TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
SELAMAT JALAN PAPA


__ADS_3

√ LANJUTAN,


“Pffftttt kau nyeker?” Hikashi memuntahkan makanannya karena tertawa geli.


Frayza berdiri mematung karena ia malu. “Mendekatlah, kau pasti ingin melihat keadaanku!” mengayunkan tangannya. Wanita itu berjalan pelan dan ditariknya dengan kuat. Hingga ia terbaringkan di bangsar pasien. Wajah Hikashi begitu dekat saling bertatapan.


“Tuan, seharusnya kau tidak perlu agresif.” Hikashi tersenyum kecil.


“Cuph.. Cuph... Cuph... Cuph...” bibir hangat itu menciumi seluruh wajahnya. Lalu turun ke leher putihnya yang mengkilat karena keringat.


“Tuan, kau masih sakit.” Frayza berusaha bangkit dari kungkungan Hikashi yang mendominasi.


“Panggil aku Hikashi!”


“Baik Tuan, eh Hikashi.” Menggigit bibirnya.


Frayza dibiarkan untuk duduk dikursi, sedangkan Hikashi berbaring diranjang melipat kedua tangannya dibelakang kepalannya.


“Lihatlah pertandingan bola ini, menarik bukan hahahaha.” Hikashi membanggakan klub sepak bola yang di sponsorinya.


“Aku tidak begitu paham tentang bola, tapi para atlitnya lumayan tampan dan tubuhnya bagu hihihi.”


Bip, acara pertandingan sepak bola itu dipindah salurannya menjadi acara musik. “Ke-kenapa diganti acara musik?”


“Aku lebih suka melihat wanita berpakaian mini dan terbuka, apa masalahmu!”


“Katanya tadi acara bolanya seru, kalau begini ya jadinya biasa saja. Tadi Penyerangnya tampan sekali, larinya juga kencang.” Frayza memuji pemain bola yang menonjol.


Pletakkkk! Memukul kepada Frayza dengan remot TV. “Awh sakit Tuan!”


“Matamu itu dijaga ya, jangan lapar mata kalau lihat pria!” Hikashi marah besar karena cemburu Frayza memuji pria lain.


“Apa salahnya mengatakan hal yang sebenarnya, kan memang dia itu tampppp hemmmb.” Hikashi ******* habis bibirnya tanpa bisa melanjutkan pembicaraan.


“Jangan memuji pria lain, jika milikku sudah ku berikan kepadamu. Jangan harap kau mampu berfantasi pria lain!” Ancam Hikashi yang mengusap lumeran saliva dipinggiran bibir.


“Tuan mantan suami, seharusnya kau menahan hasratmu. Bukankah kita sudah bercerai?”


“Kau!” geram dihardik Frayza dengan status mereka sekarang.


“Aku rasa kau baik-baik saja dan sangat sehat. Jadi aku mau kembali ke rumah sakit, selamat istirahat.”


“Hai! Berhenti!” ia menahan pintu dengan tangannya.


“Kenapa?”

__ADS_1


“Kau tidak membawa uang dan seperti ini, tidak akan ada yang mau mengantarmu. Naiklah ke kursi roda, aku akan mengantarmu.”


“Oh tidak perlu Hikashi, ini akan merepotkanmu. Tidurlah hehehe,” Frayza menolak ajakan Hikashi, namun ia terlambat. Tubuhnya sudah didudukan dikursi. Hikashi memakai mantel panjang dan mendorong dirinya. Tak lama kemudian mobil sedan hitam berhenti di lobi utama rumah sakit.


“Wah mewah sekali,” ia meraba badan mobol yang mengkilat ini.


“Cih, kau suka?” Sambil menggigit jarinya.


“Tidak, aku tidak berani berangan-angan diluar kemampuanku hihihi.”


“Oh begitu ya, lalu apa rencanamu setelah ini?”


“Aku ingin pekerjaanku semakin lancar dan banyak menghasilkan uang.”


“Untuk apa memiliki uang?”


“Aku butuh biaya untuk hidupq dan Seven, Tuan Hikashi eh Hikashi.” Matanya melotot.


“Hai, tidak perlu melotot begitu. Memang kau tidak ingin menikah lahi?”


“Hahaha aku? Setelah semua yang terjadi belakangan ini. Sepertinya aku akan pikir-pikir lagi mencari pasangan.”


“Lalu dengan Andreas, pria yang melukai lenganku ini bagaimana? Apak kau mau memberikan ayah tiri yang tempramental. Hohohoho tidak bisa!”


“Lantas kenapa tidak berpikir kenapa kita bercerai alasannya apa?”


“Aku?” menunjuk hidungnya tak percaya. Mobil sudah berhenti didepan rumah sakit ia dirawat.


“Ayo turun, dan aku antar sampai ke kamarmu.” Hikashi membantunya turun dadi mobil.


Seperti saat hendak naik, ketika turu Frayza juga duduk diatas kursi roda yang didorong Hikashi. Sampai dikamar, Hikashi mendudukannya diatas bangsar.


