
Aku bukan rahim cadangan
Part 235
Mas Aska terdiam sesaat lalu memunggungi ku, sepertinya dia tak setuju dengan apa keputusan ku untuk membiarkan Aldo bersama dengan mas Doni dan mbak Linda.
"Bukanya kita masih bisa berusaha untuk memiliki keturunan dari darah daging kita sendiri kan mas." bujuk ku
Dia masih setia dengan pandanganya, tak sedikit pun untuk menoleh ke pada ku.
"Aldo juga membutuhkan keluarga mas, kamu nggak tau betapa beratnya hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua mas." membahas tentang masalah orang tua seakan membuat dada ku terasa sesak dan mata ku mulai memanas.
"Iya, tapi kan." iya berbalik dan menghentikan ucapanya lalu mendekati ku. "kenapa nangis? Apa kata-kata saya telah menyakiti mu sayang?" tanyanya seraya memegang wajah ku.
"Satu-satunya harapan terbesar bagi kami, anak yatim piatu adalah memiliki sebuah keluarga, memiliki kedua orang tua. Dan aku pun belum pernah merasakan hal seperti itu mana mungkin aku membiarkan Aldo merasakan apa yang aku rasakan saat itu." ucap ku dengan deraian air mata yang terus mengalir tanpa henti.
"Ya allah sayang, maafin saya, saya telah benar-benar menyakiti perasaan mu. Ucapnya seraya membawa ku ke dalam pelukanya. Hanya pelukan ini lah yang aku punya saat ini. Pelukan hangat itu membuatku semakin nyaman untuk menuangkan semua sesak yang ada di dalam dada ku dan membuat semakin ingin menghabiskan air mata ku.
"Saya milik kamu Debby, mama, papa adalah keluarga kamu, jangan perna merasa sendiri ya sayang." ucapnya seraya mengusap lembut punggung ku
"Menangislah jika itu membuat mu menjadi lebih lega, saya selalu ada disini untuk mu sayang."ucapnya lirih
Pintu tiba-tiba dibuka, "Apakah mama ganggu kalian?" mama masuk tiba-tiba tanpa mengetuk pintu. Aku segera menghapus air mata ku dan segera menghentikan tangisan ku.
"Mama, kenapa tidak ketuk pintu terlebih dahulu?" protes mas Aska
__ADS_1
"Maafin mama, selesain dulu saja urusan kalian, mama bisa menunggu." ucap mama kemudian
"Loh, kamu apakah menantu mama? kenapa nangis gini?" tanya mama menghampiriku, nyatanya dia telah menyadari keadaan ku walau aku sudah menundukan kepala ku.
"Oh, gini ma, Debby hanya merindukan mamanya saja ma." jawab mas Aska kemudian
"Oh, sayang sekarang kan sudah ada mama, mama ini mama kamu juga sayang." katanya seraya memegangi wajah ku dan menghapus sisa-sisa air mata ku lalu memeluk ku.
"Terima kasih ma, karena mama Debby bisa menyebut nama itu, nama yang begitu Debby impikan selama hidup Debby." ucap ku dalam dekapan hangat seorang ibu.
"Kehadiran kamu bagaikan anugera bagi keluarga mama dan papa. Karena kamu telah mengembalikan anak mama yang sangat keras kepala ini untuk pulang." ucapnya seraya mengusap punggung ku dengan penuh kelembutan. Aku benar-benar beruntung memeiliki mereka, orang-orang yang sangat begitu menyayangi ku sekalipun aku bukan lah dari kalangan mereka, mereka menerima ku dan memperlakukan ku dengan sangat baik.
"Jangan sedih-sedih lagi, sekarang ayo ikut mama. Kita pergi fitting gaun pengantin kamu." katanya melepas pelukan kami.
"Teddy, kamu juga ikut."
"Penting? Jadi fitting baju nggak penting?"
Dia meliriku
"Ya penting lah ma, bahkan sangat-sangat penting. Tapi kalau laki-laki kan nggak yerlalu ribet ma. Nanti nyusul kalau sudah selesai." jelasku
"Oh ya mama sama dua bodygard mama itu nggak ya ma?" sambungku, setelah mengingat pertemuan ku dengan Kevin kekhawatiran ku pada Debby sekarang sangat lah besar.
"Ya enggak lah, mama sama sopir aja."
__ADS_1
"Kenapa mama nggak bawa?"
"Ya untuk apa?"
"untuk jaga-jaga lah ma."
"Mas nggak usah berlebihan gitu dong, ayo ma kita pergi. Soalnya Debby hari ini dapet shift sore."
"Saya antar sampai depan." kata mas Aska dan ia pun membukakan pintu untuk kami.
Begitu pintu terbuka, aku terperanga saat melihat suster Indah telah berlutut didepan pintu.
"Loh, ini ngapain? Tadi pas mama datang belum ada?" gumam mama yang berdiri disamping ku
"Suster ngapain disini?" tanya mas Aska
"Pak, buk direktur, maafin saya, saya sudah salah besar dengan ibu. Mohon maafkan saya bu." ucapnya seraya menangis tersedu-sedu
"Berdirilah sus, jangan Buat derama dan membuat saya tambah pusing." kata mas Aska
"Sudah sabar lah mas..." kata ku
"Suster kami sudah memaafkan mu, ayo berdirilah dan suster bisa kembali." kataku pada suster indah.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..