
Sebagai tamu di kediaman mantan suaminya. Frayza diajak berkeliling taman oleh Patrick sambil bercerita tentang kehidupan di kastil ini. Frayza yang menggendong Seven kini terkagum-kagum adanya labirin pohon buah anggur yang merambat. Serta kolam berisi ikan dan terdapat pohon sakura. Mengingat Hikashi masih memiliki darah orang Jepang dari ayahnya.
“Nona, saat ini saya hanya bisa menjamu anda seadanya dahulu. Karena Tuan William sedang perjalanan dinas.”
“Tidak apa-apa Patrick, begini aku sudah cukup. Karena aku kemari juga dadakan datang lebih awal.”
“Kalau begitu saya pamit undur diri untuk menyiapkan menu makan siang. Apakah Nona Frayza ingin menu hidangan khusus? Saya akan memerintakahkan koki untuk menyajikannya.”
“Berikan saja aku mie rebu dan kerupuk, dan untuk Seven berikan saja dia bubur buah.”
“Apakah Nona tidak mah makan acar atau toppinh lainnya? Masak hanya makan mie dan kerupuk?”
“Aku disini hanya seorang tamu, jadi aku harus tahu diri.”
Menu yang dipilih Frayza sangat sederhana, sedikit mencuri pandang. Memang perawakan mantan istri tuannya tidak terawat dan kurus. Tapi senyuman manis dan sikap ramahnya membuat Patrick menjadi sedih. Kenapa wanita yang ia kenang cantik dan mempersona kini jauh beda. Mungkin karena Hikashi dulu mencukupinya dengan hal yang terbaik. Pikirnya singkat.
Seluruh pelayan sibuk menyiapkan keperluan makan siang. Koki memberikan persembahan karya tangannya menyajikan mie instan sesuai keinginan Frayza. Frayza sangat menikmati hidangan ini dengan memuji masakan koki sangat lezat. Dan itu membuat Patrick kembali bersedih, hanya dengan makanan sepele ini ia bisa terharu.
Seorang pelayan membisikkan kepada Patrick ada hal yang harus ia kerjakan. Ternyata di kastil Hikashi kedatangan tamu lagi, kali ini Patrick dibuat keheranan kenapa bisa ada seorang wanita paruh baya datang. Ternyata bibi Fang sudah tiba di kastil Hikashi membawa beberapa koper miliknya.
“Siapa anda Nyonya?” Patrick terheran-heran kenapa bisa ada seorang tamu tiba tanpa sepengetahuan dirinya.
“Perkenalkan nama saya adalah Bibi Fang. Saya kemari karena diundang oleh Nathalie, beliau mengatakan jika saya dipekerjakan kembali untuk mengurus Seven. Maksut saya ialah Steven putra Frayza Lee.”
“Oo...”Patrick membulatkan mulutnya dan paham. Lalu kenapa bisa Nathalie, kenapa tidak Hikashi langsung saja? Timbullah pertanyaan lagi.
Pelayan membawakan barang bawaan bibi Fang dikamarnya. Karena bibi Fang seorang tamu, maka ia dijamu dengan baik. Seusai istirahat dan membersihkan dirinya, barulah bibi Fang diperkenankan untuk menemui Frayza. Yang tengah mengajari Seven cara berjalan.
Betapa terkejut dan bahagianya, pengasuh bayinya jauh-jauh dari Singapura menyusul dirinya. Bibi Fang mengatakan kalau ia datang kemari karena kehendak Nathalie. Frayza tidak tahu siapa Nathalie, dan Patrick akhirnya buka suara.
“Nathalie, adalah seorang wanita yang sangat mengagumkan. Parasnya cantik, rambutnya panjang dan gelap. Sorot matanya tajam dengan bibir yang tipis melebar. Rahanya kuat seperti kepribadiannya yang tegas, dalam waktu singkat ia berhasil menjadi asisten pribadi Tuan William. Awalnya dia hanya seorang pegawai biasa. Bagian perencanaan dan periklanan, karena ia menjadi buah bibir dan tersohor. Maka Tuan William tertarik untuk menjadikannya wanita terdekat disisinya. Hal ini sudah biasa bagi kami, untuk mentaati perintah Nathalie. Karena kami semua tahu, bahwa Tuan William ada dibelakang mendukungnya.”
