
Aku bukan rahim cadangan
Part 244
"Mau sampai kapan menganggurkan aku hanya demi sebuah lagu." sindir ku. Dia pun merasa dan akhirnya menoleh kepada ku. "Maaf."
"Kamu sering bawa wanita lain mas?"
"Wanita? Apa maksud kamu?"
"Tadi temen kamu bilang, kamu bawa cewe baru, pakek nanya anak mana lagi? Gitu kan?" tanya ku kemudian
"Astaga, Debby. Kmu nguping ya."
"Nggak nguping kok mas, tapi cuma denger sedikit doang kok."
"Anak-anak muda seperti mereka itu jangan suka di dengeri, mereka anak-anak band emang gitu suka bercandanya." jelasnya lagi.
"Play boy banget ya kamu mas! Banyak sekali nama-nama wanita di masa lalu mu bermunculan." sinis ku
"Nggak kok... Yang penting kan masa depan, udah nggak usa marah gitu dong sayang, kita kekamar aja yuk." lembutnya seraya memegang tangan ku, sifatnya yang seperti ini lah yang selalu membuat ku tak berkutik.
Ku anggukan kepala ku pelan.
Mas Aska segera memanggil pelayan dan segera membinta bil. Namun mengejutkan, sebelum pelayan datang ke tempat kami, ada yang menyebut namanya.
"Ya, teman kami yang sekaligus tamu yang hadir malam ini akan menyanyikan sebuah lagu bersama kami, seorang dokter muda dan juga merupakan anak dari konglomerat terkenal pak Atmajaya. Dokter Teddy Aska Atmajaya."
"Apa-apaan coba ini, pake bawa-bawa nama papa segala." gerutu mas Aska
"Mas, itu nama kamu kan? Kamu mau nyanyi? Jangan malu-maluin deh kamu mas, kamu ngomongnya aja datar mas. Gimana mau nyanyi coba?" kata ku, ku ambil air didepan lalu meminumnya agar perasaan ku lebih tenang, mas Aska yang di panggil namun entah kenapa aku yang jadi tegang gini.
"Kamu ngatain saya Debby barusan?"
"Bukan ngatain gitu mas, tapi aku berusaha memberi tau."
"Berarti lebih kejam lagi dong."
"Silahkan Dokter."seru Sony di atas panggung.
"Ya udah pergi aja deh mas, dari pada bikin malu."
"Malu? Kamu malu? Wah penghinaan kamu Deb, duduk lah disini Ya." ucapnya seraya merapikan baju, rambutnya dan segera menuju ke atas panggung.
"Loh..loh..loh.. Kok malah naik dia."
Debgan berat hati aku segera duduk kembali dan berdoa semoga dia tidak akan membuat ku malu kali ini dengan suara datarnya itu.
__ADS_1
"Aku akan membawakan sebuah lagu untuk wanita ku, yang sedang berada di sana, Pricilia Debby Permata." katanya seraya menunjuk ke arah ku.
"Ha" ku berikan senyum ke terpaksaan ku, ketika pengunjung mulai menoleh ke arah ku dan musik pun mulai di mainkan. Doa pun terus ku panjatkan di dalam hati ku.
Di hidup ini
Telah ku singahi banyak cinta namun
tak pernah aku temui cinta
Sekuat aku menginginkan dia
Satu bait lagu membuatku terperanga, suara indah dengan lirik yang begitu penuh makna, dibawakanya dengan sangat begitu bagus dan sempurna.
*hal hebat ku rasaka
Kini...di cintai seseorang
Yang aku pun mencintainya
Itu sempurna..
Tak kan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Banyak pasang mata yang menyaksikanya
Beruntung, itu yang kurasakan saat ini, memiliki lelaki terbaik yang tak pernah mengingginkan sebuah kesedihan dari hidup ku. Lelaki yang selalu memberikan kasih sayangnya sepenuhnya untuk ku, wanita yang memiliki begitu banyak kekurangan, wanita yang hanya bisa berusaha untuk menjadi seorang istri yang layak untuk suaminya.
