
Matsumoto menggelandang Franda yang masih terborgol tangannya. Penutup matanya dibuka setelah tiba di Kastil milik Hikashi.
“Tuan William, akhirnya kita bertemu kembali hahahaha.” Tawa congkak Franda.
“Yang sopan menyapa Bos!” bentak Matsumoto.
“Hmmm baiklah, senang bertemu kembali Tuan William.”
Hikashi mengisyaratkan agar anak buahnya keluar dari ruangan kecuali Matsumoto yang menjadi tangan kanannya. Hikashi berjalan dan memutari Franda yang terduduj dilantai. Wanita itu mulai ketakutan bila Hikashi menyiksanya karena tersinggung.
“Aku mengeluarkanmu dari Panjara dan datang kemari karena demi tujuanku. Mulai sekarang dan seterusnya, kau akan memakai jatidiri Frayza. Franda sudah lenyap!”
“Tidakkk... Aku tidak mau menjadi bayangan orang lain!”
Plakkk, sebuah tamparan panas mendarat dipipi kiri Franda. “Bicara sopan, Bos tidak menerima penolakan. Ini adalah syarat agar kau bisa hidup.” Tegas Matsumoto.
Hikashi mendekatkan wajahnya kepada Franda, dan seketika Franda menjadi patuh ketika terjadi kontak mata. “Mulai sekarang, dirimu adalah Selirku. Jadi semua perintahku wajib kau patuhu. Mengerti!” Franda mengangguk.
Setelah Franda bertemu langsung dengan Hikashi ia dikurung dalam kamar yang besar dan memiliki isi lengkap didalamnya. Para pelayang mendandaninya menjadi mirip Frayza. Tugas Franda yaitu berada disekitar Jade sebagaimana ibu bayangan. Awalnya Franda canggung dengan buah hatinya, lama-lama ia mulai tumbuh rasa sayang. Franda menjadi lebih luwes dan terampil mengasuh Jade yang masih balita. Dirinya merasa menjadi ibu sekaligus wanitanya Hikashi. Sampai suatu pagi ketika Hikashi berada di kamar bekas Frayza, Franda datang membawakan secangkir kopi panas.
“Sayang, aku bawakan kopi panas untukmu.”
Hikashi menoleh dan menyibak cangkir dari nampan hingga pecah. “ Lancang sekali kau panggil aku Sayang! Jaga mulutmu!” tanggannya mencengkram mulut Franda sampai mendongak. Wajah Franda setangkup dalam cengkraman tangan. Hikashi tidak menyukai panggilan dari Franda. Sikap baik dan diam Hikashi disalah artikan oleh Franda. Ia pikir Hikashi sudah bisa keberadaannya sebagai pengganti sosok Frayza. Ternyata bukan, ternyata dirinya menjadi tameng bagi Hikashi. Karena Damora sudah berani menampakkan dirinya. Sekarang wanita yang menjadi saingan Ayako yang seimbang telah muncul dari bedah plastik di Korea. Wajah Damora dirubah semirip ibu Hikashi.
“Jika Hikashi bisa menolak wajah wanita lain, dia tidak akan bisa menolak wajah ibu yang amat ia kasihi hahaha.”
“Tapi Putriku, istri William Hikashi ada bersamanya. Mereka sudah memiliki anak juga, posisimu sudah terancam.”
“Apa? Jadi wanita tengik itu masih bisa lolos dari bencana kebaran di Paris?”
“Iya, beberapa waktu yang lalu. Mereka sempat terlihat menghabiskan waktu di pusat belanja.”
“Tidak mungkin, bila menggunakan cara kekerasan wanita itu sulit disingkirkan. Maka aku akan pakai cara lembut agar ia binasa selamanya. Aku pastikan, jika bukan tewas dari tanganku sendiri. Maka bisa jadi ia selamat lagi.”
“Kitas susun rencananya sambil menuju pulang ke Inggris, kita terlalu lama di Korea. Ku dengar William Hikashi merombak besar-besaran pegawainya. Jadi orang-orang bawahanku yang bekerja disana terlibat masalah. Dan aku tidak bisa bermain curang lagi.”
Robert selain menjadi saingan bisnis, ia juga menjadi penghianat. Ia menggerogoti Perusahaan dan bisnis Hikashi. Ia mengambil keuntungan yang cukup besar karena ulah busuknya. Sekarang kegiatan ilegalnya sudah dijegal Hikashi. Bahkan dirinya hampir saja ketahuan karena melakukan tindakan makar dan penggelapan dana.
