
Aku bukan rahim cadangan
Part 204
"Sudah Mas , sudah." Ucap Debby pada suaminya.
"Pak, terserah apa pendapat Bapak terhadap saya, yang pasti kami sudah menikah sekarang dan kenyataan itu tak bisa terelakkan lagi. Semua berhak menilai saya seperti apa, tapi penilaian bapak terhadap saya juga tidak akan bisa mengubah kenyataan bahwa saya sudah menjadi istri dari lelaki yang ada di sebelah saya ini." Tandasnya begitu mantap dan penuh keyakinan.
Lantas apa kabar dengan hatiku?
Apa yang aku dengar pagi ini benar- benar membuat dadaku semakin sesak dan sakit, semua daya dan upaya yang aku lakukan nyatanya tidak berbuah dengan manis. Ditambah lagi pesaingku bukanlah orang sembarangan, dia putra bungsu dari pengusaha sukses Pak Atmajaya, walau aku belum pernah melihatnya namun dari yang ku dengar selama ini, dia sangat di pertimbangkan oleh Atmajaya dan jelas lebih berpengaruh dari kami. Terjawab sudah pertanyaanku selama ini, kenapa dia begitu mudah lepas dari penangkapan yang sudah aku rencanakan dulu, dan ternyata inilah jawabannya, kenapa aku baru menyadarinya.
__ADS_1
Dering ponsel pun berbunyi, ku lihat Dokter itu merogoh ponsel dari sakunya.
"Apa tidak bisa menyelesaikannya sendiri? Atau cari dulu dokter Firman!" Katanya pada seseorang yang ada di seberang telepon, sepertinya sedang ada masalah.
"Ya, saya kesana." Tutupnya.
"Ayo sayang kita pulang, semua sudah disampaikan juga kan!"
"Tunggu, biarlah Debby di sini sebentar, saya masih mau membahas sesuatu." Sela Linda.
"Debby bagaikan Adik untuk saya, banyak sekali yang harus saya sampaikan setelah begitu banyak yang terjadi diantara kami."
__ADS_1
Debby terlihat menatap suaminya, tatapan yang mengisyaratkan begitu penuh permohonan, Membuatku merasa semakin tak karuan, bahkan Debby tak pernah merasa senyaman itu denganku apa lagi memohon padaku saat kita bersama dulu, kecuali saat aku menjatuhkan talak padanya malam itu, dia terlihat begitu hancur dan memohon belas kasihan padaku, tapi aku? Aku justru tak mengindahkan itu, betapa bod*hnya diriku saat itu.
"Saya kasih waktu 15 menit ya Debby, 15 menit akan ada yang jemput kamu kesini kalau kamu masih juga belum keluar dari ruangan ini. Dan satu lagi, kalau karena masalah ini penyakit Pak Doni itu semakin parah, kamu panggil dokter, jangan kamu sendiri yang tangani! Ngerti?" Pesannya Pada Debby begitu jelas dan lugas, bahkan terkesan tak mau dibantah. Debby pun demikian begitu mudah menganggukkan kepalanya tak membantah sedikitpun walau hanya diberi waktu 15 menit olehnya
"Ya sudah saya pergi dulu." Di ulurkannya tangan dokter itu dan Debby meraihnya lalu mengecup punggung tanganya, hal yang dulu pernah juga dilakukannya padaku. Satu yang tak pernah ku lakukan, aku tak pernah mengecup keningnya seperti apa yang dilakukan oleh dokter itu barusan. Sungguh penyesalan begitu dalam terasa saat ini.
Airmatapun mengalir tanpa ku sadari, dan semakin deras setelah pria itu meninggalkan ruangan ku.
"Mas, jika kamu seperti ini, rasa bersalahku pun akan semakin besar. Kamu boleh menghukum ku, atau menceraikan aku kalau kamu mau.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..