*Tak kan duakan dia
Belum tentu esok kan masih. Ada
Kesempatan tak kan datang ke dua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Dalam diam ku
Ku panjatkan selalu doa untuknya
Jodoh bukan soal sempurna
Namun yang mampu tangguh tuk bertahan
Dan berjuang...
__ADS_1
Hari ini ku lihat sisi lain dari suami ku, lagi-lagi sisi lain yang mampu menghadirkan sebuah sara dicintai oleh nya semakin beaar.
"Penampilan cewenya biasa aja ya?" samar-samar ku dengar ada yang sedang mengatai tentang penamilan ku, penampilan yang sangat biasa, itu yang ku dengar. Memang mandi punbelum sempat aku lakukan sepulang kerja, hanya berbekal pakaian seadanya yang menempel di tubuhku, tanpa persiapan atau pun polesan sedikit pun.
"Sayang sekali laki-lakinya seperti itu. Wanitanya biasa aja! Putra pak Atmajaya kok bisa ya sama wanita yang biasa-biasa saja."
"Apa mungkin dia main dukun ya?" ku sunggingkan senyum ku, lagi-lagi ku dengar pembicaraan dari meja yang lain, hinaan dan penilaian yang sangat buruk lagi-lagi di ucapkan dengan sangat begitu ringan. Aku pun tak terlalu menghiraukanya, terlalu di sayangkan jiak harus mengabaikan suara dan lagu yang begitu indah hanya untuk hal yang tidak penting. Terserah mereka mau menilai dan verpikir apa tentang ku, yang pasti laki-laki yang mereka bahas itu adalah milik ku, apa yang ada di benak mereka dan apa yang mereka katakan tidak akan mengubah kenyataan bahwa dia hanyalah milik Debby.
Tepuk tangan pun bergemuru saat mas Aska menyelesaikan bait terakhir dan kembali menemui ku. "Sayang ke kamar yuk..." kataku seraya bergelayut manja dengan suara yang sengaja aku perkeras.
"Kamar? Murahan juga ternyata!" bisik mereka lagi.
"Kenapa? Apa suara saya tad membuat kamu menjadi malu? Lihat mereka aja seneng kok."
"Bukan, bukan itu tapi aku udah nggak sabar." kataku dengan nada yang sedikit nakal
"Apa?" sentak mas Aska tak percaya.
"Idih... Benar-benar murahan sekali..." gumam mereka lagi, mungkin mas Aska tak memperhatikan namun aku, aku tau benar apa yang mereka bicarakan. Menghadapi mereka tak perlu harud dengan kekerasan, namun harus lebih cerdas dan pintar.
"Ayo lah sayang." rengek ku lagi..
"Ya udah kita ke kamar ya, saya bayar dulu."
Kami pun meninggalkan restoran itu dengan meninggalkan pula seribu tanya, murahan itulah yang ada di fikiran mereka tentang ku saat ini. Memang dunia luar belum tahu jika pernikahan sudah terjadi antara kami, namun dapat aku pastikan sebentar lagi mereka semua akan tau dan akan meminta maaf pada ku.
πΈπΈπΈ
Sesampainya di kamar hotel " aku mandi dulu ya, apa kamu membawakan baju ganti untu ku? Koper yang ada di kamar Aldo?" tanya ku
"Ya ampun, saya lupa nggak bawa, koper sudah sayabturunkan di apartemen tadi."
"Lah terus aku pake apa dung mas?"
"Didalem ada bath robes."
"Bath robes?"
"Iya, itu jubah mandi Debby." jelasnya
"Jubah? Nggak ada kancingnya dong? Enakan di kamu dong mas?" goda ku
"Nggak usah mancing-mancing ya Deb, ya dari pada nggak pake, bukanya tadi kamu bilang udah nggak sabar?" katanya yang mendekati ku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..