Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Memberi undangan


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


Part 203


"Apa anda suda lupa, kita pernah bertemu tiga bulan yang lalu? Di ruangan VVIP?" Tandasnya.


Deg...


Ingatanku kembali pada kejadian beberapa bulan yang lalu, saat Linda masuk rumah sakit dan Debby mengalami insiden penusukan. Dia, Dia lah yang ada di sana dan merawat Debby, bahkan saat Bunda Debby tidak ada di sana, dokter inilah yang menemani Debby. Apa itu artinya? Tidak, aku tidak mau percaya begitu saja dengan mereka. Mereka bisa saja bekerja sama agar aku tidak lagi mengharapkan Debby.


"Apa kamu pikir saya akan percaya dengan begitu saja?" Elakku.


"Mau kamu itu apa sih Pak Doni, jangan memancing amarah saya ya! Debby istri saya!" Kata Dokter itu padaku dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Debby." Celetukku, karena itulah kenyataannya, tujuan hidupku saat ini hanyalah Debby.


"Bener bener ya ni orang, nggak bisa di bilangin secara baik- baik! Debby, ayo kita pulang!" Sentaknya.


"Udah mas, udah, tenangkan dirimu, biar aku yang bicara ya." Debby terlihat menenangkan laki- laki itu dengan sangat lembut, membuatku semakin sakit.


"Mas Doni."


"Ehem." Dokter itu berdehem dan melirik tajam Kepada Debby entah apa maksud deheman itu, aku tak tau dan tak mau tau. Aku tak peduli. Yang ku butuhkan sekarang hanyalah penjelasan dari mulut Debby sendiri.


Mama dan papa tampak membuka amplop yang Debby berikan dan membacanya.


"Di situ juga bisa om dan Tante lihat, tanggal akad nikahnya sudah 3 bulan yang lalu." Jelas Debby.

__ADS_1


"3 bulan lalu? Lantas kenapa tidak mengatakannya? Bahkan kemarin Nyonya Atmajaya juga bungkam waktu bertemu di Panti dengan saya?" Tanya Mama.


"Maaf, apakah jika saya mengatakan yang sebenarnya, kalian akan percaya Jika dokter Teddy sendiri masih harus menetap di USA? Bahkan beberapa menit yang lalu pun Pak Doni masih mengelaknya meski suami saya berdiri tegak dan menjelaskannya sendiri disini. Bukan begitu Pak? Maka kami punya alasan sendiri kenapa merahasiakannya selama ini." Jelas Debby panjang lebar, aku kehabisan kata, Ya antara kehabisan kata dan terperangah rasanya aku kehilangan separuh dari jiwaku saat ini, lemah dan tak berdaya.


"Jadi kamu putra kedua Pak Atmajaya?" Tanya Papa pada Dokter muda itu.


"Iya, Saya Putra bungsunya" jawabnya singkat, lagi- lagi aku terperangah mendengarnya. Ternyata Debby bukan saja sudah menikah, namun Debby juga mendapatkan seorang Anak dari salah satu orang yang sangat berpengaruh di bidang kami.


"Jadi, Debby, apa karena dia dari keluarga Atmajaya, sehingga kamu menolak ku?"


"Kamu jangan kurang ajar sama Istri saya Doni! Baru saja kamu menghinanya!" Sentak dokter itu.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2