Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Ocehan mbak Lidia


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


"Oh... jadi gini cara bapak memaksa teman kami Debby? Debby, kamu kenapa nggak bilang jika laki-laki ini sudah menggodamu dan memaksamu? Sampai... Ya allah Debby. Lihat, kalian tidur bersama?" ocehnya melihat kearah piyama yang kami pakai kebetulan sama. Begitu terburu-burunya kami sehingga tidak sempat lagi untuk berganti pakaian yang kami kenakan saat ini.


"Mbak, ini semua nggak seperti apa yang mbak fikirkan." kupegang tangan mbak Lidia yang dari tadi terus saja menghujat mas Aska dengan tasnya. Namun dia terus saja menjadi- jadi.


"Sinta,Alex, ayo bantuin dong." seruhku yang menahan mbak Lidia.


"I_iya... Mbak Lidia pergi yuk mbak, apa mbak lupa dia Direktur?" seru Alex


"Pers*tan... Aku nggak takut, mau dia Direktur atau apa, Debby adalah teman kita dan sekaligus uda mbak anggap seperti adik mbak."


"Pak Direktur yang terhormat, jangan mentang-mentang kami ini bawahan bapak ya, bapak bisa seenaknya menggoda dan mempermainkan teman kami. Ingat bapak suda mau menikah, mengapa masih ingin mengganggu. Debby." Cecarnya yang sambil menunjuki mas Aska, suara mbak Lidia menimbulkan kegaduhan didepan ruang operasi dan mengakibatkan kerumunan.

__ADS_1


"Mbak udah ya mbak, malu diliatin banyak orang." kataku mencoba untuk membawanya pergi sebelum suami ku menunjukan taringnya.


"Diam Deb, orang kayak gini harus kita beri pelajaran. Biar aja semua orang tau, Direkturnya itu seperti apa. Jangan takut Debby, kita nggak salah. Kalau perlu kita nggak usah kerja disini lagi, untuk apa kerja sama orang yang suka memanfaatkan kecantikan karyawanya." Oceh mbak Lidia yang yang semakin menjadi-jadi dan ngelantur.


"Lidia sudah cukup!" Bentak mas Aska dengan suara yang hampir memecahi gendang telinga. Akhirnya semua orang terdiam termasuk orang-orang yang menyaksikan kami dan menggunjing.


"Lidia, asal kamu tahu yang saya ajak tidur ini adalah istri saya, Debby adalah istri saya. Paham! Dan jangan perna mengatai saya seperti itu lagi. Jangan buat kegaduhan dirumah sakit Lidia. Kamu paham! Sekali lagi saya tegaskan Pricilia Debby permata adalah istri saya, istri Teddy Aska Atmajaya!"


Duar...


"Mas... Jangan..."


"Kamu juga, diam Debby! Cukup. Cukup main-mainya dengan terus sembunyai. Saya sudah capek dengan semuanya. Lama-lama saya bisa stress dengan semua ini. Urus teman-teman kamu! Setelahnya saya tunggu kalian semua diruangan saya." ucapnya lalu

__ADS_1


meninggalkan kami.


Kali ini ku lihat mbak Lidia menahan amarahnya sepertinya kemarahanya kali ini sudah sampai ke ubun-ubun, dengan nafas memburu dan pandangan ke depan.


"Debby!"


🌸🌸🌸


Saat ini kami duduk di meja bundar cafe yang ada di sebelah rumah sakit. Ya kami memutuskan untuk menyelesaikan masalah kami di cafe ini, karena wajah kami saat ini sulit untuk menatap dunia setelah apa yang terjadi hari ini. Apa lagi jika berita ini sampai ke telinga suster Indah, aku yakin dia pasti tidak akan tinggal diam seperti apa yang dilakukanya pada ku. Aku mengikuti mereka setelah memastikan mas Aska menemani Bunda untuk menjaga Aldo.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2