Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Janji apa


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


Part 196


"Vannia, di mana Debby?" Tanyaku kasar.


"Ya ampun Teddy aku cariin kamu dari tadi, Debby, Debby kejebur di kolam renang, aku nggak bisa tolongin," Katanya panik, sepertinya kali ini dia tidak berbohong.


"Vannia!" Sentak Papa


"Aku lagi datang bulan Pa gimana mau nolongin." Sambung Vannia.


Aku bergegas ke halaman belakang. Jantungku berdegup dengan kencang saat ku lihat Debby meminta tolong.


"Debby" segera, ku buka jas dan sepatu lalu menolong Debby yang sudah dipastikan dia benar- benar tenggelam.


Ku raih tubuh Debby dan ku bawa Debby ke atas, dia sudah tak sadarkan diri. "Debby... Bangun Deb!" Ku periksa nafas dan nadinya masih ada.


"Debby, Bangun!" Kataku seraya melakukan pertolongan.


Tak henti- hentinya ku panggil nama Debby agar kesadarannya segera kembali.


"Ya Allah Debby, gimana ini Pa," Keluh Mama di samping Debby.

__ADS_1


"Kita bawa ke rumah sakit aja Ted" Kata Papa, aku tak mengindahkannya, yang terpenting saat ini adalah membuat Debby sadar, Membawanya ke rumah sakit akan memakan waktu lebih lama.


Akhirnya, usahaku membuahkan hasil, Debby membuka mata, dan akupun sangat lega.


"Sayang, syukurlah." Tanpa berkata, dia menghambur ke pelukanku lalu menangis tersedu.


"Ada yang sakit? Kenapa nangis?" Tanyaku dengan Panik.


"Aku takut Mas, Aku pikir aku nggak akan ketemu sama kamu lagi." Ucapnya ditengah Isak tangisnya.


"Dia mendorongku dan meninggalkanku." Katanya menunjuk ke arah Vannia.


Emosiku mulai memuncak saat ku dengar penjelasan dari Debby.


"Vannia! Berapa kali saya bilang, jangan pernah menyentuh Debby!" Sentak ku.


"Teddy, udah sayang, mendingan kamu bawa Debby masuk dulu, gantilah pakaian kalian, kasihan Debby pasti kedinginan." Kata Mama, Debby memang sudah menggigil dengan bibir yang mulai membiru saat ini.


"Mama mu benar! Vannia akan Papa urus." Sambung Papa.


"Kenapa rumah ini jadi begitu gaduh setelah kedatangan dia?" Sahut Kevin yang keluar menghampiri kami.


"Diam kamu Kevin, sekarang Kemasi barang- barang kalian, bawa keluar istrimu dari rumah Papa, pergi ke Bandung dan jangan pernah kembali sebelum kalian mengerti apa artinya keluarga!"

__ADS_1


"Debby tu bohong Pa, aku juga menantu di keluarga ini, kenapa kalian cuma percaya sama Debby? Mana buktinya kalau Aku mendorongnya, mana Debby?" Tantang Vannia.


"Vannia! Jangan bicara bukti dengan Papa! Kamu lupa janji kamu?" Bentak Papa.


Entah janji apa yang mereka bahas. Perdebatan antara Papa, Kevin dan Vannia masih berlangsung, saat aku dan Mama memilih untuk membawa masuk Debby. Aku tak peduli, biarlah urusanku dengan Vannia ku selesaikan nanti. Ku bawa tubuh gemetar Debby dalam dekapanku menuju kamar


"Pakai dulu baju Mama, ini baru kok, Mama beli kekecilan. Sepertinya pas untukmu" Kata Mama memberikan satu set pakaian dan kerudung untuk Debby.


"Makasih, Ma, Sayang ganti baju dulu ya. setelah ini kita ke rumah sakit."


"Nggak usah aku nggak papa."


"Tapi kamu tetap harus ke rumah sakit."


"aku nggak mau."


"Jangan keras kepala!"


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2