“Jadi Nathalie sehebat itukah?” bibi Fang memotong.
“Benar, Nona Frayza ku harap kau jangan salah paham. Sikap Nathalie yang dominan seperti ini.”
“Hehehe aku tidak keberatan Patrick, bagiku dia cukup baik mengirim bibi Fang kemari. Mungkin dia tidak ingin aku kerepotan mengurus Seven sendirian. Dan aku juga kemari untuk menemui Jade.”
Prookkk ...prokkk suara tepuk tangan memecahkan suasana tenang tadinya. Wanita yang dijabarkan oleh Patrick itu berjalan dengan elok. Ia memakai baju serba hitam dan perhiasan yang memenuhi anggota tubuhnya. “Selamat datang di kastil Alexander. Apakah kau menikmati waktumu disini? Perkenalkan namaku Nathalie Douglas, dan kau adalah Frayza Lee.” Menjabarkan tangannya.
“Senang berjumpa denganmu Nathalie,” Frayza kikuk dengan wanita yang sangat glamour didepannya.
Sedangkan Nathali tidak sudi berkenalan dengan bibi Fang sebagai pengasuh bayi. Ia duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya yang jenjang. Ia merebahkan punggungnya dengan arogan.
__ADS_1
Tak lama kemudian seorang pelayan membawa nampan berisi gelas, es batu dan wine. Ternyata ini minuman kesukaan Nathalie, ia berlagak seperti Nyonya disini. Dia memandang sejenak Frayza dengan tatapan menusuk.
“Karena kau adalah mantan istri dari Tuan William maka aku langsung menerbangkan langsung pengasuh bayinya. Mulai hari ini dia yang akan menjaga dan merawat bayimu dengan baik. Aku keberatan jika media menyorot kabar bahwa mantan istri tinggal seatap dengan alasan bayi mereka. Itu sangat memuakkan bagiku,” menenggak wine dalam gelas untuk membasahi tenggorokannya.
“Lalu kau berusaha memisahkan aku dengan putraku? Maaf sebelumnya Nathalie, jika keberadaanmu membuatmu tidak nyaman. Tapi aku datang kemari untuk bertemu salah satu putraku Jade.” Frayza mengatakan dengan jelas. Bahkan ada sesorang yang mengintip perbincangan diruang tengah tersebut.
“Frayza Lee, aku sekedar mengingatkan statusmu yang sudah berpisah dengan Tuan William saja. Sekarang ini media menyoroti kami sebagai pasangan, tidakkah kau malu jika dicibir sebagai penggoda mantan suami. Ketahuilah bahwa kau yang menggugat cerai dirinya dengan meninggalkan surat itu sebelum kau akhirnya kabur! “
Nathalie mengatakan yang sebenarnya, Frayza hampir melewatkan kejadian itu walaupun ia sedang berusaha keras untuk mengingatnya.
“Karena aku sudah mendatangkan secara khusus pengasuh bayimu, sebaiknya kau tinggalkan kastil ini. Karena aku tidak sudi melihatmu memejamkan mata diatas ranjang!” perkataan Nathalie ini sungguh keterlaluan, ia cemburu buta sampai-sampai ketakutan bila Frayza merusak hubungan pribadinya.
Patrick ingin menyela dan membela Frayza yang dipaksa pergi oleh Nathalie. Namun, sepertinya Frayza lebih lapang dada dan setuju angkat kaki secepatnya.
Melihat Frayza mengemasi barang-barangnya, Patrick segera menghubungi Kenzo yanh berada di kantor. Ia meminta agar segera kembali ke kastil. Dia menceritakan tentang pengusiran Frayza oleh Nathalie, sontak Kenzo tidak percaya bila Hikashi menyetujui sikap Nathalie. Sedangkan, saat ini Hikashi diketahui sedang dalam perjalanannya kembali. Mungkin sedang berada di pesawat, karena beberapa kali Matsumoto dihubungi tidak aktif.
