai masuk angin. Berjalan seperti kucing birahi, tapi dienyahkan begitu saja.”
“Benarkah? Jika aku jadi William langsung ku terkam dirimu seutuhnya.”
“Kau kan dasar mata keranjang, untungnya aku masih bisa menjaga kegadisanku sampai sekarang. Tidak seperti si bodoh Frayza yang tolil itu cih.”
“Jangan sebut namanya, aku jadi ingat saat pertamakali melakukannya. Dia aku aniaya dan kuperkosa secara brutal, aku mengancamnya putus kalau tidak melayaniku.” Frank menyesali perbuatannya.
__ADS_1
“Sejahat itukah kau kepada gadis yang sudah membantumu? Kau benar-benar pria buta, buta karena mencintaiku hihihihi.” Franda sudah setengah mabuk bicaranya nglantur.
“Dengarkan aku, jika tanpa dia. Apa kau mau ku sentuh, selama ini dia mengorbankan dirinya secara terpaksa bukan sukarela. Dia sudah banyak menderita karena ulah kita. Semoga dia bahagia dialam sana.”
“Frank, apakah kau masih sulit melupakannya?”
“Tidak, kau yang membahasnya lebih dulu bukan. Aku tidak pernah pengungkit masa laluku yang tidak penting bagiku. Selain perusahaanku, tidak ada lagi tujuan hidupku ini.”
“Frank, aku akan diperistri William. Pria yang menjadi investor utama, mendanai proyek mu.”
“Maukah kau menginap dirumahku malam ini?”
“Jangan coba-coba untuk merayuku Frank!” menepis tangan Frank yang menelusup didalam rok Franda.
“Sekaliii saja Fran, aku mau menjadi kenang-kenangan untukku sebelum kau menikah dengan William. Aku janji tidak akan meninggalkan bekasnya, tolong ya sekali ini saja.” Frank terus berusaha untuk menggerayangi Franda yang mabuk berat.
“Frank hentikan atau aku teriak!” Franda mulai merasakan jijik saat Frank menciumi lehernya dan tubuhnya dijamah.
“TOLONGGGGGGGG!!!” suara teriakan Franda terdengar sampai keluar. Anak buah Matsumoto yang sudah berjaga keluar dari persembunyiannya untuk memergoki kejadian didalam rumah.
Saat mereka masuk, baju Franda sudah koyak dan Frank sudah menindihnya. Anak buah itu melumpuhkan Frank hingga tak sadarkan diri. Lalu menyelamatkan Franda untuk dibawa pulang. Dalam keadaan mabuk Franda meracu memanggil naman William. Sepertinya Franda mulai jatuh cinta kepada pria yang sedang asik bercinta dengan Frayza. Anak buah Matsumoto melaporkan kejadian ini agar segera ditindak lanjuti.
*
*
*
Barbara tiba disebuah perkampungan ditengah perkebunan sawit. Yang dimana penduduknya berkeja di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit. Seorang pria yang tengah istirahat karena kecapekan usai bekerja di perkebunan ia hampiri.
“Dimana Adam?”
“Beliau sedang diperjalanan kemari Nyonya. Sebentar lagi mungkin tiba kemari.”
Barbara masuk ke rumah tempat tinggal Adam itu dan menunggunya kembali. Sembari menunggu Adam pria yang ia cari, Barbara melihat pigura foto Adam. Beberapa foto ia tempelkan menjadi satu seperti pazzel.
“Sedang apa kau kemari, ada angin apa yang membawamu ke tempat kumuh ini.”
Adamson Lee yang sekarang bernama Adam Ibrahim adalah ayah biologis Frayza. Pria itu pergi setelah hubungannya kandas dengam Barbara dan merantau di Malaysia. Walaupun usianya sudah berumur, tapi gurat ketampanan masih tersisa dan tubuh gagahnya masih mempesona.
