Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Balik keUsA


__ADS_3

Part 59


"Dua hari, dua hari Ma. Teddy bersamanya Dan setelah itu Teddy bakalan balik ke USA. Hanya dua hari kami bersama dan tidak terjadi apa- apa diantara kami. Kami punya otak ma, dan kami juga masih waras Ma!" Jawabku yang tak kalah emosinya. Yang ada di benakku saat ini hanya ketakutan akan kemarahan Debby jika mendengar pertengkaran ku dengan Mama.


"Oke, Mama percaya. Tapi mama minta kamu pulang ke USA sekarang juga! Sebelum semua orang tau ulahmu, dan Mama nggak mau kamu kebablasan."


"Oke ma, Teddy balik. Tapi Teddy Mohon... Sekali sama Mama. Jangan salahkan Debby, jangan menghakimi Debby." Pintaku pada Mama.


"Tentu saja tidak. Mama nggak seperti itu. Jelas- jelas kamu yang salah. Apa kamu pikir karena kamu Anak Mama, sehingga Mama akan buta dengan kebenaran?" Jawab Mama sinis.


"Terserah Mama. Teddy makasih sebelumnya, karena Mama nggak membongkar identitas Teddy di depan Debby."


"Mau sampai kapan kamu menyembunyikannya?"


"Aku nggak menyembunyikan Ma, tapi itu kenyataan. Kita sama- sama sepakat, Papa, Kevin dan aku terima."


"Tidak berarti Mama Teddy!."


"Tapi Ma..."


"Saya sudah siap Dok!" Perdebatan kami terhenti saat Debby tiba-tiba keluar dari kamar dengan penampilan berbeda, celana jeans, kaos putih yang dilapisi kardigan warna coklat dengan rambut panjangnya yang digerai dan dihiasi jepit rambut berbentuk hati terlihat begitu cantik dan membuatku tak rela meninggalkanya. Lamunanku buyar saat Mama menginjak kakiku dengan sepatu hak tingginya. "Astaga... Mama!" Gumamku hampir tak terdengar.

__ADS_1


"Ingat jaga pandanganmu Teddy!" Bisik Mama.


"Kalau gitu Tante permisi dulu. Teddy hati- hati ya semoga selamat sampai tujuan." Kata Mama yang beranjak dari tempat duduk dan memelukku.


"Terimakasih, Tante."


"Deb, Saya anter Tante Widia dulu ya sampai ke bawah. Kamu tunggu disini." Perintahku pada Debby.


"Iya Dok. Tante hati- hati ya di jalan." Kata Debby meraih tangan Mama dan mengecup punggung tangannya.


Aku dan Mama akhirnya keluar dari apartemen. Aku mengantar Mama sampai ke parkiran.


"Makasih sekali lagi Ma."


"Jangan bahas itu sekarang Ma, kurang pantas rasanya " jawabku.


"Ya sudah, kabari Mama kalau sudah sampai nanti." Pesan Mama.


"Ma" kataku saat Mama hendak masuk ke mobil. Mama pun kembali menatapku.


"Ya. Kenapa?"

__ADS_1


"Teddy minta tolong, Teddy harap setelah kepergian Teddy. Keluarga Adijaya tidak akan mengusik Debby. Termasuk Vannia!"


"Maksudmu?"


"Jaga Debby untuk Teddy Ma." Pintaku pada Mama, Mama terlihat bingung, tapi tak mungkin juga jujur pada Mama tentang Vannia, itu sama saja merusak kedamaian di keluarga Adijaya.


"Udah, Mama jangan bingung gitu. Yang pasti keluarga Adijaya akan berhadapan dengan Teddy kalau sampai menyentuh Debby." Candaku, namun di dalam candaan itu, seribu keseriusan ada di hatiku.


"Kamu ngomong apa sih Ted? Mama nggak Ngerti?"


"Udah, mama pulang, nanti Teddy bisa telat." Ku raih tangan Mama dan ku kecup punggung tangannya takzim.


🌸🌸🌸


Setelah kepergian Mama, aku kembali ke apartemen untuk mengambil koperku dan menjemput Debby. Baru sampai di lantai satu, Tampak Debby terlihat sudah turun dengan membawa koper koperku di tangannya.


Ku hampiri dan ku ambil alih koper-koper itu Dari tangan Debby.


"Kenapa turun?" Tanyaku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


__ADS_2