Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Mengancam Cerai


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 209


"Assalamualai..kum" sapaku terhenti ketika mataku melihat mas Aska bersandar dikursi kebesaran itu dengan mata yang terpejam sedangkan laptopnya dalam keadaan yang masih menyala ku dekat dan kupandangi wajah tampan itu, wajah yang terlihat sangat lelah terlihat jelas diwajahnya, sepertinya hari ini mas Aska sangat-sangat terlalu sibuk sehingga melupakan jam istirahatnya.


Ku alihkan pandanganku, saat ini pandanganku tertuju pada laptop yang masih menyala dihadapan ku. Dari yang ku amati saat ini, isi yang tertera bukan nama Atmajaya Hospital yang tertera disana, melainkan Atmajaya group. Fikiranku pun mulai berkelana, apa itu artinya suamiku mengambil dua pekerjaan sekaligus?


"Hey, sayang." sapanya dengan suara khas bangun tidur, seketika membuyarkan lamunanku.


"Hey, kamu belum pulang mas? Dan ini semua? kamu yang mengerjakannya semua?" tanyaku menunjuk pada meja dan laptop yang ada dihadapan kami, dengan sigap dia menutup laptopnya.


"Masih ada kerjaan, sekalian mau menemanimu shift malam, saya disini kalau merindukan saya nanti malam, ayo kemarilah." Candanya


"Nice Dream?"


"Maaf saya lupa kalau kamu kerja malam ini."


"Ok ngak papa, sekarang ayo jelaskan apa yang kamu kerjakan!" tegasku


"Bukan apa-apa"

__ADS_1


"Aku sudah melihat semuanya, kamu masih mau menutupinya?"


Dia menganggukan kepala.


"Kemarilah."


"Lalu dibawalah aku duduk dipangkuanya, lalu ia buka laptop yang ia telah tutup sebelumnya.


"Lihatlah, apa kamu mau mempelajarinya?" tanyanya


"Apa? ku amati lalu ku baca, begitu banyak angka-angka yang tertera disana".


"Bukan gitu, kamu nggak ngerti, anggap saja saya membantu memperbaiki, sedikit." ucapnya


"Tetap saja, gimana kalau kamu kecapean, terus sakit?"


"Kan ada kamu yang akan merawat saya jika saya sakit nanti! Bukankah Nyonya Teddy ini adalah perawat handal, saya juga pengen tau rasanya dirawat sama kamu, masak iya saya terus yang merawat kamu." sindirnya


"Sakit kok pengen! Oh ya mas sudah dengar tentang kabar Vannia?" Tiba-tiba aku teringat dengan pesan yang disampaikan mama tadi siang.


"Ya, sudah, karena Vannia sekarang sudah merasa hebat, sukses dan bisa berdiri sendiri

__ADS_1


Sekarang tentu saja dia mengancam untuk bercerai. Benar-benar pintar strateginya, papa sama mama mana tega melihat Kevin sedih, kevin sudah tergila-gila denganya."


Aku terdiam untuk beberapa saat.


"Tapi dia tergila-gila denganmu dan pastinya dia akan mengejarmu lagi kalau sampai berpisah." Celetuku, setelah kejadian dikolam renang dan dimeja makan kemarin entah mengapa hatiku merasa takut dan was-was terhadapnya.


"Tentu saja aku akan berlari bersamamu sejauh mungkin kalau dia mengejar." Bisiknya ditelingaku lalu memeluk dan menyandarkan kepalanya dibahuku.


"Apa kamu cemburu denganya?" sambungnya


"Apa kamu bisa dipercaya?"


"Menurutmu? Kita akan pindah ke USA daripada kamu nggak percaya pada saya." putusnya


"Bukanya di USA juga ada Laura?"


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2