“Jangan bicara seperti itu, aku kemari karena ada 2 berita untukmu. Pertama, Putri kita Frayza sudah tiada dan kedua yaitu putriku Franda dari Simon akan diperistri pria kebangsaan Inggris. Jujur, aku tidak tahu apa yang harus aku banggakan lagi. Sekarang aku dan dirimu bagaikan langit dan bumi. Suamiku Simon memiliki karir yang baik. Sedangkan kau, hidup dihutan belantara dan miskin.”
“Jaga bicaramu Barbara!” Adam memeluk foto semasa bayi Frayza. Perasaan seoarang ayah hancur, ketika sejak Frayza lahir tak merasakan kasih sayangnya.
__ADS_1
“Aku sebenarnya sedih, Adam. Tapi Frayza itu anak nakal yang tidak tahu diuntung. Dia sudah aku besarkan dengan baik, bahkan Simon memperlakukannya seperti darah dagingnya sendiri. Seharusnya kau tidak bersedih secara berlebihan.”
“Hiks... Hikss... Bicara apa kau Barbara, mana ada ibu kandung yang menjelek-jelekan putrinya sendiri. Selama bertahun-tahun aku menjaga jarak darinya. Bahkan kau tidak mengijinkan aku menyapanya. Aku tidak buta Barbara, kau sudah memperbudak bayi kecilku yang malang! Setiap tahun baru kalian pergi berlibur, kau menyuruhnya bekerja sepanjang waktu! Kau itu Ibu yang kejam hiks hiks, Frayza putriku yang malang... Maafkan Ayah yang tidak bisa menjagamu huhuhu. “ Adam tersungkur menangis memeluk pigura yang berisi koleksi foto Frayza.
Barbara tidak sedikitpun bergeming, hanya menyeka butiran air matanya saja. “Aku juga sedih, karena aku juga mengandungnya bukan.”
“Seharusnya jika kau tidak bisa mencintainya, baiknya kau berikan Frayza sejak bayi padaku Barbara!” Adam bangkit dan menghardii Barbara Yang ketus.
“Kau miskin, lebih baik dia iku bersamaku!”
“Aku memanh miskin, Barbara! Setidaknya aku bertanggungjawab dan bekerja. Dia putriku yang malang, tega sekali kau baru mengataknnya sekarang. Barbaraaaaa Barbaraaaa kau ibu yang buruk dan pilih kasih, sekarang kau pergi dari gubukku!” usir Adam kepada mantan kekasihnya.
“Tidak usah khawatir, aku kemari juga akan memberikan uang santunan dari tabungan Frayza. Pergunakan uang ini untuk makan, hidup di hutan seperti ini apa Yang bisa kau andalkan!”
Adam terus menangis dan meronta meratapi kematian putri semata wayangnya. Dia berjalan dan terus berjalan tanpa tujuan dengan mendekap pigura foto Frayza. Hatinya sakit menerima kabar kematian putri yang sangat ia rindukan.
“Nak, tunggu Ayah disana ya. Hukumlah Ayahmu ini, kau berhak melakukannya.” Kalimat terakhir yang Adam ucapkan.
Pria paruh baya yang memakai baju berbahan kaos usang. Kakinya yang renta itu menaiki teralis besi pembatas jembatan. Dibawahnya mengalir sungai dengan arus tenang. Sungat besar dan dalam tentu juga dasarnya. Pria paruh baya ini frustasi meratapi nasib buruk putrinya. Karena Adam tak ada harapan untuk hidup dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Sluutttt ( bajunya tersangkut) “ Pak tua, bertahanlah aku akan menarikmu!”
“Tuan, tolong lepaskan saja. Putriku sudah menungguku lama,” air matanya mengalir deras membasahi pipinya.
“Tuan kami sedang menunggu anda di rumah. Ayo ikut kami kembali kerumahmu!”
