
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 112
Beberapa saat setelah aku menyelesaikan unggahanku, ponselku kembali bergetar. Sebuah pesan kembali masuk, segera ku buka dan baca.
Debby [Apa ada, orang nikah terus langsung di tinggal ke USA lagi?] Jawaban Debby membuatku terperanjat. Ku baca dan ku ulang - ulang setiap kata yang diketiknya. "Apa itu artinya, dia...?" Gumamku, Ku tepis semua pikiranku, aku tak mau berasumsi dulu. Akan lebih baik jika aku bertanya kepadanya lebih dulu.
Teddy [Maksud kamu? apa itu artinya, kamu menerima lamaran darisaya Deb?] Balasku. Dia tak membalas lagi. Aku semakin tak bisa tidur dibuatnya. Hingga waktu menjelang subuh, ku tunggu balasan dari Debby, namun tak ada hasilnya. Mataku tak bisa diajak kompromi lagi. Hingga akhirnya aku tertidur pulas.
πΈπΈπΈ
Pagi pun tiba setelah malam panjang penuh kegalauan yang berhasil membuatku kesiangan. Ini adalah kali pertamanya aku telat bangun pagi.
"Debby... Debby... kenapa kamu pintar memporak porandakan hidupku dan sekarang pekerjaanku?" Gerutuku, ku ambil handuk dan segera bergegas untuk pergi ke kamar mandi. Aku bersiap untuk ke seminar, tak lupa ku pakai jas dan jam tangan sebagai pelengkap sebelum aku pergi. Aku berlari menuju parkiran hotel, karena aku yakin sopir sudah menunggu ku dari tadi disana.
__ADS_1
Buuukk... Ku tutup pintu mobil dengan cepat "Pak, maaf saya kesiangan hari ini." Kataku pada supir yang biasa mengantarku
"Nggak papa kok dok, santai aja. Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum acara dimulai." Kata pak sopir, lalu menyalakan mesin mobilnya.
"Aduh Pak, tunggu sebentar pak, ponsel saya ketinggalan diatas. Saya ambil sebentar dulu ya pak!" Aku segera keluar dari dalam mobil dan segera berlari menuju kamar hotel.
Beberapa menit kemudian aku kembali keparkiran, dengan napas yang tersengal- sengal aku segera masuk ke dalam mobil.
"Ini di minum dulu dok." Kata pak sopir seraya memberikan sebotol air mineral padaku. Ku ambil dan ku minum tanpa ada sisa, selain aku haus, aku juga lapar karena belum sempat sarapan.
"Dokter?"
"Segitu pentingnya ya dok ponsel? Kan kita bisa ambil nanti setelah pulang dari seminar?" Tanyanya, aku tersenyum.
"Sangat penting Pak, ini masalah masa depan saya, saya lagi nunggu masa depan saya." Jawabku.
__ADS_1
Ku periksa ponselku, melihat materi seminar yang harus ku sampaikan di hari terakhirku. Setelah ku lihat jadwal, ternyata hari ini akan berakhir lebih malam karena ada acara penutupan dan aku diundang dalam acara itu.
Begitu tergesa-gesanya aku hingga tak sadar ada pesan dari Debby yang belum sempat ku baca dan terselip disana. Dengan segera aku membukanya.
Debby [Kalau Bunda meridhokan, insaallah saya juga akan ridho.]
Berita yang paling membahagiakan bagiku, bahkan lebih membahagiakan dibanding saat aku mendengar berita kelulusanku menjadi dokter spesialis kanker waktu itu.
"Alhamdulillah." Ucapku penuh syukur.
"Ada apa dok?" Tanya supir yang terlihat bingung.
"Oh, nggak ada Pak, bapak jalan aja."
Teddy [Terimakasih Debby, sudah membuat pagi hari ini sangat indah. Saya akan kesana lebih malam, obat dan kunjungan akan dilakukan oleh dokter jaga dulu. I Love U sayang.] Balasku sembari tersenyum menatap ponselku.
__ADS_1
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π