TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
FRANDA GILA


__ADS_3

Usai tiba ke Jepang, Ramon kembali mengabdi di lingkungan kerajaan. Ia memimpin pasukan pengawal untuk bertugas. Sedangkan Frayza tinggal di Pulau Honda, mereka hidup terpisah. Menjalani kehidupan yang normal, menjadi guru bela diri lagi di Sekolah Dasar. Disinilah Frayza menjadi guru favorit bagi muridnya. Dia sangat keibuan dan perhatian. Sehingga diluar jam kerja dia mengajar les privat.


“Baik anak itikku yang lucu-lucu, sekarang kalian siapkan kuda-kuda.”


“Baik Sensei,” jawab muridnya.


Selain bekerja sebagai guru bela diri untuk menghidupi dirinya sendiri. Frayza juga masih mencari tahu dimana keberadaan ayahnya lewat internet. Apakah masih hidup atau sudah tiada, kini dia hanya memiliki kenangan bersama ketika masih di Inggris dalam memorinya. Setiap akhir bulan, Frayza pergi ke pantai untuk mendoakan ayahnya. Dan hal itu masih ia lakukan hingga saat ini. Sampai ketika ia didatangi kerabat lamanya.


“Kakakkkkkkk...” teriak seorang wanita terdengar dari kejauhan.


“Rose!” sahut Frayza.


“Akhirnya kita bertemu lagi hahahaha.”


“Aku pikir kau tidak jadi kemari untuk liburan.”


“Aku sengaja mengambil cuti panjang untuk melihat bunga Sakura.”


“Yakin hanya bunga Sakura? Tidak ada yang lain?” goda Frayza.


“Kak, maaf ya kalau aku mengajak Julian kemari. Habisnya aku tidak punya teman dekat lagi.”


“Teman dekat? Bukankah hanya ada teman biasa dan teman istimewa ya di dunia ini?”


“Ah Kak Fray, jangan menggodaku terusss... Jadi malu kan aku hih, kan ku lagi usaha pendekatan sama dirinya.”


“Kapan dia tiba?” mungkin 2 hari lagi dia tiba di Tokyo. Lalu antarkan aku kesana ya, kumohon.”


“Baik, aku akan antarkan kau ke Tokyo menemuinya.”


“Nah jadi kita kan bisa bepergian bertiga iyakan.”


“Hehehehe, tunggu sebentar ya muridku kelihatannya berkelahi.” Frayza berlari dan melerai murid didiknya.


Sambil menunggu Frayza selesai mengajar, Rose berjalan-jalan di seputaran lingkungan sekolah. Dia mendatangi taman bermain, bermain ayunan. Beberapa kali dia mengambil gambar dan mengirimkannya ke Julian. Ketika Julian membuka file foto gambar dan melihat keadaan Frayza sekarang dia sungguh tak sabar segera menyusul. Lalu ia mengemasi barang-barangnya usai dari bekerja menjadi model.


“Julian, apa kau tidak bisa mengajak Ibu pergi. Selama ini Ibu cukup setres dengan keadaan Franda di Inggris.”


“Tapi Bu,” Julian sedang berpikir mencari alasan agar ibunya tidak ikut bersamanya.


“Aku kesana untuk bekerja, bukan berlibur. Kau pasti akan bosan disana. Lagipula Ibu kan ada Ayah yang bisa diajak diskusi. Aku janji akan membawakan Ibu oleh-oleh dari Jepang.”


“Anak-anak kalau sudah dewasa sudah berkurang perhatiannya kepada orang tua, huft.”


“Ibu, saat ini aku tidak bisa mengajak pergi. Karena kak Franda pasti akan gusar bila tidak mendengar suaramu.”


“Iya, Ibu tahu.”

__ADS_1


“Jangan ngambek dong, lain kali ya kita berangkatnya. Situasinya sedang tidak baik.”


“Iyaaaaa,” jawabnya ketus.


Barbara terpaksa menuruti kemauan putranya. Dirinya lantas pergi ke lokasi bekas rumah mereka yang dulu. Sudah berdiri bangunan rumah baru. Dia masuk kedalam sana tanpa suaminya Simon. Didalam rumah yang sudah dibangun ulang ini dia menyekap Adam.


“Katakan kenapa kau bersama gadis itu dan William di Inggris?” Adam diam saja.


“Adam! Sampai kapan kau diam dan tidak mau bicara denganku?”


“Sampai mati,” jawab putua asa pria berkumis dan brewokan.


“Apa mati? Tidak semudah itu kau mati Adam. Berikan aku informasi yanh berguna jangan menjadi sampah!” Barbara memukul kepala Adam hingga pria itu pingsan.


Tak berselang lama Frank datang karena Adam tak kunjung jua sadarkan diri.


“A-apakah dia mati?” Barbara ketakutan.


“Kita harus membawanya ke Rumah Sakit Bibi. Kalau tidak nyawanya tidak akan tertolong.” Frank memperingatkan kondisi Adam yang benar-benar kritis.


“Tapi kalau dia kabur bagaimana? “


“Dia sudah sakit parah mana bisa dia berlari jauh, saat ini kita harus menyelamatkan nyawanya dulu.”


Barbara tak mengindahkan dirinya yang diawasi anak buah Matsumoto. Alangkah kagetnya pria yang dibawa keluar Frank dan Barbara adalah Adam. Pria yang hilang di Kapal pesiar secara misterius. Sebanarnya Barbara meminta bantuan Frank untuk menculik Frayza agar pergi. Namun dia menculik Adam karena penasaran perannya di Inggris. Tapi mereka tak mendapatkan informasi apapun. Adam lebih memilih mengunci rapat mulutnya bila harua banyak bicara.