Hari yang dilalui Franda tidaklah mudah, mulai dari cara berpakaian hingga keseharian. Semuanya harus semirip mungkin dengan Frayza. Bahkan, ketika ikut mendampingi Hikashi diacara resmi. Franda tidak boleh menampakkan wajahnya secara jelas. Dirinya selalu menutupinya dengan rambut terurai menutup setengah wajahnya. Dirinya tidak diijinkan mengeluarkan suara dan menyapa orang lain. Jika Franda diketahui melanggar aturan, maka Pengawal yang berdiri didekatnya menyetrumnya. Sampai suatu ketika, Franda hendak mengadu pada seseorang dalam jamuan pesta. Ia hendak memberitahukan jika dirinya ditawan dan disiksa. Dirinya diseret dan rambutnya dijambak, tubuhnya disiram dengan air es yang dingin. Kemudian dibiarkan tidur diluar rumah tanpa selimut. Sehingga Franda jatuh sakit dan menderita Flu berat.
“Kenapa kau kejam kepadaku, demi wanita yang sudah pergi darimu?”
“Kau mau tahu alasannya?”
“Kau harusnya mencintai aku yang memberimu putra, bukan menyiksaku seperti binatang William!”
Plakk... Tangan Matsumoto melayang di pipi Franda terasa panas. “Bicara lagi, maka seluruh gigimu rontok!” maka Franda terisak menangis menahan tekanan mental yang begitu menyiksa.
“Hiks... Hiksss kalian ini manusia atau bukan, lepaskan aku. Biarkan aku bebas seperti dahulu lagi, apa salahku kepada kalian?”
“Karena kau! Wanita yang polos mengalami kecurangan. Dia mengandung dan mengalami keguguran. Apa kau tahu siapa wanita yang sudah kau rusak hidupnya!” tak tahan sudah Hikashi menyimpan amarah bencinya kepada Franda.
__ADS_1
“Sssiiii-siapa?” tubuh Franda bergetar hebat menggigil.
“F-R-A-Y-Z-A Lee.” Eja Hikashi jelas.
“Frayza kakakku?”
“Masih berani mengakui dirinya sebagai saudari. Setalah kau merebut kekasihnya yang bodoh itu, kau buat hancur hidupnya!”
“Aku-aku hanya memberikan solusi kepada Frank. Iya, dia adalah Frank mantan kekasihnya. Lalu apa hubunganmu dengan Kak Frayza? Bukannya dia sudah meninggal, kau hanya kebetulan menyukai wanita yang sama namanya bukan?”
“Apa aku harus menjelaskan kenapa aku memintamu melahirkan anak ditengah-tengah kami? Hahaha (tertawa depresi) karena dialah Frayza kakakmu itu. Aku yang merubahnya menjadi yang sekarang tak bisa kau kenali!”
“Astaga... Tidak mungkin.”
“Jika aku bisa merekayasa kematiannya, aku juga bisa merekayasa kematianmu nuga bukan! Karena wanita jahat sepertimulah yang merebut hati pria yang lemah. Sehingga seluruh ucapanmu menjadi petaka baginya. Kau tidak tahu bukan, kalau pada akhirnya aku jatuh Cinta dan terobsesi olehnya.”
“Kau sudah gila William, sadarlah bila kau hanya berhalusinasi. Frayza yang asli sudah mati di Batam. Kau hanya menghidupkan karakternya, sama seperti kau menghidupkan dirinya pada diriku, “
Hikashi menyeret Franda kedepan foto besar didinding. “Kau lihat, betapa mengagumkannya ia sekarang. Bahkan wajahmu, kulitmu, tubuhmu tak sebanding kukunya lagi. “
“Hiks... Hikss kenapa kau merendahkan aku William, jika kau mau dia kembali bawa saja ia kemari!”
“Karena aku sudah tergila-gila dengan Frayza. Jika saudaramu tidak berhasil menemukan istriku, maka seumur hidupmu kau akan terkurung di Kastil ini hingga mati!” mendorong Franda terjatuh. Selanjutnya pintu aula itu tertutup lagi hingga rapat. Pengawal menggembok seluruh jendela dan pintu.
“Tuan muda, Robert dan Damora sedang dalam perjalanan menuju Inggris. Sekarang wajah mendiang Nyonya dipakai oleh Damora untuk menekan anda.”
