
Aku bukan rahim cadangan
Part 140
"O ya, terus- terus" Tanya Mas Aska lagi, "aw" ku cubit perutnya agar tidak lagi memancing-mancing Sinta yang kelewat polos itu.
"Tuh Kan Sin, pacar dokter jadi marah kan" Lirih Alex.
"Maaf ya dok, Sinta emang suka ngelantur ngomongnya. Jangan dimasukkan ke hati. Kami permisi ya dok, mbak, maaf ya mengganggu acara kalian." Pamit Alex yang membuatku lega. Segera ku anggukkan kepalaku meski dalam dekapan Mas Aska, agar mereka cepat-cepat pergi.
"Ih Sinta, ngaco deh, Debby bisa marah tau." Omel Alex pada Sinta seraya meninggalkan kami.
"Biarin, siap tau berhasil" Perdebatan yang mengiringi kepergian mereka masih ku dengar sayup- sayup.
Ku hela napas panjang dan ku dorong tubuh mas Aska menjauh dariku "Udah, lepas."
"Kenapa? Kenapa pipimu? Malu?" Godanya membungkuk mengamati wajahku yang menunduk menahan malu akibat ulah Sinta.
"Nggak lah, ngapain. Lagian Sinta aja di dengerin."
"Yang polos itu justru yang lebih jujur. Udah, nggak usah malu. Sama suami sendiri juga ngapain malu-malu gitu" serunya memegang kedua pipiku dan mengarahkan wajahku untuk menatap wajahnya " Senyum..." Katanya lembut.
__ADS_1
"Pulaang..." Kataku
"Pulang? Baru juga sebentar masak uda mau pulang?"
"Hilang Mood"
"Mau mood booster?" Tanyanya mendekatkan wajahnya ke arahku, aku tau arah pembicaraannya.
"Apa- apaan. Ini tempat umum tau!" Tolakku.
"Kamu mau cari tempat yang sepi maksudnya?" Ucapnya yang semakin ngawur. Ku hela napas panjang "Jangan mulai deh. Udah tau dilarang mendekat. Kamu kan dokter, harusnya kan paham." Jelasku.
"B_ukan, bukan itu maksudku. Alex sama Sinta kan ada di sini, aku nggak mau ketahuan." Jawabku yang beralasan.
"Saya tau, kemana kita harus pergi agar Mood kamu kembali dan tidak lagi ketahuan mereka. Pakai dulu maskernya!"
"Yakin bisa naik ini?" Tanyaku yang sudah berdiri di atas Speedboat. Ternyata yang dia bilang mood booster itu adalah menyewa Speedboat untuk kami berdua.
"Harusnya nyuruh orang yang ahli menaiki ini, kalau jatuh, aku nggak bisa renang." Keluhku, dia tak menjawab, dia sibuk memakaikan pelampung untukku.
"Siap." Katanya setelah pelampung telah terpasang sempurna di badanku.
__ADS_1
Dia memberikan satu pelampung lagi padaku lalu membalikkan badannya dan membentangkan tangannya, segera kupakaikan pelampung di tanganku itu padanya. "Kamu mendengarkanku tidak? Kenapa tak menjawab?" Tanyaku .
"Tentu saja Bisa... Duduklah" perintahnya, dengan berat hati dan perasaan cemas aku mengikutinya, duduk di sebelah kemudi. Berpegangan erat pada sisi sebelah kiriku, ini adalah kali pertamaku menaiki Speedboat dan tidak di dampingi orang yang ahli pula.
"Apa kamu tegang?" Tanyanya mulai menyalakan mesin.
"Sedikit."
Dia mengulurkan tangannya "Berikan tanganmu padaku." Kuberikan tangan kananku, dia meraihnya dan mengecup punggung tanganku. Aku terkejut. " Apa sekarang masih tegang?" Tanyanya lagi.
"Sudah lebih baik."Jawabku.
"Sekarang kita mulai memperbaiki Mood kamu"
Kami pun mulai menyusuri pantai, semakin jauh dan jauh. Aku pun merasa senang, suamiku mengendalikan Speedboat dengan cukup lumayan baik.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1