Senang rasanya melihat Frayza yang tidak ada perlawanan mau angkat kaki. Bagi Frayza apa yang dikatakan Nathalie itu benar, ini semua demi harga dirinya. Ia sudah berpisah dengan Hikashi, dan itu atas keinginannya sendiri. Sekarang ia harus membayar tindakannya itu. Ia berpamitan dengan bibi Fang untuk menjaga dan melindungi Seven saat ia tak ada disana. Dan setelah itu, Frayza meletakkan sebuah kotak kadonyang berukuran besar di kamar Jade. Ia mempersembahkan kado khusus untuk putra sulungnya itu. Patrik kedapatan memergoki Frayza tengah menciumi bantal Jade. Mungkin Frayza meluapkan rasa rindu dan cintanya kepada putra sulungnya. Lagi-lagi ada seseorang yang mengintip dengan diam-diam.
Kenzo sudah tiba di kastil untuk mengantar Frayza ke Hotel tempat yang akan ia tinggali. Dilihatnya mata Frayza masih basah dan pipinya sembab, mungkin ia usai menangis banyak.
Patrick mengantar mantan nyonya besarnya sampai ke teras utama. Dan mengepalkan kedua tangannya penuh amarah. Ia menggertakkan giginya dan rahangnya mengeras.
*
*
*
Kenzo tidak mengantar Frayza di hotel yang dipesan Nathalie. Karena selain jaraknya yang jauh dari Kastil. Ternyata Hotel yang dipesan Nathalie itu hanya sebuah losmen kecil. Suatu penghinaan bagi Kenzo bila menuruti Nathalie. Bagi Kenzo, sekarang ini Frayza adalah patner kerjanya saat mejadi agen pengawal. Okeh karena itu, ia menyewa kamar hotel yang baik. Selain jaraknya yang dekat dengan kastil, juga dekat dengan kota London.
Kenzo menemani Frayza untuk berkeliling kota London sebentar. Agar membuat perasaan Frayza sedikit lebih baik.
“Nona, aku minta maaf atas kejadian yang tidak mengenakan ini. Aku sendiri tidak tahu siapa itu Nathalie. Dan Matsumoto juga tidak pernah cerita, aku sedang bertanya padanya. Mungkin dia dalam perjalanan di pesawat.”
“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan hal itu Kenzo. Memang benar, seorang mantan istri tidak boleh seatap lagi. Aku bersyukur karena bibi Fang menjaga Seven. Lalu kau akan tinggal dimana?”
“Saat ini aku tinggal dirumah dinas, dan akhir pekan pada hari minggu aku akan menemui Jade. Bayi yang pernah aku asuh waktu bayinya. Nona kau harus tahu, bila Jade dan Seven itu mirip. Lihatlah.” Kenzo dan Frayza mendekatkan kepalanya melihat gambar Jade bayi.
Dan lagi-lagi ada sesorang dari dalam mobil yang mengawasi pergerakan mereka. Kali ini Frayza bisa tersenyum merekah saat Kenzo menceritakan bayi Jade. Potongan-potongan cerita Kenzo ini terbawa sampai ia tidur.
Saat malam tiba, Frayza bermimpi berada dimasa lalu. Dimana ia bersama Hikashi hidup bahagia di sebuah villa. Lalu mereka berada di kantor catatan sipil, menikah secara sangat sederhana sekali.
Pagi harinya, Frayza bergegas bagun tidur dan berdandan serapi mungkin. Kebetulan juga ia mendapatkan rekomendasi dari Helena. Untuk mendatangi salah satu gerai butik miliknya di London. Frayza semangat menyambut hari ini, karena ia bertekad untuk tinggal lebih lama di London.
__ADS_1
Ia pergi menggunakan taksi, cukup lumayan biaya argonya. Sampai-sampai ia melewatkan sekedar membeli roti dan susu untuk sarapan. Nampaklah gerai butik milik Helene berdiri disebuah bangunan bertingkat 5 lantai. Frayza masuk, disana ia bertanya kepada salah satu staff pegawainya. Namun beberapa kali ia ditolak bahkan diusir. Karena dianggap pengganggu saja, namun pada akhirnya Frayza tak menyerah. Ia mengeluarkan ponselnya dan menelepon langsung Helena, ia mengatakan kalau sudah 4 kali diusir dari butiknya. Sontak Helena marah mendengar hal itu, ia minta Frayza untuk berdiri didepan pintu gerai butiknya. Sampai ada seorang pria tampan memakai syal rajutan dan berambut kriting sebahu muncul.
