Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Sudah siap


__ADS_3

Aku bukan Rahim Cadangan


Part 151


Ku ambil mantel dari dalam lemari pakaian dan ku berikan pada Dokter Firman lalu Ku berikan mantel tebal dari bahan wol untuk Debby. "Buka mantel kamu, ganti dengan yang ini dan kaos kaki ini, pakailah." Kataku pada Debby yang terlihat sudah menggigil kedinginan.


"Masuklah ke kamar, disana ada penghangat ruangan yang sudah saya siapkan." Perintahku, dia pun mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar yang sudah aku tunjukan.


"Kaos kaki wanita, mantel wanita dengan bahan wol, sepertinya kamu sudah siap sekali Ted untuk Debby?" Sindir dokter Firman.


"Ya kan kalau dokter bisa pake punya saya, jadi saya nggak perlu siap- siap untuk dokter,dokter bisa masuk ke kamar, ambil sendiri yang mana."


"Ya sudah lah, saya ke kamar, mau istirahat sekalian."


"Dokter nggak makan dulu? Saya sudah siapin."


"Kebetulan di pesawat baru aja makan. Simpan saja makanannya buat besok. Tapi saya bisa minta teh hangat kan?"


"Boleh."

__ADS_1


"Debby yang belum makan, soalnya mual tadi. Kamu kasih makan gih, sekalian periksa apa masih mual atau nggak. Saya capek sekali soalnya." Kata dokter Firman.


"Iya nanti saya periksa, sekalian saya bawakan makanan." Kataku beranjak dari tempat dudukku.


"Eits... Tunggu dulu. Ingat... Jangan macem- macem, saya yang bawa Debby kesini, jadi saya bertanggung jawab penuh atas keselamatan Debby." Kata dokter Firman memegang tanganku saat aku hendak menuju dapur. sepertinya dia mencurigaiku akan berbuat yang tidak- tidak pada Debby.


"Iya... Dokter bisa percaya sama saya. Saya masih normal. Kalau mau macem- macem juga saya akan milih."


"Milih gimana? Kan Debby cantik, bisa saja kan kamu milih Debby."


"Saya milih istri saya kalau mau macem- macem. Milih yang halal." Jawabku santai lalu pergi ke dapur.


Ku bawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Debby. Ku buka handle pintu dengan lenganku lalu ku dorong dengan punggungku.


Ku lihat Debby yang sedang duduk di depan cermin menyisir rambutnya.


Dengan sigap dia meraih hijab yang ada di sebelahnya saat ia menyadari kedatanganku.


"Jangan seperti itu, aku suamimu." Omelku.

__ADS_1


Ku letakkan nampan di atas nakas.


"Makan dulu Deb!"


"Aku tidak lapar."


"Dokter Firman bilang kamu belum makan? Apa kamu masih mual?" Tanyaku, ku buka lemari dan mengambil peralatan ku.


"Kamu mau kerja malam- malam gini?" Tanyanya berbalik ke arahku. Sepertinya Debby tau apa yang ku keluarkan.


"Ya, ya mau periksa kamu lah, dokter Firman bilang, saya suruh periksa kamu." Jawabku gelagapan.


"Ya Allah Mas, aku cuma mabok aja, keluar dari pesawat ya aku sudah sembuh lah." Jawab Debby berbalik lagi menghadap cermin. Sepertinya dia kesal padaku.


Kuhampiri Debby dan ku rangkul Debby dari belakang. "Subhanallah cantiknya istriku?" Bisikku mengamati wajah Debby dari dalam pantulan cermin.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2