*


*


*




Segala cara sudah Franda lalukan untuk menarik perhatian Hikashi. Namun, usahanya tak kalah berhasil. Sekarang dia tidak diperkenankan untuk menghubungi siapapun lagi. Kondisi kejiwaan Franda semakin kacau dan terguncang. Bayi yang terlahir prematur kini sudah diijinkan pulang. Dan tetap tinggal bersama Franda di Apartemen. Mendengar suara tangisan bayi dan kondisi kejiwaannya yang sudah kacau. Franda mengambil bayinya dan menggantungnya di balkon. Mengetahui kenekatan Franda yang sudah membahayakan bayinya. Hikashi akhirnya bersedia datang, dia tiba lebih cepat karena memakai helikopter. Ketika Franda sudah menggantungkan bayinya di balkon Apartemen. Hikashi dengan mata kepalanya sendiri melihat darah dagingnya untuk pertama kali.



“William, kau lihat ini anakmu akan berakhir bersamaku hahahaha.”



Suara tangisan bayi yang ketakutan itu semakin nyaring. Regu penyelamat dan tim pemadam kebakaran sudah bersiaga. Saat ini Hikashi tidak bisa menolak kemauan Franda. Karena bayi yang dilahirkan mirip dirinya. Mulai warna kulit, rambut dan bola mata.


__ADS_1


“Jika kau ingin semua ini berakhir dengan kematian. Makan arwahmu akan menyaksikan kebahagiaanku karen kau telah lenyap!”



“William, sekeras itukah hatimu menolakku? Lihat bayi ini akan aku lempar ke tanah bersamaku hahaha.”



“Asal kau tahu, ancamanmu akan membuatku lebih cepat kehilangan beban hidup. Jika kau berpikir aku menginginkan bayi darimu itu salah. Aku bisa membeli rahim wanita lain dengan sukarela. Kau pikir dirimu siapa hah!”



“Kau benar-benar lelaki tak beradab!” Franda menyerang Hikashi yang mengacuhkannya.



Dari sisi gedung lain Matsumoto sudah bersiap membidik Franda. Tembakannya jangan sampai meleset salah target atau mengenai bayi yang tak berdosa. Slup (peluru menancap di punggung Franda) satu dosis obat bius berhasil tertancap. Tubuhnya mulai melemah dan lunglai tergeletak. Hikashi meraih bayi yang didekap Franda. Akhirnya dia bisa menyelamatkan bayi yang baru saja akan dibuang dari balkon.



Franda yang tidak sadarkan diri itu lantas dimasukkan kedalam mobil ambulans. Rencananya Franda akan dimasukkan Rumah Sakit jiwa karena ketergangguan mental usai melahirkan. Bayi mungil Hikashi ini berjenis kelamin laki-laki. Mirip dengan Hikashi. Yang anehnya lagi, ada tanda jeratan di kedua pergelangan kaki bayinya. Bekas luka yang sama dimiliki oleh Frayza. Hati dan otaknya kembali mengarah ke Frayza lagi. Setelah diperiksa secara teliti, tidak ada luka trauma pada bayinya. Matsumoto diperintahkan untuk mencari Frayza lagi untuk membayar penjelasan kepada Hikashi. Namun perintah Hikashi ini ditolak Matsumoto, dia menyarankan agar Franda ditukar dengan Adam. Dengan demikian, Frayza pasti akan muncul menemui ayahnya. Artinya Hikashi dapat mengikat Frayza selama ayahnya berada dibawah pengaruhnya.



Dirumah sakit jiwa ini, Franda mengalami depresi dan gangguan kejiwaan. Dokter sering memberika. Setruman dan suntikan agar dia tenang. Sampai akhirnya Matsumoto bersama Patrick menyelinap masuk Rumah sakit jiwa untuk mencuci otaknya Franda.



“Dengan demikian, keluarganya tidak tahu kalau putrinya gila. Mereka hanya tahu kalau putrinya baik-baik saja.”



“Seharusnya Nona Franda tahu jika menjadi selir pasti ada resikonya.” Ucap patrick melihat kondisi memprihatinkan Franda.



“Kau awasi dia dengan baik, setelah ini aku akan menemani Tuan Hikashi ke Jepang untuk memperingati hari kematian ayahnya Pangeran Naruhito.”



“Baik Ketua Matsumoto.”



Sejak saat kejadian itu, Franda menjadi lebih tenang dan tidak agresif. Dirinya lebih banyak berdiam diri dan duduk dengan tatapan yang kosong. Sesekali Patrick datang mengecek Franda tengah menulis di tembok. Mungkin dia sedang menghilangkan kejenuhan didalam ruangan isolasi.


__ADS_1


Karena situasi di Inggris sudah tidak memungkinkan, bayi Hikashi diterbangkan ke Swiss. Disana sudah ada Kenzo yang akan merawatnya dengan baik. Kondisi ini Hikashi lakukan agar mengamankan putra semata wayangnya. Dia mulai mencintai darah dagingnya dengan Franda. Namun, perasaan suka terhadap ibu kandungnya tiada. Melainkan rasa balas dendam karena Frank dan Frandalah dalang gagalnya Frayza hamil kembali.


__ADS_2