TANGKAP AKU,BOS

TANGKAP AKU,BOS
KEHIDUPAN BARU YANG INDAH


__ADS_3

Hari berikutnya, Franda menemui Frank di rumahnya. Franda hendak memberikan kado perpisahan untuk Frank sebagai kenang-kenangan terakhir mereka.


“Apa kau mau merubah pikiranmu? “


“Tidak, aku hanya ingin melihat kabarmu. Dan memberikan mado perpisahan kita, bukalah saat aku sudah pergi. Karena aku bukan orang yang jahat, ketika urusan kita selesai. Hubungan kita harus tetap baik kedepannya. Didal sana ada buku harian milik Kak Frayza, bisa kau baca didalamnya.”


Prannnnnggg... Tiaaaarrrr (Frank mengambil buku dalam kotak kado, kemudian melemparkannya ke cermin). Amarah Frank yang tertahan akhirnya memuncah seperti lahar gunung berapi.


“Ck,” berdecit kesal kepada Frank.


“Jangan karena kau tahu aku teramat mencintaimu, jadi kau seenakanya saja terhadapku. Kau pikir dengan membaca buku harian orang yang sudah meninggal bisa membuatnya bangkit lagi?”


“Setidaknya, kau tahu dulu ada orang yang sangat mencintaimu dalam keadaan kesakitan. Hingga akhir hayatnya, Kakakku masih saja mencintaimu. Kaulah Cinta sejatinya, dan maaf. Aku tak akan pernah mau menjadi peran pengganti di hati orang lain. Aku pamit, sampai bertemu kembali Frank.”


“Jiaaaaaaaaaahhhhhhhhh!!!” Frank menjambak rambutnya dan berteriak sekeras mungkin.


Diluar sudah ada Kenzo yang membukakan pintu mobil untuknya. Franda bergegas masuk dan meninggalkan kediaman calon suaminya.


“Nona, tugas yang kami berikan sudah selesai. Jadi setelah ini urusan kita tidak ada lagi.”


“Kalian akan pergi kemana?”


“Maaf Nona, saya tidak dapat memberitahukan tujuan kami selanjutnya.”


Franda yang tidak mengenal menyerah ini meminta bantuan ayahnya untuk mengecek pihak penerbangan. Dia ingin tahu rute yang akan dilewati Matsumoto dan Kenzo. Wajahnya tersenyum kecil ketika dia memperoleh data akurat. Berkat jabatan ayahnya, semua keinginan Franda bisa menjadi mudah.


*


*


*


----JULIAN----


Perasaannya begitu kacau, saat ini dirinya tak memiliki pekerjaan. Dirinya tak mungkin numpang hidup dari jerih payah orang tua dan kakaknya. Didalam bak mandi, dia membenamkan kepalanya. Terlintas wajah kakaknya Frayza yang pekerja keras dan gigih.


“Aku seorang pria, jadi aku tidak boleh lemah!” membangkitkan semangatnya sendiri.


Dengan mengendarai mobilnya sendiri, Julian pergi ke Butik milik Ibunya. Ternyata disana sedang sibuk mempersiapkan baju keluaran terbaru. Banyak model yang sibuk memakai kontum, maupun yang berias. Baik lelaki maupun perempuan, sama-sama memiliki porsi kerjanya masing-masing. Ibunya datang menghampiri Julian yang berdiri saja.


“Sebaiknya kau ikut mencari kakakmu Franda. Dia seharusnya melakukan sesi pemotretan baju.”


“Memang dia ada dimana?” Julian tak melihat sekelilingnya ada Franda.


“Katanya dia hanya mau keluar sebentar.”


Dan fotografer memanggil Ibunya jika, model pria berhalangan hadir. Dan sesi foto ini harus segera selesai.


“Biar aku saja dan Julian.” Franda datang pula akhirnya.


“Ibu pikir kau tidak sudi mempromosikan koleksi Butik, syukurlah kalau kau datang juga.”


“Kak, aku tidak punya pengalaman apapun. Kau ceroboh mengatakan itu!”


“Penata rambut, tolong pangkas rambut adikku dan cukur kumisnya.”


Para penata rambut dan perias wajah bekerja dengan baik. Mereka mencuci rambut julian yang gondrong. Kumis tebal yang seperti pria tua tak ada lagi melintang diatas bibirnya. Sekarang adiknya sudah menjadi pria muda yang sesuai usianya. Mereka tampak kaku dan gugup, terumata Julian. Karena dia harus bergaya sesuai arahan Fotografer.