“Cih, dia pikir memakai wajah Ibuku mau menindasku? Biarkan mereka menjadi badut dulu, dan fokus mencari Ayako. Gadis itu lebih berbahaya daripada Damora, ketrampilan bela dirinya meningkat. Ternyata di Rumah Sakit jiwa dia belajar bela diri.”
“Dan saru hal lagi, yakinkan media bila Frayza yang sekarang adalah yang asli. Jangan sampai media mendapat gambar detail si Franda itu. Untuk berjaga-jaga saja. Oiya, dalam waktu dekat ini pindahkan Jade di tempat yang aman. Situasinya semakin memburuk, aku tidak ingin putraku dalam bahaya.”
“Aku akan mengkoordinir dengan Patrick mengenai hal ini, dan adik lelaki nona Frayza ternyata dialah pelaku plagiarisme karya Nona Frayza. Sekarang ia terbang ke Jepang, dan menemui Rose. Kalau tidak salah Rose ini hamil muda, hasil hubungan gelap keduanya.”
“Rose?” Hikashi seolah tidak asing dengan sosok Rose.
“Rose ialah pekerja Kedutaan Singapura untuk Indonesia. Dia sempat dekat Nona beberapa waktu ketika kembali ke Singapura.”
“Awasi dia, mungkin Frayza menghubunginya.”
“Baiklah Tuan Hikashi, saya akan memantau gerak-gerik Rose dan Julian.”
“Hemmb, aku akan bertolak urusan bisnis beberapa waktu keluar negeri. Aku akan ditemani Kenzo, jadi kau urus saja masalah ini.”
Dengan kepergian Hikashi ke Luar Negeri, maka Franda tidak akan lahi menerima siksaan fisik dan mental. Dirinya ketakutan setengah mati dengan dosanya dimasa lalu yang dikuliti habis oleh Hikashi. Ternyata Frayza masih hidup dan menjadi Cinta matinya seorang psikopat kejam. Jika tahu kedepannya Frayza didukung oleh pria sekuat Hikashi. Tentu ia tidak akan gegabah menjadi perusak hubungan orang. Dan mau berkomplot dengan Damora ketika di Paris. Dosanya benar-benar sudah banyak terhadap kakak sulungnya. Sekarang Franda harus menerima kenyataan, bila yang dialaminya sekarang adalah hutang yang harus ia bayar.
*
*
*
--- BALI ---
__ADS_1
Perut Frayza semakin membesar dan janinnya sedikit lemah. Tiara menemani Frayza memeriksakan kandungannya di Rumah Sakit terbaik. Disana ia tanpa sengaja bertemu dengan Takeshi, saudara Hiroshi. Sekarang Takeshi sudah bisa berjalan dengan satu tongkat. Terapinya sukses, sekarang ia tak butuh bantuan kursi roda lagi. Takehsi melihat Frayza tengah duduk di taman, usai muntah-muntah. Kedua saling bertukar kabar dan bercerita kehidupan masing-masing.
“Apakah Hikashi akan menjemputmu disini?”
“Iya, dia sedang berada pada kunjungan bisnisnya. Kami bahkan jarang berkomunikasidia sangat gila kerja hehe.” Menyelipkan anak rambutnya dibelakang telinga.
“Fray, bolehkan aku berkunjung kerumahmu?”
“Hehehe tentu saja boleh, tapi hunianku di Desa yang terpencil. Rumahnya juga kecil dan jauh dari keramaian.”
“Sepertiny menarik, apakah ada hamparan sawah yang luas terbentang.”
“Iya, sangat Indah.”
“Baiklah, usai kau periksakan kandunganmu. Aku antar kau pulang kerumah,” Takeshi memperhatikan perawakan Frayza yang memakai baju yang sederhana dan sandal karet.
Perasaan curiha Takehsi ia tahan, beberapa pertanyaan dalam benaknya ingin segera ia lontarkan. Tapi, dia tidak enak hati bila Frayza tersinggung. Tiara dengan sabar dan telateb mendampingi Frayza. Usai pemeriksaan kandungan, Takeshi menawarkan belanja kebutuhan hidup mereka. Tapi Frayza menolaknya, dengan alasan kakinya sering pegal-pegal.