“Hai... Aku Martino, apakah kau Frayza Lee?” pria yang berperawakan model kelas atas ini ternyata jenis bertulang lunak. Begitu lentik dan kemayu manja ia menyapa Frayza.
“Hai Martino, aku Frayza Lee. Senang berkenalan dengan anda.” Frayza sedikit terganggu dengan sikap kemayu Martino.
Diajaklah ia masuk kedalam butik dan menaiki lift untuk ke kantornya. Martino ternyata pimpinan di gerai milik Helena. Ia sedang mengalami krisis, sebab butiknya mengalami penurunan omset.
“Helena itu gila, dia mengatakan kepadaku kalau aku tidak memiliki bakat membuat baju pria. Padahal kau lihat, aku sendiri adalah pria!” memakai logat seorang banci ya guys hahaha.
“Mungkin kau harus menunjukkan bakatmu yang lain, apakah kau bisa memperlihatkan busana rancanganmu?”
Mata Martino melotot, karena Frayza orang yang baru ia kenal berani meminta desain milikany. Martino mengajak Frayza di bagian produksi. Ia melihat pakaian yang sedang dibuat, serta Frayza mencoba beberapa stelnya. Dia meneliti setiap detail jas kemeja dan celana buatan Martino. Lalu mencatatnya di buku kecil.
“Aku sudah mencatat kekurangan dan solusinya disini, bacalah!” Frayza menyidorkan buku itu kepada Martino yang ragu-ragu.
“Kau pikir kau adalah Helena yang berani mencercaku?” Martino tak terima rancangan busananya dikritisi oleh Frayza.
Frayza berkacak pinggang dan menaikkan bahunya, “Terserah, jika kau tidak percaya padaku Berikan aku 1 stel baju yang akan dipesan orang. Dan jika orang itu tidak puas, maka aku akan membayarkan 2x lipatnya.” Sialan, kali ini Frayza sedang menantang masalah dalam hidupnya. Padahal dia sekarang memegang uang sedikit.”
“Hahahaha... Hai kau gadis kecil, kau tahu sedang berurusan dengan siapa hah!” Martino meledek kemampuan Frayza. Jika bukan karena Helena yang menelepon dirinya, Martino pasti akan mengguyur Frayza dengan air agar pergi.
Martino menerima tantangan Frayza, ia memberikan baju pesanan dari pengusaha baja. Sore ini akan diantar ke pesta jamuannya. Dan jika Frayza gagal melakukannya, maka dia harus menepati janjinya.
Tak ingin membuang waktunya, Frayza langsung memodifikasi potongan pola dan mengganti bahannya. Serta ia menambahkan aksen sesuai karakter pemesannya. Ia berpacu dengan waktu yang terus berjalan. Dibanti beberapa pagawai jadi proses pembuatan ulang baju setelan jas pesta itu hampir selesai.
*
*
*
--- HOTEL,
Kenzo mendatangi hotel tempat Frayza menginap. Tapi petugas hotel mengatakan bahwa Frayza sudah keluar hotel. Dan meminta uang deposit yang Kenzo sudah bayar dimuka.
Ia kebingungan mencari perginya Frayza. Mungkin wanita Malang itu masih sakit hati dengan ucapan Nathalie tempo hari. Atau mungkin Frayza langsung ke Kastil Hikashi?
Ia masuk kedalam mobil dan menggeber kendaraanya menuju Kastil. Sepanjang perjalanan ia khawatir bila Frayza nyasar dan hilang. Ia sangat ketakutan bila ia kabur dan terjadi hal buruk.
Patrick yang sedang berada di taman dijumpainya. “Sejak pagi hari, Nona Frayza tidak datang kemari. Apakah dia pergi?”
“Baiklah, tolong jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini. Aku harus pergi, karena ada urusan penting. Dan ini acaranya sangat penting.” Kenzo lalu bergegas pergi meninggalkan Kastil.
__ADS_1
Saat Kenzo keluar dari kawasan Kastil, diam-diam Patrick menelepon seseorang. Ia mengabarkan bahwa Frayza hilang, dan Kenzo mencarinya. Namun, orang yang berada di saluran telepon itu memberikan instruksi agar Patrick terus bersiaga.