Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Tak bisa makan Pedas


__ADS_3

Aku bukan Rahim Cadangan


Part 212


Setelah ijin ku dapatkan, aku segera memesan taxi online dan aku pun menyuruhnya melaju dengan kecepatan tinggi. Jalan terlihat masih sangat lenggang, membuatku tak butuh waktu lama untuk sampai ke apartemen kami.


Hanya butuh waktu kurang dari 25 menit aku telah sampai di depan apartemen, ku buka pintu, "Assalamualaikun" sapa ku, namun nggak ada jawaban.


Ku cari keveradaan mas Aska. "Mas, kamu ada di dalam?" kataku yang mengetuk pintu kamar mandi.


Pintu kamar mandi pun dibuka perlahan, kulihat wajah mera membara mas Aska, dengan tatapan mautnya. Ku telan salivaku, melihat wajahnya sekarang bagai melihat seekor singa yang sedang meraung-raung melihat mangsanya. "Sudah dibilang saya nggak memakan makanan yang pedas, maksa!" keluhnya sambil berjalan menuju ranjang.


"Ya,maaf ya, sini bobo ya sayang, udah minum obat?" ku bantu mas Aska untuk berbaring lalu ku tarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya agar tubuhnya lebih hangat.


"Nggak, nggak perlu."


"Ya udah, dikompres aja ya perutnya, aku ganti baju dulu bentar."

__ADS_1


🌸🌸


Setelah ku lihat mas Aska telah tertidur pulas, aku pun bisa bernafas lega, menjadi dokter bukan berarti tidak membutuhkan orang lain, dia justru lebih merepotkan dari pasien-pasien disrumah sakit jika sedang sakit, hampir semua yang ku lakukan salah, mau ini mau itu, lebih repot dari Aldo. sifat manjanya begitu terlihat saat sedang sakit, membuatku kewalahan menghadapinya.


"alhamdulilla, akhirnya mas Aska tidur juga." gumamku


Ku baringkan tubuhku disebelahnya, ku nikmati wajah tampanya yang begitu polos saat tertidur pulas, ku lukis wajah menggunakan jariku dari ujung rambut hingga ujung hidung menuju bibir. "Bagaimana bisa? Ada wajah yang semulus seperti ini?" Gumamku "Benar-benar ancaman. Liriku dengan telunjuku yang masih mengikuti setiap lekuk wajah tampan tampan dihadapanku. Ku kecup pipinya dengan lembut, lebih baik melakukanya saat dia tertidur dari pada saat dia dalam keadaan terjaga yang akan berujung pada pertikaian karena dia akan terus memojokiku.


"Jangan memancing, saya sedang tidak bernafas!" katanya yang mencekal tanganku, aku tersentak "kamu belum tidur mas?" Tanyaku


Ku sunggingkan senyumku lalu ku peluk dan kami pun tidur bersama pagi ini, karena dengan kondisi perutnya saat ini, hari ini tidak mungkin dia ke rumah sakit.


🌸🌸🌸


Aku mengeliat saat kurasakan ada yang menggoncang tubuhku "Debby, bangun Deb" samar - samar ku dengar suara mas Aska yang membangunkan ku.


"Tunggu sebentar mas, masih ngantuk ni."

__ADS_1


"Debby, ayo bangun, kita harus kerumah sakit."


Aku terperanja mendengar kata rumah sakit, apa yang artinya sakitnya semakin parah. "Sakit perutnya belum reda mas?" tanyaku


Terlihat mas Aska tengah sibuk mengambil jaket dan konci mobilnya.


"Aldo, bunda tadi barusan telepon, dan menyampaikan kalau Aldo ketabrak mobil, sekarang Aldo sudah dilarikan ke rumah sakit."


"Apa, kok bisa?"


"Udah gak usa banyak nanya, kita haris buru-buru kesana, jangan membuang-buang waktu." Ucapnya seraya memberikan hijab instan padaku lalu menarik tanganku untuk segera pergi bersamanya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2