“Kalau begitu, kau belanjakan saja kartu ini. Jangan pernah sungkan untuk memakainya, karena dulunya ini diberikan oleh Hikashi. Sekarang aku sudah memiliki Perusahaan, jadi aku kembalikan lagi kartu ini. Karena kau istrinya keponakanku, maka gunakan saja kartu ini.”
“Kenapa kartunya berbeda dari yang pernah aku lihat ya?”
“Ini kartu Premium, minimal transaksinya bisa membeli apapun yang kau inginkan. Seperti tas, baju, perhiasan dan kendaraan.” Takeshi menyindir Frayza secara halus, karena ia melihat mobil yang digunakan jelek.
“Tapi aku tidak bisa,”
“Apa kau ada masalah dengan Hikashi?”
“Oh tidak, bukan begitu maksutnya.”
“Fray, aku sangat berterimakasih dengan Hikashi sudah banyak membantuku. Jika kau butuh biaya, pakai saja uangnya. Hari ini aku ada janji dengan seseorang, kapan-kapan aku akan bertamu ke rumahmu. Sampai jumpa lagi.”
Takehsi mengurungkan niatnya untuk bertamu. Ia lebih baik mengamati Frayza dulu, heran saja. Dengan kehamilan Frayza, bagaiamana bisa Hikashi acuhkan istrinya dengan seorang pengawal. “Tamada, cari tahu tentang Frayza dengan Hikashi.” Ucap Takeshi kepada tangan kanannya.
Usai menerima kartu premium itu, Tiara bergembira. Sudah lama ia tahu jika Frayza tidak memiliki penghasil dan hidup pas-pasan. Terkadang Tiara sedih dengan Frayza yang hamil kepayahan. Walaupun tak banyak mengeluh, tapi Tiara tahu. Frayza ingin membeli kebutuhan untuk calon bayinya. Hanya saja ia tahu batas kemampuan ekonominya. “Bagaimana kalau kita belanjakan saja, kan Tuan tadi bilang beli tas, baju dan ini itu”
“Aku tidak akan membelanjakan benda yang tidak bernilai. Kau mau tahu apa yang akan aku beli?”
“Apa?”
Frayza meminta Ben untuk mengantarnya pergi menemui calo tanah. Frayza membeli sebidang tanah untuk menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Dan ada beberapa petak kolam pemeliharaan ikan konsumsi.
“Semuanya saya bayar kontan ya,”
“Terimakasih Nyonya, anda benar-benar murah rejeki.”
“Hehehe terimakasih. Aku membeli intestasi untuk biaya hidup kami nantinya.” Mengusap perut buncitnya dengan penuh haru.
Sekarang Frayza bisa tenang mengelola usahanya, daripada dibelikan barang berharga ratusan juta yang tidak rutin dipakai. Lebih baik Frayza membeli tanah yang nilai ekonominya semakin tinggi. Dirinya merasa sudah memiliki barang-barang tersebut saat berada di Kastil dan barang itu hanya dipakai beberapa kali saja. Kemudian masuk kedalam lemari lagi. Sekarang ini, Frayza ingin hidup lebih bersahaja dan damai.
Informasi mengenai penyerangan Ayoko di Jepang telah sampai di teinga Takeshi. Ia sakit hati, sudah diperalat oleh mantan kekasihnya. Ternyata dia tak lebih menjadi keledai dungu Ayako. Ternyata Ayako lebih mencintai Hikashi, bahkan rela merendahkan martabatnya. Takeshi juga tahu, bahwa Hikashi menolak Ayako. Lalu menyakiti serta melukai tubuhnya sendiri. Semua ini Hikashi lakukan karena ia sudah tobat. Tidak tertarik dengan dunia hitamnya dulu. Diam-diam Takeshi memberitahu bahwa ia bertemu dengan Frayza di Bali. Ia juga mengambil foto Frayza yang memakai daster. Perutnya yang buncit itu mengalihkan pesawat Hikashi yang hendak bertolak ke Afrika Selatan. Menuju Bali, pria itu sangat senang melihat keadaan Frayza yang tengah buncit. Hal. Ini dibenarkan oleh Dokter Kelvin yang catatannya dibobol Kenzo. Sebagai hukumannya, Dokter Kelvin dipecat dari proyek Bioteknologi.
__ADS_1
“Akhirnya... Aku menjadi ayah,” haru dan terenyuh menyelimuti hati Hikashi. Penantian panjangnya membuahkan hasil yang manis. Frayza mengandung darah dagingnya, sesuai harapannya.