“Maafkan aku, dulu sudah mengakhiri hubungan kita.” Memeluk erat dari belakang tubuh Hikashi.


“Aku tidak akan mengganggu kehidupan pribadimu lagi. Silahkan lanjutkan hidupmu kembali. Untuk beberapa hari kedepan, ijinkan aku menghabiskan waktu bersama Seven. Setelah kau keluar dari rumah sakit, kau boleh menjemputnya.” Melepaskan simpul tangan mantan istrinya.


Usai Hikashi mengatakan itu, Frayza termenung dan memikirkannya. Ia susah tidur dan mencoba mengingat kembali kisahnya. Namun usahanya sia-sia, ingatannya belum bisa kembali. “Ahhh ingatanku yang lambat, kenapa kau tidak berfungsi dengan baik hah!” ia memukuli kepalanya dan memaki ingatannya yang tak kunjung kembali.


Hari demi hari berjalan, kedekatan Franda dan Karen mulai terjalin dekat. Hari ini Franda boleh diijinkan untuk keluar rumah sakit. Sedangkan Andreas dipindahkan ke kamar perawatan yanh memadai.


“Bibi, aku pamit dahulu ya. Setelah aku usai melakukan pemeriksaan di kantor polisi. Aku akan menjenguk Andreas lagi.”


“Benarkah? Franda, kau gadis yang sangat baik dan sopan. Beruntunglah pria yang menjadi pasanganmu.” Memuji Franda yang terlihat sopan dan manis.


“Aku pergi sekarang ya Bi, kapan-kapan kita pergi minum teh bersama.”

__ADS_1


“Ide yang bagus, semoga pemeriksaan hari ini berjalan lancar ya. Semangat.” Karen memberikan dukungan kepada Franda sebagai saksi mata dalam kasus penculikan Frayza.


Di tempat parkir sudah ada mobil yang khusus untuk menjemput dirinya. “Masuklah! “ perintah Kenzo dari dalam mobil. Franda menurutinya dan duduk disebelah Kenzo.


“Ada angin apa membawamu kemari?”


“Buka dan bacalah!” berkah berisi surat perintah dan perjanjian baru. Franda membaca dengan seksama setiap pointnya.


“Apakah Tuan William serius kali ini? Apa dia bercanda?”


“Tidak, kali ini Bos ingin kau bekerja lagi untuknya. Namamu sudah masuk dalam daftar hitam industri hiburan. Masa depanmu jika bergantung menjadi artis sangat sulit. Ini sesuai dengan bakat yang kau miliki bukan?”


“Aku harus berterimakasih kepada Tuan William kalau begitu.”


“Lupakan saja, untuk ini aku akan mengawasimu. Saat ini Bos sedang bersama putranya sebelum kembali ke Inggris.”


“Inggris? Apakah hubungannya dengan Kak Frayza memburuk? Bukankah mereka sudah menghabiskan waktu bersama waktu itu?”


“Jalan ceritanya tidak begitu Franda.”


“Baiklah, sekarang aku akan mempersiapkan diriku sebaik mungkin.”


“Untuk selanjutnya, kau akan tinggal bersama dengan Frayza sebagai baru di butik. Atas rekomendasi dari Julian, saat ini Julian dan Rose sedang melarikan diri. Anak buahku sedang mencarinya, semoga saja mereka dapat ditemukan secepatnya.”


“Apakah nantinya Kak Frayza akan bertambah benci padaku?”


“Dia masih belum pulih ingatannya, tugasmu memasukkan cairan ini keminuman dingin yang ia minum. Jika kau berhasil melakukannya bukan hal mustahil bagi Tuan Hikashi memberikan keinginanmu.”


“Baik, aku mengerti Kenzo.”


“Bagus, sekarang di kantor polisi sudah ada tim pengacara yang mendampingimu. Semoga kau bisa ku andalkan.” Kenzo menurunkan Franda sampai di halaman kantor polisi. Disana ia sudah ditunggu tim pengacara yang sudah disiapkan oleh Kenzo sebelumnya.


*


*


*


--- BANDARA,


Kenzo mengantar Hikashi untuk bertolak ke Inggris. Dan ia memeluk putranya sebelum lepas landas. “Papa pasti akan merindukanmu Nak, jadi anak yang baik ya. Nurut sama Paman Kenzo, dan jangan terima calon Papa lain hehehe.” Pesan Hikashi.


Pria blasteran Jepang – Inggris itu memakai baju berwarna hitam senada dengan kacamata yang ia kenakan. Beberapa pengawal mendampingi dirinya untuk pengaman.


“Da-da Papa Hikashi, sampai bertemu lagi.” Kenzo melambaikan tangan Seven yang berada di Bandara.

__ADS_1


Wajah bayi tampan itu memerah dan berkaca-kaca. Ia sudah memiliki ikatan batin yang kuat terhadap ayah kandungnya. Selama beberapa hari ini Hikashi mengosongkan waktunya khusus untuk merawat Seven. Ia ingin fokus merawat dan menjaga putranya. Sehingga perasaan yang terjadi kuat diantara keduanya.


__ADS_2