“Jika kau panik, jangan tatap kameranya. Kau cukup alihkan pandanganmu, anggap saja kau sedang foto Ijazah sekolah.” Franda berbisik ditelinga adiknya.


“Aku harus berkeringat dingin seperti ini, awas saja kalau aku tidak digaji!”


“Bila penjualan baju Ibu sukses, kau pasti diberi gaji olehnya. Lagipula, Kakakmu inikan model papan atas. Pasti akan mendongkrak penjualan.” Franda meyakinkan Julian yang masih saja kaku dan panik.

__ADS_1


Baru pertama kali Julian ikut pemotretan, terkena kilatan cahaya blitz. Membuat matanya berkunang-kunang dan muntah. Dia selama ini berpikir kalau Franda melakukan pekerjaan yang mudah. Ternyata dirinya salah sangka, ternyata menjadi foto model jauh lebih berat dan rumit. Jika hasilnya buruk, harus mengulang sampai memperoleh hasil yang bagus.


“Putra dan Putriku hari ini sudah bekerja keras, terimakasih ya sudah menjadi model dadakan.”


“Tidak masalah Bu, tadi Julian menggerutu ingin terima gajinya hehehe.”


“Kak Franda, kau!” Julian malu.


“Tenang, Ibu pasti akan menggajimu.”


Ponsel Franda berdering, dia mengangkat telepon dari seseorang dan mencari tempat yang sunyi. Tak berselang lama, Franda mengatakan ada kabar baik mengenai foto yang diposting Franda di Sosial medianya.


“Manajerku berkata jika mereka akan merekrut Julian sebagai model debut, jika Ibu mengijinkan Julian untuk terjun di dunia hiburan.”


“Wah tentu saja Ibu mau, kedua anak Ibu bisa menjadi model papan atas. Julian, ayo jawab apa pendapatmu?”


“Aku, aku terserah kalian sajalah. Masalah semuanya beres dan gajinya cocok aku mau.” Sambil ogah-ogahan bicaranya.


“Besok kau datanglah bersamaku di Kantor Agensi, dan pakailah baju yang baik untuk sesi wawancara disana. Mengerti?” Franda mengingatkan adiknya yang sedikit pemalas.


“Hemmmmbbb,”


Setelah selesai istirahat, sesi pemotretan itu berlanjut sampai semua koleksi di Butik habis. Mereka benar-benar membuat pengalaman baru, yaitu bekerja bersama keluarga sebagai tim.


*


*


*


Kenzo dan Matsumoto tengah mengadakan rapat di sebuah Restoran mewah di Singapura. Mereka membahasa tentang pembelian saham sebuah Bank terbesar. Mereka akan menggelontorkan dana segar dan deposit uang yang jumlahnya tidak main-main. Pekerjaan mereka di Singapura hampir selesai, usaha pencarian Frayza sudah dihentikan. Karena Hikashi sudah berangsur sembuh dari penyakit mentalnya. Dia mulai sedikit bicara dan dingin, hanya pekerjaan yang dibicarakannya saja. Matsumoto menyadari jika Hikashi sudah berhasil menghapus memori pahit dalam hidupnya.


“Jika urusan kita sudah selesai, ayo kita berangkat ke Inggris.”


“Baik, Ketua. Saya akan membereskan laporan ini.” Kenzo merapikan dokumen dan surat berharga.


“Kau sedang apa?” Matsumoto memergoki Kenzo yang menulis.


“Hanya pengalaman hidup hehehe.”


“Apa? Coba aku lihat?”


“Tidak boleh, aku menulis surat ini untuk Ibuku di Kampung halamanku.”


“Dasar pelit!”


“Ini rahasia ya, mau tahu saja.” Cibir Kenzo kesal.


Dan kenzo menaruh surat itu di boto minuman dalam kulkas. Dia berharap kelak Frayza menemukannya.


Franda mengutarakan niatnya untuk berlibur usai berakhirnya hubungan pertunangannya dengan Frank. Ibunya mendadak kaget, karena Franda sedang banyak pekerjaan yanh sudah ditandatangani. Namun, Franda meyakinkan bila hal itu bisa dikendalikannya. Dia hanya beberap minggu saja pergi berlibur untuk menenangkan jiwanya.


“Baiklah kalau itu maumu, Ibu harap liburanmu sangat menyenangkan.”


“Terimakasih Ibu, aku akan kembali dengan diriku yanh baru hehehe.” Memeluk Ibunya.