Usaha bunuh diri Adam berhasil digagalkan. Anak buah Matsumoto membawa Adam kembali ke rumahnya yang reot. Pembawaan Matsumoto yang tak mau repot ini sudah dipersiapkan. Kipas angin portabel untuk menghalau udara yang panas. Dan jus dingin untuk menyegarkan dahaga. Adam yang melihat tamu tidak senonoh ini kaget, ada manusia modelan begini mau menemuinya. Dia pikir Matsumoto ini rentenir yang menagih hutang padanya. Adam langsung membuka kotak kayu, dimana dia menyimpan barang-barang yang disiapkan khusus untuk Frayza.
“Ambillah ini Tuan, aku gunakan ini untuk melunasi seluruh hutangku beserta bunganya.”
“Sedikit sekali hutangmu, ckckckck.” Logat sombong Matsumoto mencelat perhiasan yang Adam sodorkan.
“Rumah yang aku tempati ini milik perusahaan, selain foto ini dan isi kotak tidak ada lagi hartaku.”
“Pak Adam, eh Tuan calon anu ish salah ucap lagi. Apa ya enaknya menggilnya.”
“Ketua, kau jangan konyol dan bikin malu. Tetap berwibawa dan tenang, ini calon mertua Tuan Hikashi.” Bisik anak buahnya pelan.
“Oh iya, makasih sudah diingatkan. Aku suka lupa kalau kepanasan gerah begini fiuhhh.”
Matsumoto membujuk Adam untuk pergi bersamanya ke Johor untuk melakukan tes kesehatan. Ini atas perintah Hikashi, agar memastikan bila ayah biologis Frayza masih hidup. Jika ternyata cocok hasilnya, rencananya Adam dan Frayza akan memiliki identitas baru sebagai keluarga legal. Hikashi ingin memiliki hak resmi atas diri Frayza. Bukan seperti saat ini, status Frayza tidak jelas data dirinya. Dia ingin memboyong calon mertuanya dan Frayza di Inggris. Namun, sebelum itu semua terlaksana. Hikasji harus memastikan bila dirinya bisa membuat Franda hamil. Karena kelak anak yang akan dikandungnya akan menjadi anak dari hasil pernikahannya dengan Frayza. Hikashi ingin memiliki garis keturunan, walaupun lewat Franda. Karena Franda masih satu ibu, jadi genetik mereka mirip-mirip.
Namun, Hikashi takut bila rencananya gagal. Pasalnya dia tahu Franda masih berhubungan dengan Frank dan hampir terjadi hubungan badan diantara keduanya. Hikashi tak ingin gegabah oleh hal itu, oleh sebab itu. Franda dijanjikan menikah di Inggris agar tidak menemui Frank lagi. Hikashi sempat berpikir untuk mengambil kegadisan Franda. Agar Frank merasakan sakit hati, seperti ia ketahui dulu karena Frank. Gadis yang ia cintai kehilangan kesucian dan mengalami trauma pada rahimnya. Hikashi bukan binatang, dia manusia yang pernah hina juga. Menyiksa selirnya demi kepuasan dendam masa lalunya. Akhirnya ia memerintahkan Dokter Kelvin saat melakukan operasi plastik dulu membenahi bagian sensitiv Frayza menjadi gadis. Dan hasilnya bikin ketagihan dan coba lagi terus. Selain itu juga Franda pernah melakukan hubungan tanpa hilang kegadisannya bersama Frank. Oleh sebab itu, ia tidak mau bersentuhan dengan wanita yang menjijikkan itu. Bedanya Frayza dipaksa, sedangkan Franda suka karena nafsu.
__ADS_1
“Pak Adam, coba perhatikan liontin ini dan dengarkan perintah saya. Lihat gerakannya dan ikuti perkataan saya.” Matsumoto menghipnotis Adam untuk mencuci otaknya. Kali ini Adam sudah berada dibawah pengaruhnya untuk dipengaruhi alam bawah sadarnya.