
Disebuah bangku, Dokter Kelvin duduk ditemani oleh Franda yang masih memakai pakaian lengkap seprti dandan Frayza.
“Kau sedih apa senang? “
“Aku sedih, “ jawabnya pilu.
“Harusnya kau senang, karena dengan posisimu sekarang Tuan Muda Hikashi akan terus memakaimu. “
“Dia adalah suami Nona Frayza, dan aku hanya bayangan baginya tidak lebih. “ beranjak dari tempat duduknya sekarang. Franda berniat menjenguk Frayza dirawat. Tapi, langkah kakinya terhenti karena Kelvin meraih tangannya. Franda heran kenapa tiba-tiba Dokter Kelvin meraih tangannya.
“Setelah berpamitan dengan Nona Frayza, lakukan tugasmu dengan baik. Menjadi wanita pendamping Tuan Hikashi!”
Wajah Franda sudah enak dengan penegasan dari Dokter Kelvin, Franda memilih untuk bergegas menuju kamar perawatan. Disana ia dihadang lagi oleh Matsumoto.
“Kau ini ya, keras kepala. Pergi!” usir Matsumoto dengan mendorong bagian depan Franda.
“Apa salahku, kenapa kau melarangku untuk bertemu dengan Kakakku!” sekarang Franda sudah berani membentak Matsumoto yang berlaku tidak sopan seperti tadi, mendorongnya.
“Sejak kapan kau memiliki kepercayaan diri menyebutmu sebagai saudara Nona kami hah! “
“Ketua Matsumoto, ku ingatkan kembali ya. Didalam sana! Dibangsar itu yang terbaring adalah kakakku! Tolong jangan halangi jalanku! “
“Aku mengapresiasi informasimu, karena dulu kau berkomplot dengan Damora. Sulit memastikan seorang musuh menjadi kawan. “ Bisik Matsumoto ditelinga Franda yang buat panas.
“Apa kau tahu Ketua Matsumoto, akulah yang memergoki Damora menyuntikkan racun itu. Setiap hari aku pastikan jika Kakakku itu tidak disalahi perawat. Hingga akhirnya aku melihatnya sendiri berkata jika Kak Frayza lebih baik mati saja.”
“Hahahaha, sudah basi. Damora dan Robert sudah mati, jika kau mau bersandiwara menjadi orang baik. Jangan terhadapku, aku tidak bisa dikelabuhi.
Percakapan mereka didengar langsung oleh Hikashi dan Takeshi. Keduanya mendengar jelas perkataan Franda.
“Kau boleh menemuinya, setelah aku mngambil cincin dari jarinya.” Sahut Hikashi berjalan melawati kedua orang yang sedang bersitegang.
Matsumoto tercengang dengan ucapan Hikashi. “Tuan muda, kenapa kau ingin mengambil cincin dari jari Nona.”
Hikashi menarik napas dalam, “Aku sudah menandatangani surat cerat yang Frayza ajukan. Jadi kami sudah tidak suami istri lagi.”
“Tapi Pengadilan belum memutuskan status pernikahan kalian. Kenapa kau tidak batalkan saja, saat ini Nona Frayza sedang koma. Apa kau tidak iba melihat kondisinya yang kehilangan anak?”
“Ketua Matsumoto, sejak kapan kau kehilangan adab sopan santunmu. Aku adalah Bosmu, jadi jangan mengatakan ‘Kau’ kepadaku lagi.” Perkataan Hikashi ini membuat Matsumoto bersalah dan mundur tidak menghadang langkah Hikashi. “Dan kau (Franda) bisa menjenguk Frayza setelah urusanku selesai dengannya.”
“Baik Tuan Hikashi William,”
“Matsumoto, jangan kau masukkan hati ucapan Hikashi baru saja. Dia sedang labil, sejak dia kembali dari perjalanan menuju kemari. Entah apa yang baru ia lakukan. Tapi aku rasa, ada hal yang berbeda dengannya. Kenapa ia menyetujui perceraian ini, padahal ia bisa saja menggunakan alasan merawat Frayza untuk membatalkan perceraian mereka.”
“Aku akan menyelidikinya Pangeran Takeshi.”
Datanglah seoarang pria yang berpakaian militer dengan menenteng topi kebesarannya. “Maaf semuanya, perkenalkan namaku Ramon. Aku adalah wali resmi dari Frayza.” Menunjukkan surat kuasa wali Frayza.
“Kau!” Matsumoto geram dan mengepalkan tangannya.
“Tahan Matsumoto, jangan mebmmbuat gaduh!” Takeshi tidak mau ada kericuhan lagi.
Franda menatap jelas-jelas siapa pria yang berbadan tegap dan berkumis tipis ini. Sebelumnya apakah ia pernah bertemu dengan pria ini, tapi dimana tepatnya ia lupa.
“Selamat datang di kediamanku Tuan Ramon. Perkenalkan...”