Karena hasil penjualan Butik yang meroket, maka yang mengantar Franda adalah Julian. Saat tiba di Bandara, tak berselang lama rombongan Matsumoto bersama anak buahnya tiba. Mereka memakai baju santai, celana dan kaos. Dan tak lupa topi dan kacamata. Mereka hanya memakai ransel, hanya Matsumoto saja yang tidak menenteng apapun. Franda pura-pura menyama Matsumoto dan Kenzo. Sekedar untuk beramah tamah saja. Ternyata Franda berada di pesawat yang sama, yaitu tujuan Inggris Raya.


*


*


*

__ADS_1


----BATAM----


Desiran ombak di lantai ini membuat Frayza merasa ingin tidur. Hawa pantai dan suara burung camar menjadi musik alam yang harmoni Indah. Sambil menikmati air kepala, dia menatap langi senja yang cantik.


“Ramon...” dirinya menyebut nama sahabatnya yang entah berantah ada dimana.


*


*


*


--- OKINAWA, JEPANG ---


Dokter Kelvin membawa anjing kesayangannya untuk jalan-jalan. Dan anjingnya menjilati salah satu wisatawan yang asik berjemur. Wisatawan yang terusik itu marah-marah dan hendak menyiram air.


“Ramon?”


“Jadi ini anjingmu ya!”


Keduanya tertawa terbahak-bahak bertemu kembali setelah sekian lama tak berjumpa. Kedua rekan tim kerja ini saling bertukar cerita satu sama lain.


“Jadi sekarang kau bekerja di bioteknologi milik Kerajaan ya? Hebat sekali, bagaimana bisa?”


“Ketua Matsumoto mengirimku untuk berlibur ke Maladewa. Dia pulalah yang memberikan racun, sekaligus penawarnya juga. Karena itu itulah sekarang aku direkrut kerja oleh Pangeran Hiroshi. Disana aku mengembangkan biokimia dan bioteknologi modern.”


“Jadi Tuan Hikashi adalah orang yang mengerikan sekali.”


“Apa kau pikir merelakan tahta yang seharusnya menjadi milikmu, tapi orang lain merebutnya paksa bisa ditoleransi?”


Ramon berpikir lagi, jika Hikashi lah yang seharusnya naik tahta. Jika tidak terjadi insiden buruk terhadap orang tuanya.


“Aku yakin dia sudah merencanakan semua ini.”


“Lalu dimana Fred? Bukannya kau hendak membawanya ke Amerika?”


“Frayza meninggalkan aku di Bandara, dia lebih memilih untuk mengurusi adik-adiknya.”


“Dasar, susah payah aku merubah wujudnya. Tapi hatinya masih orang lama, tahu begitu tidak aku operasi saja. Biar dia menjadi dirinya sendiri.”


“Sudahlah, sekalipun dia ingin kembali di keluarganya. Hal mustahil terjadi, karena keluarganya sudah menghapus dari daftar anggota keluarga. Bahkan keluarganya hanya mengklaim anak lelaki dan perempuannya.”


“Turut prihatin dan ingin merekrutnya menjadi anggota keluargaku, huuuuhhh.” Lenguh dokter Kelvin prihatin.


“Dia juga mengirim beberapa email, tapi aku enggan membukanya. Aku masih kesal terhadapnya, karena dia membela Hikashi.”


“Sejak kapan Tuan Muda Hikashi butub pembela kebenaran dan pembasni kejahatan. Dia tidak mati karena tembakanmu, karena aku sudah memakaikan rompi anti peluru di badannya!” celoteh Dokter Kelvin.


“Apa???” Ramon terkejut mendengar pengakuan jujur sahabatnya.


“Dalam percaturan ini, menjadi pihak netral adalah yang paling diuntungkan bukan?”


“Dasar kau, aku harus akui kau lebih licik dari apapun.”


“Hehehe, kau harus banyak-banyak menuntut ilmu dariku Pemuda hahaha.”


“Bisakah kau merekomendasikanku untuk menjadi pengawal di Kerajaan?”


“Emmmmbbbbbbb,” memutar-mutar kepalanya.


“Jika kau menolak, aku kubur anjingmu didalam pasir!”


“Hahahah, iyaya akan aku rekomendasikan. Masuklah melalui jalur seleksi umum, aku akan membantumu melobi orang dalam. Tapi kau tidak berniat membuat onar bukan?”

__ADS_1


“Aku akan membuka rahasia jika kau seorang Dokter mata-matanya Tuan Hikashi.”


“Ciaaaahhhh sialan kau!” teriak Dokter Kelvin.


__ADS_2