
Aku Bukan Rahim Cadangan
PART 87
POV Debby
setelah selesai shift ku berakhir, Aku dan yang lain pergi sesuai rencana kemarin, nonton bareng dibioskop. Kami pergi menggunakan taksi online agar tidak berpencar, motor kami? kami tinggalkan di parkiran Rumah sakit. Selain aku, Alex dan Sinta, masih ada beberapa orang lagi termasuk Mbak Lidia yang selalu tak mau ketinggalan. Hari ini mbak Lidia tidak membawa mobilnya, jadi kami harus naik taksi online.
Setiba kami di bioskop, Alex yang merupakan satu- satunya laki- laki diantara kami, pergi untuk memesan tiket dan yang lain membeli Snack. Aku dan Sinta menunggu di kursi tunggu.
"Debby, anter aku ke toilet yuk bentar..."
"Oh oke, yuk." Jawabku.
Sinta masuk ke toilet dan Aku menunggunya di depan pintu. Ku buka gawaiku, Aku sudah hafal betul kelakuan Sinta kalau sudah masuk toilet, selalu betah berlama- lamaan didalam. Entah apa saja yang dilakukannya di dalam sana, kadang aku sendiri juga heran dengan kelakuanya. Ku buka gawaiku dan ku buka akun Facebook ku.
Scroll scroll Facebook juga termasuk hobi ku saat aku jenuh menunggu. Jariku terhenti, sebuah foto unggahan dari seseorang menyita perhatianku, Foto dokter Teddy bersama beberapa wanita berseragam dokter ada disana. Ku cebikkan bibirku. Ku baca caption yang menurutku berlebihan. "Dokter tertampan yang pernah ku lihat. I love you dokter Teddy?"
__ADS_1
"I Love You too" sahut seseorang di sebelahku, aku menoleh, ku palingan wajahku secepatnya saat kulihat dokter Teddy berdiri di sampingku dengan kemeja biru dan membawa jas di lengannya, sepertinya baru pulang dari seminar karena baju yang dikenakan sama persis dengan yang ada di foto.
"Dasar jelangkung... Datang tak dijemput, pulang tak diantar." Gerutuku.
"Apa? Kamu bilang apa tadi? Jelangkung?" Tanyanya mendekatkan telinganya ke arahku. Aku tak menjawab. Ku tinggalkan dia, ku ketuk pintu toilet menghampiri Sinta.
"Sinta... Buka nggak! Aku tinggal ni kalau nggak dibuka!" Ancam ku yang sangat kesal dengan Sinta.
Perlahan pintu terbuka "ih... Debby, sabaran dikit dong." Keluh Sinta.
"Eh.. Deb itu bukannya dokter Teddy y?" Kata Sinta menghentikan langkahnya, ku lepas tangan Sinta "Silahkan, mau ikut sana apa ikut aku!"
"Ih Debby, sekedar nyapa aja masak nggak boleh sih."
"Boleh." Jawabku meninggalkan Sinta
"Dokter, saya duluan ya..." Teriak Sinta pada dokter Teddy lalu mengejar ku.
__ADS_1
Saat kami kembali, benar saja film sudah dimulai, tapi Alex masih menunggu kami karena tiket dia yang bawa.
"Kalian darimana aja?" Tanya Alex marah.
"Sinta tu lama banget ke toiletnya." Adu ku.
"Ya udah buruan masuk," kata Sinta memberikan tiket padaku dan pada Sinta lalu kami masuk bersama- sama.
Film sudah dimulai, kami harus berhati- hati karena lampu sudah dimatikan. Tak jarang kami menyenggol kaki pengunjung lain saat mencari tempat duduk kami dan akhirnya kami sampai pada tempat duduk sesuai tiket yang kami pegang.
"Kemana aja? Ngilang terus?" Bisik Mbak Lidia yang sudah duduk manis menikmati soda dan popcorn.
"Sinta tu mbak, nggak tindakan nggak di toilet sama-sama lemotnya." Jawabku, ku ambil popcorn dari tangan mbak Lidia dan memakannya.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1