__ADS_1
“Pangeran Takeshi, dulu saya adalah Kepala keamanan istana.”
“Oh benarkah, hohoho mungkin aku sudah ya.”
“Sudah lama, dan aku dulu menyamar tidak dalam keadaan berdinas. Senang berjumpa kembali dengan Pangeran Takeshi dan Ketua Matsumoto. Ku harap kedatanganku kemari tidak membuat kalian kaget.
“Ada apa kiranya yang membuatmu datang kemari?”
“Emmb,” menahan perkataannya dan melirik Franda.
“Baiklah, kita tunggu Hikashi saja kalau begitu. Sebentar lagi dia juga akan keluar dan kita bisa berbicara.”
Hikashi keluar dan Franda masuk bergiliran melihat Frayza. Melihat kedatangan Ramon dikediaman Takeshi. Sudah barang pasti ini hal yang akan terjadi.
“Matsumoto kau ikut awasi dia (Franda.”
“Baik Tuan muda.”
Sekarang tinggal mereka bertiga diruang kerja Takeshi. Dengan berbekal surat wali Frayza yang sah. Ramon mengutarakan keinginannya untuk membawa Frayza. Karena Hikashi dinilai sudah gagal menjadi suami bagi Frayza. Dan perceraian sudah ia tanda tangani ketika Frayza meninggalkan kastil beberapa waktu lalu di Inggris. Memang menyakitkan bagi Hikashi harus merelakan belahan jiwanya diambil orang lain. Terlebih lagi dia baru saja kehilangan bayi mereka.
“Karena dulu kau dengan sadar menanda tanganginya, maka inilah jalan yanh terbaik kalian. Aku berjanji akan menjaga rahasia ini agar tidak bocor.” Terang Takeshi. Namun Hikashi masih terdiam dan menatap tajam Ramon.
“Sebagai jaminannya, aku juga akan membawa Dokter Kelvin. Karena dialah yang tahu dengan jelas rekam jejak medis Frayza. Jadi, Tuan Hikashi bisa melanjutkan kehidupan sebagai orang normal kembali. Lagi pula tadi ada wanita yang dandanannya mirip Frayza. Siapa tahu Tuan Hikashi sudah menyiapkan gantinya.”
Tangan Hikashi mengepal dan geram, ia tak mengeluarkan sepatah kata apapun. Dia menahan amarahnya yang begitu dalam. Bisa-bisanya Ramon datang mmbawa surat wali sah dan tahu surat perceraiannya sudah masuk Pengadilan. Ternyata Ramon tidak sepenuhnya mengalihkan perhatiannya dari Frayza.
“Karena sudah tidak ada hal yang perlu dibahas lagi. Maka, aku akan mempersiapkan pemindah Frayza.”
“Tunggu Tuan Ramon, kalau boleh tahu kedepan Frayza akan tinggal dimana. Karena dia juga butuh perawatan medis yang memadai.”
“Pangeran Takeshi tidak perlu khawatir, aku akan membawanya ke Amerika. Aku sudah menyiapkan rumah sakit dan tempat tinggalnya ketika Frayza sudah pulih.”
“Pangeran Takeshi tidak perlu risau, aku sudah memperoleh membawa pesawat dinas militer. Jadi kami sudah memfasilitasi medis di pesawat juga.”
Hikashi keluar lebih dulu, dan tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. “Sikapnya memang tempramental, sepupuku sedang mengalami hari yang berat. Tolong jaga Frayza, maafkan sikap kami yang sudah lalai dan ceroboh.”
“Dengan segenap jiwa dan raga, saya akan menjaga Frayza dengan baik. Karena dia adalah bagian dari tim kami.”
“Tim? Tim apa?”
“Tim berpetualang hehehe.” Ramon tidak mungkin berkata kalau mereka adalah tim operasi yang ditugaskan Hikashi untuk menggulingkan tahta Pangeran Hiroshi. Itu sama artinya ia menguliti Hikashi secara tidak langsung, andai tidak terjadi drama Asmara. Mungkin tidak akan pernah Hikashi jatuh Cinta dan melupakan ambisinya. Menjadi putra mahkota kembali seperti yang selama ini ia gadang-gadang.
*
*
*
Hikashi menuju kamar Jade berada, sekarang putranya bermain bersama Patrick. Dikamar ini Jade bermain dan berlari-lari layaknya bocah pada seusianya.
“Tuan muda,”
“Kau siapkan air untuk kami mandi,” Hikashi berencana memandikan dan bermain air bersama putranya. Dia tidak ingin melihat kesibukan Ramon membawa pergi Frayza. Walaupun Hikashi mencoba dengan tegar dihadapan Jade. Tetap saja, hatinya belum rela jika harus bercerai. Terlebih lagi, angan-anganya memiliki anak dari Frayza hampir saja terwujud. Kini Hikashi hanya memiliki seorang putra saja.
“Airnya sudah siap Tuan Muda,”
__ADS_1
Hikashi membawa Jade yang lincah iru untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Dia mencoba menggoda anaknya yang lucu agar tertawa. Tapi jadinya Jade menangis karena Hikashi terlalu bersemangat. Sehingga Jade merasa dirinya dibentak oleh Hikashi. Patrick yang mendengar tangisan Jade langsung panik dan mencoba untuk mengambil bocah kecil itu. Namun Hikashi menolak, karena Jade sudah mau berhenti menangis.
Hikashi berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk Jade. Karena yang tidak akan meninggalkannya adalah anak. Frayza bisa saja pergi semaunya, dan butuh kekuatan menyadari. Bahwa cintanya yang besar akan kalah bila membuat menderita.
Dokter Kelvin yang sudah tahu kalau akan ikut bertolak ke Amerika bersama Ramon. Menemui Hikashi di kamar Jade usai mereka mandi.
“Jadi kau menghianatiku?”
“Tuan Hikashi,” rengek Kelvin.
“Tidak usah begitu, ini dokumen kepemilikan warisan dari ayah Frayza. Dia bisa memakainya. Dan di kartu ini adalah kompensasi biaya seumur hidup dariku.”
“Apakah Tuan Muda tidak ingin tahu mengenai bayi yang dilahirkan Nona Frayza?”
Hikashi merasa seperti jantungnya terhunus pedang, “Setiap kali kau sebut itu, rasanya tubuhku ini tertusuk-tusuk. Pergilah, aku mau menghabiskan waktuku bersama milikku yang tersisa satu-satunya.” Hikashi pergi membawa Jade keluar dari kamar. Ia sudah tidak bisa lagi membahas kekecawaan hidupnya.
Mulai sekarang Hikashi harus terbiasa dengan statusnya yang baru. Dan menerima keberadaan Franda sebagai ibu kandung Jade. Kedekatan Jade dan Franda adalah ikatan batin dan darah. Selain itu, Franda juga harus menjadi bayangan Frayza. Sebuah aib bila anggota kerajaan dan bangsawan bercerai. Demi menjaga nama baiknya, maka Franda akan terus menjadi bayangan Frayza didepan umum.
*
*
*
Perjalanan panjang kini ditempuh untuk sampai ke Amerika. Didalam pesawat Frayza terbaring, beberapa kali Dokter Kelvin menganalisa respon organ vital Frayza.
“Apakah racunnya menyebar keseluruh tubuhnya?”
“Aku sudah menyiapkan antibodynya, selanjutnya anak buahku di Tokyo akan mengantarnya ke Amerika. Lebih tepatnya sekarang ia akan lepas landas, jadi kita hanya selisih beberapa jam kedatangan. Nantinya aku kan tambahkan senyawa kimia, untuk menaikkan dosisinya.”
“Aku yakin, kita bisa menyelamatkannya lagi.” Ramon menatap haru Frayza yang masih koma.
“Aku sudah banyak memasok vaksin dan bibit dasar, ketika tiba di Amerika. Aku hanya perlu mengembangkan dan uji coba.”
“Kerja yang bagus.”
“Apakah kau berhasil menemukannya?”
“Ya, aku sudah berhasil menemukannya. Sekarang dia berada di Rumah sakit Singapura. Waktu anak buah Damora hendak membawa bayi Frayza pergi ke London. Pesawat mereka transit di Singapura, aku melacaknya dan berhasil menyusup. Bayinya masih diinkubator, karena terlahir prematur.”
“Ku harap bayi malang itu sama-sama berjuang seperti ibunya sekarang.”
“Setelah kondisi salah satu dari mereka membaik, aku akan pertemukan mereka.”
“Di Singapura siapa yang bisa kau percayai.”
“Dia, dia adalah orang yang memiliki naluri seorang ayah. Julian, adik tiri Frayza. Usaha butiknya butuh dana, sebagai imbalannya aku meminta ia menjadi wali sementara.”
“Dan dia setuju?”
“Yap, dia sangat setuju. Karena aku tahu, dia menjual karya rancangan Frayza di butiknya. Aku akan membongkar kelicikannya bila mengabaikan perintahku.”
“Semoga dia tidak mengecewakanku,”
“Dia tidak sama seperti saudara perempuannya yang tamak. Julian lebuh tahu diri,” bela Ramon.
__ADS_1
Jari Frayza bergerak dan menjentikkan, sepertinya tubuhnya mulai merespon. Dokter Kelvin dan Ramon tersenyum puas, dengan kemajuan yang dialami Frayza.
“Terus, teruslah gerakan tanganmu Fray. Kau harus bangkit dan melihat bayimu, cepatlah sadar.” Suara ini mampu menembus alam bawah sadae Frayza. Ia ingin membuka matanya namun masih terasa berat dan sulit.